Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Dalam jebakan


__ADS_3

Hotel xxxxxxx


pusat kota


Maya menggeliat pelan dari tidur nya untuk beberapa waktu, dia mencoba untuk mengendalikan sisa rasa sakit di kepalanya dan rasa tidak enak di tenggorokan nya sejenak.


bola mata gadis itu secara perlahan terbuka, dia berusaha untuk membiasakan bola matanya atas cahaya lampu yang ada di atas kepalanya.


setelah mencoba untuk menetralisir perasaannya serta membiasakan bola matanya sejenak Maya mencoba untuk menoleh ke sisi kanannya untuk beberapa waktu, awalnya dia terlihat diam namun pada detik berikutnya seketika Maya langsung terbelalak kaget karena terkejut saat menjadi Rai ada seorang laki-laki yang ada di samping kanannya.


Hahhh?!.


Gadis tersebut jelas tercekat.


dia melihat satu sosok laki-laki dengan wajah tampan mendominasi, seketika Maya mencoba untuk menatap tubuhnya, dia menggeser selimut yang ada di tubuhnya dengan cepat dan detik berikutnya dia baru sadar laki-laki yang ada di sampingnya tidak menggunakan pakaian atasannya dan dirinya hanya menggunakan pakaian tank top nya.


Oh god.


Maya seketika tercekat, dia menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.


ada apa ini?!.


gadis tersebut jelas panik setengah mati dia buru-buru langsung turun dari atas kasur dia segera beranjak pergi dari sana sembari memungut pakaiannya yang ada di lantai, dengan gerakan tergesa-gesa gadis itu menarik tas tangan nya dan mencoba mencari sesuatu di sana namun sayangnya dia tidak mendapatkan sama sekali.


hingga akhirnya terpasang aja bola mata Maya mendapat sebuah kertas yang berisi nomor handphone, dengan terburu-buru dia mengambil kertas itu dan berpikir itu pasti nomor handphone pria tersebut.


dengan cepat Maya langsung bergerak keluar dari sana dan berpikir akan menghubungi laki-laki itu kemudian mentransfer sejumlah uang atas jasa laki-laki tersebut semalam.


dia pikir mungkin karena dia terlalu mabuk hingga tanpa sadar berkhayal soal memangsa, dia pikir mungkin laki-laki yang ada di hadapannya tadi adalah sosok laki-laki yang dia pikir memangsa dan mereka bisa jadi telah melewati malam pertama bersama.

__ADS_1


karena itu Maya berpikir untuk mentransfer sejumlah uang untuk laki-laki tersebut yang telah melayani dirinya semalam dan memberikan service yang sebenarnya dia tidak tahu memuaskan atau tidak.


rumahnya tergesa-gesa keluar dari hotel tersebut kemudian mencari sebuah mobil taksi.


dia bergerak menuju ke perusahaan ya namun sebelumnya memastikan diri untuk segera membersihkan dirinya terlebih dahulu.


begitu telah membersihkan diri dan bersiap gadis tersebut langsung muncul menuju ke perusahaan namun saat dia baru tiba ke perusahaan satu hal mengejutkan terjadi ketika dia bisa melihat para wartawan berkumpul dan menyerbu dirinya.


"nona Maya bisa jelaskan apa yang terjadi kepada anda? audio adegan anda dan seorang laki-laki telah menyebar luas, apakah karena itu anda bercerai dengan Mawangsa?"


"apakah laki-laki dalam audio benar-benar selingkuhan Anda yang membuat Anda bercerai dengan mawangsa di masa lalu"


"nona Maya jadi benar Anda menghianati suami Anda karena pria idaman lain?"


demi apapun Maya sama sekali tidak paham dengan pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh para wartawan.


dia malah mengerutkan keningnya tanda tidak paham.


"Apa-apaan kalian?"


laki-laki tersebut langsung memasukkan Maya kedalam pelukan nya, dia mencoba mengusir para wartawan dan terlihat begitu marah dengan ke arogansi'an para wartawan tersebut.


"pergi dari sini secepat nya, jangan suka membuat berita tidak benar, kau tahu kami berkencan sejak awal setelah Maya bercerai, tapi Maya sama sekali tidak pernah mengkhianati mantan suaminya"


Julian terlihat kesal, dia menatap penuh kebencian kearah para wartawan, meminta Beberapa security untuk membantu mengusir orang-orang itu.


"audio itu sama sekali tidak benar, seseorang mengedit nya dan sengaja menyebarkan nya, aku dan kekasih ku tidak pernah melakukan hal sepicik itu"


saat mendengar Julian berkata seperti itu seketika membuat Maya mengerutkan keningnya, dia pikir sebenarnya ada apa dengan ini semua, audio apa yang tengah dimaksud oleh semua orang.

__ADS_1


hingga pada akhirnya saat Julian berhasil mengusir para wartawan, Maya secepat kilat bertanya soal audio tersebut.


"sebenarnya ada apa dengan semua ini?"


gadis itu bertanya dengan perasaan bingung sembari Julian terus merangkul tubuhnya dan mendorongnya agar segera naik melewati ruang elevator.


"kau tidak tahu?"


Julian bertanya sambil mengerutkan keningnya.


Maya jelas langsung menggelengkan kepalanya.


"mereka membuat sebuah audio percakapan pribadi kamu di dalam ruangan dan mengeditnya dengan beberapa percakapan yang lainnya seolah-olah kamu tengah berbuat yang tidak-tidak dengan seorang laki-laki"


ucap Julian cepat.


"apa?"


Maya jelas terkejut mendengar nya.


"bayangkan siapa lagi yang mampu melakukan hal tersebut? aku pikir Shinta pasti pelakunya, dan dia telah melampaui batasan nya"


****


catatan \=


Yang tanya Thor kenapa novel ini sangat jauh sekali dengan karakter penulisan author, kenapa kisah nya bikin bingung dan lain sebagainya, kenapa karakter Laki-laki nya bego dan dongok? juga kenapa konfliknya terlalu ruwet, namun tidak bikin gregetan yang biasa bikin penasaran tapi bikin gregetan cuma pengen maki-maki pemeran laki-laki nya dan antagonis nya.


jawaban nya ini Misi kepenulisan yah Mak, Naskah nya diberikan oleh pihak NT dan Mak author hanya mengembangkan saja jadi kayak percakapan nya di perbanyak, gerakan interaksi diperbanyak tapi dengan alur cerita yang sudah di atur dari NT nya.

__ADS_1


jadi ini bukan konsep cerita Mak author yang kayak biasa kalian baca yah Mak, maafkan kalau jadi aneh jalan cerita dan cara bikin plot twist nya, atau ada bagian-bagian ga bikin gregetan melainkan bikin dongkol aja🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻.


__ADS_2