Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Mendapatkan apa yang dia inginkan


__ADS_3

Bayangkan bagaimana kemarahan menerjang Shinta, ucapan dan permintaan Maya sangat tidak masuk akal menurut nya, tapi mengingat posisi nya jelas saja membuat Shinta kehilangan cara untuk mendesak Mawangsa menolak nya.


Polisi dan hipnotis jelas menjadi ancaman besar untuk nya, jika hanya melaporkan pada polisi tanpa bukti dia bisa mengelak, tapi tukang hipnotis jelas saja membuat Shinta kehilangan kata-kata nya.


Dia tidak ingin mengikuti alur Maya dan menjerumuskan dia pada hal diluar logika, dia tidak siap ketahuan dan dibenci oleh Mawangsa.


"Kau benar-benar memanfaatkan keadaan"


Shinta mengeram, menahan kemarahannya, menatap Maya penuh dengan kebencian.


"Aku tidak memanfaatkan keadaan, aku bersyukur bisa mendapatkan banyak keuntungan karena keinginan mu untuk mencelakai ku"


Maya menjawab sambil menaikkan ujung bibirnya, menatap Shinta dengan tatapan penuh ejekan.


mendengar ucapan gadis tersebut jelas aja semakin membuat Shinta mengeram kesal.


"Kau memberikan tuduhan tanpa alasan"


dia masih berusaha untuk membela dirinya.


"kalau begitu pergi panggil polisi dan mari gunakan sistem hipnotis untuk melihat kebenaran"


gadis tersebut terus menantang membuat Sinta kehilangan kata-kata nya, Shinta pada akhirnya hanya bisa pasrah. dia harus kehilangan banyak hal dalam menghadapi Maya saat ini, gadis itu tidak bisa dia remehkan sekarang.


"persiapan untuk menandatangani surat-surat tanahnya dia silakan pergi dari sini secepatnya"


Maya bicara cepat sembari menatap Mawangsa dan Shinta secara bergantian, dia menunggu kedua orang tersebut untuk pergi dari hadapan nya, Maya membuang pandangan nya dan mencoba terus menyadarkan tubuhnya di ranjang milik nya dimana dia dirawat.


pada akhirnya Shinta Dan mawangsa mau tidak mau beranjak pergi dari sana, namun sebelum mereka jauh melangkah Maya dengan cepat berkata.


"terima kasih banyak Shinta berkat kau aku memperoleh banyak impian yang tidak terduga"


gadis itu sengaja bicara seperti itu membuat Shinta benar-benar mengeram kesal karenanya.


Julia yang menatap kepergian kedua orang itu terlihat begitu bahagia, dia menutup pintu kemudian menoleh ke arah Maya.


"kau cukup gila dan sangat luar biasa"


laki-laki tersebut memuji gadis di hadapan nya itu.


Mendengar puja tersebut Maya sama sekali tidak menjawab, gadis tersebut memiliki menaikkan ujung bibirnya.


"katakan padaku apa yang kau akan lakukan pada tanah itu?"


pada akhirnya dia bertanya dengan rasa penasaran, ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Maya terhadap tanah yang dia minta dari Mawangsa.

__ADS_1


"Selama pernikahanku bersama nya bertahun-tahun membuatku muak dan bosan, aku tidak mendapatkan sepeser pun dari pernikahan kami, aku sengaja memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan tanah tersebut"


dan Maya langsung bicara pada intinya, betapa dia muak hidup bersama Mawangsa dan mengalah, Maya tidak pernah meminta biaya selama pernikahan mereka ataupun meminta apapun yang seharusnya wajib diberikan oleh Mawangsa kepada dirinya, karena itu dia benar-benar memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan sesuatu selain karena dia cukup sakit hati pada pernikahan mereka, dia juga ingin memberikan pelajaran pada Shinta atas kesombongan dan juga kepicikannya.


"aku akan membuat perusahaanku sendiri pada tanah tersebut"


dan Maya bicara sembari menatap ke arah Julian.


"aku tidak mungkin terus bergantung pada perusahaan orang lain dan mengemis pada mereka satu persatu, ini saat nya aku berkembang dan mengepakkan sayap ku sendiri, Julian"


lanjut gadis tersebut lagi.


Mendengar ucapan Maya seketika membuat Julian langsung menatap gadis tersebut dengan tatapan tidak percaya, dia tertawa sembari menggelengkan kepalanya.


"aku tidak pernah menyangka kamu sebenarnya bisa sepicik ini dan juga sepintar ini Maya"


dia memuji sembari menatap tidak percaya pada gadis yang ada di hadapannya tersebut, tidak menyangka Maya yang lemah kemarin bisa berdiri sekuat hari ini.


"terkadang untuk bangun kau harus jatuh berulang kali, dan untuk berdiri kokoh di atas lakimu sendiri kau harus menerima banyak permintaan terlebih dahulu dan jatuh berkali-kali"


Maya menjawab sembari mengembangkan senyumannya.


Yah....realita nya kesuksesan seseorang tidak bisa didapatkan dengan gampang, untuk sampai pada puncak kejayaan bukanlah seseorang harus merasakan berada di titik paling terendah terlebih dahulu? dan tidak ada orang kaya yang tidak memulai segala sesuatu dari kata miskin, juga tidak ada orang sukses yang tidak memulai sesuatu dari hal yang paling bawah terlebih dahulu.


*****


setelah kembalinya mereka dari Moscow Rusia Maya pada akhirnya mendapat kan surat kontrak kerjasama yang dia inginkan, itu adalah pencapaian sempurna setelah pengorbanan selama berminggu-minggu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Aku berharap kerjasama kali ini akan menguntungkan dua perusahaan sekaligus"


Direktur Accord bicara setelah Mereka menandatangani surat kontrak kerjasama, dia menatap puas ke arah Maya, meskipun mata nya sebenarnya sedikit terganggu pada luka di kepala Maya.


"Aku juga berharap semua berjalan dengan lancar tuan dan mampu menguntungkan kedua belah pihak"


ucapan laki-laki tersebut sembari mengembangkan senyumannya, Seolah-olah tahu kemana tatapan mata laki-laki tersebut sejak tadi Maya mencoba untuk menyentuh keningnya.


"Ada sedikit insiden yang terjadi pada diriku tuan, ini hanya kecelakaan kecil dan aku baik-baik saja"


tanpa ditanya banyak mencoba untuk menjelaskan dia masih menyentuh keningnya yang tersisa luka dimana Sinta membuatnya seperti hari ini beberapa hari yang lalu di Moskow.


mendengar ucapan Maya direktur Accord terlihat lega.


"sedikit hati-hati terhadap diri sendiri terkadang kecelakaan yang terjadi dibuat oleh orang lain yang merasa iri"


laki-laki tua itu bicara sembari berdiri dari posisi duduk nya seolah-olah memberikan sedikit petuah dan peringatan agar Maya lebih berhati-hati terhadap dirinya sendiri.

__ADS_1


Maya langsung menganggukan kepalanya saat mendengarkan ucapan laki-laki di hadapannya tersebut.


"aku pasti akan lebih berhati-hati kalau ini tuan"


kemudian mereka saling bersalaman dan di beberapa detik kemudian nya lagi direktur Accord langsung beranjak pergi dari ruangan nya.


selang beberapa waktu seolah-olah keberuntungan berpihak pada Maya hari ini, seseorang belaka masuk dari arah pintu ruang kerjanya dan membuat Maya seketika menaikkan ujung alisnya.


Setali tiga uang pada akhirnya dia melihat sekretaris Mawangsa, Arif bergerak mereka masuk sembari menundukkan kepalanya.


"aku cukup terkejut kamu datang sepagi ini"


Maya menyebut kedatangannya kemudian mempersilahkan laki-laki itu duduk di hadapannya.


"tuan Mawangsa mengirimku untuk membawa surat akte tanah yang nona minta, aku harap nona menerimanya"


Arif memberikan sebuah map mendominasi berwarna hitam ke arah Maya, di dalamnya terdapat sebuah akta tanah yang diminta oleh Maya tempo hari kepada tuan nya.


laki-laki itu tidak tahu apa yang terjadi di antara Maya dan tuan nya di Moscow, yang dia tahu tiba-tiba saja tuan nya berkata tanah wilayah di xxxxxxx telah resmi berpindah tangan untuk mantan istri tuan nya tersebut.


ketika Maya menerima map yang dibawa nya dan mulai membaca nya, Arif diam-diam memperhatikan wajah Maya dan penampilannya, dia pikir setelah bercerai dengan tuan nya, gadis tersebut berubah menjadi begitu cantik dan begitu elegan serta memiliki satu daya tarik yang begitu mempesona.


tidak habis pikir bagaimana bisa Mawangsa membuang sebuah berlian demi sebuah batu kerikil yang sangat mengerikan seperti Shinta. dia pikir cinta itu memang aneh, seolah-olah tuannya menutup mata dan telinga atas kenyataan yang sebenarnya ada.


Shinta jelas tidak secantik wajahnya, pikiran picik dan kotor serta kelicikan yang sangat mengerikan, bahkan wajah Shinta bagi nya biasa-biasa saja tidak secantik milik Maya, lalu dia pikir bagaimana bisa tuannya jatuh cinta pada perempuan mengerikan seperti itu.


Mawangsa pasti sudah kehilangan akal warasnya.


Itu yang selalu dia batin kan di dalam hati.


"aku pikir tidak ada yang diragukan dari surat-surat ini, katakan pada tuan mu aku sangat berterima kasih atas tanah ini"


saya baru saja mengecek surat-surat tersebut dan meyakini semuanya asli serta tidak ada yang perlu diragukan, dia menatap ke arah Arif sembari mengembangkan senyumannya, terlihat begitu puas dengan apa yang dia dapatkan saat ini.


Arif langsung berdiri dari posisi dan langsung mengganggukan kepalanya kemudian laki-laki itu menundukkan kepala secara perlahan untuk pamit. namun sebelum dia beranjak Maya kembali berkata.


"katakan pada Shinta, aku sangat berterima kasih atas kerja kerasnya untuk menyenangkan ku"


kata-kata Maya sangat luar biasa, Arif pikir pesan itu seperti sebuah sindiran halus atas kejahatan yang telah tercium.


Arif mengangguk kan kembali kepalanya, beranjak pergi dari sana secara perlahan. Percayalah semua orang mulai bergosip karena kehadiran nya, orang-orang tahu Maya dan tuan nya telah lama bercerai, Seolah-olah mereka berpikir kedatangan nya atas permintaan tuan nya untuk membuat Maya kembali menjadi istri tuan nya kembali.


"Terlalu aneh saat sekretaris tuan Mawangsa datang keperusahaan nona Maya, jika bukan karena berdamai atau meminta rujuk, apalagi coba?"


"Atau menawarkan sesuatu yang menguntungkan untuk membuat nona Maya bahagia"

__ADS_1


"Dia membuang berlian untuk kerikil yang pribadinya sangat buruk"


Dan gosip demi gosip terdengar dibalik telinga Arif di sepanjang perjalanan nya menuju ke pintu keluar perusahaan.


__ADS_2