Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Kondisi tidak terduga


__ADS_3

Maya terlihat mencengkraman tangan nya untuk beberapa waktu, mencoba menyimpulkan dan menyambung benang kusut yang terjadi pada ayah nya di masa lalu. Dia yakin ada sesuatu yang terlewat kan dan tidak dia sadari selama ini tentang sesuatu yang mungkin tidak dia sadari.


Maya mencoba untuk menebak tapi dia pikir ini bukan waktu yang tepat, lagi-lagi dia merasa perutnya mual, dia ingin sekali rasanya melupakan seluruh isi perutnya saat ini dan kembali mencoba untuk mencari di mana toilet terdekat yang ada di sekitar nya.


Maya berlarian menuju ke arah toilet karena dia pikir dia ingin kembali memudahkan isi perutnya saat ini juga, dan Maya menyimpulkan dia mungkin butuh dokter lambung untuk memeriksa keadaan nya saat ini.


Pusing, mual, muntah, tidak enak badan. Dia pikir pasti sesuatu yang buruk terjadi pada tubuh dan lambung nya saat ini.


"Mari mendiskusikan nya lagi setelah aku kembali ke perusahaan Julian, aku harus pergi memeriksa keadaan ku sejenak, aku pikir ada masalah dengan asam lambung ku saat ini," Maya menutup pembicaraan, berharap Julian mengerti kondisi nya.


"Kamu sakit?," Julian bertanya khawatir di seberang sana.


"Bukan sakit parah, hanya saja sedikit tidak enak badan dan aku tidak baik-baik saja." ucap Maya kemudian.

__ADS_1


"Ini hanya asam lambung," lanjut nya lagi kemudian.


"aku akan menutup panggilan dan mari bicara nanti setelah di perusahaan." setelah berkata seperti itu Maya langsung menutup handphonenya, kemudian dia bergerak menuju ke arah dokter spesialis bagian lambung.


Tidak perlu mengantri panjang karena dokter tersebut tidak sedang menghadapi banyak pasien, jadi mempermudah Maya untuk segera masuk ke dalam ruangan itu dan memeriksakan dirinya.


"Aku pikir aku terkena asam lambung," Maya bicara dengan cepat pada dokter laki-laki yang ada di hadapan tersebut.


"Apakah asam lambung ku baik-baik saja dok?," perempuan itu bertanya sedikit khawatir dan ingin tahu apakah dia baik-baik saja.


Asam lambung tinggi cukup berbahaya untuk beberapa orang, dia takut hal itu akan mempengaruhi kesehatan Maya, apalagi keadaan perusahaan jelas sedang tidak stabil seperti yang diharapkan jadi dia pikir dia tidak bisa sakit saat ini.


Dokter dihadapan nya sama sekali belum menjawab pertanyaan nya, hanya mengembangkan senyumannya sambil mencatat sesuatu di atas kertas dihadapan nya.

__ADS_1


"Apakah hal buruk terjadi pada ku dok?," tiba-tiba saja Maya jadi agak khawatir karena melihat ekspresi dokter tersebut membuatnya berpikir apakah Mungkin dia terkena penyakit yang cukup serius.


Dokter di depannya pada akhirnya menggelengkan kepalanya kemudian laki-laki itu berkata.


"aku Vicky Anda harus pergi ke dokter kandungan saat ini, nona Maya," ucap laki-laki tersebut kemudian sembari memberikan kertas kepada Maya.


"Ini akan memperjelas bagaimana keadaan anda dengan lebih detail dan baik." lanjut dokter tersebut lagi kemudian.


Dan bayangkan bagaimana ekspresi Maya saat mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki di hadapannya tersebut, dia langsung membulatkan bola matanya dengan sempurna saat dokter itu berkata tentang rujukan menuju ke arah dokter kandungan.


"Apa?," Maya bertanya dengan nada sedikit terkejut.


"Maksudnya dok?,"

__ADS_1


__ADS_2