Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Seperti sepasang kekasih


__ADS_3

Bagaimana rasa nya menjadi trending topik dalam sehari dan diselingkuhi?✔️


Sebuah pesan kembali masuk ke handphonenya, Mawangsa membuka pesan itu hingga berubah menjadi centang biru.


Bagaimana rasa nya menjadi trending topik dalam sehari dan diselingkuhi?☑️


Rasanya seperti mendapatkan sebuah ejekan yang luar biasa dari temannya memangsa kembali mengeram kesal, wajah laki-laki tersebut seketika menjadi sedikit mengeras dan gigi Mawangsa langsung menyatu dengan sempurna.


Teman memang saya di seberang sana sudah bisa menebak bagaimana ekspresi laki-laki itu saat ini, Alih-alih takut jika mewangsa memarahinya laki-laki itu kembali mengirimi nya pesan.


Hahahahah aku baru tahu betapa dungunya dirimu, Kau membuang berlian hanya untuk sebutir batu kerikil yang tidak berharga ✔️.


Bayangkan bagaimana ekspresi memangsa saat ini, laki-laki itu pikir jika dia berhadapan dengan temannya itu saat ini juga bisa jadi dia akan mengajar laki-laki tersebut dengan bogem mentahnya, sayangnya posisi mereka saat ini tidak saling berhadapan.


Batu berlian?! Hah.


Mau saya pikir bagaimana bisa temannya berkata Maya adalah sebutir batu berlian.


Kamu tahu? Malam ini dia menyewa sebuah restoran mahal khusus untuk dirinya melakukan pesta bersama orang-orang terkenal, dan aku menjadi laki-laki beruntung karena mendapat kan kehormatan menjadi tamu undangan eksklusif✔️.


Saat Mawangsa kembali membaca pesan tersebut laki-laki itu mengepalkan tinjunya.


Kau…!.


Tatapan Mawangsa seketika menggelap, alisnya berkerut dan wajahnya terlihat begitu suram serta penuh kemarahan.


Ditengah kemarahan nya tiba-tiba seseorang menutup pintu kamarnya.


Mawangsa buru-buru berkata.


"masuklah"


Seorang laki-laki masuk dan menundukkan kepalanya dihadapan Mawangsa.

__ADS_1


"Ada apa?"


Saat Mawangsa menanyakan hal tersebut laki-laki itu dengan cepat menjawab.


"Nenek menghubungi anda"


"ya?"


Seketika Mawangsa tercekat.


Nenek?!.


oh ****, celaka.


Batin nya sedikit gelagapan.


*******


Heru adalah teman baik Mawangsa, laki-laki itu yang menghubungi Mawangsa tadi dan berkata soal berita trending topik dan batu berlian.


Dia jelas bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk di antara kedua perempuan tersebut, Sinta jelas tidak sebaik wajahnya, dia pernah melihat perempuan tersebut dimasa lalu melakukan sebuah kecurangan terhadap Maya, tapi Maya sama sekali tidak membalasnya dan hanya berdiam diri.


Apalagi baginya jelas-jelas Shinta memiliki silsilah keluarga yang begitu kacau dan ayah Shinta tidak bisa dibilang sebagai laki-laki yang baik.


Iya tahu skandal yang dibuat oleh ayah Shinta dari ayahnya sendiri, ayah Shinta jelas bukan merupakan laki-laki yang bisa dipercaya atau bahkan bisa diandalkan.


Begitu Heru masuk ke dalam restoran yang disebutkan oleh Maya saat mengundang dirinya secara eksklusif, bola mata laki-laki tersebut mencari sosok perempuan cantik itu.


Seketika dia mengembangkan senyumannya ketika dia melihat sosok Maya tengah berdiri di ujung sana.


Maya tidak malu sama sekali berjalan melangkah mendekati dirinya, itu mereka bertemu perempuan itu menampilkan kehangatan dan sisi pertemanan yang sangat luar biasa.


Nada bicara Shinta terdengar begitu lembut dan tidak dibuat-buat seperti Shinta, kehangatan dan keakraban yang di ciptakan Maya jelas membuat laki-laki manapun menyukainya dan juga pasti akan jatuh cinta dengan diri nya ditambah nilai kecantikan unik yang tidak dimiliki gadis manapun bahkan Shinta.

__ADS_1


Heru fikir Mawangsa seharusnya berobat ke salah satu dokter psikiater untuk tingkat kewarasan nya karena menyia-nyiakan perempuan dihadapan nya ini dan memilih bercerita dan ingin menikahi sampah.


Atau mungkin Mawangsa butuh ke optik terbaik di sana untuk memastikan mata nya tidak bermasalah.


ckckkckc aku benar-benar kasihan pada nya.


Batin Heru.


Maya memberikan dirinya segelas minuman kemudian mereka tampak mengobrol dengan akrab.


"Kau benar-benar menjadi janda mawangsa yang begitu cantik dan anggun"


Meskipun kalimat ini lantaran oleh Heru terlihat seperti sebuah ejekan, tapi realitanya laki-laki itu tidak berniat untuk mengejek sama sekali, dia membuat sebuah kalimat pujian namun tidak mau terlihat jika dia terpesona pada janda mawangsa dan Mawangsa pasti sudah gila menceraikan nya.


Mendengar ucapan Heru, alih-alih marah Maya malah tertawa bahkan balik menggoda dirinya.


"Yah aku pikir mewangsa perlu sedikit diberi obat tetes mata agar dia tahu betapa nilai kecantikanku tidak sebanding jika dibandingkan perempuan manapun yang ada di hadapannya"


Mendengar ucapan Maya, Heru jelas setuju.


Kemudian tiba-tiba Perempuan itu membisikkan sesuatu kepada dirinya, ekspresi Heru seketika berubah.


Seolah-olah apa yang dibicarakan gadis itu benar dia berkata,


"Yah...aku yakin laki-laki itu akan menyesal karena telah menceraikan kamu, Maya"


Ucap nya kemudian.


Di tengah obrolan mereka bisa dilihat seorang laki-laki yang begitu tampan berjalan mendekati mereka.


Heru Jelas tahu siapa laki-laki tersebut, yang menjadi pujaan setiap perempuan gadis dan wanita di kota itu.


Begitu Dave mendekati Maya dan mereka berbicara persis seperti sepasang kekasih, bisa Heru lihat chemistry di antara kedua orang tersebut, mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang akan membuat iri siapapun yang memandang nya.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa Heru tiba-tiba merasa kasihan dengan Mawangsa dan berfikir seharusnya dia datang kesini.


Laki-laki itu benar-benar membuang berlian berharga untuk sebuah sampah.


__ADS_2