
Maya jelas saja langsung menoleh ke arah asal suara, dan sesuai dengan tebakannya itu benar adalah suara mewangsa.
sejenak bola mata mereka saling beradu dan bertemu untuk beberapa waktu, tidak ada percakapan selanjutnya yang bisa mereka lakukan saat ini hingga akhirnya Maya langsung membuang pandangannya.
dia pikir tidak ada gunanya untuk memandang Mawangsa itu jelas hanya akan merugikan dirinya dan membuat laki-laki itu berpikir dia masih mencintainya.
Namun gadis tersebut terlihat langsung mengerutkan keningnya, dia pikir kenapa mawangsa juga ada di sini saat ini.
Sejujurnya Maya benar-benar ingin sekali melemparkan teko yang ada di tangannya saat ini tapi mendengar ucapan Mawangsa dia malah menghentikan gerakan tangannya.
tanpa bicara laki-laki itu seolah-olah berkata jangan melakukan hal tersebut karena akan ada undang-undang yang memperberat keadaan, tidak akan ada yang mempercayai Maya seandainya Maya melaporkan tindak pelecehan karena pada akhirnya orang-orang hanya akan menjamu mempercayai tuan Baskoro dari sisi manapun.
pada akhirnya Maya meletakkan teko yang ada di tangannya tersebut secara perlahan dengan perasaan kesal.
para laki-laki lain jelas langsung menundukkan kepala mereka ketika melihat mawangsa, selain karena memangsa akan menikah dengan Shinta yang tidak lain adalah putri dari pemilik perusahaan umbrella.
mereka jelas begitu segan dengan kemampuan Mawangsa, laki-laki tersebut jelas orang yang begitu kompeten dan sangat bisa dipercaya di dalam bisnisnya, sebab tidak sedikit orang-orang ingin bekerja sama dengannya karena sifat kompeten dan juga kemampuan luar biasanya.
Mawangsa menatap ke arah Maya untuk beberapa waktu hingga akhirnya dia membuang pandangannya lantas menyapa tuan Baskoro.
"Aku cukup senang melihat anda di sini tuan"
Mawangsa menyapa tanpa menundukkan kepalanya, sedangkan tuan Baskoro jelas merasa tidak enak, dia menelan salivanya dan berusaha untuk tidak menata bola mata mawangsa.
seolah-olah seperti anak kecil yang baru saja kepergok mencuri sesuatu, laki-laki tersebut berusaha untuk menyembunyikan kesalahan yang tersebut dan pura-pura bersikap jika tidak terjadi apa-apa diantara mereka tadi.
namun meskipun seperti itu dia tahu tatapan bola mata memangsa seolah-olah mengintimidasi dirinya, sepertinya laki-laki tersebut mungkin menyadari apa yang dia perbuat tadi terhadap Maya.
"Aku juga tidak menduga anda akan sampai di sini, tuan Mawangsa"
meskipun dia akui memangsa jauh lebih mudah daripada dirinya, tapi di dalam berbisnis usia bukan menjadi patokan untuk menjadi lebih hormat atau dihormati.
Melihat tuan Baskoro menundukkan kepalanya dengan ekspresi sedikit malu dan takut, seketika Mawangsa langsung membuang pandangannya dan dia kembali melirik ke arah Maya.
bisa dia lihat seluruh pakaian gadis tersebut basah kuyup, dia pikir Maya pasti kehujanan saat datang ke perusahaan ini tadi.
pada akhirnya laki-laki tersebut meminta seseorang untuk membawakan sebuah handuk.
"Berikan handuk untuk nona Maya"
memangsa bicara cepat sembari melirik ke arah salah satu orang-orang yang ada di hadapannya dan meminta mereka agar membiarkan salah satu karyawan yang mungkin masih di kantor untuk mengambilkan sebuah handuk.
mendapatkan permintaan dan laki-laki tersebut seketika salah satu dari mereka langsung menganggukkan kepalanya kemudian bergerak untuk mencari office boy yang masih berada di lantai yang berbeda.
kemudian memangsa langsung berusaha untuk duduk di salah satu sisi di samping kiri Maya sembari dia berkata,
"Mari melanjutkan permainan mahyongnya"
ucap laki-laki tersebut cepat sambil melirik ke arah tuan Baskoro.
__ADS_1
Maya sejujurnya tidak ingin lagi meneruskan permainannya selain karena moodnya jelas sudah rusak, dia merasa tubuhnya menjadi tiba-tiba tidak enak, belum lagi dia merasa enggan untuk bergabung bersama Mawangsa saat ini, baginya berdekatan dengan laki-laki tersebut persis seperti sebuah beban besar untuk dirinya.
namun saat dia mengingat soal kerjasama yang harus diajari bersama tuan Baskoro pada akhirnya Maya mau tidak mau mengalah dan kembali ikut bermain mahyong bersama semua orang.
permainan mahyong pada akhirnya berjalan dengan sangat mulus, orang-orang yang awalnya membuat Maya kalah dan tuan Baskoro yang mengintimidasi gadis tersebut tadi pada akhirnya berlomba-lomba mengalah kepada Maya di mana saat ini Mawangsa bahkan membantunya untuk memenangkan beberapa ronde permainan mereka.
tidak tahu berapa lama waktu berlalu hingga akhirnya mawangsa seketika terdiam ketika dia mendengar Maya terbatik-batuk untuk beberapa waktu.
secara jujur Maya pikir dia tidak dalam keadaan baik-baik saja, karena kakak habis tertimpa hujan dan basah kuyup sehingga membuat tubuhnya sedikit kedinginan, dia pikir dia pasti akan terkena flu dan batuk setelah ini.
melihat gadis tersebut seketika rasa iba menghantam Mawangsa, laki-laki itu melirik ke arah handuk yang diberikan oleh bagian office boy kepada Maya tadi, rupanya handuk itu tidak sepenuhnya menutupi tubuh gadis tersebut.
pada akhirnya Mawangsa mencoba untuk membenahi handuk yang ada di belakang Maya, namun alih-alih bisa membantu membenahi hati tersebut, seketika Maya secara refleks langsung berusaha menghindar hingga membuat laki-laki tersebut terdiam untuk beberapa waktu.
"Aku pikir malam sudah sangat larut aku harus kembali sekarang secepatnya"
Maya dengan cepat bicara kepada semua orang kemudian dia buru-buru langsung berdiri dari posisinya dan membungkukkan tubuhnya.
Tuan Baskoro jelas tidak bisa untuk mencegah Maya pergi dari sana mengingat ada Mawangsa di situ, dia melakukan kepalanya dengan cepat diikuti oleh teman nya yang lain nya.
Mawangsa yang melihat Maya bergerak pergi dari hadapan semua orang, seketika laki-laki tersebut ikut bangun dari posisi duduknya.
laki-laki itu kemudian menatap ke arah Tuan Baskoro dan berkata,
"kau tahu tuan Baskoro? hal seperti tadi merupakan pelecehan seksualisme, kali ini aku tidak akan melaporkannya tapi jika sekali lagi kamu melakukannya, selain melaporkanmu pada pihak berwajib aku pastikan akan mematahkan tanganmu tanpa berpikir dua tiga kali"
rahang mawangsa saling beradu, bisa dilihat orang-orang di pelipis kiri dan kanannya sejak tadi bergerak tidak menentu.
Tuan Baskoro jelas langsung menelan salivanya dia tampak gemetaran dan juga ketakutan.
"Maafkan aku, aku bersumpah akan berlaku baik kepada Nona Maya, tuan"
dia menjawab dengan cepat sembari menundukkan kepalanya karena takut melihat tatapan yang diberikan oleh mawangsa yang terlihat begitu mengerikan.
melihat tindakan memangsa jelas saja laki-laki yang lain berpikir meskipun mawangsa dan Maya bercerai hubungan mereka tetap hangat dan baik, bahkan laki-laki itu masih menyimpan kepedulian besar terhadap mantan istrinya.
mereka pikir laki-laki itu bahkan masih melindunginya dengan sangat baik, mereka pikir pasti ada alasan lain kenapa kedua orang itu harus bercerai.
Mawangsa secepat kilat mengejar langkah Maya dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada gadis tersebut mengingat bagaimana Maya terbatuk-batuk padi dan ketika dia tidak sengaja menyentuh kulit Maya saat mencoba membenahi handuk Maya tadi, dia pikir tubuh itu sedikit panas, apalagi di luar sana selain hujan deras nya belum juga reda, angin kencang juga menghantam ibu kota.
dan sesuai dugaan begitu bola matanya menangkap Maya, memangsa dengan cepat langsung menghampiri Maya yang bergerak menuju ke arah mobil gadis tersebut, bisa dia lihat Maya kembali terbatuk-batuk dan mencoba berpegangan pada sisi pintu mobilnya.
Mawangsa langsung menari tubuh gadis tersebut dan Maya hampir masuk ke dalam pelukannya, namun secara refleks gadis tersebut langsung dengan cepat menghindar karena terkejut.
"Kamu demam, biar aku yang mengantar kamu pulang"
Mawangsa bicara cepat, dia mencoba membuka payung yang ada di tangannya di mana dia mendapatkannya tadi saat di pintu keluar perusahaan millik tuan Baskoro.
mendengar tawaran mawangsa jelas saja membuat Maya langsung menaikkan ujung alisnya.
__ADS_1
dia pikir Ada apa dengan laki-laki di hadapannya tersebut kenapa tiba-tiba jadi begitu perhatian bahkan memberikannya payung dan berpikir untuk mengantarnya pulang.
Dia jelas tanpa berpikir dua tiga kali langsung menolaknya.
"Tidak usah, aku bisa kembali sendiri ke rumah"
jawabannya terdengar begitu tegas dan Maya menampilkan ekspresi wajah yang sangat tidak ramah, gadis tersebut sepertinya sedikit terganggu dengan kehadiran mawangsa.
Mawangsa pada akhirnya tidak ingin memaksakan keinginannya, dia kembali berkata.
"Pulanglah dengan hati-hati, jika kamu membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk menghubungiku"
saat laki-laki tersebut berkata begitu lagi Maya menaikkan ujung alisnya namun kini sembari dia mengerutkan keningnya.
Ada apa dengan laki-laki ini?!.
Maya bertanya didalam hatinya.
gadis itu sama sekali tidak berniat untuk menjawab ucapan Mawangsa, dan sepertinya dewa keberuntungan berpihak kepadanya di mana tiba-tiba dia melihat Dave menghubungi dirinya.
Maya secepat kilat langsung mengangkat panggilan tersebut dan dengan sengaja dia bicara dengan manja ketika dia bertanya di mana keberadaannya.
"Halo Dave?"
"Tidak, aku baru saja akan pulang"
"Hmmm aku pikir aku demam"
"Mengirimkan aku dokter? oh sayang kamu baik sekali"
demi apapun Maya terlihat sibuk bertelepon ria dengan Dave sembari membuka pintu mobilnya, tanpa dia pedulikan Mawangsa yang kini masih memayungi dirinya ketika dia mulai akan masuk kedalam mobil nya.
dan bayangkan bagaimana perasaan Mawangsa saat ini, dia pikir bagaimana bisa Maya bicara dengan nada begitu manja dengan laki-laki lain di dalam teleponnya, padahal gadis tersebut tidak pernah melakukan hal tersebut kepada dirinya.
bahkan Maya begitu penurut dan tidak pernah menolak apapun yang dikatakannya, lalu bagaimana gadis itu saat ini menolong seluruh permintaannya.
Kau...!.
Dia menggenggam erat telapak tangan kirinya dimana telapak tangan kanan nya masih menggenggam gagang payung mendominasi berwarna hitam tersebut.
*****
Catatan \=
Mak Alhamdulillah setelah sekian purnama yang cari novel Yash dan Alessia Alhamdulillah sudah ada di apk F..Izz..O
baru di ACC hari ini, tgl 1 baru crazy update, beberapa hari ini update rutin per 1 episode saja, tidak di update di NTUN 😘🙏🏻.
judul "SANDIWARA HATI" cari di apk F..Izz..O ya makkkk❤️❤️💋💋.
__ADS_1