Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Dia harus tahu apa yang diinginkan adik nya


__ADS_3

Ditengah bersitegang mereka tiba-tiba terdengar bunyi peluit yang menyatakan jika pertandingan telah selesai, hal tersebut sontak membuat para orang tua berhenti dan terdiam, mereka langsung menoleh ke arah depan.


Maya menatap kearah barisan anak-anak yang ada ditengah-tengah gedung tersebut.


Bisa dia lihat beberapa anak terlihat kelelahan dan kesal, sisa nya terlihat cukup puas, dia menoleh kearah Elsa, ekspresi anak itu tampak bahagia.


"kakkkkk...."


Elsa melambaikan tangan nya sembari berteriak bahagia, sangat senang dengan keadaan.


Dan tidak perlu menunggu waktu lama untuk menjawab keadaan, anak tersebut rupanya memenangkan pertandingan nya.


"Aku memenangkan nya"


Teriak Elsa bahagia.


Maya bergerak turun dari arah panggung penonton, berjalan dengan langkah cepat mendekati Elsa.


Begitu dia turun kebawah bayangkan bagaimana ekspresi Elsa, gadis tersebut seketika langsung memeluk Maya dengan erat.

__ADS_1


"Coba lihat aku benar-benar mampu melakukan nya"


Elsa terlihat senang, melompat-lompat bahagia dihadapan Maya.


"Baiklah aku tahu kamu punya kemampuan"


Jawab Maya cepat.


Saat mereka tengah asik bersama, berbagi kebahagiaan, sang pelatih bergerak mendekati mereka.


"Kita akan menandatangani kontrakĀ  masa percobaan untuk Elsa atas kemampuan nya"


Ucap laki-laki tersebut cepat.


Heru yang sejak tadi mengawasi Maya langsung ternyata sejak tadi dia tengah merekam apa yang dilakukan oleh Maya dimana gadis tersebut tengah menandatangani surat kontrak masa percobaan.


Laki-laki tersebut cukup tidak menyangka jika Maya memiliki hati bak seorang malaikat dan dia pikir bisa-bisanya gadis tersebut masih bersikap sebaik itu padahal jelas-jelas dia telah disakiti oleh keluarga memangsa dan telah bercerai dengan laki-laki tersebut.


"ngomong-ngomong apa kamu tidak takut jika memangsa memarahimu karena kamu datang membantu adiknya?"

__ADS_1


Heru buru-buru bertanya ke arah Maya yang kini tengah fokus menandatangani surat kontrak masa percobaan Elsa.


"tentu saja aku tidak pernah takut, kamu tahu tidak ada yang memperdulikan Elsa sama sekali? karena itu aku datang untuk membantu dirinya, bayangkan jika aku tidak datang siapa yang akan datang kemari dan menjadi walinya?"


Maya menjawab dengan cepat pertanyaan Heru, namun gadis itu sama sekali tidak menyadari jika Heru merekam apa yang menjadi percakapan mereka.


"dia juga kan tidak pernah menganggapku siapa-siapa, jadi mana dia peduli jika aku memperhatikan Elsa, aku hanya berharap dia bisa merenungi soal dirinya dan orang tuanya tentang memperhatikan adik perempuannya, seharusnya dia meluangkan waktu untuk peduli dan tahu bagaimana perasaan Elsa saat ini serta apa sebenarnya yang jadi kemauan adiknya"


Lanjut Maya lagi.


"Kau tahu? anak-anak remaja realita nya tidak begitu terlalu tergila-gila pada uang, yang mereka butuhkan hanyalah sedikit perhatian dan para orang tua serta saudaranya tahu apa yang dia inginkan"


setelah berkata begitu Maya langsung meletakkan pulpen yang ada ditangan nya, dia baru saja menandatangani surat kontrak milik Elsa.


begitu gadis tersebut menoleh ke arah Heru, rupanya laki-laki tersebut langsung mematikan rekamannya dan menurunkan handphone nya dengan segera.


"kau benar"


Heru menjawab sambil mengembangkan senyuman nya.

__ADS_1


Siapa menyangka laki-laki tersebut rupanya mengunggah status di WhatsApp atas rekamannya soal ucapan Maya tadi, kemudian laki-laki itu mengirim pesan kepada Mawangsa.


Dia ingin tahu apakah Mawangsa masih memiliki muka saat ini saat mendengarkan ucapan Maya.


__ADS_2