Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Menunggu kedatangan nya


__ADS_3

The Malaka company,


Hari pertandingan basket.


Maya terlihat sibuk dengan urusan nya, mengabaikan semua hal yang ada, dia mencoba memeriksa dokumen dan beberapa berkas lainnya, memfokuskan diri pada pekerjaannya sejak pagi tadi.


Hingga pada akhirnya Maya terlihat diam, dia menghentikan gerakan tangannya untuk beberapa waktu karena dia ingat soal sesuatu.


Pertandingan basket Elsa.


Apakah dia harus datang atau mengabaikan nya?.


Sebenarnya dia pikir ini semua tidak lagi ada urusannya dengan dirinya tapi setiap kali melihat Elsa bersedih dan dia ingat bagaimana gadis tersebut menangis sebab tidak didukung sama sekali di rumahnya membuat hati nurani Maya seketika tersentuh dan dia merasa iba terhadap gadis tersebut. Elsa butuh seseorang yang mengerti dirinya dan mensupportnya.


"Ada apa?," Julian bertanya pada Maya, ketika dia melihat perubahan ekspresi dari gadis dihadapan tersebut.


"Bukan apa-apa," Maya menjawab cepat, kembali mengerjakan pekerjaannya dan mengabaikan pemikirannya.

__ADS_1


Julian terlihat diam, menatap kegelisahan Maya, tapi dia tidak ingin meneruskan pertanyaannya karena takut Maya tidak dalam kondisi mood yang baik.


Maya terlihat kembali memeriksa beberapa berkas-berkas dihadapan nya dan mendiskusikan nya pada sekretaris nya dan Julian. Waktu terus berlalu diikuti jarum jam yang terus bergeser sejak tadi.


*****


Disisi lain.


Elsa berkali-kali melihat kearah bangku penonton, mencari sosok Maya dan Mawangsa sejak tadi, nyatanya dia tidak menemukan kedua orang tersebut sejak tadi, menbuat dia gelisah dengan keadaan dan dia menjadi cukup tidak fokus dengan apa yang dilakukan nya.


Prittttttt.


Suara istirahat sejenak terdengar, pelatih terlihat marah dan kesal, dia menatap kearah Elsa yang seolah-olah tidak memiliki kekuatan untuk bermain.


"Kau terlihat buruk dan sangat tidak serius saat ini, Elsa kita sedang berada dalam kompetisi bukan permainan biasa atau hanya sekedar latihan Ada apa dengan dirimu hari ini?," laki-laki itu terlihat begitu marah menatap ke arah Elsa dia pikir Ada apa dengan gadis itu saat ini.


Wajah nya menampilkan satu sisi kemarahan yang sangat besar sembelih dia berkacak pinggang dan kembali berkata kepada Elsa.

__ADS_1


"Apa kamu tidak lihat mereka menyerangmu sejak tadi karena kau terlihat paling lemah di antara semua orang,"


"berhentilah tidak fokus dan main-main ini adalah harapan kita dan jangan mengecewakan teman-temanmu yang sudah berusaha mati-matian." Pelatih tersebut terus mengoceh ke arah Elsa.


"Poin kalian terhinggal begitu jauh." Lanjut nya lagi.


Teman-teman Elsa terlihat sudah cukup lelah, mereka setuju dan kesal melihat penurunan kemampuan Elsa yang tidak seharusnya di masa pertandingan seperti ini.


Elsa terlihat diam, dia masih menatap kearah kursi barisan penonton untuk beberapa waktu.


*******


Maya terlihat mengejar langkah, berlarian menuju kearah area parkiran, bergerak menuju ke mobil nya dan berusaha untuk mengejar waktu untuk datang ke pertandingan Elsa setelah dia memikirkannya dengan matang sejak tadi.


Dia tidak mungkin mengabaikan gadis tersebut bagaimanapun juga, meskipun telah bercerai dengan Mawangsa dia masih tidak bisa membuang nurani nya untuk tidak peduli dengan orang lain, memutuskan untuk pergi dan mensuport Elsa.


"Oh shi-t." jalanan macet membuat Maya berkali-kali melirik kearah jam di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2