Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Memiliki masalah pada matanya


__ADS_3

Secara perlahan Maya bergerak menjauhi ke pintu elevator kaca yang ada di hadapannya, gadis itu akan pergi ke bagian area parkiran gimana mobilnya berada.


hari ini dia pikir dia akan ikut merayakan ulang tahun Julian, karena itu Maya benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang.


begitu dia masuk ke dalam kamar elevator seketika bola mata gadis tersebut langsung membulat dengan sempurna, dia cukup terkejut saat dia melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"Oh ya Tuhan"


Maya jelas langsung melebarkan senyuman nya, dia menatap seorang gadis yang ada di dalam kamar elevator tersebut dengan tatapan tidak percaya.


Gadis itu adalah Tiara, meskipun dia tidak begitu akrab dan dekat dengan gadis itu tapi dia sangat tahu betul siapa yang ada di hadapannya ini, Tiara merupakan teman baik Julian di masa sekolahnya dulu, mereka beberapa kali bertemu bahkan ngobrol bersama di kala Maya belum menikah kemarin.


namun sayangnya setelah Maya menikah dia benar-benar kehilangan komunikasi dengan siapapun bahkan tidak pernah melihat orang-orang yang pernah dia kenal di masa lalu lagi.


jika ingat bagaimana sulitnya dan juga menderitanya selama pernikahannya bersama Mawangsa, Maya berpikir betapa bodohnya dia dalam pernikahan mereka selama hampir 5 tahun ini.


dia benar-benar tidak pernah bertemu dengan siapapun di masa lalunya bahkan jarang pergi keluar rumah meksipun untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang dia kenal bahkan dia tidak pernah mengikuti perkumpulan ataupun reuni sekolah baik SMP, SMA bahkan kuliahnya.


menikah dengan laki-laki itu benar-benar sangat menyedihkan bagi Maya, dan dia karena cintanya menjadi begitu bodoh dan buta, jika dia ingat masa yang kemarin rasanya dia ingin memaki dirinya sendiri karena kebodohannya.


cinta tidak seharusnya membutakan dirinya, sehingga dia lupa pada kebahagiaannya sendiri hanya untuk kebahagiaan orang lain, bahkan ketika dia mengorbankan masa mudanya untuk memangsa dan juga untuk Shinta, realitanya yang mereka balas adalah apa yang didapatkan hari ini.


Maya benar-benar merasa betapa bodohnya dia di masa lalu.


"Hei...aku cukup terkejut bisa bertemu dengan mu disini"


Tiara bicara cepat, dia langsung memeluk Maya dengan erat.


"Julian sebenarnya meminta ku untuk menemui kamu di perusahaan, tapi siapa sangka malah bertemu disini"


Lanjut Tiara lagi.


gadis itu terlihat begitu cantik, dengan tubuh kurus langsing dan kulit yang putih serta sifat yang begitu ceria dan ramah tamah menambah nilai tersendiri untuk dia.


Maya tahu Julian beberapa kali memuji Tiara di hadapan dirinya, bahkan dulu di sekolah laki-laki tersebut sering mengandalkan gadis itu dalam banyak mata pelajaran.


"Benarkah?"


Maya jelas terkejut mendengar penuturan Tiara, Julian yang meminta gadis tersebut untuk menemui dirinya.


"yah tentu saja bahkan Julian berkata aku boleh membantumu jika kamu berada dalam masa yang sulit dan membutuhkan seorang teman untuk bicara"


gadis itu bicara dengan antusias dia masih terus merangkul tubuh Maya, rasa akrab langsung terjadi di antara mereka berdua saat ini.

__ADS_1


"Oh god, ini membuatku sangat bahagia"


jawab Maya dengan cepat.


"hari ini adalah ulang tahun Julian aku pikir kita berdua bisa merayakannya bersama Julian"


kini gadis tersebut bicara dengan cepat lantas dia meraih handphonenya yang ada di dalam tasnya itu, Maya pikir dia harus menghubungi Julian dan mereka harus pergi untuk merayakan ulang tahun Julian bertiga saat ini juga.


namun sayangnya ketika panggilan tersambung Julian malah berkata.


"Maafkan aku Maya, aku akan datang cukup terlambat sebab nenekku memintaku untuk kembali ke kediaman keluarga besar untuk merayakan ulang tahunku, aku pikir kita akan merayakan ulang tahunku bersama setelah aku menghabiskan waktu makan malam bersama keluargaku dan nenek"


nada suara laki-laki tersebut di seberang sana penuh dengan penyesalan.


"karena itu aku meminta Tiara untuk menemui dirimu, kalian bisa mengobrol dan melewati makan malam bersama sampai dengan aku tiba di tempat kalian"


lanjut Julian lagi.


Maya pikir kata saja dia tidak akan bersikap egois, nenek Julian jelas adalah segala-galanya Julian harus menyenangkan neneknya terlebih dahulu baru akan bergabung bersama mereka, pada akhirnya gadis tersebut menjawab.


"itu bukan masalah,kamu harus pergi bersama-sama dengan nenekmu dan keluarga yang lainnya terlebih dahulu, aku dan Tiara akan menunggumu datang nanti untuk merayakan ulang tahunmu"


jawab Maya cepat.


"karena aku pikir akan memakan waktu sedikit lama untuk menunggu Julian sebaiknya kita mendapatkan makan malam bersama"


pada akhirnya Maya menawarkan untuk pergi melewati makan malam bersama Tiara pada sebuah restoran favorit Julian.


gadis di hadapan Maya jelas langsung menyetujui ucapan nya, pada akhirnya mereka meluncur ke restoran yang dimaksud oleh Maya.


*****


Restoran xxxxxxxx


Pusat kota


"Jadi kamu dan Mawangsa telah bercerai?"


Tiara jelas langsung membulatkan bola matanya saat dia benar-benar mendapatkan cerita aslinya soal perpisahan Maya dan mawangsa.


"He em"


Maya ber hmm ria, dia mengganggu kan kepalanya sembari menghabiskan air mineral yang ada di hadapannya.

__ADS_1


mereka telah selesai dengan sesi makan malam mereka.


"aku cukup terkejut saat mendengarkan kenyataannya"


ucap Tiara sembari menatap wajah Maya untuk beberapa waktu.


dia pernah mendapatkan cerita dari Julian jika pernikahan yang dijalani yang lemah ya jelas tidak bahagia bersama mawangsa, Tiara pikir keputusan Maya dulu untuk menikah dengan mama Isa benar-benar salah besar tapi dia tidak bisa menyalahkan karena jodoh tidak ada yang pernah tahu bahkan tidak pernah ada yang merencanakannya.


"Aku sudah melupakan segalanya"


Ucap Maya sembari mengembangkan senyumannya, juga di situ secara perlahan bangkit dari duduknya dan bergerak keluar dari restoran tersebut bersama dengan Tiara.


Yah Tiara terlihat diam dan sama sekali tidak lagi ingin membahas soal pernikahan yang telah berlalu antara Maya dan mantan suami gadis tersebut.


baru saja mereka keluar dari restoran tersebut tiba-tiba saja bola mata Tiara dan Maya menatap pada sekumpulan perempuan yang ada di hadapan mereka.


salah satu diantara mereka terlihat sosok seorang perempuan yang berpenampilan sangat elit dan elegan, bahkan pakaian yang digunakannya jelas terlihat merupakan pakaian dengan edisi terbatas yang hanya dimiliki oleh beberapa orang saja di kota tersebut.


perempuan lainnya seperti tidak asing bagi main dan seseorang yang lainnya lagi jelas membuat Maya langsung enggan melihatnya.


itu adalah Shinta.


Sinta yang menyadari jika Maya baru saja keluar dari restoran tersebut di mana mereka akan masuk seketika langsung membulatkan bola matanya, tatapan penuh kekesalan dan rasa benci juga rasa jijik memenuhi seluruh permukaan wajah dari Shinta.


dia mendengus sembari menatap tidak suka ke arah Maya, apalagi saat dia ingat soal jam tangan yang seharusnya menjadi milik nya kemarin.


Tiara yang melihat tatapan mengintimidasi dan penuh kebencian dari salah satu perempuan itu seketika berbisik pada Maya.


"Aku pikir Perempuan tersebut memiliki dendam kesumat pada ku"


Mendengar ucapan Tiara seketika membuat Maya mengembang kan senyuman nya.


"Kamu tidak tahu? dia adalah wanita idaman Mawangsa"


Jawab Maya dengan ringan.


mendengar ucapan Maya jelas aja langsung membuat Tiara terkejut setengah mati.


"Apa? dia? oh God, aku baru tahu selera Mawangsa Sangat buruk sekali"


Ucap nya cepat kemudian melirik kearah Shinta.


"Aku pikir mata Mawangsa perlu di periksa secepat nya, dia pasti sudah buta"

__ADS_1


__ADS_2