
Rumah sakit xxxxxxx,
pusat kota.
Setelah Dave diperiksa keadaannya dia cukup lega jika Dave baik-baik saja, laki-laki tersebut tidak mengalami luka yang cukup serius hingga hal tersebut membuat Maya cukup bisa mengehela pelan nafasnya dengan perasaan lega.
"Terimakasih dok." Maya menundukkan kepalanya ke arah dokter yang memeriksa Dave tadi, dia membiarkan dokter tersebut keluar dari ruangan di mana Dave dirawat dan setelah dokter tersebut keluar, Maya membiarkan bola matanya menatap sosok laki-laki yang telah banyak membantunya tersebut untuk beberapa waktu.
Tidak tahu kenapa ada kegelisahan yang menghantam dirinya saat ini di mana tiba-tiba mayat berpikir apa mungkin orang yang selama ini diam-diam membantunya adalah Dave?. laki-laki tersebut yang mengeksekusi segala macam bentuk orang-orang yang pernah berbuat kesalahan kepada dirinya di masa lalu. Dimana dia pikir, sejak dia mengenal laki-laki itu Dave sudah terlalu cukup banyak membantu dirinya.
termasuk urusan saham dan berbagai macam hal yang ada di luar jangkauan pemikirannya. Dan kini satu pemikiran lain menghantam Maya, apa mungkin Dave yang menculik Shinta dan membuat gadis tersebut tidak berkutik dan juga terluka.
Tapi semakin dia mencoba untuk menempati nyatanya dia sama sekali tidak bisa menyambung semua benang kusut yang terjadi dan dia tidak bisa melihat bagaimana cara Dave membantunya, mengingat laki-laki itu memiliki jadwal jam terbang yang cukup tinggi ke sana kemarin ditambah lagi dia tidak cukup memiliki alasan untuk ikut menyakiti Shinta.
Maya ingat juga bagaimana pandangan Mawangsa saat merapat Dev dia pikir sepertinya laki-laki itu curiga jika DF yang telah membuat Shinta celaka.
"Apa kamu baik-baik saja, Dave?." pada akhirnya gadis tersebut mengeluarkan suaranya dan mencoba untuk memecah keheningan diantara mereka.
"tentu saja aku baik-baik saja jangan khawatir sama sekali soal diriku, pulanglah untuk beristirahat asistenku akan kemarin dan membantu untuk merawatku." Dave menjawab ucapan dari Maya sembari dia mengembangkan senyumannya.
Maya sama sekali tidak menjawab ucapan laki-laki tersebut dia hanya menatap deh untuk beberapa waktu.
"Sayang ayolah aku baik-baik saja kau bisa pulang untuk beristirahat karena aku pikir kau harus pergi ke perusahaan ke balai besok." Dave kembali bicara dan mencoba untuk membujuk Maya agar dia pulang pernah mengingat gadis tersebut harus kembali ke perusahaan besok.
__ADS_1
Maya sebenarnya tidak ingin meninggalkan laki-laki tersebut namun karena desakan dia pada akhirnya berkata.
"aku mungkin hanya akan pulang sebentar lalu akan menjengukmu lagi dan memastikanmu baik-baik saja." ucap gadis tersebut dengan sedikit keras kepala membuat Dave hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"dan aku akan kembali untuk menebus obat yang diresapkan oleh dokter untuk dirimu." Lanjut Maya lagi kemudian.
*******
Setelah memastikan Dev telah beristirahat di dalam kamarnya Maya perlahan keluar dari sana dan berpikir untuk pulang sejenak ke tempat tinggalnya, dia memang butuh waktu untuk membersihkan diri dan juga mengganti pakaiannya namun sebelum itu ketika dia masih berada di dalam mobilnya gadis tersebut mencoba untuk menghubungi seseorang di seberang sana.
"Ini aku." Maya bicara dengan cepat ketika dia menyadari jika panggilannya telah tersambung dengan seseorang di ujung sana.
"mungkin ini terdengar sedikit aneh Julian." Maya menghubungi Julian di seberang sana di mana dia tidak bisa menyimpan kegelisahannya saat ini seorang diri.
gadis itu cukup penasaran apakah mungkin Dave terlibat pada penculikan Shinta.
"Come sayang, kenapa kau berpikiran berlebihan seperti itu?." Julian menjawab dengan cepat ucapan dari Maya dan dia berkata dia tidak mungkin melakukan hal tersebut karena dia tahu Dave adalah seorang aktor dan model yang naik daun.
"Kau tahu?, Dave tidak mungkin melakukan hal yang buruk di tengah karirnya yang meronjak dan merakit naik, itu mungkin akan mempengaruhi popularitas nya jika dia bertindak di luar batas pemikirannya, Maya." Ucap Julian cepat kepada gadis tersebut.
Maya terlihat menganggukkan kepalanya secara perlahan jikalau dia mendengarkan penjelasan dari Julian di seberang sana, dia pikir juga yang benar Dev tidak mungkin mengambil resiko untuk merusak karirnya hanya untuk menculik perempuan sejenis Shinta. Dia pada akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraannya kepada Julian dan dia mematikan panggilannya secara perlahan.
Tapi siapa sangka di ujung sana Julian mencoba untuk menghubungi seseorang dalam beberapa waktu hingga pada akhirnya panggilannya terhubung.
__ADS_1
"Maya cukup mencurigai gerakan mu, Dave." Ucap Julian pelan.
*****
Setelah menyelesaikan sesi membersihkan dirinya, Maya memilih untuk kembali ke rumah sakit dan dia ingin menebus obat yang di resepkan dokter untuk Dave kepada dirinya.
"Ingin di ambil semua secara penuh?." pelayan apotik bertanya pada Maya.
Gadis tersebut menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Dan sembari dia menunggu obat yang diresepkan pada dirinya tiba, bola mata Maya menatap kearah gambar test pack yang ada di sisi kanan nya, tiba-tiba saja dia berpikir dengan keras soal kejadian malam itu.
"Kami tidak melakukan apapun bukan?. Aku tidak mungkin hamil bukan?." Batin nya didalam hatinya.
********
Dibalik cahaya matahari yang mulai menyeruak perlahan menembus cahaya jendela dimana Maya berada, membuat gadis tersebut secara perlahan menggerakkan tubuhnya. Rasa lelah yang menghantam nya membuat dia merasa cukup enggan untuk bangun pada pagi hari ini, namun saat ingat dia harus pergi ke perusahaan, dia harus memaksakan diri untuk bangun.
Tapi Maya pikir mungkin dia bisa sejenak lagi melelapkan dirinya, tidak lama mungkin hanya sesudah saja. Dia mencoba untuk kembali bola matanya, namun belum sempat Maya kembali memejamkan bola matanya tiba-tiba saja.
Blammmmmm.
Brakkkkkkkkkk.
__ADS_1
Sebuah bantingan pintu mengejutkan dirinya.