Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Atas nama cinta


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu


Lubuklinggau, 19 Agustus 2022


09.21 pagi


Mendapatkan pertanyaan dari readers kok ini novel ga lanjut?!.


ini novel misi dari NOVELTOON Mak, karena ini adalah misi, Mak author hanya nunggu kapan mereka kasih skrip selanjutnya yang harus dikembangkan oleh author konsep nya, jadi berhubung belum di kasih feedback dan ga punya skrip selanjutnya, Mak author ga bisa nulis lanjutan ini novel.


asal tulis lanjut bisa di amuk dan di marah pihak NT Mak author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻.


kalau ga dikasih kelanjutan dari sana dan berhenti di sini pun Mak author ga bisa ngomong apa.


InsyaAllah Mak author lagi bikin konsep kisah novel Ahem dan Hayat Mak, tapi mungkin belum bisa update dalam waktu dekat di akun NT satu nya, sebab saat ini Mak author lagi kejar daily di beberapa Platform🙏🏻🙏🏻🙏🏻.


Mak author menghargai para readers yang selalu inbox, WA dan kirim inbox di IG nanya kapan nulis lagi di NT?, karena itu Mak author coba bikin kisah ahem dan hayat untuk hutang yang belum terlaksana buat para readers tercinta dan untuk mengobati kerinduan pembaca setia Mak author, hari ini Mak author promo Novel baru dulu di AKUN SATU NYA cari di profil author dengan judul


ISTRI BERHARGA JENDERAL BESAR



Yang bingung cari di beranda pencarian NOVELTOON atau MANGATOON ketik judul


ISTRI BERHARGA JENDERAL BESAR


*****


...EPISODE 1...


...👇👇👇👇...


Musim semi


Lewat bulan April


Jepang


Jangan bangunkan aku dari mimpi panjang ku, Dante.


Sebab kau terlalu banyak menyakiti ku.


Adeline Aprilia



Derap langkah kaki yang berdecit di sepanjang lantai rumah sakit mendominasi berwarna putih tersebut terdengar memekakkan telinga, orang-orang berpakaian serba putih terlihat bergerak tanpa batas setelah mendengar suara layar monitor yang mengontrol kesadaran seseorang di dalam sebuah ruangan VVIP dimana dijaga ketat oleh orang-orang yang berseragam bak serdadu dan kolonial bahkan tidak sedikit yang berdiri di kiri kanan pintu persis seperti para penjaga body guard berkaca mata hitam di mana tubuh-tubuh itu tercetak dengan otot-otot besar yang membuat orang-orang pasti bergidik ngeri ketakutan jika melihat nya.


Di tengah kepanikan para pekerja berpakaian putih yang melesat melaju masuk kedalam kamar elite bernuansa berwarna putih tadi, terlihat seorang perempuan berusia sekitar 35 tahunan lebih berdandan serdadu wanita kolonial Belanda bergerak cepat masuk kedalam kamar tersebut.


Wajah khawatir tercetak jelas di balik penampilan cantik sang wanita tersebut, bola mata nya terus menatap sesosok tubuh yang kini tergeletak tidak berdaya di atas kasur yang dimana seluruh tubuh sosok tersebut di penuhi oleh selang-selang di sekujur tubuhnya.


"Apa yang terjadi?"


Perempuan tersebut bertanya panik kearah semua orang.


"Aku pikir ini tidak baik-baik saja, nona....."

__ADS_1


seorang laki-laki menjawab dengan cepat kearah perempuan tersebut, sejenak dia menghentikan kata-kata nya sembari bola matanya menatap perempuan cantik dihadapan nya Tersebut.


Seolah-olah tahu apa yang terjadi, perempuan itu langsung menarik kerah baju laki-laki dihadapannya tersebut sambil berkata.


"Kau tahu apa yang harus dilakukan? Hidup tanpa kata mati, selamatkan dia atau semua orang akan mati ditangan sang penghancur jantung"


peringatan perempuan cantik yang ada di hadapan laki-laki tersebut membuat dirinya langsung menelan salivanya.


"Bahkan kau dan teman-teman mu akan mati dengan Eutanasia, aku tidak suka ada kegagalan dalam penyelamatan"


Tekan perempuan itu lagi.


Kata Eutanasia seketika membuat sekujur tubuh laki-laki itu mendingin secara tiba-tiba, peringatan yang diberikan sangat mengerikan.


Keringat dingin membasahi kedua pelipis dan keningnya, alih-alih menjawab laki-laki tersebut memilih diam dan bergerak ke sisi kanan nya, mendekati sosok tubuh seseorang yang berbaring di ranjang mendominasi berwarna putih tersebut dimana para teman-teman sejawat nya telah bergerak untuk melakukan penyelamatan.


Eutanasia jelas menjadi momok paling mengerikan dan menakutkan untuk semua orang, siapa yang tidak kenal tuan mereka, sedikit saja kesalahan terjadi maka orang-orang disekitar akan merasakan kematian mengerikan dengan sistem tersebut.


Eutanasia adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan.


Sejak abad ke-19, eutanasia telah memicu timbulnya perdebatan dan pergerakan di wilayah Amerika Utara dan di Eropa Pada tahun 1828 undang-undang anti eutanasia mulai diberlakukan di negara bagian New York, yang pada beberapa tahun kemudian diberlakukan pula oleh beberapa negara bagian.


Setelah masa Perang Saudara, beberapa advokat dan beberapa dokter mendukung dilakukannya eutanasia secara sukarela.


Kelompok-kelompok pendukung eutanasia mulanya terbentuk di Inggris pada tahun 1935 dan di Amerika pada tahun 1938 yang memberikan dukungannya pada pelaksanaan eutanasia agresif, walaupun demikian perjuangan untuk melegalkan eutanasia tidak berhasil digolkan di Amerika maupun Inggris


Pada tahun 1937, eutanasia atas anjuran dokter dilegalkan di Swiss sepanjang pasien yang bersangkutan tidak memperoleh keuntungan daripadanya.


Pada era yang sama, pengadilan Amerika menolak beberapa permohonan dari pasien yang sakit parah dan beberapa orang tua yang memiliki anak cacat yang mengajukan permohonan eutanasia kepada dokter sebagai bentuk "pembunuhan berdasarkan belas kasihan".


Dan tuan Mereka jelas akan menggunakan sistem tersebut untuk siapapun yang dianggap mengacaukan keadaan dan menyulitkan semua orang, juga menggunakan sistem tersebut pada para pemberontak yang berani menentang nya bahkan jika mereka melakukan hal yang dirasakan gagal memperoleh keinginan sang tuan nya termasuk.....,


Seketika laki-laki tersebut menoleh kearah tubuh yang ada dihadapan nya yang sejak tadi tergeletak di atas kasur dihadapan nya, dimana para dokter tengah berusaha melakukan penyelamatan sejak tadi.


"Move...."


Teriakan seseorang terdengar mengejutkan pemikiran laki-laki tersebut.


"Berikan..."


Laki-laki tersebut seketika mengulurkan tangannya kearah salah satu dokter di sisi kirinya, dia meminta alat pacu jantung untuk memancing keadaan.


Bisa dia lihat pergerakan garis dilayar monitor disisi kanan ranjang rawat mulai bergerak mengkhawatirkan, bahkan bisa dilihat garis pengontrol detak jantung mulai menarik keadaan dengan tidak baik-baik saja, belum lagi suara memekakkan telinga membuat kecemasan tersendiri diantara semua orang yang ada disana saat ini.


Mereka pikir jika mereka gagal menyelamatkan sosok tersebut, maka bisa dipastikan hari ini akan menjadi hari terakhir mereka membuka bola mata.


"Lakukan, sekarang"


Begitu teriakan terdengar, laki-laki tersebut langsung menekan alat pacu jantung tersebut keatas kedua dada sosok itu, mencoba melakukan penyelamatan dengan cepat dan gercap, bertindak hati-hati tanpa berani berbuat gegabah.


Karena bagi tuan mereka sosok dihadapan mereka itu seperti batu berlian paling mahal yang gampang sekali pecah.


Dimasa lalu mungkin tuan nya buta atas perlakuan nya, tapi di masa kini tuan nya baru tahu betapa berharganya sosok yang ada dihadapan mereka tersebut.


Dibandingkan ucapan perempuan tadi kearah dirinya, laki-laki itu bahkan lebih berharap sosok itu terjaga saat ini juga, karena sedikit banyak nya di masa lalu perempuan itu juga telah Begitu banyak membantu dirinya untuk bisa sampai kehidupan saat ini dan terlindungi dari banyak kematian yang berulang kali.


"Tuan tidak ingin mendengar kata gagal atau mati untuk Nona muda"

__ADS_1


Sebaris kalimat tersebut terus terngiang dibalik telinga laki-laki tersebut.


Bangunlah, nona. kami semua sudah terlalu lama menunggu anda membukakan bola mata anda.


Apa anda tahu Nona? beberapa tahun ini terasa gelap dan gersang, bahkan bunga surga merindukan anda untuk membuka mata.


"Jendral Adalrich didalam perjalanan pulang"


Lalu sebuah teriakan terdengar dari arah luar sana, seketika semua orang menoleh ketika barisan nama tersebut di teriakkan dari arah luar sana.


Kemudian didetik berikut nya mereka saling menatap sambil menelan saliva Mereka masing-masing tanpa suara


Mereka sadar waktu kematian Seolah-oleh semakin mendekati mereka.


******


SELAMAT PAGI, KAMU


Pada sebuah buku yang berbicara tentang masa depan,


aku melihat wajahmu menjelma pagi


yang terbit di tiap halaman bersama asaku


Aku dan kamu,


telah dipersaudarakan oleh huruf dan kata paragraf juga bait


kalimat-kalimat yang kadang terlalu rumit untuk kita cerna tapi bermukim di batin


Semangat pagi kamu


yg terbit dan merekah dari sudut hati,


yang tersenyum serta menari di sela sela imaji


kamu menyelinap di jemari, sebagai sepi yang selalu ditangkap puisi


Selamat pagi kamu yang menari dan menanam cinta bersama Rumi


yang tak pernah percaya pada ilusi dan janji janji para politisi


Setiap kali matahari terbit berjanjilah pada diri untuk tak membiarkan kebajikan


dikalahkan begitu saja di depan matamu


Pada setiap matahari terbit


berjanjilah untuk bangkit dan menebar cinta


di sepanjang jalan raya hidupmu


Selamat pagi kamu,


Semangat pagi, kamu!


(By. Helvy Tiana Rosa)

__ADS_1


__ADS_2