Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Dalam jutaan kekhawatiran


__ADS_3

Masih di kediaman Maya,


Kamar utama Maya.


Perempuan tersebut terlihat cemas, menatap seorang dokter laki-laki yang tengah memeriksakan kondisi Mawangsa.


Yah Mawangsa pingsan tidak sadarkan diri secara tiba-tiba, tubuhnya terasa begitu panas dan itu cukup mengkhawatirkan dirinya. Selama 6 tahun pernikahan mereka dia tidak pernah melihat Mawangsa seperti itu, jadi wajar saja dia langsung panik dengan keadaan. menggotong laki-laki tersebut untuk masuk ke kamarnya dengan bersusah payah padahal sebenarnya dia tidak baik-baik saja, demi apa pun padahal kondisi tubuhnya cukup lemah dengan kehamilannya saat ini, tapi dia tidak mungkin mengabaikan memang sering membiarkan laki-laki itu tergeletak tapi begitu saja di lantai depan rumah.


Meskipun sebenarnya dia tidak ingin laki-laki itu masuk ke dalam kediamannya, tapi hati nurani memaksa dia untuk membuang egonya dan rasa bencinya terhadap laki-laki itu. sudah pada akhirnya dia terpaksa menelpon seorang dokter dari kenalan nya, meminta dokter tersebut untuk datang dan memeriksa keadaan Mawangsa.


tatapan penuh kecemasan jelas terlihat dari balik wajah dan juga bola mata Maya, apalagi saat dokter tersebut memeriksa keadaan memangsa kemudian mencoba untuk melepaskan pakaiannya.


"dia demam tinggi pakaiannya basah jadi kita terasa melepaskannya dan kamu harus mencari pakaian ganti untuk dirinya," dokter yang ada di hadapannya bicara dengan cepat sembari membuka pakaian Mawangsa secara perlahan.


Benar juga itu yang Maya pikirkan, salat demam menggunakan pakaian basah karena habis hujan jelas bukan hal yang baik, mereka harus segera menggantinya saat ini agar Mawangsa tidak semakin terkena demam tinggi. pada akhirnya mendengarkan ucapan dokter tersebut Maya langsung bergegas untuk mencoba untuk mencari pakaian yang bisa digunakan oleh laki-laki tersebut. cukup sulit untuk dirinya mencari pakaian yang bisa digunakan untuk Mawangsa, mengingat di rumah nya tidak ada baju laki-laki. Dia harus mengacak-acak lemari, baju untuk mencari bekas pakaian orang tuanya, yah pakaian mendiang ayahnya. Mungkin ada yang belum di masukkan ke gudang atau di berikan kepada orang-orang di panti asuhan.


Jika ditanya dia cukup kesulitan apakah tidak mencari pakaian yang tepat untuk laki-laki tersebut, jawabannya tentu saja cukup kesulitan, karena dia harus mengubek ubek seluruh isi lemari dengan bersusah payah. Hingga pada akhirnya setelah perjuangan panjang mencari pakaian yang tepat hingga akhirnya Maya menemukan sebuah baju kaos oblong.


perempuan itu memperhatikan baju kaos tersebut kemudian menghela nafas nya, itu adalah pakaian ayahnya yang tersisa yang ada di luar tersebut dan tiba-tiba saja yang merindukanmu.


diam dan mematung untuk beberapa waktu menatap bagian itu kemudian memejamkan bola matanya. tiba-tiba kesedihan menghantam dirinya saat ini tentang ayahnya.


Maya mencoba untuk mendongakkan kepalanya beberapa waktu, bola matanya yang berkaca-kaca dan siap menumpah kan air mata seketika dia usahakan agar tidak tumpah. dia pikir dia tidak boleh larut dalam hal tersebut untuk mengingat orang yang sudah pergi meninggalkan dirinya.


yang perlu dilakukan adalah memperbaiki seluruh keadaan dan mengembalikan nama baik ayahnya di mana di masa lalu nama baik ayahnya menjadi cukup buruk karena kasus yang menimpa ayahnya tersebut.


Maya pada akhirnya bergerak menuju ke arah kamarnya dan mendekati sang dokter juga Mawangsa yang masih tergolong tapi tidak berdaya, dia kemudian menyerahkan pakaian tersebut pada dokter dan meminta laki-laki itu pembantunya menggunakannya. dokter tersebut membantu menggunakan pakaian atasan Mawangsa.


sejenak Maya membeku menatap punggung dari Mawangsa selesai dokter sedikit memiringkan tubuh Mawangsa ketika laki-laki itu mengganti pakaian mantan suaminya tersebut. Dia bisa melihat ada bekasnya merah dan juga menghitam di balik punggung laki-laki itu, tiba-tiba dia ingin kejadian saat Shinta mendorong dirinya ke arah anak tangga dan Mawangsa membantu dirinya, Maya yakin luka lembab dan diri di belakang punggung laki-laki itu karena membantunya tempo hari.


seketika rasa bersalah menghantam perempuan tersebut, dia pikir seandainya saja Mawangsa tidak membantu nya mungkin laki-laki tersebut tidak akan terluka seperti itu.


Maya hanya bisa menghela nafasnya untuk beberapa waktu.


Sang dokter baru saja menyelesaikan tugas nya mengganti pakaian Mawangsa, dia kemudian melirik ke arah Maya dan berharap Maya juga mencari celana untuk laki-laki tersebut dan menggantinya.


"panasnya cukup tinggi dan aku telah memberikan obat dan juga suntikan pada dirinya, panas nya biasanya akan turun besok pagi jadi jangan khawatir soal apapun." laki-laki berbicara cepat sembari mengembangkan senyumannya dan dia mulai membereskan tas kerjanya.


"usahakan untuk mengganti celana ini karena itu tidak baik sebab celananya juga cukup basah." itu pesan terakhir yang diberikan oleh sang dokter tersebut kepada Maya.


Maya terlihat diam, menatap dokter laki-laki itu untuk beberapa waktu, dia pada akhirnya menganggukkan kepalanya secara perlahan tanda mengerti.


Sang dokter pada akhirnya berpamitan untuk pergi dari sana, berkesan pada Maya jika semua akan baik-baik saja dan tidak perlu khawatir. setelah meninggalkan pesan dan juga memberikan beberapa obat serta resep lain nya, laki-laki tersebut langsung melesat keluar dari kediaman Maya.


Maya membiarkan akar matanya menetap ke arah sang dokter yang mulai menghilang secara perlahan, kemudian dikembalikan tubuhnya lantas masuk kembali ke kediaman, perempuan itu kembali masuk ke dalam kamar dan mencoba untuk melihat keadaan Mawangsa.


dia menghela nafas nya kemudian mencoba untuk bergerak menuju ke arah lemari, perempuan itu pikiran dia memang sepertinya membutuhkan celana untuk Mawangsa. cukup lama dia mencari hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengeluarkan sebuah celana pendek yang pernah dia beli dalam ukuran besar tapi tidak pernah digunakan.


perempuan itu akhirnya memberikan tubuhnya yang sembari membawa celana tersebut, tapi tiba-tiba saja dia menatap Mawangsa yang masih tergeletak tidak berdaya, Maya mengerut kan kening nya sembari berpikir.


Bagaimana cara mengganti pakaian laki-laki tersebut. Yah bagaimana cara dirinya mengganti celana pendek laki-laki itu? bukan kah ini akan cukup menyulitkan dirinya? dia tidak mungkin membuka celana laki-laki tersebut dan menggunakan yang baru nya pada Mawangsa. Karena status mereka saat ini jelas bukan lagi suami dan istri melainkan orang asing yang telah memutuskan sidang perceraian.


Bagaimana ini?.


*****


Catatan \=


Yang ingin baca kisah udah ending Mak yg kisah nya ga panjang lebar bisa ke sini, cari di beran-da ntun dan cari aja HASRAT SANG MILYADER DINGIN.



******


Disebuah bangunan mewah yang menjulang tinggi bergaya arsitektur Eropa yang terletak di titik tengah ibu kota, terdapat sebuah ruangan berukuran besar seluas lapangan bola kaki.


Interior modern menambah kesan indah Serta elegannya ruangan tersebut, konsep yang dipilih jelas bukan sembarang konsep.


Bisa dipastikan betapa Handal sang arsitek dan perancang nya bekerja demi mendesain Ruangan tersebut agar menjadi seperti saat ini.


Kaca-kaca jendela besar terlihat disapu bersih hingga mengkilap, susunan buku dari rak lemari kayu berwarna putih mendominasi disisi kanan kamar Tampak berdiri kokoh menjulang tinggi.


Disisi kiri terlihat sebuah kasur mendominasi berwarna hitam dengan desain suram ditambah lampu remang-remang cukup membuat mata sakit melihat konsep kamar tersebut.


Bisa dipastikan sang pemilik bukan orang yang bisa di ajak bersahabat, dari desain kamar tersebut bisa dilihat dan dipastikan bagaimana karakter sang pemiliknya.


Beberapa pelayan terlihat bergerak membersihkan ruangan tersebut dengan gerakan cepat namun harus dipastikan tidak menimbulkan kebisingan agar sang pemilik nya tidak merasa terganggu dengan apa yang para pelayan lakukan.


mereka harus memastikan ruangan tersebut bersih sebelum sang pemilik bangun dari tidur lelapnya.


Sebab sedikit saja mengeluarkan suara yang membuat sang pemilik menjadi tidak nyaman, bisa dipastikan tidak ada yang bisa menarik nafas mereka dengan baik pagi ini.


Azlan Del Piero.


Siapa yang tidak kenal laki-laki dengan julukan raja singa tersebut?!.


laki-laki garang dan perfectionist dengan sejuta aturan yang terus berjalan disekitar nya.


Tidak ada yang berani membantah ucapan nya, jika dia berkata A maka tidak akan pernah berubah menjadi B.


Siapa yang tidak tahu sifat Azlan Del Piero, Laki-laki itu memiliki karakter dan sifat seseorang yang punya standar tinggi dan mengejar kesempurnaan. Rencana-rencananya, hasil kerjanya, dan lainnya harus sempurna.


Yah semua nya harus sempurna.


Laki-laki itu bahkan tidak takut mengkritik orang lain yang dianggap nya tidak sejalan dengan apa yang dia inginkan.


Selain itu, dia memiliki type yang mampu mengkritik diri sendiri secara berlebihan karena takut akan penilaian orang lain.


Trangggg


Sepagi ini ketika semua orang sudah memastikan diri masing-masing jika mereka tidak akan membuat sedikit saja suara yang bisa membuat sang tuan terjaga.


Bisa-bisa nya seseorang membuat kekacauan di antara semua orang.


Bisa dilihat bagaimana paniknya mereka saat ini, bola mata semua orang langsung bergerak Menuju ke asal suara, kemudian menatap siapa sang pembuat ulah.


Bisa-bisa nya seorang perempuan membuat kekacauan padahal sudah jelas bagaimana aturan yang berlaku di tempat tersebut.


Bisa dipastikan bagaimana ekspresi semua orang saat ini.


Ketegangan jelas terjadi saat ini, suasana hening sejenak berganti menjadi sebuah suara kegaduhan besar kemudian berubah kembali menjadi sebuah keheningan.


Bagaimana perasaan mereka saat ini?!.


Entahlah jangan ditanya.


Ingin marah tidak berdaya, ingin menangis hilang kemampuan, ingin diam mungkin itu adalah satu-satunya cara untuk bertahan.


Seketika bola mata mereka melirik ke arah kasur di mana sang tuan tadi terlelap, keringat dingin mengucur deras dari dahi dan pelipis semua orang.


Jantung mereka jelas bertalu-talu dengan sangat tidak beraturan, menunggu pergerakan sang tuan dari tidur lelapnya yang terganggu.


Dan benar saja dalam Hitungan detik bisa semua orang lihat bagaimana laki-laki itu yang dalam posisi tidur tengkurap kini mulai menggerakkan punggung kokoh dan berotot nya secara perlahan.


Hanya satu yang bisa mereka ucapkan didalam hati masing-masing.


Semoga engkau mengampuni segala dosa-dosa kami ya Allah.


*******


Begitu Azlan terjaga dari tidurnya karena satu suara berisik yang cukup memekakkan telinga nya, laki-laki itu langsung mengerakkan seluruh tubuh nya.


Laki-laki itu Bangun secara perlahan dari tidur nya tanpa berfikir dua tiga kali.


Bisa mereka lihat bagaimana wajah rupawan itu menampilkan cahaya bangun tidur nya.


Laki-laki dengan Kulit indah dan halus seperti milik seorang wanita itu benar-benar bisa membuat perempuan manapun tergoda untuk melihat nya.


Alis lebat dengan perpaduan hidung dan bibir yang begitu menggoda, rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus disekitar nya membuat lakiitu terlihat lebih kharismatik.


Entahlah bagaimana makhluk satu ini bisa tercipta begitu sempurna, yang jelas dibalik sosok tampan dan kharismatik Tersebut tersembunyi sosok singa jantan yang sekalinya dibangunkan bisa membuat siapapun mati ketakutan.


Azlan langsung bersandar ke tepian ranjang untuk beberapa waktu, mencoba menetralisir kepalanya yang tiba-tiba terasa begitu berat dan sakit.


Bekerja semalaman karena harus mengejar proyek terbaru yang dia kerjakan dalam beberapa hari ini benar-benar menyita waktu, tenaga Serta pikiran nya.


Dan sebenarnya Azlan butuh istirahat lebih banyak lagi hari ini, tapi dia cukup bersyukur bisa bangun saat ini mengingat dia masih memiliki pertemuan penting dengan rekan bisnis nya pagi ini.


Alih-alih marah karena suara berisik yang membangun kan nya tadi, dia lebih memilih berdiri dari posisi nya dan mulai bergerak menuju kearah sisi kanan kamar mandi.


Para pelayan jelas cukup terkejut melihat reaksi Azlan, mereka fikir sejak kapan sang singa menjadi begitu dermawan?!.

__ADS_1


Apakah ada yang salah dengan laki-laki itu pagi ini?!.


Biasanya jika ada yang berani membuat kekacauan di jam istirahat nya, bisa dipastikan semua orang tidak akan menjadi baik-baik saja.


Laki-laki itu bisa bangun menjadi singa jantan yang begitu mengerikan, mengeluarkan kemarahan nya yang begitu mengerikan.


Mengaum tanpa bisa dihentikan oleh mereka.


"Paman Sam"


Tiba-tiba Azlan menghentikan langkah kakinya untuk beberapa waktu.


Melihat sang tuan yang tiba-tiba menghentikan langkah nya, seketika semua orang berusaha untuk menahan nafas mereka.


Mereka Fikir apakah laki-laki itu tiba-tiba berubah fikiran?!.


"Ya tuan?"


Seorang laki-laki berusia di atas 50 tahunan terlihat langsung menyahut.


"Apa paman sudah mendapatkan kabar nya?"


Azlan bertanya sambil membalikkan tubuhnya kearah laki-laki tua tersebut.


"Iya tuan"


Laki-laki yang di panggil Sam menjawab dengan cepat sambil menundukkan kepalanya.


"Tuan Ozvit sudah memindahkan semua tanggung jawab Anda ke perusahaan Del Piero di Indonesia untuk sementara waktu hingga nona Celine bisa menguasai perusahaan di sini ( Prancis)".


Lanjut laki-laki tua itu lagi.


"Berapa lama?"


Azlan Bergerak menyambar handuk yang diberikan salah satu pelayan.


"Tuan besar bilang secepat-cepat nya 3 bulan dan selambat-lambatnya 6 bulan hingga nona muda bisa dipindah kan ke Indonesia"


Mendengar ucapan laki-laki itu Azlan terlihat diam sejenak.


"Aku akan menyelesaikan proyek kali ini hingga tuntas, setelah itu katakan pada David Agar memindahkan posisi ku dan Celine sesuai keinginan Daddy".


Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung berbalik lantas bergerak menuju ke arah kamar mandi.


"Baik tuan"


Jawab laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya.


Azlan fikir tidak masalah kemanapun Daddy nya melempar dirinya, tapi kembali ke Indonesia kali ini membuat dia cukup curiga, keputusan kali ini sedikit aneh dan terlalu tergesa-gesa.


Bahkan Desas-desus berkata Daddy nya sedang merencanakan sesuatu di belakang Diri nya.


Entahlah apa yang tengah laki-laki tua itu rencanakan sebenarnya, tapi firasat nya berkata ini mungkin tidak baik-baik saja.


Apalagi Mommy nya yang biasa nya sering datang berkunjung tiba-tiba mengurangi jadwal kunjungan nya.


Pasti ada alasan khusus kenapa Mommy nya sampai harus menghentikan kunjungan secara tiba-tiba dalam 2 bulan terakhir ini.


Laki-laki itu pada akhirnya masuk kedalam kamar mandi miliknya tanpa banyak bicara.


*******


Jika ada yang bertanya sebesar apa kesuksesan seorang Azlan Del Piero?!.


Sangat luar biasa.


Dia sukses besar membangun perusahaan yang hampir bangkrut dimana nyaris di jual oleh orang tua nya hingga berkembang menjadi besar seperti hari ini.


Hanya butuh waktu kurang dari 2 tahun membuat perusahaan yang jelas-jelas berada di ambang kehancuran tersebut menjadi sebesar hari ini.


Mungkin karena sikap perfectionist nya yang berlebihan membuat apa yang dia kerjakan menjadi berhasil dengan sempurna.


Sifat dia yang jelas memiliki standar tinggi dalam mengejar kesempurnaan diimbangi Rencana-rencana luar biasa sehingga melahirkan karya sempurna, hingga akhirnya dia meraih hasil kerja luar biasa.


Tidak ada yang tidak bangga dan tidak mengakui kehebatan Dirinya.


Bahkan karena kesuksesan nya membangun perusahaan yang jelas hampir mati hingga bangun dan berkembang menjadi seperti hari ini, pada akhirnya dunia mengakui dirinya.


Tidak heran banyak para pengusaha mencoba menggandeng dirinya untuk bisa bekerjasama bersama menciptakan proyek-proyek terbaru yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.


Jika dia sukses didalam pekerja nya, maka sebaliknya untuk persoalan asmara.


Sikap perfectionist yang dimiliki dirinya membuat Azlan cukup kesulitan mencari pendamping hidup untuk dirinya.


Karena standar tinggi yang dia harapkan dan dia miliki jelas membuat momok melanjutkan bagi perempuan manapun yang mencoba mendekati dirinya.


Mungkin dia tidak khawatir soal tersebut, bagi nya Menikah tidak menjadi prioritas utama nya saat ini.


Namun jelas tidak bagi orang tua nya, terutama pada Mommy nya.


Wanita paruh baya itu harus mati-matian mengatur banyak kencan untuk putra nya agar dia bisa segera mendapatkan seorang menantu dan bisa segera mendapatkan seorang cucu.


Karena trend saat ini adalah ketika para wanita tua berkumpul dalam arisan sesama istri pengusaha atau sosialita, 1 obrolan yang selalu menjadi topik hangat dalam perkumpulan.


Memamerkan menantu, mengumpat menantu atau memamerkan cucu mereka.


"Jadi kapan kamu akan memberikan Mommy seorang menantu dan cucu?"


Barisan pertanyaan itu selalu menjadi makanan sehari-hari dirinya.


Namun dua bulan terakhir sang Mommy nya tiba-tiba tidak pernah lagi datang berkunjung ke apartemen nya, namun tahu-tahu hari ini menghubungi Dirinya dan berkata agar dia mengabulkan permintaan wanita tua tersebut.


"Temui gadis ini, Mommy mohon"


Dan pada akhirnya disinilah dia saat ini.


Disebuah kafe bernuansa klasik, duduk berdua menghabiskan waktu untuk berbincang hal yang di anggap nya tidak menarik.


Laki-laki itu Fikir Di musim ber salju di ibukota Paris jelas menjadi pilihan cukup baik untuk duduk santai di sebuah kafe, dimana mereka mengeluarkan lagu-lagu jadul jaman dulu ditemani kopi hangat yang mengeluarkan aroma khasnya.


Tapi sayang nya keadaan itu menghilang kan segala mood nya saat Perempuan yang ada di hadapannya itu sama sekali tidak mampu membuat dia tertarik.


"Untie Hazel bilang jika anda merasa nyaman dengan pertemuan ini, kita bisa membuat hubungan ini berkembang lebih cepat"


Perempuan dihadapan nya bicara sambil mengembangkan senyuman nya.


Azlan tidak suka pada perempuan yang terlalu banyak memiliki senyuman menggoda, dia bisa membedakan yang mana senyuman tulus dan yang mana Mencoba menggoda nya.


Apalagi saat di pertemuan pertama mereka menggunakan nama Mommy nya (Hazel) dia jelas merasa seolah-olah lawan nya sedang menekan nya agar pertemuan ini berubah menjadi sesuatu yang lebih.


"Berapa kali Anda pernah mengikuti kencan buta?"


Tanya Azlan tiba-tiba.


"Ya?"


Perempuan itu terlihat mengerut kan keningnya.


"Ah.. pernah beberapa kali, tapi dari sekian banyak pertemuan kencan buta yang di atur orang tua saya, belum ada yang mampu membuat saya tertarik, anda harus merasa beruntung karena ini kali pertama nya saya tertarik dengan kencan buta ini, anda punya nilai lebih untuk saya mempertimbangkan soal pernikahan"


Dia benci pada karakter perempuan yang suka berbohong demi sebuah keuntungan.


Gerakan bibir dan ekspresi perempuan itu jelas berlawanan, perempuan itu sedang berusaha berbohong soal hati nya.


Dia tahu dibeberapa pertemuan kencan buta perempuan itu berhasil mengencani lawannya, tapi bisa di pastikan karena perempuan itu pandai bermain kata dan hati, para lelaki pada akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan mereka.


Perempuan itu tidak benar-benar mengandalkan hatinya, dia hanya butuh penyokong serta seseorang yang mampu memenuhi segala kebutuhan nya dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


Dia benci type manusia yang tidak setia.


"Sayang nya saya tidak tertarik dengan pertemuan kencan buta ini, bahkan saya tidak mendapatkan perasaan yang nyaman ketika kita bicara seperti ini"


Azlan lebih suka berterus-terang, dia tidak harus bersusah payah menutupi sesuatu dengan kebohongan hingga bisa menyakiti perasaan seseorang.


Bagi nya mencari istri harus dengan kwalitas terbaik nya, dia punya kwalitas sendiri untuk memilih calon pendamping dan ibu untuk anak-anak nya nanti.


Yang jelas bukan perempuan dengan level seperti yang ada dihadapan nya saat ini.


"Apa?"


Perempuan itu bertanya sedikit terkejut.

__ADS_1


******


Mansion utama Azlan Del Piero


Prancis


Azlan mengendurkan dasi nya dengan gerakan yang kasar, setelah itu dia menghempas kan tubuhnya ke atas kursi sofa yang ada di hadapannya.


Sebenarnya dia cukup kesal dengan keadaan hari ini, ditengah kesibukan yang padat dia harus memaksakan diri bertemu dengan perempuan yang jelas tidak berkualitas.


Bicara sesuatu yang terdengar tidak masuk akal bahkan terkesan begitu mengobral diri.


Bahkan bisa-bisa nya ada type Perempuan yang pandai bermain hati.


Bagi Azlan type Perempuan seperti itu benar-benar tidak pantas dijadikan seorang istri.


Wanita yang gampang jatuh cinta pada seseorang akan berpaling satu hari ketika diterpa ujian bersama pasangan nya.


Karena itu type yang seperti itu benar-benar harus dia hindari.


Laki-laki itu kemudian berdiri dari duduknya, dia berjalan menuju ke arah lemari khusus bartender yang ada di sisi kanan dapur.


Lucunya meskipun dia membuat desain lemari bartender terbaik di dalam dapur nya, tidak pernah dia mengisi barisan-barisan minuman haram didalam nya.


Sebab dia bukan type laki-laki yang harus membuang uang nya juga kesehatan nya demi minuman yang di anggap nya tidak berguna.


Dia lebih suka menyusun minuman-minuman ringan seperti Coca cola didalam lemari Tersebut atau bahkan menyimpan koleksian beberapa botol bekas minuman yang dia anggap unik dan menarik tidak lebih.


Azlan meraih satu kaleng minuman di dalam lemari tersebut, sebuah kaleng minuman Coca cola didalam nya kemudian mulai membuka nya secara perlahan.


Takkkkk


Casshhhhh


Seketika tutup atas minuman Coca cola tersebut terbuka.


Kemudian Dia langsung menyesap minuman tersebut secara perlahan.


Bisa Azlan Rasakan sensasi rasa khas Coca-Cola yang merupakan Minuman berkarbonasi dimana diperoleh dari kacang kola tersebut melintasi tenggorakan nya secara perlahan.


Mungkin tidak ada banyak yang tahu jika Kacang kola yang berasal dari buah pohon Cola Vera, Cola acuminata, atau Cola nitida, genus asli hutan hujan tropis di Afrika aslinya di olah dalam bentuk yang begitu segar.


Kacang ini berwarna putih, namun setelah dikeringkan, warnanya akan menjadi merah kecokelatan dan dalam satu buah kola biasa nya terdapat sekitar 12 biji kacang kola.


Aroma manis seperti mawar. Saat digigit awalnya terasa pahit, namun berangsur-angsur menjadi manis jika dikunyah. Untuk mendapat ekstraknya, kacang kola dapat direbus. Karena mengandung kafein seperti kopi, tapi cara terbaik untuk mendapatkan rasa kacang kola ternikmat biasanya hanya melalui proses digiling saja.


Setelah Azlan memastikan isi minuman tersebut habis, dia langsung meletakkan kaleng kosong tersebut ke atas meja.


Laki-laki itu kemudian berjalan kembali mendekati kursi sofa, dia fikir sebaiknya dia memejamkan bola matanya sejenak setelah itu dia bersiap untuk membersihkan diri nya.


Namun baru saja dia ingin meregangkan otot-otot nya dan me relaksasi kan tubuhnya, tiba-tiba satu panggilan dari Daddy nya seketika menambah tingkat ketegangan di dalam dirinya.


Dan percayalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia seolah-olah masuk kedalam pusaran kesesakan yang membuat dia merasa tercekik secara tiba-tiba hanya laki-laki tua itu.


Dia bisa melakukan apapun sesuai keinginan nya, memutuskan apapun sesuai kemauan nya dan memerintah siapapun Sesuai kehendak nya tapi dia akan diam saat laki-laki tua itu mulai bicara dan membuat perintah untuk dirinya.


"Halo, dad"


Azlan menjawab cepat panggilan di Balik handphone nya.


"Kau ada dimana?"


Dan percaya lah sebaris pertanyaan singkat dari Daddy nya mampu membuat dia tidak bisa bernafas dengan baik.


"Aku ada dirumah"


Azlan kini mencoba untuk menebak-nebak apa sebenarnya yang ingin Daddy nya bicarakan kali ini.


*******


Mansion utama Azlan Del Piero


06.10 AM


Azlan menatap sosok laki-laki tua dan seorang wanita tua yang kini baru saja turun dari sebuah mobil mendominasi berwarna hitam.


Dimana seorang sopir dengan terburu-buru turun pantas berlarian Menuju ke arah pintu belakang, menurunkan dua koper besar dan di sambut oleh 2 pelayan perempuan.


Dua pelayan lainnya lagi terlihat mencoba mendekati kedua orang tua tersebut, menunggu jika-jika ada permintaan khusus sejenis bantuan dan lain sebagainya dari kedua orang tua tersebut.


Di sisi kiri dan kanan Azlan beberapa pelayan lainnya jelas telah menundukkan kepala mereka secara perlahan.


Menunggu ke dua orang tersebut berjalan semakin mendekat.


"Dad...Mom..."


Azlan bicara cepat, menyambut kedua orang tua nya Tersebut dengan pelukan penuh kerinduan.


cukup tidak menyangka setelah hampir 6 bulan tidak bertemu Daddy nya, hari ini tahu-tahu laki-laki tua itu mengunjungi dirinya setelah tiba-tiba semalam laki-laki itu menghubungi diri nya.


Rupanya sang Daddy sudah tiba di Prancis sejak lusa kemarin dan tidak memberitahukan nya sama sekali.


Cukup aneh!.


Itu yang ada di kepalanya semalam.


Dia fikir ingin menjemput Daddy dan Mommy nya yang berada di rumah Paman Low nya, tapi Mommy nya berkata dia masih merindukan Bibi Anushka nya.


Pada akhirnya Azlan menurut, tidak jadi beranjak menjemput mereka malam ini dan bersabar menunggu orang tua nya datang di keesokan paginya.


"Kenapa baru memberitahu aku soal kedatangan Daddy dan Mommy semalam?"


Tanya Azlan pelan.


Dia menggandeng tangan Mommy nya secara perlahan, sambil sesekali menatap wajah tua yang cukup dia rindukan tersebut.


"Sengaja ingin membuat sebuah kejutan"


Ucap Mommy nya (nyonya Hazel), dia bicara sambil mengembangkan senyuman nya.


"Hmmm"


Terdengar Daddy nya hanya ber dehem kecil.


Laki-laki tua itu bukanlah type laki-laki yang suka bicara, dulu saat Azlan dan adik nya masih kecil, Daddy nya lebih banyak diam mengamati, membiarkan anak-anak nya bergerak selama Sesuai dengan aturan dan tidak melenceng dari ajaran agama.


Ketika membuat sebuah kesalahan laki-laki tua itu membiarkan Mommy nya bicara lebih dulu, dia memberikan 3 kali kesempatan untuk memperbaiki diri.


Jika melampaui batasan nya sang Daddy nya langsung bertindak.


Maka disana lah batasan Daddy nya berlaku.


Laki-laki itu langsung mengeluarkan taring nya, memberi sebuah hukuman yang bisa membuat mereka tidak akan berani untuk kembali mengulangi Kesalahan yang sama.


Dan sifat itulah yang pada akhirnya menurun kepada dirinya.


Pada akhirnya mereka tiba didalam mansion milik Azlan, Sang Daddy dan Mommy nya langsung memilih masuk kedalam kamar utama yang telah di siapkan oleh Azlan sejak semalam.


"Aku sudah minta pelayan menyiapkan sarapan pagi untuk kalian"


Ucap Azlan cepat.


Dia membiarkan dua pelayan yang membawa koper Daddy dan Mommy nya meletakkan koper tersebut ke dalam lemari walk in closed.


Mommy nya memilih untuk duduk di atas tepian kasur, sedangkan Daddy nya terlihat bergerak mendekati Azlan.


"Kamu bisa pergi ke perusahaan setelah ini, pastikan tidak pulang terlambat, mari menikmati makan malam bersama dan setelah itu Daddy ingin bicara 4 mata dengan mu"


Tiba-tiba laki-laki tua itu bicara sambil menatap kearah Azlan.


Daddy Ozvit nya selalu terkesan simple, bicara Sesuai dengan keinginan nya kemudian berhenti jika dia menginginkan nya.


"Apakah ada hal yang penting dan darurat Dad?"


Tanya Azlan sambil berusaha untuk menebak-nebak.


"Kita akan bicara nanti malam"


setelah berkata begitu, Daddy nya lebih memilih membalik kan tubuhnya.


Itu seperti sebuah kode keras agar dia segera pergi ke perusahaan sekarang juga.

__ADS_1


"Baiklah, Dad"


Jawab Azlan pelan kemudian secara perlahan berjalan menjauhi kedua orang tua nya tersebut.


__ADS_2