
"Maafkan aku karena datang terlambat"
Suara Maya jelas memecah keadaan di dalam gedung tersebut, semua bola mata tertuju kepadanya, dan bayangkan bagaimana desa-desus terus berhembus saat ini mengingat bagaimana berita yang pecah dalam dua hari belakangan.
Semua orang berpikir Maya akan membuat sebuah kekacauan besar dengan datang ketempat tersebut.
Dan Dina ibu mawangsa jelas langsung meradang, dia memerintahkan beberapa security dan para pihak keamanan agar segera menyeret Maya keluar dari gedung tersebut.
Dia menatap dingin Maya dan tanpa basa-basi memberitakan semua orang agar mengusir Maya secepatnya.
Alih-alih takut Maya malah tidak bergerak sama sekali dari posisinya, dia menatap jijik ke arah mawangsa dan juga Shinta.
Shinta berpura-pura takut melihat Maya, melihat ekspresi putrinya ibu Sinta langsung berteriak agar semua orang mengusir Maya secepatnya.
Mawangsa langsung bergerak mendekati Maya, dia berharap Maya tidak membuat kekacauan saat ini.
"pulanglah ini bukan tempat mu Maya, jangan membuat malu keluarga kami lagi"
ucap Mamangsa kemudian sambil mengeram.
Alih-alih peduli dengan peringatan mewangsa, Maya menatap laki-laki tersebut dengan tatapannya begitu jijik Dan dia berkata sembari mencaci maki.
"Kau pikir aku mau datang kemari? Kau sangat memalukan dan menjijikkan, melakukan hal mengerikan untuk menjatuhkan ku dengan calon istri mu, kau tahu berita yang kalian buat adalah berita yang paling mengerikan dan juga dibuat-buat juga tidak masuk akal"
ucap Maya dengan penuh kemarahan.
"Kalian mengarang berita bohong untuk menjatuhkan aku, mengedit video palsu dan membuat berita palsu untuk semakin menjatuhkan diriku di atas kebahagiaan pernikahan kalian"
Lanjut Maya lagi.
Mawangsa jelas bingung dengan ucapan Maya.
Berita palsu?!.
Bukankah itu realita nya, Maya di masa lalu mencelakai Shinta dan nyaris membunuhnya.
Tapi Mawangsa berusaha untuk tidak berdebat, dia hanya berusaha untuk menjelaskan jika berita itu pecah atas sebuah kesalahpahaman, dia tidak melakukannya sama sekali.
Tuduhan Maya atas dirinya jelas salah.
__ADS_1
Mawangsa ingin menjelaskan tapi tiba-tiba Dave berkata.
"Aku memiliki hadiah untuk pertunangan kalian dan sebagai hadiah pernikahan"
Laki-laki tersebut berjalan dengan gaya yang begitu tampan dan kharismatik, membuat banyak pasangan mata menatap takjub kearah laki-laki tersebut.
Sosok tampan yang jelas begitu diagung-agungkan oleh kaum perempuan belakangan ini.
Setelah berkata seperti itu tiba-tiba laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah layar proyektor didepan panggung.
Semua orang tidak berani mencegah, membiarkan laki-laki tersebut memutar sebuah video di atas sana.
Mereka menunggu, sebenarnya apa yang ingin dilakukan laki-laki tersebut.
dan di detik berikutnya Dave terlihat memutar sebuah video.
Percayalah ketika video berputar alangkah terkejutnya semua orang karena video tersebut adalah video dari hasil kecelakaan rekaman 6 tahun yang lalu.
bisa dilihat bagaimana ekspresi semua orang saat ini ketika menonton video tersebut, Mawangsa sendiri jelas membulatkan bola matanya, menatap video tersebut sembari mengerutkan keningnya.
"Ada apa ini?"
Seluruh seisi ruangan gedung tersebut juga ikut terkejut dengan video yang ditampilkan barusan.
Melihat suasana menjadi kacau balau ayah Shinta langsung berteriak kesal.
"Jangan sampai tertipu oleh trik dan intrik para penipu ini, itu jelas video palsu dan telah diedit oleh mereka untuk menjatuhkan putriku dan keluarga umbrella"
Ucap laki-laki tersebut Penuh kemarahan.
mendengar ucapan ayah Shinta seketika membuat Maya mencibir.
"Editan?"
Dave menjawab dengan mengeluarkan ekspresi menjijikkan, laki-laki tersebut terlihat menyeringai.
Maya jelas telah menduga keluarga umbrella akan mengatakan hal tersebut, karena itu gadis tersebut telah mengundang seseorang tukang editing yang cukup terkenal di kota tersebut.
Sebab dia tahu orang pintar dan berkuasa harus dihadapi dengan cara yang pintar dan juga penuh kekuasaan.
__ADS_1
"Maka kita akan bertanya kepada Tuan A, yang mana di antara Vidio yang ada merupakan sebuah editan"
Ucap gadis tersebut dengan nada yang begitu datar serta tatapan yang begitu dingin.
tiba-tiba seorang laki-laki menyeruak masuk ke antara semua orang, kemampuan laki-laki tersebut dalam urusan video asli dan palsu serta editing tidaklah diragukan lagi di sana.
karena itu semua orang memilih untuk dia dan membiarkan laki-laki itu untuk mengecek sendiri video yang ada.
Tidak butuh waktu lama untuk mengecek nya hingga akhirnya laki-laki yang dipanggil oleh Maya berkata.
"Video yang di televisi jelas merupakan hasil editan, sedangkan ini adalah Vidio yang asli"
laki-laki itu bicara sambil menatap semua orang satu persatu.
"Kau jangan bercanda"
ayah Shinta jelas meragukan ucapan laki-laki tersebut.
"Jika ada yang meragukan keterangan dariku Anda bisa menuntutku di pengadilan, Tuan"
Ucap laki-laki tersebut penuh dengan keyakinan.
Seketika ruangan tersebut menjadi hiruk pikuk, Mawangsa langsung menatap kearah Maya dengan tatapan tidak percaya.
Shinta yang mendapati kenyataan tersebut jelas langsung ketakutan, dia langsung menarik Mawangsa, dan perempuan itu berusaha untuk menjelaskan.
"Mawangsa, aku…"
Tapi ekspresi wajah mawangsa jelas langsung berubah begitu suram, dia seolah-olah menatap Shinta dengan pandangan penuh kekecewaan.
"Kau Mawangsa? 6 tahun Maya bahkan mendonorkan darah nya secara rutin terus menerus untuk Maya? Jika dia ingin membunuh Shinta, maka pikirkan dengan otak mu, kenapa Maya dengan bodohnya mau melakukan itu?"
Kali ini Julian berkata sambil mencibir kearah Mawangsa.
"Seharusnya kau berpikir menggunakan otak mu, bukan dengkul mu'
Lanjut laki-laki itu lagi.
Mendengar ucapan Julian seketika membuat mawangsa terkejut setengah mati.
__ADS_1
Laki-laki itu langsung menggenggam erat telapak tangannya, rahangnya mengeras dan seketika dia kembali menatap tajam ke kearah Shinta.