Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Hadiah ulang tahun


__ADS_3

The Malaka company


12.25 AM


jelang makan siang


bola mata Maya tampak fokus dengan beberapa tumpukan pekerjaan yang ada di hadapannya, sejak pagi dia sibuk berkutat dengan seluruh berkas-berkas dan proyek terbarunya di mana dia telah menandatangani kontrak dengan perusahaan Adams kemarin.


sesekali Maya terlihat menggerakkan jari-jarinya di keyboard laptop nya bahkan tangan nya beberapa kali menggerakkan kursor yang ada sisi kanan tangan nya.


sekalinya gadis tersebut fokus pada pekerjaannya dia memang tidak pernah menghiraukan di sisi kiri dan kanannya, bahkan kadang kala dia melewatkan sedikit waktu jam makan siangnya hanya untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugasnya yang terkadang belum selesai.


Maya pikir dia melakukan itu karena dia berharap tidak ada kegagalan di dalam proyek yang dia jalankan saat ini, bukannya muda untuknya mendirikan sebuah perusahaan seperti saat ini apalagi dia mendirikan perusahaan ini berikan bantuan banyak orang termasuk kakek Julian dan juga Dave.


jadi sangat mustahil sekali jika dia menyia-nyiakan kepercayaan banyak orang di dalam perusahaannya.


ketika bola matanya dan juga jemari jemarinya masih fokus pada pekerjaannya dalam beberapa waktu yang berjalan entah hingga jam berapa dia tidak tahu, tiba-tiba handphonenya berdering dan memecah keadaan.


seketika Maya langsung menghentikan seluruh aktivitasnya Dan dia mencari di mana asal suara handphonenya.


gadis itu baru sadar dia meletakkan handphonenya di dalam laci meja kerjanya, dengan cepat Maya langsung menyambar handphonenya dan melihat siapa yang mencoba menghubunginya di jam ini.


Julian?!.


dia pikir kenapa laki-laki itu menghubunginya.


sepertinya dia cukup terlambat untuk menghubungi Julian karena suara panggilan handphonenya seketika langsung dimatikan dari seberang sana.

__ADS_1


tidak lama kemudian sebuah pesan masuk ke dalam nomor whatsapp-nya.


...Sayang hari ini adalah hari ulang tahun ku, karena aku pikir sekarang kamu pasti sibuk, maukah menemani melewati ulang tahun ku besok?....


Mendapatkan pesan seperti itu seketika membuat Maya melebarkan senyuman nya.


Gadis tersebut buru-buru membalas pesan dari laki-laki tersebut.


...Tentu saja, aku pasti akan menemani kamu besok....


Setelah membalas pesan Julian, seketika Maya mengintip jam di handphone nya, dia cukup terkejut karena lagi-lagi dirinya melewati jam makan siang nya.


Seketika Maya menggelengkan kepalanya, gadis itu buru-buru membenahi berkas-berkas diatas meja lantas berpikir untuk bergerak mendapatkan makan siang nya.


saat Maya berpikir akan pergi untuk mendapat kabar hasilnya dia juga memikirkan untuk sekalian pergi ke suatu tempat guna mencari kado istimewa dan spesial untuk Julian.


mengingat bagaimana Julian telah banyak membantunya selama ini dia pikir dia akan membalas kebaikan Julia dengan cara memberikannya sebuah kado istimewa untuk laki-laki tersebut.


begitu dia masuk ke dalam toko tersebut seorang pelayan menyambutnya dengan begitu ramah sebuah senyuman manis mengembang dari balik bibir pelayan tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"


Seorang perempuan berusia sekitar 30 tahunan bertanya sembari menundukkan kepalanya setelah itu dia mempersilahkan Maya untuk melihat beberapa koleksi jam tangan yang ada di toko mereka.


"Aku memikirkan untuk membelikan kado jam tangan untuk seorang laki-laki"


jawabannya cepat sembari bola matanya menetap ke arah depannya di mana terdapat tumpukan koleksi jam tangan yang berbaris rapi didalam kaca etalase.

__ADS_1


mendengar ucapan Maya sang pelayan toko buru-buru langsung menunjukkan beberapa koleksi yang terbaik di toko mereka, dia bakal memberikan koleksi jam tangan limit edition untuk gadis yang ada di hadapannya tersebut.


sejenak bola mata Maya menatap satu buah jam tangan lebih edition yang diberikan oleh sang pelayan toko, dia sangat menyukai modelnya Dan dia pikirin pasti cocok untuk Julian.


namun siapa sangka bisa dia pernah memilih jam tangan di toko tersebut dari arah pintu masuk Sinta tiba-tiba datang ke tempat yang sama dan berjalan ke arah dirinya tanpa Maya sadari.


cinta yang menatap punggung Maya seketika langsung membulatkan bola matanya, dia cukup terkejut karena bertemu dengan gadis itu sang mantan mawangsa yang sangat dia tidak sukai.


Shinta buru-buru langsung mendekati Maya dan juga mencoba untuk mencari koleksi jam tangan yang dia sukai.


namun matanya terpaku pada jam tangan yang ada di hadapan Maya saat ini di mana gadis itu sepertinya begitu menyukai jam tangan tersebut.


Maya yang belum menyadari kehadiran cinta seketika Masih menimbang tentang jam tangan dihadapan nya itu, sebenarnya tidak dipungkiri Julian jarang menggunakan jam tangan yang diberikan oleh beberapa orang untuk dirinya, Maya juga takut laki-laki tersebut tidak menggunakan jam tangannya tapi dia pikir bukan kah kado yang terbaik hanya jam tangan untuk seorang laki-laki?!.


dia tidak mungkin membelikan pakaian atau bahkan memberikan laki-laki tersebut koleksian tas?!.


seketika Maya mengulum senyumannya, pada akhirnya dia tetap memilih jam tangan yang ada di hadapannya tersebut.


"Aku pikir aku ...."


Maya baru akan berkata dia meminta jam tangan tersebut agar dibungkus oleh sang pelayan toko, namun siapa sangka tiba-tiba Shinta dengan cepat berkata.


"Berikan padaku jam tangan tersebut dan bungkus dengan segera"


perempuan itu dengan cepat menyambar jam tangan yang ada di hadapan Maya, dia langsung menatap ke arah pelayan yang ada di hadapannya dan memasang wajah yang sedikit kurang.


Maya refleks langsung kaget lantas langsung menoleh ke arah sisi, karena jam tangan dihadapkannya langsung disambar begitu saja oleh seseorang yang tidak dia kenal.

__ADS_1


namun begitu dia menyadari siapa yang ada di sisi kanan dia berdiri seketika Maya mendengar dengan kesal.


Oh god, yang benar saja.


__ADS_2