Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Sebuah tato yang terukir indah


__ADS_3

Elsa buru-buru bergerak dari kamar tersebut ketika dia mendengar suara Maya memanggil dirinya.


terkutuk lah dirinya karena mengambil kertas yang dulu tulis tangan oleh gadis tersebut mungkin untuk laki-laki yang memang tidak dia kenal, dia hanya ingin memberikannya kepada kakaknya siapa tahu mawangsa bisa cemburu melihatnya.


Entahlah elsa hanya merasa sepertinya Shinta sedikit tidak cocok dengan kakak laki-laki tersebut, ada banyak sekali perbedaan antara Maya dan Shinta bagi dirinya.


"Makanan sudah siap"


Maya bicara sembari menyiapkan piring dan sendok untuk mereka makan di atas meja makan, Gisel salihan gadis tersebut selesai memasak beberapa menu makanan favoritnya, hal tersebut seketika membuat dia mengembangkan senyumannya.


Melihat masakan itu benar-benar terlihat menggugah selera makan nya, dia buru-buru langsung duduk di atas kursi makan, Elsa pikir sudah cukup lama dia tidak makan masakan dari gadis yang ada di hadapannya tersebut, dia bahkan sempat memikirkan jika mungkin dia tidak akan pernah lagi memakan masakan dari Maya, namun siapa sangka akhirnya malam ini dia bisa menikmati kembali masakan mantan kakak iparnya itu.


bisa dilihat meskipun telah bercerai dengan kakaknya gadis itu masih dengan sangat setia dan telaten menyiapkan nasi ke sebuah piring mendominasi berwarna putih kemudian menyerahkannya kepadanya.


seharusnya Maya tidak perlu melakukan hal tersebut mengingat gadis itu telah berpisah dengan tak menguasainya dan kini dia bukan siapa-siapa untuk gadis itu, tapi realitanya Maya tetap berlaku baik hingga saat ini.


menjemputnya ke kantor polisi, membawanya pulang, memasakkan makanan untuknya, maka gadis tersebut masih memperlakukan nya sebaik ini saat ini.


seketika hal tersebut membuat Elsa menghala napasnya panjang.


"aku harap kau menyukainya"


suara Maya memecah keheningan, kemudian garis tersebut langsung duduk tepat di depan kursi yang ada di hadapan Elsa, dia baru saja mengatakan nasi itu atas dirinya sendiri kemudian mulai memasukkan beberapa macam sayur dan lauk ke dalam piringnya itu.

__ADS_1


hingga akhirnya Elsa secara perlahan ikut melakukan hal yang sama, dia mulai meraih sayur dan lauk yang ada di hadapannya tersebut dan meletakkannya ke atas piringnya.


sepanjang menikmati makan malam mereka berdua tidak bersuara sama sekali, mereka saling menikmati makan malam mereka di dalam keadaan hening, seolah-olah saat ini pikiran mereka berkelana ke dalam pemikiran mereka masing-masing tanpa mesti diketahui oleh mereka juga masing-masing.


cukup lama mereka menikmati suasana makan malam berdua tersebut, hingga akhirnya setelah mereka selesai menikmati makan malam Maya secara perlahan mulai membereskan sisa makan malam mereka.


Elsa pada akhirnya memberikan inisiatif agar dia saja yang membersihkan dan mencuci piring sisa makanan mereka, pada akhirnya Maya hanya menganggukan kepalanya dan membiarkan Elsa untuk membereskan dan mencuci piring mereka.


setelah selesai melakukan hal tersebut gadis itu bergerak menuju ke arah ruang tamu, mendekati Maya yang kini berdiri tepat di depan kursi sofa mendominasi berwarna abu-abu muda.


"aku pikir aku akan menghubungi"


Ucap Maya kemudian sembari memegang handphonenya.


lanjut gadis tersebut lagi.


mendengar ucapan Maya seketika Elsa membulatkan bola matanya, dia jelas tidak mau Maya menghubungi kakaknya.


"tidak, kak izinkan aku untuk menginap di sini dan tolong jangan hubungi kak mawangsa"


gadis itu bicara cepat kamu dia mendekati Maya dia memohon sembari menangkupkan kedua telapak tangannya.


Maya jelas tidak mengizinkan Elsa tidur di tempatnya, dia tidak mau pedulikan permintaan gadis tersebut malah dengan cepat mencoba menekan tombol nama mawangsa.

__ADS_1


melihat hal tersebut seketika membuat Elsa langsung berusaha menyambar handphone Maya, dia mencoba berbuat handphone milik gadis tersebut.


Maya reflex terkejut dengan tindakan Elsa, dia mencoba menyembunyikan handphonenya tapi tanpa sengaja kakinya tersandung dan dia terjatuh ke arah belakang sehingga dia terguling di atas kursi sofa yang ada di belakangnya tersebut.


Elsa jelas panik, dia seketika berteriak kecil dan refleks meminta maaf.


"kyaaaa...kakkk maaf"


Seketika Maya jatuh terguling ke atas sofa tanpa sengaja pakaian gadis itu terangkat ke atas, bola mata Elsa langsung menatap tajam ke arah pinggang ramping dan mulus milik mantan kakak iparnya tersebut, bisa dia lihat sebuah tato nama mawangsa terukir indah disana.


dia tercekat saat menyadari hal tersebut.


Secinta itukah kak Maya pada kak Mawangsa?!.


batin Elsa sembari mematung menatap gadis dihadapannya tersebut.


*****


Catatan \=


Yang menanti season Ahem dan Hayat novel nya sudah terbit yah makkk, di akun ini dengan judul TUAN DINGIN JATUH CINTA WITH MISS SOMPLAK


yang ga ketemu di profil cari di beranda pencarian NOVELTOON atau MANGATOON ketik judul TUAN DINGIN JATUH CINTA WITH MISS SOMPLAK.

__ADS_1



__ADS_2