
Makkkkk masih belum bisa update, sebab sangat tidak memungkinkan tapi ga boleh libur ngisi ba'b, sementara baca ini aj yh Mak
Udah end kok Mak.
...ISTRI TAK TERNILAI TUAN JEFREY...
********
Di sebuah ruangan gelap Tangan Lira tampak gemetaran diiringi rasa sakit di wajahnya yang begitu mendominasi ketika rahangnya dicengkeram dengan hebat oleh tangan seorang wanita yang selalu dia panggil Mama selama 3 tahun belakangan ini.
Seorang gadis seusia dirinya tampak duduk diatas Kursi sofa tepat dihadapan dirinya yang tersungkur di atas lantai dengan wajah masih di cengkeram oleh wanita di belakang nya itu tadi.
Air mata Lira terus meleleh tumpah sejak tadi, dia mencoba menahan rasa sakit yang di lakukan kedua orang itu terhadap dirinya agar tidak mendapatkan siksaan yang Lebih dari pada saat ini.
3 tahun bukan waktu sebentar untuk dirinya menikmati detik demi detik penyiksaan dan waktu kematian untuk dirinya.
Lira fikir setelah pernikahan kedua Ayah nya semua pasti baik-baik saja persis seperti ketika Ibu nya masih hidup seperti dimasa lalu.
Wanita dibelakang nya itu adalah ibu tiri nya, 3 ½ tahun yang lalu sebelum masuk ke keluarga Santoso terlihat begitu anggun, lembut dan penuh kasih sayang.
Keraguan dihatinya Muncul saat akan menerima wanita itu menjadi ibu tiri nya, tapi siapa sangka firasat buruk itu pada akhirnya benar ada nya.
Wanita itu terlihat baik hanya selama tidak lebih dari 6 bulan saja, setelah itu seluruh kehidupan nya berubah drastis bagaimana Cinderella tanpa kisah cinta yang di seret paksa menjadi boneka tidak bernyawa.
Dulu dia merupakan sosok cantik yang begitu hangat dan lembut, ceria dan sangat disukai di rumah bahkan diluar sana.
Hanya saja dia type gadis yang Percaya diri dan pandai berbaur dengan orang lain.
Kehidupan nya benar-benar berubah drastis setelah kematian ibu nya, sang ayah memilih menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki putri seusia dirinya dan dia dipaksa menikah dengan laki-laki pilihan Ayahnya
Sejak awal selain dirinya semua pelayan rumah telah menduga, masuk nya wanita itu dan putri nya pasti akan menciptakan bencana baru di keluarga Santoso.
Dan pada akhirnya ketakutan yang besar itu terjadi juga, wanita itu dan putri nya yang tidak lain Bernama Mayang mulai menguasai rumah tersebut secara perlahan bahkan diam-diam Mayang menemui suaminya yang memang tidak hidup bersama dirinya.
Sang Suami nya memilih tinggal berpisah dengan jutaan alasannya.
Lira sama sekali tidak sadar jika dia dimanfaatkan secara perlahan
Putri ibu tirinya seorang aktris pendatang baru dan model yang punya bakat pas-pasan, Ibu tiri nya memanfaatkan dirinya di dalam karir karir putri nya di dunia akting, karena Lira jelas mampu bertarung dan ahli beladiri, mereka memanfaatkan Lira untuk dijadikan peran pengganti ketika mereka melewati akting darurat.
Bahkan tidak jarang saat diperagakan busana mereka meminta Lira mengganti kan Mayang untuk masuk menjadi model nya dengan menggunakan topeng karena mereka memiliki postur tubuh yang sama di masa lalu.
Nama Mayang semakin melejit berkat bantuan Lira, orang-orang terus memuji kemampuan Mayang tanpa tahu siapa sebenarnya sang pemain di belakang layar.
Lira jelas tidak mempermasalahkan nya, dia fikir selama Mayang menyukai nya dan ibu tiri nya menyukai nya dia rela melakukan nya.
Asalkan kedua orang itu tidak membencinya dan memberikan dia tempat yang seharusnya di rumah keluarga nya.
Tapi rupa nya dua manusia tidak tahu diri itu memanfaat kebaikan Lira, Mayang bahkan menggoda suami nya, Menjebak Laki-laki itu tidur bersama mayang dimasa lalu, bahkan membuat suaminya menceraikan dirinya.
Dia fikir itu semua sudah cukup, rupanya belum sama sekali, dikala ayah nya mulai jarang kembali ke rumah karena urusan di luar kota atau luar negeri, kedua orang itu tidak segan-segan menyiksa dirinya dan mengancam dirinya agar tidak mengadukan perbuatan mereka pada ayah nya.
Bahkan tidak jarang dirinya di sekap diruangan sempit serta gelap selama berhari-hari, dan yang lebih mengerikan kedua orang itu berkata pada semua orang jika dia mulai gila karena rasa kehilangan atas kecintaan nya pada ibu nya.
"Aku bilang jangan sesekali mengadu pada siapapun, berani sekali kau ingin bicara pada salah satu keluarga Santoso atas penderitaan kamu."
Gadis yang duduk dihadapannya itu bicara dengan nada begitu mengerikan, dia memajukan tubuhnya dan menatap tajam bola mata Lira.
Lira tampak diam, dia mencoba terus menahan sakit di rahang nya.
"pukul."
tiba-tiba gadis itu bicara sambil bola mata nya menatap ke arah pintu masuk ruangan gelap tersebut.
Dua laki-laki berbadan besar dan tegang terlihat maju dari arah pintu tersebut, seketika Lira membulat kan bola matanya, dia tahu lagi-lagi dia akan mendapatkan siksaan mengerikan dari perempuan dihadapan nya itu.
Ibu tiri nya melepaskan cengkraman tangan nya, seketika satu dari dua laki-laki itu menyeret tubuhnya.
Tidak….?!!!.
Lira Berteriak dalam hati, dia berusaha memberontak, tapi apalah daya dirinya, hanya seorang perempuan muda dengan tubuh ringkih tak bertenaga.
Ma….ma….apakah ini waktu kematian ku? Jika iya aku mohon segera jemput diriku.
Tangis nya dalam hati.
******
Lira mencoba menggerakkan seluruh tubuhnya namun sayangnya tidak bisa, dia tergeletak di lantai tidak berdaya setelah tubuh nya di pukul entah berapa lama dan banyak oleh orang-orang suruhan Mayang dan ibu tirinya.
Bisa dia rasakan seluruh tubuhnya menjadi kaku dan tangan-tangan nya terata begitu sulit untuk digerakkan saat ini.
Dia fikir dimana dia sekarang, Bukan kah Waktu penyiksaan seharusnya telah berlalu, biasanya kedua orang itu mengembalikan dia ke kamar kumuh nya, tapi kali ini Kenapa berbeda?.
Dia tidak ditempatkan di ruangan nya, tapi dia ditempatkan di kamar gelap yang minim pencahayaan, bahkan begitu lembab dan bau.
Samar-samar Lira berusaha membiasakan pandangan nya di ruangan gelap yang hanya di hiasi lampu remang-remang dengan bohlam 5 Watt di atas nya, sejenak dia mengerutkan keningnya, bisa di lihat sosok seorang perempuan yang bergelimpangan darah tergeletak tepat disamping dirinya.
"Ada apa ini?!."
Lira mencoba untuk berfikir dengan baik, mencari kesadaran nya untuk beberapa waktu tapi terasa begitu sulit bagi diri nya.
Kepalanya masih terasa berat dan pusing.
Tubuhnya benar-benar terasa kaku dan seolah-olah akan mati, dia memaksa kan Diri nya untuk menggerakkan telapak tangan nya.
Ssrttttt
"Eh?!."
Lagi-lagi Lira mengerutkan keningnya, bisa dia rasakan ada sesuatu yang terasa berat di telapak tangan kanan nya.
Dengan perjuangan panjang Lira berusaha menyadarkan dirinya mencoba menggeser tangan kirinya dan menggerakkan tubuh seseorang dihadapan nya itu.
Seorang perempuan dengan rambut yang menutupi wajahnya.
Lira menggeser sedikit tangan nya untuk menyentuh wajah perempuan itu, mencoba untuk membangunkan sosok tak berdaya didepan nya tersebut secara perlahan.
Tidak ada gerakan sama sekali hingga akhirnya tanpa ada angin dan hujan tiba-tiba rambut perempuan itu tersibak dari wajahnya.
"Hah…?!."
Lira seketika tercekat saat dia menyadari siapa sosok perempuan dihadapan nya itu.
"Tidak.,..apa yang terjadi?...Tolong…."
Suara gadis itu begitu berat dan sulit untuk dikeluarkan, seolah-olah tenggorokan nya habis di sempal oleh sesuatu.
Dia panik dan ketakutan, Lira fikir dia butuh bantuan.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara raungan panjang sirine polisi yang semakin lama semakin mendekati mereka.
"Pakkkk….tolong...ada orang sekarat disini"
Lira ingin sekali berkata begitu, tapi suaranya tidak mampu mengeluarkan kata-kata seperti itu.
Tubuh nya benar-benar tidak berdaya, seolah-olah ada yang mengendalikan tubuh nya agar kembali terlelap didalam ketidak sadaran nya.
Brakkkkkk
kletakkkkk
Angkat tangan..!.
Tiba-tiba beberapa orang berseragam masuk kedalam ruangan tersebut, melakukan penyergapan sambil mengacungkan pistol kearah dirinya.
Lira tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia berharap Perempuan dihadapan nya itu baik-baik saja.
Dia berharap orang-orang juga membantu nya keluar dari cengkraman ibu dan adik tirinya.
__ADS_1
Tapi semua rupanya tidak sesuai dengan apa yang di harapkan nya.
Hidupnya benar-benar berubah 180° dan hancur lebur sejak malam ini.
"Anda di tangkap atas kasus pembunuhan, Nona Lira"
"Silahkan gunakan pengacara anda untuk melakukan pembelaan"
"Apa?!."
Gadis itu jelas terkejut setengah mati mendengar ucapan salah satu laki-laki berseragam polisi tersebut.
Satu orang lainnya meraih pistol di tangan kanan Lira dengan sebuah saputangan.
"Tersangka, korban dan Barang bukti"
"Ada apa ini?."
Pistol?, pembunuhan?.
Bagaimana bisa dia menggunakan pistol?!.
Bagaimana bisa dia membunuh seseorang?!.
*******
"Breaking news hari ini telah terjadi pembunuhan di ….oleh putri Keluarga pengusaha ternama Jakarta tuan Mulyono"
"Selamat pagi pemirsa bersama saya…."
"kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Lira Santoso…"
Seluruh televisi terlihat menyiarkan berita paling fenomenal hari ini.
Lira, gadis baik-baik kekuarga Santoso kini menjadi seorang tersangka dari kasus pembunuhan.
Yang padahal tidak pernah dia lakukan sebelumnya.
Bagaimana bisa?.
"Aku tidak pernah membunuh nya"
Lira jelas berteriak histeris, dia menutup kedua telinganya dengan sekuat tenaga ketika saudara tirinya bicara sambil menaikkan ujung bibirnya.
Rona bahagia jelas terpancar dari wajah culas tersebut.
Seorang pengacara duduk tepat dihadapan Lira.
"Kau fikir siapa yang percaya? Korban meninggal dunia, kamu memegang barang bukti nya."
Pengacara itu terlihat menekan nya sejak dia ditangkap semalam.
"Kau tahu jika tidak mengaku berapa lama hukuman yang akan kamu dapatkan?."
Tanya pengacara itu lagi.
"Mengakulah agar hukuman nya menjadi lebih ringan."
"Tidak....aku bilang aku tidak pernah membunuh siapapun"
Lira menangis, berteriak histeris sambil berusaha untuk memberontak.
Beberapa orang terlihat memaksakan dirinya agar menandatangani sesuatu di hadapannya.
Mayang memaksa nya untuk mengakui perbuatannya dengan cara yang begitu licik.
Brakkkkkk
Sebuah Hantaman berat menerjang tubuh Lira, dua perempuan menahan lengan kiri dan kanan nya didalam jeruji sempit tersebut dan membiarkan Lira tersungkur dilantai tepat menghadap kearah kaki seseorang.
Siapa lagi kalau bukan Mayang.
"Kenapa kau lakukan semua ini pada ku?"
Anjani bertanya sambil mencoba menahan tangisannya, dia mendongak menatap Perempuan itu untuk beberapa waktu.
Wajah nya di cengkeraman oleh salah satu perempuan di sisi kanan nya.
Alih-alih menjawab Mayang tampak mulai duduk, membiarkan kedua kakinya menjadi penopang tubuh nya.
Kini gantian tangan kanan Mayang mencengkeram erat wajah Lira.
"Karena apa yang menjadi milik mu akan menjadi milik ku, salah satu di antara kita harus di singkirkan, jika tidak akan ada dua orang yang memiliki Santoso group, dan aku tidak suka ada persaingan didalam kekuasaan"
Setelah berkata begitu Manyang terkekeh senang.
"Dan kau tahu? Aku dan Aldi akan bertunangan setelah kamu membusuk di penjara"
Mendengar ucapan Mayang seketika air maya Lira tumpah.
Setelah bercerai pada akhirnya Laki-laki itu benar-benar memilih Mayang.
Bahkan Aldi sama tidak memiliki perasaan nya dengan Mayang.
Melihat ekspresi dan tangisan Lira, seketika Mayang tertawa terbahak-bahak, dia melepaskan cengkraman nya dengan kasar dari wajah Lira.
Perempuan itu berdiri dengan cepat.
"Kau ini menyedihkan sekali, aku sudah bilang tidak ada tempat mu lagi untuk berlindung di dunia ini"
Lagi Mayang tertawa terbahak-bahak, merasa bahagia atas pencapaian nya.
Tiba-tiba perempuan itu menghentikan tawanya, dia menatap tajam kearah Lira.
"Aku tidak suka melihat wajah dan kuku-kuku indah nya, hancur kan wajah dan kuku-kuku itu untuk ku"
Apa?
"Baik nona"
Seketika Lira berusaha memberontak, tapi lagi-lagi tubuhnya kalah kuat, dua perempuan itu mencabut paksa kuku-kuku indah nya dengan alat mengerikan di hadapannya dan mulai menyayat wajahnya dengan sebuah pisau Carter yang ada di lantai.
"akhhhhhhh"
teriakan melengking memekakkan telinga terdengar disepanjang ruangan tersebut, orang-orang yang mendengar nya pura-pura menutup telinga mereka.
******
Lira berjalan keluar dari Rutan kelas 1 kota Jakarta,dia menatap sinar matahari yang seolah-olah menertawakan dirinya.
Hampir 3 tahun hidup didalam penyiksaan dan hidup di dalam penjara jelas telah mengubah sosok gadis muda berusia 20 tahun tersebut menjadi gadis dewasa berusia 23 tahun.
Bahkan dunia telah mengubah dirinya dari gadis bodoh, tolol dan polos menjadi seorang pembunuh yang mengerikan dan pantas untuk dihindari oleh semua orang.
Sebaris luka di balik pipi kanan wajah gadis itu terlihat sangat mengerikan, wajah pas-pasan dengan kulit pucat semakin menambah ketidak tertarikan siapa pun yang melihatnya.
seorang Laki-laki berusia sekitar 40 tahunan dan seorang perempuan berusia 38 tahun terlihat menundukkan pelan kepala mereka ke hadapan Lira.
"Nona Lira"
Perempuan itu bicara sambil langsung memeluk tubuh gadis itu dengan gerakan cepat, tangisan menyayat hati serta kerinduan mendalam terdengar dibalik bibir perempuan tersebut.
Aneh nya gadis itu tidak ikut menangis sama sekali, seolah-olah hati nya telah lama mati dan kehilangan rasa untuk memahami apa artinya sebuah air mata seseorang.
Setelah menghabiskan waktu dengan tangisan nya, Perempuan itu meminta gadis tersebut berjalan kesebuah mobil sedan keluaran lama yang mendominasi berwarna hitam.
Lira terlihat berjalan mendekati mobil yang telah dibuka pintu nya oleh perempuan tersebut, secara perlahan dia naik tepat disamping kemudi dan mencoba membenahi posisi nya kemudian bersandar di kursi tersebut lantas memejamkan bola matanya.
"Bagaimana kabar orang-orang yang menginginkan kematian ku dimasa lalu?"
Lira bertanya tanpa ingin membuka bola matanya.
__ADS_1
Bisa dia rasakan mobil tersebut telah bergerak membawa mereka menuju ke satu tempat yang dia juga tidak tahu.
"Mereka telah menguasai beberapa sektor industri fashion dan dunia modelling di beberapa kota juga negara asing, perusahaan tuan Santoso terus berkembang pesat hingga hari ini"
Jawab perempuan itu cepat.
Mendengar jawaban Perempuan tersebut Lira hanya diam tidak bergeming.
"Lalu bagaimana dengan Mayang?"
Dia menjadi model paling banyak dicari oleh dunia industri dan beberapa perusahaan yang ingin mencatut nya sebagai brand ambassador di beberapa merk terkenal.
"Laki-laki itu dan Mayang sudah menikah?"
Tanya nya lagi tanpa berniat membuka bola matanya.
"Setelah memilih bertunangan 1 tahun yang lalu, dia belum mengambil keputusan untuk melepas masa lajangnya, perempuan itu takut akan mempengaruhi karirnya yang tengah menanjak naik dan bersinar"
Seketika Lira terkekeh mendengar penuturan perempuan tersebut.
"Dia masih saja serakah seperti dulu"
"Ya nona"
Perempuan itu sebenarnya agak bingung melihat reaksi Lira, bagi nya gadis itu kini telah banyak berubah, 3 tahun di penjara membuat sang nona muda asli keluarga Santoso itu benar-benar berubah drastis.
"Jadi Dokter Roy menawarkan diri untuk membantu kita?"
Tanya Lira tiba-tiba.
"Ya nona"
Jawab Perempuan itu lagi.
"Dia ada dimana?"
"Beliau tengah dalam perjalanan menuju ke Indonesia"
Jawab Laki-laki yang duduk disamping Lira, sosok sopir yang sejak tadi diam belum mengeluarkan sedikit pun suaranya.
Seketika Lira membuka bola matanya.
"Bukankah ini aneh? Tidak kah kalian tahu siapa yang bergerak dibelakang nya?"
Tanya gadis itu pada sang sopir kepercayaan keluarga nya dulu, karena tidak mendapat kan Jawaban sama sekali Lira kemudian membuang pandangannya Menuju ke arah luar kaca.
"Apa dia juga yang memberikan tempat tinggal yang baru untuk ku?"
Tanya Lira lagi kemudian.
"Ya nona"
Gadis itu seketika menaikkan ujung bibirnya.
Dia fikir bukankah keadaan ini membuat nya jadi ingin tahu siapa sosok penyelamat nya saat ini.
ini menarik.
batin nya lantas kembali memejamkan kembali bola matanya.
*******
Lira menatap wajah laki-laki yang ada dihadapan itu untuk beberapa waktu, gadis itu tampak duduk dengan menyilang kan kedua tangan, bersandar Santai di atas kursi sofa.
Sosok laki-laki berusia sekitar 48 tahunan dengan mata terbingkai kaca mata bulat sempurna menunggu jawaban dari nya, dan dia kenal betul siapa sosok yang ada dihadapan nya itu.
Dulu laki-laki itu merupakan orang yang dibuang oleh keluarga besar Santoso berkat ibu tiri dan saudara tirinya.
pengabdian selama hampir 20 tahun jelas dianggap tidak berguna, Ayah nya jelas lebih mempercayai ucapan istri baru nya ketimbang dokter dan juga teman lama nya itu.
Dan kini Laki-laki itu telah duduk tepat dihadapan nya, menunggu jawaban dari Lira, apakah gadis itu akan menerima tawaran nya.
Jika iya maka prosedur bagaimana yang ingin gadis itu lewati untuk memperbaiki penampilan nya dan mulai merancang rencana balas dendam untuk menghancurkan ibu tirinya dan saudara tirinya dari keluarga besar Santoso.
Dia tahu Lira ingin mengambil kembali Semua hak yang seharusnya memang menjadi miliknya sejak awal.
"Berapa lama prosedur yang harus aku lalui?"
Tanya Lira sambil menaiki ujung alisnya.
"Dua hingga tiga bulan akan mengubah seluruh penampilan nona menjadi begitu luar biasa"
"Termasuk luka nya?"
"Ya nona"
laki-laki itu mengangguk cepat penuh keyakinan.
Lira fikir jika dia menerima tawaran itu Anggaplah Lira mulai kehilangan akal warasnya, dia sudah tidak memiliki pilihan lain lagi untuk bisa bergerak menyingkir kan semua orang, satu-satunya cara dengan melakukan perubahan besar-besaran pada dirinya lebih dulu.
Kemudian baru dia akan membuat rencana berikutnya untuk menjatuhkan Mayang tentu nya, dimulai dengan kembali masuk ke dalam kehidupan mantan suami nya Dan menghancurkan kebahagiaan dua Manusia itu, yang seharusnya adalah kebahagiaan nya di masa lalu.
Aldi Laki-laki itu dimasa lalu jelas adalah suami nya, tapi laki-laki itu pada akhirnya lebih mempercayai Mayang ketimbang dirinya.
Memperlakukan dirinya dengan sangat buruk, mengabaikan nya Bahkan dia rela hampir mati demi menyelamatkan laki-laki itu di masa lalu, tapi lucunya laki-laki itu berfikir Mayang lah yang telah menyelamatkan dirinya dan Lira lah yang telah berani mencelakai dirinya.
Dia terlalu bodoh di masa lalu nya, mau menerima pernikahan yang di tawarkan, jatuh cinta pada laki-laki itu dengan cara yang salah, menyerahkan seluruh hidup dan kepercayaan nya.
Tapi tidak pernah di tunggui dan di akui, bahkan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya.
Bahkan dia begitu mengalah pada Mayang dan ibu tiri nya.
Meskipun diperlakukan dengan tidak adil bahkan diperlakukan seperti seekor hewan di masa itu Lisa berfikir semua pasti baik-baik saja.
Bodoh nya saat Mayang menggunakan dirinya untuk mencapai puncak karir nya dia tetap berkata di dalam hati jika dia baik-baik saja.
Dia Diam dan menerima perlakuan mengerikan dari ke dua orang tersebut termasuk perlakuan buruk kekasih nya.
Bukankah Dia benar-benar bodoh di masa itu?.
"Mereka akan mengenali ku setelah nya?"
Tanya Lira tiba-tiba.
"Aku fikir, tidak"
Jawab dokter itu cepat.
Lira tampak diam sejenak, menatap laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Beritahukan kepada ku, siapa yang sebenarnya mengirim kamu kemari sebelum aku tertarik untuk mengubah seluruh penampilan ku?"
Lira bertanya sambil menatap lekat-lekat bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
"Dan siapa yang memberikan suntikan dana untuk mengeluarkan aku dari dalam jeruji besi penjara?"
Tanya nya lagi.
Mereka berkata jika seseorang mengirim orang lain untuk mempercepat kebebasan nya, membantu Lira keluar dari keadaan mengerikan dalam hidup nya.
Dia seharusnya tinggal di balik jeruji besi selama 20 tahun penuh, tapi aneh nya setelah melewati masa 3 tahun nya tiba-tiba diri nya di nyatakan bebas tanpa syarat.
bukan kah itu terlalu berlebihan?!.
Bahkan orang itu memfasilitasi kehidupan nya saat ini.
Lira padahal sama sekali tidak mengenal sosok tersebut, laki-laki, perempuan, tua atau bahkan muda dia tidak tahu itu.
Laki-laki itu hanya mengulas senyuman nya.
"Anda akan dipertemukan dengan nya setelah melewati seluruh prosedur operasi nya"
__ADS_1