
Dan benar saja kata-kata dari Julian jelas mengejutkan semua tamu undangan yang hadir di sana.
Mawangsa jelas terkejut dan kehilangan kata-kata nya.
Kali ini Mawangsa langsung menoleh kearah Maya dan menatap sendu wajah gadis tersebut.
"Kenapa kamu tidak pernah mengatakan apapun pada ku?"
Mendengar pertanyaan mantan suaminya tersebut seketika membuat Maya menaikkan ujung alisnya.
"Apakah kau akan percaya ketika aku mengatakan nya?"
Tanya Maya kemudian.
"Mata mu telah dibutakan oleh cinta"
Setelah berkata begitu Maya langsung membuang pandangannya.
Sekelabat ingatan menghantam Maya di masa kemarin, bagaimana dia mencoba menyelamatkan Shinta, bahkan dia mencoba untuk terus berusaha mendonor kan darahnya dari waktu ke waktu.
Bahkan dia rela kekurangan tidur dan juga hilir mudik ke rumah sakit hanya demi untuk kesadaran dan kesembuhan Shinta.
Hal tersebut dia lakukan agar memangsa bisa melihat Shinta kembali seperti dulu lagi.
Dia menurunkan segala macam harga dirinya untuk seorang perempuan bernama Sinta, Perempuan yang pernah menjadi teman nya di masa lalu.
Bahkan dia melakukan berbagai macam metode penyembuhan dengan mengorbankan banyak kesehatan nya demi untuk menyelamatkan Shinta.
Cinta benar-benar membuat buta seseorang.
Jika ingat hal yang kemarin, Maya pikir betapa bodohnya dia mencintai Mawangsa yang tidak pernah menatap kearah nya.
__ADS_1
Mawangsa menatap wajah Maya yang membuang pandangan dari dirinya, perasaan nya kini menjadi begitu sulit dan rumit.
Dan kini dia baru menyadari soal Maya, gadis itu telah berubah dan sangat berbeda saat ini.
Maya tidak lagi menjadi gadis yang kemarin yang bersamanya, Maya bukan lagi gadis lemah lembut dan berbudi luhur dimana gadis itu selalu dengan setia mencintai diri nya, melayani nya bahkan menunggu nya terkantuk-kantuk pulang kerumah Mereka.
Maya benar-benar terlihat dingin dan jijik melihat nya, Maya seolah-olah menjadi orang asing untuk diri nya.
Melihat ekspresi mawangsa yang menatap Maya dengan tatapan syahdu dan hangat, seketika membuat Shinta khawatir, perempuan tersebut secepat kilat mengambil sepotong perhiasan dan mendekati Maya.
Dia pura-pura meminta maaf pada Maya untuk menarik perhatian Mawangsa dan semua orang.
Shinta pura-pura menangis dan meminta maaf pada Maya.
"Maafkan aku Maya, aku tidak pernah melakukan hal tersebut..aku…kau tahu aku juga korban dalam kecelakaan 6 tahun yang lalu, aku pikir seseorang pasti ingin menjebak kita membuat kita bertengkar dan saling salah paham"
Shinta jelas tidak akan rela membuat dirinya menjadi bahan olokan dan juga orang-orang berpikir jika dia yang bersalah, harus menggunakan cara agar terlihat sebagai seorang korban juga di sana.
"Aku yakin seseorang menjebak kita berdua dan berusaha untuk mengambil keuntungan di kecelakaan kemarin"
Selain menaruh simpati dan meminta Maya memaafkan Maya, mereka pikir hadiah yang diberikan Shinta sungguh sangat mahal luar biasa.
Gadis itu berhak menerimanya dan sangat beruntung.
Ayah Shinta juga pada akhirnya mengesampingkan ego nya, dia berharap Maya melupakan segalanya dan memaafkan putri nya, dia berharap Maya mengambil hadiah tersebut.
Maya jelas tidak ingin menerima nya, dia mana mungkin memaafkan Begitu saja orang-orang yang mencoba membuat buruk nama nya.
"Kau layak menerima nya"
Saat Mawangsa ikut bicara Maya baru menyadari soal sesuatu.
__ADS_1
Meskipun dia tidak bersalah sekalipun dan masa lalu telah terbongkar, kesalahpahaman telah diluruskan, Mawangsa tetap akan berdiri disamping Shinta dan tidak akan menoleh kearah nya.
Keadaan tidak akan mengubah apapun.
Dia jelas sakit hati.
"Ambillah, aku mewakili keluarga umbrella dan calon istri ku untuk meminta maaf"
Ucap Mawangsa lagi.
Maya mendengus, Dia menolak kalung perhiasan tersebut hingga membuat orang-orang mencibir dan berkata betapa tingginya harga diri Maya, semua orang seolah-olah kembali ingin menindas nya.
Dave berkata abaikan saja semua orang, sebab harga tinggi Maya jelas tidak bisa di nilai dengan uang dan perhiasan.
"Harga dirimu begitu tinggi"
Lirih Mawangsa.
Mendengar mawangsa seolah-olah ikut menindasnya membuat Maya begitu sakit hati, Maya yang berniat pergi seketika menghentikan langkah nya.
Maya kini melangkah mendekati Shinta, dia sejenak menatap Mawangsa lalu gantian menatap Shinta.
"Aku ingin permintaan maaf nya dibayar dengan ini"
Ucap Maya tiba-tiba sambil menunjuk kalung perhiasan yang merupakan hadiah pernikahan Mawangsa untuk Shinta.
Mendengar ucapan Maya seketika Shinta menggenggam kalung pemberian Mawangsa, dia menggelengkan kepalanya.
"ini adalah hadiah pernikahan"
Shinta bicara sambil menoleh kearah Mawangsa.
__ADS_1
"Kata nya ingin memberikan aku hadiah? Kenapa sekarang jadi tidak ingin memberikan nya?"
Tanya Maya dengan nada dingin serta tatapan menggelap nya kearah Mawangsa.