Terjerat Cinta Sang Duda

Terjerat Cinta Sang Duda
TCSD 118 : Di Taman


__ADS_3


"Jadi bagaimana, apakah kamu mau menerima lamaranku?"


Di sebuah bangku taman, Krisna dan Sekar nampak duduk berdua sembari menatap lekat kolam bunga teratai yang nampak begitu menyejukkan mata. Daunnya yang lebar dan mengapung di atas permukaan air kolam yang berpadu dengan batang bunga yang menjulang berwarna merah jambu, seakan menjadi pemandangan yang memiliki kesan romantis, sama seperti keromantisan dua insan itu di mata orang-orang yang berlalu lalang di dekatnya. Padahal, jika mereka tahu, kedua insan itu sama sekali belum memiliki hubungan apapun, selain hanya hubungan sekedar saling mengenal nama satu sama lain.


Sekar, gadis belia berusia dua puluh satu tahun itu nampak sedikit terkejut mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh lelaki yang saat ini tengah duduk di sisinya. Ia menganggap bahwa apa yang diucapkan oleh Krisna saat pertama datang ke rumah yang ia tempati tadi hanyalah sebuah gurauan belaka. Namun ternyata, detik ini kembali lelaki itu pertanyakan lagi. Dan tidak ada satu ekspresi yang nampak di wajahnya selain hanya ekspresi seseorang yang tengah terkejut dan bingung setengah mati.


"Tuan, sepertinya ini terlalu cepat. Kita bahkan baru saja saling mengenal bukan? Rasa-rasanya tidak patut jika Tuan langsung membahas perihal pernikahan."


Apa yang diucapkan oleh Sekar bukan tidak tanpa alasan. Gadis itu berpandangan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah sesuatu yang mustahil. Di matanya perasaan yang hadir di saat pertemuan pertama antara seorang lelaki dan perempuan hanyalah sebatas rasa kagum dan bukan cinta. Hal itulah yang membuat gadis belia itu sedikit ragu dengan apa yang dirasakan oleh lelaki dewasa yang berada di sampingnya ini.


Krisna mengulas sedikit senyumnya. Memang ada benarnya apa yang dikatakan oleh gadis ini. Ia sendiri pun sejatinya masih belum terlalu yakin apakah yang ia rasakan itu adalah cinta atau hanya sekedar mengagumi saja. Namun, semenjak kejadian di mana gadis itu hampir menjadi korban kekalapan sang ayah tiri, rasa ingin menjadi pelindung yang ada dalam dirinya untuk gadis ini tiba-tiba datang begitu saja. Dan menurutnya, hanya dengan menikahi gadis inilah yang menjadi jalan satu-satunya.


"Mungkin di matamu ini semua terlalu cepat, namun tidak bagiku. Aku sudah yakin dengan perasaanku ini bahwa aku menginginkanmu untuk menjadi pendamping hidupku."


"Apakah kita tidak mencoba untuk saling mengenal terlebih dahulu, Tuan? Maksud saya kita menjalani sebuah hubungan yang serius terlebih dahulu?"


Krisna tergelak lirih. Dari apa yang diucapkan oleh gadis di sampingnya ini, seperti ada sesuatu yang terasa menggelitik telinga. "Bagiku, sesuatu yang serius itu adalah pernikahan. Selain pernikahan, di mataku hubungan yang terjadi di antara dua orang bukanlah hubungan yang serius. Karena hanya di dalam pernikahan lah kita dituntut untuk saling menjaga komitmen yang sudah dibuat."


Entah apa yang terjadi, perjaka tua yang di masa lalunya sering bergonta-ganti kekasih itu mendadak menjadi seorang laki-laki yang memiliki pemikiran yang begitu bijak. Kali ini dia begitu mengagungkan sebuah hubungan pernikahan setelah menghentikan pengembaraannya dalam mencari apa makna dari sebuah kata cinta sejati. Cinta yang patut diperjuangkan, dijaga kesuciannya dan tidak hanya sekedar untuk bermain-main atau hanya sekedar pelampiasan ***** saja.

__ADS_1


Siapa yang tidak mengenal Krisna? Bahkan seluruh pembaca setia cerita ini tahu bagaimana track record seorang Krisna Raka Argananta dalam kehidupan percintaannya. Yang ia jalani sejauh ini tidak lebih hanya sekedar bersenang-senang saja dengan wanita yang menjadi pasangannya. Seorang pengembara cinta yang sama sekali belum menemukan apa itu cinta, yang memang harus dijaga kemurnian dan kesuciannya. Dan semalam, semenjak hatinya terusik oleh kehadiran gadis pembawa sayur sup, lelaki itu semakin merasa yakin untuk menjalani sisa hidupnya bersama gadis itu.


Sekar yang sebelumnya intens memandang hamparan kolam teratai yang berada di hadapannya ini, sedikit ia geser untuk memandang lelaki di sampingnya. "T-Tuan.... Saya..."


Ekor mata Krisna yang menangkap pergerakan posisi tubuh sang gadis, membuatnya juga menggeser posisi duduknya. Dan kini pandangan keduanya saling bertemu dan mengunci.


Krisna menyunggingkan seutas senyum di bibirnya. Ia raih lengan tangan Sekar, dan ia bawa ke dalam dekapannya. "Bisakah kamu mendengar apa yang ada di dalam dadaku?"


Daun telinga Sekar yang berada tepat di dada bidang Krisna sedikit terkesiap. Alunan degup jantung yang terdengar begitu kencang, seperti mengisyaratkan jika saat ini lelaki itu tengah merasakan sebuah rasa yang bergelora. Bisa jadi itu adalah cinta.


Sekar mengangguk pelan. "Ya, saya bisa mendengarnya."


"T-tapi Tuan..."


"Ssstttt...." Krisna memangkas ucapan Sekar. Lelaki itu semakin mengeratkan dekapannya. Dengan lembut, ia membelai rambut hitam gadis ini. "Aku sungguh ingin menjalani sebuah hubungan yang serius denganmu. Bukan hanya sekedar pacaran. Aku ingin menikahimu, menjadikanmu istriku untuk mendampingi sisa usiaku."


Tes.....


Setetes bulir bening meluncur bebas dari pelupuk mata Sekar. Berada di dalam dekapan Krisna, seakan memutar kembali memory nya akan dekapan penuh kasih sang ayah yang telah tiada. Kata demi kata yang terucap dari bibir Krisna, layaknya sebuah tetes air hujan yang membasahi jiwanya yang gersang akan makna cinta dan kasih sayang. Karena semenjak sang ayah pergi untuk selamanya, ia bahkan tidak pernah lagi merasakan apa itu kasih sayang.


"S-Saya harus menjawab apa Tuan?"

__ADS_1


Krisna tersenyum simpul. "Aku tidak menuntutmu untuk memberikan kepastian untukku saat ini juga. Aku hanya minta satu hal kepadamu, Sekar!"


"Apa itu Tuan?"


Krisna mengurai pelukannya. Ia tatap lekat netra bening milik gadis di hadapannya ini. Ia usap pipi sang gadis dengan penuh kelembutan. "Rasakan semua yang akan aku lakukan untukmu, Sekar. Aku tidak akan membuktikan rasa cinta yang aku miliki kepadamu dengan bermain kata manis di depanmu. Aku akan membuktikan rasa cintaku dengan cara menjadi seseorang yang selalu berada di sisimu, untuk melindungimu."


Ucapan Krisna semakin mendorong kristal bening yang berkumpul di pelupuk mata Sekar untuk lebih deras mengalir. Sosok seorang ayah yang selalu melindunginya, saat ini nampak jelas tergambar dari dalam diri lelaki asing yang baru semalam ia kenal. Sekar tak dapat berucap apapun. Bibirnya terkatup rapat. Hingga gadis itupun hanya bisa menatap wajah Krisna dengan sorot mata tak terbaca.


Krisna mendekatkan wajahnya di wajah Sekar. Mengikis jarak yang sebelumnya tercipta. Jemari tangannya meraih dagu sang gadis. Sedikit memiringkan wajahnya dan menatap netra Sekar dengan teduh, lelaki itu mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibir sang gadis.


Sekar terkesiap mendapatkan serangan dadakan dari Krisna. Tubuhnya terpaku dan bibirnya juga terkatup merasakan sensasi bibir lelaki ini saat menyentuh bibirnya.


Tak selang lama, Krisna mengakhiri kecupannya. Ia usap bibir sang gadis dan tersenyum manis. "Aku akan menunggumu sampai kamu siap untuk menjadi istriku, Sekar. Semoga kamu adalah wanita yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menjadi akhir dari penantianku selama ini."


.


.


. bersambung...


🌹Tetaplah yakin setiap cerita yang ditulis sepenuh hati, akan mendapatkan tempat di hati masing-masing para pembaca

__ADS_1


__ADS_2