
Pesta masih berlanjut. Untuk saat ini Dewa bisa sedikit bernafas lega. Akibat sang istri memergoki para tamu undangan di acara pernikahan Krisna ini tidak bisa melepaskan pandangan mereka ke arahnya, pada akhirnya wanita bergelar nyonya Rangga Danabrata Dewandaru itu mengizinkan sang suami untuk mengganti pakaian yang ia kenakan. Alhasil saat ini satu setel tuxedo warna hitam bisa melekat di tubuhnya.
Beruntung Dewa adalah salah seorang laki-laki yang cerdas. Semenjak berada di rumah, ia sudah memiliki firasat bahwa permintaan sang istri akan kembali membuatnya kelimpungan. Diam-diam lelaki itu membawa satu setel tuxedo warna hitam yang ia masukkan ke dalam paper bag. Dan ternyata berguna juga.
"Oma... Oma tidak lupa bukan, jika Oma akan memberikan hadiah untukku ketika aku menikah?"
Sedikit merasa jenuh duduk di atas pelaminan, Krisna dan Sekar memilih untuk bergabung dengan keluarga oma Widuri yang tengah duduk di salah satu meja VIP. Mereka larut dalam obrolan-obrolan ringan dan sesekali terlihat tertawa-tawa seakan menambah suasana hangat di siang hari ini.
Oma Widuri yang tengah meneguk jus jeruk yang terhidang di hadapannya, sedikit mengerutkan kening. Berupaya untuk mengingat kembali akan apa yang pernah ia janjikan kepada Krisna. "Hadiah? Hadiah apa Kris?"
Krisna sedikit berdecak. Meski wajah oma Widuri tidak terlalu nampak menua, namun tetap saja memory wanita berusia senja ini sedikit mengalami penurunan. Oma Widuri lupa akan apa yang pernah ia janjikan.
"Hmmmmm... Oma Widuri benar-benar lupa atau pura-pura lupa?"
"Oma benar-benar lupa Kris. Memang apa yang sudah Oma janjikan?"
Dewa yang mendengar percakapan oma Widuri dan asistennya ini hanya bisa mengernyitkan dahi. Apa gerangan yang menjadi bahan pembicaraan kedua orang itu. "Sebenarnya Oma dan Krisna ini sedang membicarakan apa? Mengapa Dewa tidak paham sama sekali?"
Krisna menautkan pandangannya ke arah Dewa dengan bibir sedikit mencebik. "Kamu tidak perlu tahu Wa. Karena ini adalah urusanku dengan Oma. Oma sudah menjanjikan sebuah hadiah istimewa untuk pernikahanku."
__ADS_1
"Hadiah istimewa?" Dewa menatap lekat netra milik sang oma. Mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya sudah dijanjikan oleh sang oma kepada asistennya ini. "Sebenarnya Oma menjanjikan hadiah apa untuk Krisna? Kok bisa sampai lupa?"
Kedua bola mata oma Widuri berotasi. Berupaya untuk mengingat-ingat sesuatu. Dan hingga akhirnya... "Aaaaaahhh iya, Oma ingat. Oma memang sudah mempersiapkan hadiah istimewa untuk pernikahan Krisna ini."
Gegas Oma Widuri mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya. Dan menghubungi Kasim yang tengah menunggu di dalam mobil untuk mengambilkan sebuah kotak yang ia letakkandi dalam bagasi.
"Sabar ya. Kasim sedang mengambilkannya. Oma baru sadar kalau Oma lupa membawa kado itu kemari."
Tak selang lama Kasim menghampiri tempat duduk oma Widuri sembari membawa sebuah kotak yang sudah terbungkus oleh kertas kado bermotif batik.
Wajah Krisna nampak berbinar. Ia sudah tidak sabar untuk bersegera membuka kotak kado yang dibawakan oleh Kasim ini. Ia sangat yakin jika di dalam kotak ini telah tersimpan sebuah sertifikat rumah yang sudah dijanjikan oleh oma Widuri.
"Nah Kris, bukalah! Ini adalah hadiah pernikahanmu. Oma harap kamu menyukainya."
"Tentu saja Krisna akan menyukainya, Oma. Karena..." Krisna menjeda sejenak ucapannya, tatkala pandangan matanya menatap lekat isi di dalam kotak ini. "Oma... I-ini?"
Oma Widuri mengangguk mantap. "Ya, itu hadiah dari Oma. Bagaimana? Kamu menyukainya bukan?"
Krisna seperti kesusahan menelan salivanya tatkala melihat berbagai merk jamu kuat yang berada di dalam kotak ini. Dewa yang begitu ingin tahu dengan apa yang diberikan oleh oma Widuri, buru-buru menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Krisna. Seketika lelaki itupun terbahak.
__ADS_1
"Hahahaha haahaahaa aku tidak bisa membayangkan jika semua jamu ini kamu konsumsi, Kris. Bisa-bisa tiga hari senjatamu tidak layu."
Sekar dan Mara juga ikut mengintip kado pemberian oma Widuri ini. Keduanya juga menampakkan ekspresi wajah yang dipenuhi oleh keterkejutan. Namun tak selang lama kedua wanita itu tergelak. Terlebih Sekar. Wanita itu terlihat tersipu malu. Sepertinya ia membayangkan semua yang berhubungan dengan jamu kuat ini yang tidak lepas dari aktivitas bercinta.
Krisna sedikit mendengkus. Ternyata yang ada di dalam kotak ini bukanlah sertifikat rumah seperti yang dibayangkan di dalam pikirannya. "Hmmmmm... Oma meragukan keperkasaanku? Sampai harus memberikan kado berbagai merk jamu kuat seperti ini? Tanpa meminum ini pun, aku juga sudah kuat, Oma!"
"Oma hanya takut milikmu tidak lagi berfungsi dengan baik karena sudah lama tidak kamu asah, Kris. Jadi Oma berikan jamu kuat ini untukmu." Oma Widuri kembali meneguk jus jeruknya. "Kamu harus meminum jamu ini karena sudah jauh-jauh Oma memesannya."
"Jauh? Memang dari mana Oma?"
"Di dalam jamu ini terdapat racikan tanaman pasak bumi dari Kalimantan. Dan langsung di datangkan dari pulau itu. Sangat jauh bukan?"
Krisna hanya mengangguk pelan. "Baiklah Oma. Krisna akan meminumnya. Tapi jangan lupa satu hadiah istimewa yang sudah Oma janjikan ya."
Dahi oma Widuri kembali mengerut. "Hadiah apa lagi Kris?"
Krisna menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan oma Widuri. Perlahan ia berbisik. "Rumah mewah yang sudah Oma janjikan kepada Krisna!"
.
__ADS_1
.
. bersambung....