
Warning : Mengandung adegan 21++... Mohon bijak dalam memilih bacaan...🤗🤗🤗
__________________
Rambut hitam sedikit bergelombang itu nampak basah. Meskipun udara di Puncak ini terasa begitu dingin, namun sama sekali tidak menyurutkan niat wanita itu untuk membersihkan tubuhnya. Seharian berada di dalam perjalanan membuat tubuh wanita itu serasa begitu gerah. Dan hanya dengan membasuh tubuhnya dengan air seperti inilah yang membuatnya segar kembali.
Mara terlihat tengah berkutat dengan sayuran yang ada di hadapannya. Kali ini ia akan memasak tumis kangkung dan juga membuat ayamg goreng. Menu sederhana yang bisa untuk mengisi perutnya yang kelaparan. Sedangkan lelaki dewasa yang baru saja selesai dengan ritual mandi yang ia lakukan, sedari tadi hanya bisa mengintai wanita itu dari balik punggungnya dengan tatapan yang sukar diartikan.
Entah mengandung apa tubuh istrinya ini. Jangankan menatap punggungnya, menatap jempol kaki sang istri saja sudah membuatnya bernafsu untuk menyentuhnya. Terlebih keadaan rambut sang istri yang nampak basah seperti ini, yang membuatnya nampak berkali-kali lipat lebih seksi.
Grep!!!!
Tanpa membuang banyak waktu, Dewa melangkahkan kakinya dengan berjinjit agar tidak menimbulkan suara dan langsung memeluk tubuh Mara dari belakang. Perbuatan Dewa inilah yang sukses membuat Mara terkejut setengah mati. Pisau yang ia gunakan untuk mengupas bawang tetiba terlepas dari genggamannya.
"Mas.... Bikin kaget saja loh! Tidak ada angin, tidak ada hujan tahu-tahu sudah ada di belakangku!"
Masih sambil memunggungi Dewa, Mara kembali mengambil pisau yang sempat terlepas dari genggaman tangannya. Ia kembali mengupas bawang yang sebelumnya sempat terhenti karena kedatangan sang suami yang tiba-tiba ini.
Dewa mulai melancarkan aksinya. Jika sudah seperti ini, tidak ada hal lain yang dapat ia lakukan selain bersegera menerkam istrinya. Ia bahkan tidak perduli dengan apa yang sedang dilakukan oleh Mara, yang paling penting ia bisa segera menuntaskan hasrat yang begitu berkobar di dalam tubuhnya.
Dewa meletakkan kepalanya di ceruk leher Mara. Ia sapu bagian leher istrinya ini dengan bibir sensualnya. Tangan yang sebelumnya melingkar di pinggang ramping Mara, kini perlahan mulai merayap naik ke bagian dada sang istri. Ia remas bagian favoritnya itu sehingga membuat tubuh Mara meremang seketika.
__ADS_1
Mara menggigit bibir bawahnya tatkala merasakan bulu kuduknya sudah mulai berdiri tatkala merasakan hembusan nafas sang suami yang begitu terasa di telinganya. "Mas.... Sebentar. A-Aku sedang memasak!"
Mara mencoba bernegosiasi dengan Dewa. Namun sepertinya sang suami tetap acuh. Ia justru semakin bersemangat untuk melancarkan aksinya.
"Ya masak saja Sayang. Aku tidak akan mengganggumu. Aku hanya ingin melihat istriku ini memasak saja kok. Tidak lebih!"
Mara berdecak. Hanya ingin melihatnya memasak? Sungguh jawaban yang begitu menggelikan. Bagaimana ia berkosentrasi untuk memasak jika tubuhnya digerayangi seperti ini?
"Tapi Mas... Aaaaaahhh....."
Ucapan Mara terpangkas tatkala sang suami sudah berhasil membuka resleting dress yang ia kenakan dan mulai menyapu bagian punggungnya dengan lidahnya. Perbuatan Dewa itu sukses membuat bagian punggungnya terekspos dengan sempurna dan terlihat begitu menggoda di bawah sinar lampu dapur yang sedikit redup ini.
"Sayang... Sebenarnya apa yang kamu pakai? Mengapa punggung kamu ini terlihat begitu menggoda? Hemmmmm....?"
Apa yang tidak menggoda di matamu Mas? Perasaan jari kelingkingku saja juga menggoda di matamu. Apalagi punggung ini. Yang bisa aku pastikan berkali-kali lipat menggoda di matamu.
Mara hanya bisa memejamkan mata tatkala merasakan lidah Dewa menyusuri setiap jengkal punggungnya. Tidak hanya sampai di sana saja. Sang suami ternyata juga telah menurunkan dress yang ia pakai, hingga bagian depan pun juga telah terekspos dengan sempurna.
"Uuhhhhhh... Mas....."
Sungguh perbuatan Dewa ini hanya bisa membuatnya mendesah. Sapuan lidah sang suami di bagian punggungnya, dibarengi dengan telapak tangannya yang meremas-remas bukit kembar miliknya ini, sukses membuatnya juga terbakar oleh gairah yang menggelora. Tak ada yang dapat ia lakukan selain hanya menikmati sentuhan memabukkan suaminya ini.
Dewa membalikkan tubuh Mara. Ia tatap lekat-lekat netra bening milik istrinya ini. Tanpa basa-basi, Dewa mulai melahap habis bibir tipis milik sang istri yang begitu menggoda ini. Keduanya larut dalam pagutan bibir itu. Saling menghisap, saling melilit, dan saling menyesap segala kenikmatan yang tersimpan di dalamnya. Seakan keduanya tidak ingin saling melewatkan segala kenikmatan yang ada di dalam rongga mulut masing-masing.
__ADS_1
Dewa melepaskan pagutan bibirnya. Pandangan matanya mulai terlihat sayu layaknya dipenuhi oleh kabut hasrat yang begitu tebal. Lelaki itu mulai melepaskan tali pengait bra yang dipakai oleh sang istri dan sukses membuat semua keindahan yang berada di bagian dada sang istri terpampang jelas saat ini.
Senyum seringai terbit begitu saja di bibir Dewa. Tangannya meraih botol madu yang tersimpan di sebuah kabinet yang berada di atasnya. Ia buka tutup botol itu dan kemudian ia tuang isinya di atas permukaan tubuh sang istri.
"Eemmmmphhh....Mas..... Dewa....."
"Sssrrrpppp... Aaahhhh... Sayang....."
Kedua bola mata Mara terbelalak sempurna. Saat sang suami mulai menjelajahi tubuh bagian depannya dengan lidahnya hanya dapat menyisakan gelenyar-gelenyar aneh yang ia rasakan. Sungguh apa yang dilakukan suaminya ini begitu lihai. Ia pun hanya dapat memejamkan mata sembari meremas-remas rambut milik suaminya ini.
Dewa meraih tangan Mara. Ia tuntun tangan milik istrinya ini untuk membuka lilitan tali bathrobe yang ia kenakan. Dan pada akhirnya bathrobe yang ia kenakan terlepas begitu saja dan terlihat dengan sempurna ular piton yang ia miliki yang telah siap untuk masuk ke dalam sarangnya.
"Hhmmmphhhh... Sayang... Oouuuhh....."
Lagi, Dewa dibuat terkesiap dengan apa yang dilakukan oleh istrinya ini. Tetiba istrinya mengambil posisi jongkok dan mulai menikmati apa yang ada di depannya. Layaknya menikmati sebatang lolipop candy, istrinya ini terlihat begitu lihai memainkan miliknya ini di dalam mulutnya. Perbuatan Mara inilah yang sukses membuat lelaki itu merem melek dibuatnya.
Dewa sudah tidak dapat menahannya lagi. Gegas, ia meraih tubuh Mara untuk ia buat dalam posisi berdiri sempurna. Ia buka pakaian yang masih sedikit menggantung di tubuh sang istri hingga kini, ia pun juga dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Ia naikkan sebelah kaki milik Mara, hingga bagian di lipatan paha sang istri terlihat dengan sempurna. Sembari memagut bibir milik sang istri, Dewa mulai mengarahkan senjata pamungkasnya untuk bisa menjangkau bagian inti milik istrinya ini. Dengan gerak perlahan, ia mulai melakukan penetrasi untuk bisa meraih apa itu puncak kenikmatan. Dan pada akhirnya, suasana dapur malam ini dipenuhi oleh desahan-desahan sensual dan nafas yang sama-sama memburu dari sepasang suami istri yang tengah larut dalam lautan hasrat yang begitu menggelora.
Rupa-rupanya mereka tengah mencari suasana baru. Dengan bercinta di dapur yang sepertinya bisa semakin meningkatkan adrenalin dalam tubuh mereka. 😅😅
.
__ADS_1
.
. bersambung...