
Di sebuah kafe dengan konsep kekinian, terlihat dua orang wanita yang tengah menikmati dua cangkir vanilla late yang ada di hadapan masing-masing. Dilengkapi dengan potato wedges dan fish and chips, seakan semakin menampakkan bahwa kedua orang itu merupakan orang kaya yang tengah menghabiskan waktu luangnya untuk bersantai ria sembari menikmati kekayaannya.
Penampilan keduanya pun cukup nyentrik. Dengan pakaian, tas, sepatu branded yang seakan menegaskan bahwa kedua wanita itu benar-benar orang kaya. Ya, mereka adalah Tanti dan sang anak, Puspa.
Kekayaan yang ia dapatkan dari juragan Karta, benar-benar telah merubah gaya hidup mereka. Selang satu hari tiba di kota ini, kedua wanita itu disibukkan dengan mencari perumahan elit yang menjadi tempat tinggal mereka. Berbelanja bermacam-macam barang branded yang pastinya dapat menaikkan status sosial mereka. Tidak lupa, sebuah skuter matic keluaran terbaru juga mereka beli untuk memudahkan aktivitas mereka sehari-hari.
"Aku tidak menyangka jika hidup kita akan seperti ini Mam. Sungguh sangat-sangat sempurna."
Bahkan panggilan untuk sang ibu pun berubah. Dari ibu menjadi mami. Sebuah panggilan yang menurutnya akan semakin meningkatkan derajatnya. Sembari memainkan ponsel ditangannya, gadis belia itu terlihat sangat begitu menikmati kehidupannya saat ini. Tak jarang, gadis itu mengabadikan momen-momen terbaiknya di salah satu media sosial yang ia miliki.
"Ternyata gadis itu tidak selamanya membawa kesialan untuk kita. Justru malah memberikan keberuntungan. Jika seperti ini rasanya aku benar-benar ingin berterima kasih kepada gadis itu."
Sembari men-touch up wajahnya dengan bedak, wanita paruh baya itu menanggapi ucapan sang anak dengan santai. Rasa terima kasih itu seakan bergelayut manja seakan terus memaksanya untuk dapat ia ucapkan di hadapan gadis itu. Sungguh salah satu mimpi sempurna yang bisa ia raih dalam waktu sekejap.
"Ppsssstttt... Mam, lihatlah dua lelaki yang duduk di sana!" bisik Puspa ke arah sang mama sembari menunjuk dua orang lelaki yang duduk di salah satu bangku yang terletak tidak jauh dari tempatnya berada.
Tanti mengedarkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Puspa. "Ada apa dengan mereka Pus?"
"Dua orang lelaki itu sedari tadi melihat ke arah kita Mam. Aku rasa mereka mengagumi kita."
Tanti hanya tersenyum tipis. "Ya, dengan menjadi orang kaya seperti ini, siapapun pasti akan terpikat dengan kita, Pus. Jadi kamu harus bersiap-siap untuk menjadi istri pengusaha kaya raya."
Puspa dan Tanti sedikit terkesiap tatkala melihat dua orang laki-laki yang duduk tak jauh dari tempatnya duduk ini mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Hai? Apakah boleh jika kita gabung di tempat ini?" ucap lelaki itu mengawali sesi perkenalannya dengan Tanti dan juga Puspa.
Ibu dan anak itu saling melempar pandangan, dan kemudian sama-sama mengangguk. "Ah, silakan. Kami juga sangat senang jika ada orang lain yang menjadi teman untuk mengobrol."
Melihat lelaki berpakaian rapi dengan tubuh tegap dan gagah, membuat Tanti dan Puspa girang tiada terkira. Mereka menganggap jika upayanya untuk memikat lelaki-lelaki kaya sudah berada di depan gerbang keberhasilan.
"Aku Anton, dan ini keponakanku yang bernama Rizal. Kalian sendiri siapa?" tanya lelaki yang berusia lebih tua yang diketahui bernama Anton.
"Aku Tanti dan ini putri saya yang bernama Puspa!" jawab Tanti dengan wajah berbinar-binar.
"Tanti dan Puspa. Nama yang begitu cantik. Cocok dengan style yang ada dalam diri kalian," timpal Rizal yang mulai memuji ibu dan anak itu.
Puspa terkikik lirih. "Ah, kamu ini bisa saja. Aku benar-benar malu."
"Ucapanku memang benar adanya. Rasa-rasanya baru sekali aku bertemu dengan ibu dan anak yang sama-sama cantik seperti ini. Bahkan, ibu Tanti ini masih nampak seperti seorang wanita yang berusia tiga puluh tahun," sambung Rizal berupaya untuk kembali memuji. Dan benar saja, ucapan Rizal itu sukses membuat hati Puspa dan Tanti seakan dipenuhi oleh bunga-bunga kebahagiaan.
Tanti menghembuskan nafas sedikit kasar. "Sebenarnya kami tengah bingung."
"Bingung karena apa? Ceritakan saja kepada kami. Barangkali kami bisa membantu," ucap Rizal seolah ingin menjadi sang dewa penolong untuk wanita yang tengah dilanda oleh kebimbangan.
"Aku berencana ingin membangun sebuah usaha salon dan spa. Namun aku tidak tahu harus dari mana aku mengawalinya?" Tanti menjawab dengan mimik wajah yang sendu, seakan ia dilanda oleh kebingungan yang luar biasa.
"Membangun usaha salon dan spa? Memang kalian memiliki modal berapa?" tanya Anton benar-benar ingin tahu.
"Kami memiliki modal sejumlah tiga milyar. Aku rasa modal itu sangat cukup untuk membangun usaha salon dan spa seperti yang aku inginkan. Namun aku masih bingung dari mana harus mengawalinya."
__ADS_1
Anton dan Rizal saling melempar pandangan. Dan seketika senyum penuh arti terbit di bibir keduanya.
"Jangan bingung. Kebetulan aku juga memiliki usaha salon dan spa seperti itu. Aku akan membantu kalian untuk membuka usaha seperti yang kalian inginkan."
Puspa dan Tanti saling berpandangan.
"Benarkah? Jadi aku bisa belajar dari kalian?" Puspa bertanya mencoba mencari sebuah penegasan dari kedua lelaki di hadapannya ini.
"Itu benar sekali. Jadi bagaimana? Apakah kalian mau menerima bantuan dariku? Aku pastikan dalam jangka waktu satu bulan, dengan uang tiga milyar itu, kalian bisa langsung membangun tiga salon dan spa sekaligus. Dan pastinya dengan tiga salon dan spa itu keuntungan yang kalian dapat akan berlipat ganda."
Wajah Puspa dan Tanti nampak semakin cerah. Lembaran-lembaran uang seakan menari-nari di dalam otak mereka. Mereka membayangkan pundi-pundi kekayaannya akan bertambah semakin banyak dalam waktu yang sangat singkat.
"Baiklah, aku terima tawaran dari kalian. Bantu aku untuk membuka usaha salon dan spa seperti yang aku mau," ucap Tanti menjadi akhir pembicaraan dengan kedua lelaki yang baru ia kenal itu.
Anton mengulurkan tangannya. "Sepakat?"
Tanpa pikir panjang Tanti juga ikut menyambut uluran tangan lelaki di depannya ini. "Sepakat!"
Hahaha dasar wanita-wanita bo*doh. Bahkan mereka tidak tahu bahwa mereka akan aku tipu habis-habisan. -Anton-
Sungguh, akting om Anton benar-benar sempurna. Dengan mudahnya, ia mengarang cerita bahwa ia adalah salah satu pengusaha salon dan spa yang sukses. Padahal kita hanyalah pengangguran yang tidak banyak acara. Namun dengan seperti ini, rasa-rasanya jalan kita untuk menjadi orang kaya secara instan akan segera terwujud. Dan sungguh polos wanita-wanita ini. Mereka langsung percaya begitu saja kepada orang yang baru mereka kenal. -Rizal-
.
.
__ADS_1
. bersambung.....
Selingan cerita Tanti dan Puspa dulu ya Kak.. Hehehehe sebelum kembali ke Dewa dan Maraππ