
Warning!!!
Mengandung beberapa adegan 21++. Mohon bijak dalam memilih bacaan 🤗🤗
___________________
Krisna PoV
Apa yang ada di dalam benak kalian ketika kalian berperan menjadi raja dan ratu sehari di sebuah acara pernikahan? Bahagia bukan? Ya, memang terasa begitu membahagiakan. Bagiku hari ini adalah hari yang paling berkesan. Hampir empat puluh tahun, Tuhan menitipkan sebuah nyawa di dalam tubuhku, ternyata baru hari ini aku bisa merasakan apa itu kebahagiaan yang sesungguhnya. Ya, bahagia karena telah menemukan sosok seorang wanita yang menjadi dermaga cinta dan menjadi tanda akhir, aku berkelana dalam mencari makna cinta sejati.
Sungguh kebahagiaan ini tidak ingin aku tukar dengan apapun. Bahagia karena bisa bersanding dengan seorang wanita yang di mataku terlihat begitu bersahaja dan sempurna, yang bernilai tinggi dan tidak ada satupun yang dapat menandinginya. Apakah kalian menganggap aku terlalu hiperbola? Hahahaha harap maklum ya para pembaca.... Karena aku memang sedang berbunga-bunga.
Di sebuah kamar hotel yang sama dengan tempat diadakannya resepsi pernikahanku, aku berdiri di depan jendela kamar sembari menatap lekat suasana jalan yang dipenuhi oleh lampu-lampu kendaraan yang tengah berlalu lalang. Nyatanya, meski bumi kota Bogor di basahi oleh rintik air hujan, namun tidak menyurutkan niat para penikmat malam untuk menikmati suasana malam Minggu ini. Mereka masih terlihat begitu bersemangat untuk menghiasi ruas-ruas jalan kota ini dengan kuda-kuda besi yang mereka kendarai.
Ceklek.....
Suara pintu kamar mandi yang tetiba merembet masuk ke dalam indera pendengaranku, sukses membuatku sedikit terperanjat. Pandangan mataku yang sebelumnya fokus menatap ruas-ruas jalan dengan barisan kendaraan yang tengah berlalu lalang, kini aku arahkan ke sosok wanita yang baru saja melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.
Seorang wanita yang di dalam penglihatanku nampak jauh lebih cantik dari sebelumnya. Rambutnya basah, panjang terurai dan wajahnya yang terlihat segar seakan makin menambah aura kecantikan yang ia miliki. Aku sungguh terpesona dengan wajah istriku ini. Gegas, aku segera mendekat ke arahnya.
"Kamu terlihat cantik sekali, Sayang. Di bawah cahaya lampu tidur yang temaram ini, seakan membuat kecantikanmu terbias sempurna."
Aku tidak kuasa lagi untuk tidak memeluk tubuh Sekar. Meski badanku masih terasa begitu lengket, namun tetap tidak menyurutkan niatku untuk mendekapnya. Aku benar-benar ingin segera menikmati segala kenikmatan yang tersimpan dalam tubuh istriku ini.
"Mas, mandilah terlebih dahulu. Biar badanmu sedikit lebih segar."
Kurasakan Sekar sedikit menggeliat tatkala bibirku menyapu dengan intens ceruk lehernya. Wanita itu berupaya untuk menjauhkan tubuhku dari tubuhnya. Namun sayang, tenaga yang ia miliki tidak sanggup untuk membuatku menjauh. Aku justru semakin liar dalam mengeksplor bagian leher putih nan jenjangnya.
"Tapi aku sudah tidak sabar ingin segera.... aaaaawwwhhh..."
Ucapanku terpangkas dan sedikit memekik tatkala tiba-tiba Sekar mencubit perutku. Hal itulah yang membuat pelukanku sedikit terurai dari tubuh Sekar.
"Tidak akan pernah ada malam pertama sebelum kamu membersihkan tubuhmu terlebih dahulu, Mas. Sekarang pilihan ada padamu. Kamu ingin bersegera untuk mereguk kenikmatan surga dunia atau justru mengulur-ulurnya?"
Aaahhh... inilah titik lemahku sebagai seorang lelaki dan mungkin untuk Anda-anda semua para pembaca yang berjenis kelamin laki-laki. Aku merasa terlalu lemah jika sudah berhadapan dengan sebuah negosiasi seperti ini. Ini bukanlah sebuah pilihan namun sebuah keharusan, bahwa aku harus segera mandi dan membersihkan diri agar bisa segera melewati prosesi malam pertama ini.
"Bagaimana jika kamu kembali masuk ke dalam kamar mandi Sayang? Dengan begitu di dalam sana kita bisa sembari bercinta? Dan. ..."
Lagi-lagi ucapanku terpangkas tatkala Sekar kembali mencubit perutku. Kulihat bibirnya sedikit mengerucut dan pipinya sedikit mengembung, mungkin ia merasa sedikit jengah karena aku tidak bersegera untuk menuruti kemauannya.
"Aku sedang tidak bernegosiasi denganmu, Mas. Sekarang masuklah ke kamar mandi dan segera bersihkan badanmu. Aku tunggu di atas ranjang ini!"
Mendengar kata ranjang seakan menjadi mantra ajaib yang bisa menghipnotisku. Tanpa banyak bernegosiasi lagi, akupun mengangguk sebagai pertanda aku menyetujui apa yang menjadi titahnya.
"Baiklah Sayang, aku akan segera mandi. Namun beri aku satu kecupan terlebih dahulu di sini!"
Aku menunjuk bagian bibirku dengan telunjuk tanganku. Apakah kalian menganggap aku sebagai lelaki yang banyak mau, karena hanya untuk mandi saja harus ada sebuah persyaratan yang harus dipenuhi oleh istriku? Hahaha haahaahaa semoga kalian semua paham bahwa tidak ada salahnya banyak mau kepada istriku sendiri, daripada banyak mau kepada istri tetangga. Benar bukan?
"Issshhh.. Kamu ini benar-benar banyak mau ya Mas!" Meski terlihat sedikit kesal namun istriku ini mendekatkan wajahnya juga di bibirku. Dan....
__ADS_1
Cup...!!!
Sebuah kecupan yang cukup dalam dari istriku mendarat sempurna di bibirku. Kurasakan wanita itu mengusap bibirku setelah ia mengakhiri kecupannya.
"Segera bersihkan tubuhmu Mas. Setelah itu aku akan...."
Dahiku sedikit mengernyit ketika Sekar kembali menggantung ucapannya. Namun tak perlu menunggu lama aku bertanya-tanya akan apa yang menjadi maksud perkataannya kurasakan wajah Sekar mendekat ke arah telingaku dan lirih ia berbisik.
"Aku akan memanjakanmu mas Krisna!"
Aaahhhh.... ya Tuhan... Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk melakukannya. Tidak perlu menunggu lama, aku mulai mengayunkan kaki dan bergegas untuk membersihkan diri.
***
Mataku terbelalak sempurna tatkala melihat menangkap sesosok wanita yang tengah menyenderkan punggungnya di head board ranjang. Dibalut dengan lingerie warna merah maroon berbahan tipis dan sedikit menerawang seakan semakin membuatku kesusahan untuk menelan ludahku sendiri.
Wanita itu tersenyum manis ke arahku yang semakin membuat wajahnya terlihat semakin cantik saja. Aku bahkan hanya bisa terpaku melihat tubuhnya yang terlihat begitu seksi dan begitu menggoda. Rasa ingin bersegera untuk melahapnya.
"Mas ... Mengapa hanya berdiri di sana? Kemarilah!"
Oh Tuhan... Aku yang biasanya selalu pandai dan piawai dalam hal bercinta seperti ini mendadak seperti hilang ingatan. Aku seperti menjelma menjadi lelaki polos yang tidak tahu harus melakukan apa? Apakah ini sebuah karma? Karma karena dulu aku sering bermain-main dengan makhluk bernama wanita dan kini aku seperti lelaki bo*doh yang tidak paham apa-apa perihal bercinta?
Aku menghirup udara dalam-dalam dan perlahan aku hembuskan. Meski aku seperti berubah menjadi lelaki polos, namun satu hal yang tidak berubah. Ya, juniorku mulai menegang dan berdiri seakan menjadi sebuah sinyal bahwa aku ingin bersegera melakukan penyatuan raga itu. Masih dengan mengenakan bathrobe, kulangkahkan kaki ini untuk bisa lebih dekat dengan Sekar.
Aku berdiri di sisi ranjang masih sambil menatap lekat tubuh Sekar yang terlihat begitu aduhai. Dan apakah kalian tahu apa yang ia lakukan?
"Ooohhhh Sayang ....."
"Sssrrrpppp.... Srrrppp... Srrrppp...."
Suara cairan saliva milik istriku yang membasahi tiap inchi juniorku, seakan semakin membuat suasana di dalam kamar ini semakin panas saja. Aku benar-benar sudah tidak bisa untuk menahannya. Aku ingin segera merasakan kenikmatan bercinta yang sesungguhnya.
Kupegang bahu Sekar dan kucoba untuk menjauhkan wajahnya dari juniorku. Gegas, aku rebahkan tubuh Sekar di atas ranjang hingga kini ia dalam posisi berbaring sempurna. Tanpa pikir panjang aku mulai menanggalkan bathrobe yang masih membalut tubuhku dan juga mulai membuka lingerie yang membalut tubuh Sekar. Hingga kini kami dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun yang menutupinya.
Kupagut bibir tipis milik Sekar. Kumainkan lidahku di dalam rongga mulut istriku ini. Menikmati, dan menyesap segala kenikmatan yang tersimpan di dalamnya. Aku tidak menyangka jika istriku ini lihai juga dalam berciuman. Ku geser bibirku untuk turun ke bawah. Menyapu leher putih nan jenjang milik istriku ini.
"Ssssshhhhh.... Mas Krisna...."
Kudengar des*ahan hasrat keluar dari bibir Sekar saat aku mulai menghisap lehernya hingga meninggalkan jejak kemerahan. Tidak hanya sampai di sana. Aku mulai semakin bergairah saat sorot mata ini menatap lekat dua buah gundukan daging yang terlihat begitu kenyal dan sintal seakan menantang untuk segera dilahap.
"Uuhhhhhh mas Krisna...."
"Emmmphhh Sayang.... Sungguh milikmu ini benar-benar nikmat. Aku menyukainya Sayang."
"Ssshhhh... Mas Krisna....."
Kulihat mata istriku terpejam dengan telapak tangannya yang menjambak rambutku. Seperti menjadi tanda jika ia juga sudah dipenuhi oleh hasrat yang bergelora.
"Sayang....."
__ADS_1
"Mas... Aaahhhh... Aku ingin Mas...."
Senyum seringai terbit begitu saja dari bibirku. Kali ini aku ingin sedikit menggoda istriku. "Ingin? Kamu ingin apa Sayang?"
"Mas ... Ssshhhhh.... Aaahhhh...."
"Coba katakan kepadaku Sayang... Apa yang kamu inginkan?"
Dasar aku! Aku masih saja menggodanya dengan pertanyaan-pertanyaan konyol sembari memainkan bibirku di gundukkan sintal itu dan jemariku di klis*toris miliknya. Apa yang aku lakukan itu sukses membuat tubuhnya sedikit bergelijang dan membuat lembah milik istriku ini sedikit basah. Sebagai pertanda jika ia sudah siap untuk menerima kehadiran junior milikku.
"Uuuhhhh.... Mas... Jangan bercanda... Aku sudah tidak tahan... Ssshhhhh.... Eempphhhhh...."
Aku hentikan aktivitas jemariku dan sapuan bibrku. Kuarahkan juniorku di permukaan lembah milik Sekar dan perlahan ku gesekkan di sana.
"Oouuuhh Sayang.... I-ini nikmat sekali."
Ya Tuhan... Baru saja aku menggesekkan juniorku di permukaan lembah Sekar rasanya sudah nikmat seperti ini. Bagaimana jika nanti milikku ini berhasil masuk menembus dan merobek jala hymen Sekar? Aahhhh pastinya akan sangat nikmat.
Aku menindih tubuh Sekar dan memberikan kecupan dalam. Kupagut bibir wanita ini dengan rakus dan setelah itu aku lepaskan pagutan itu.
"Bolehkah aku melakukannya sekarang Sayang?"
Kulihat Sekar menganggukkan kepalanya. "Aku sudah menjadi milikmu seutuhnya. Lakukanlah Mas!"
Tanpa membuang banyak waktu aku mulai mengarahkan juniorku di lembah milik Sekar. Sedikit aku berikan sebuah tekanan untuk dapat membuka segel milik istriku ini.
"Aaahhhh... Mas..... Pelan-pelan...."
Aku hanya tersenyum simpul. Kembali ku cium bibir Sekar untuk bisa mengalihkan rasa sakit yang mungkin akan ia rasakan.
Aku kembali untuk melanjutkan perjalananku. Kembali aku tekan tubuhku lebih kuat. Dan....
"Mas......"
"Oouuuhh Sayang...."
Kulihat satu bulir kristal bening lolos begitu saja dari pelupuk mata Sekar. Aku sedikit iba melihat wajah istriku yang tengah menahan rasa sakit di kala juniorku ini berhasil terbenam sempurna di liang surgawi miliknya.
"Sayang..... Apa kita hentikan saja?"
Aku mencoba untuk bernegosiasi. Aku ingin hubungan badan ini sama-sama memberikan sebuah kenikmatan. Sungguh tidak tega jika melihat Sekar hanya merasakan sensasi rasa sakit yang mendera.
"Tidak Mas. Aku ingin mencapai puncak kenikmatan bersamamu. Mari kita raih bersama-sama."
Dan ucapan Sekar ini layaknya sebuah angin surga yang membuatku bahagia. Kupacu tubuhku untuk memberikan kenikmatan untuk istriku ini. Nafas kami sama-sama memburu, disertai rinai air langit di luar sana yang seakan menambah rasa syahdu dalam lautan hasrat yang bergelora ini.
Aku rasa tidak perlu aku jabarkan lagi apa yang terjadi di dalam kamar ini. Jangan tanyakan bagaimana rasanya. Karena aku yakin para pembaca pasti juga pernah merasakannya bukan? Kecuali penulis cerita ini. Dia memang ingat caranya tapi lupa bagaimana rasanya... Hahaha haahaahaa haahaahaa...
.
__ADS_1
.
. bersambung...