
Di tengah badai yang terjadi,..
Di pinggir pantai, Ihsan dan Gayatri masih berlari.
Mereka berdua masih di kerja oleh Monster dan kali ini seekor iblis kelas parademon bertubuh manusia ikut memojokkan mereka berdua.
Ihsan dan Gayatri belum menemukan perahu layak pakai atau perahu utuh yang bisa mereka gunakan berlayar. Semua perahu yang mereka temukan telah rusak atau tepatnya telah dirusak oleh para monster untuk mencegah mereka berdua kabur dari wilayah kerajaan.
Saat mereka sampai di ujung pantai, mereka tidak menemukan satupun perahu layak pakai dan saat ini mereka terdesak dan telah terkepung.
Hujan deras dan badai terus membasahi mereka berdua. Ombak juga terlihat lebih besar dari biasanya, tentu ini bukan cuaca bagus untuk berlayar tapi mereka harus melakukan itu jika mereka ingin hidup dan memberi tahu para raja yang lain tentang kondisi kerajaan mereka saat ini.
"Kalian tidak bisa kabur lagi!" Kata Iblis kelas parademon tersebut.
"Tuan putri.. Tetap di belakangku!" Ihsan mengacungkan kerisnya dengan dua tangan.
"Serang mereka!" Iblis level parademon memerintahkan para monster tersebut untuk menyerang.
Di lain tempat..
Kota Lister, kerajaan Inggram.. Distrik kedua.
Oana berjalan sambil memikirkan perkataan dan permintaan Parthe padanya untuk menemukan kesatria suci Ignis. Setelah permintaannya pada Guild di tolak, ia tak tahu lagi harus berbuat apa karena sebelumnya ia telah mencari informasi keberadaan Richard hampir ke semua wilayah kerajaan Inggram. Ia bahkan ke Ibu kota kerajaan dan bertanya pada kesatria kerajaan tentang kemungkinan keberadaan kesatria suci ignis tapi semua jawaban yang ia dapatkan mengarah kepada satu kesimpulan.. Richard kesatria suci ignis telah mati.
Bahkan, Oana memberanikan dirinya masuk ke dalam labirin dengan menyelinap masuk mengelabui penjaga gerbang labirin. Meski ia akhirnya keluar dan menyerah begitu mengetahui jika ia hampir saja tersesat jika masuk lebih dalam ke labirin.
Ia juga telah memastikan jika selama ini tidak ada kesatria atau apapun yang keluar dari Labirin setelah insiden kematian ignis yang artinya hampir mustahil ia bisa menemukan ignis saat ini.
Ia bingung mencari kemana lagi, apa lagi setelah rumor buruk yang ia dengar tentang Ignis. Hal itu semakin membuat ia berat hati untuk mengikuti apa yang di inginkan oleh Parthe.
Perjalanan untuk mencari keberadaan ignis buntu, dari awal saja ia sudah tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Parthe jika ignis masih hidup.
Oana berjalan sambil melamun.. Ia bahkan tak mendengar suara teriakan yang mengarah padanya.
"Awas... Awasss... Minggir nona!" Seorang ras shed mendekat dengan berlari ke arahnya, orang itu menggerakkan tangannya agar Oana minggir tapi Oana yang melamun tidak mengindahkan teriakan orang yang berlari ke arahnya itu.
Dan... Dakkk...
Mereka berdua bertabrakan satu sama lain.
Oana terjatuh ke tanah, bokongnya menghantam tanah dengan cukup keras. "Duh duh.. Sakit." Ucapnya.
"Aduh.. Nona, bagaimana sih! Aku kan menyuruhmu minggir." Orang yang memegang kantongan itu berdiri dan membersihkan celananya dari tanah.
"Huh.. Maafkan aku. Aku tidak..." Oana meminta maaf karena ia memang salah tidak memperhatikan jalan di depannya.
"Pencuri.. Hai hentikan manusia serigala itu, dia mencuri makanan di tempatku!" Seseorang dari belakang berteriak pada Oana, bersama dengan orang yang berteriak itu terlihat pula 2 prajurit membawa tombak yang akan menangkap pria ras shed yang menabrak Oana.
"Wah gawat!! Aku harus pergi nona." Pria ras shed dengan gen serigala itu berlari meninggalkan Oana.
Oana merespon dengan mengeluarkan sihir tanaman untuk menangkap pria ras shed yang mencuri itu. "Tunggu.. Kau pencuri!!" Dengan sihir tanaman merambat, sebuah akar keluar dari tanah dan hampir menjerat kaki pencuri itu tapi pencuri itu dengan kelincahannya dapat melompat dan menghindar.
"Maaf ya!! Aku pergi dulu!! Hahahh!" Pencuri itu tertawa mengejek Oana yang gagal menjeratnya dengan sihir.
__ADS_1
Tak lama, tiga orang yang mengejar pencuri itu melewati Oana.
"Shed itu.. Lincah sekali dia! Dia bahkan bisa membaca sihir ku dengan menghindar pada waktu yang tepat." Gumam Oana.
Sementara itu.. Orang yang selama ini di cari oleh Oana sedang duduk santai membaca sebuah buku.. Kali ini buku yang ia baca tentang informasi mengenai iblis..
"Leviathan.. Tsunami, menarik!" Ucapnya saat membaca buku itu.
"Ah.. Apakah kau membaca buku itu untuk mengetahui informasi mengenai musuhmu?" Ifrit yang juga berada di tempat itu merespon begitu Richard mengatakan Leviathan.
"Tidak... Aku hanya penasaran saja." Richard membuka halaman baru pada buku itu.
"Ifrit.. Apa kau benar-benar yang telah menulis semua buku ini?" Tanya Richard tiba-tiba.
"Tentu saja.."
"Ah.. Jika kau berada di duniaku dan menulis buku seperti ini, aku rasa kau akan terkenal seperti J. K. Rowling. Dia penulis yang hebat dengan kisah-kisah sihirnya." Ucapnya menatap Ifrit.
"Whawahwahwah.. Siapa itu? Apakah dia juga memiliki kekuatan yang besar."
"Tidak, tidak.. Di duniaku semua manusia adalah manusia normal, tidak ada sihir, tidak ada kesatria.. Hanya manusia normal dengan teknologi yang canggih."
"Hm.. Dunia yang menarik, lalu dari mana J. K. Ro... Siapa tadi yang kau sebut? Dari mana dia mendapatkan pengalaman untuk menulis buku tentangku sihir jika di duniamu tidak ada sihir." Tanya Ifrit.
"J. K. Rowling.. Ya dia kuat. Yang membuat dia kuat adalah kekuatan imajinasinya. Dengan imajinasi yang luas maka manusia di duniaku bisa menciptakan dunianya sendiri, dunia ideal versinya." Jelas Richard.
"Menarik sekali!"
Mereka berdua kini berbicara tentang dunia tempat dimana Richard seharusnya berada.
Jauh di wilayah timur Neverland..
Pulau Jatra, wilayah lembah sebelah timur pulau Jatra. Di dalam sebuah gubuk kayu yang telah lama di tinggalkan oleh penghuninya.
Dua orang terlihat sedang terlibat pembicaraan, sementara seorang terlihat berbaring tak sadarkan diri.
"Jika saja kita tidak meninggalkan pulau Cebes tepat waktu, mungkin saja kita juga akan tersapu tsunami." Ujar pria yang duduk di depan api unggun.
"Leviathan.. Sial, ternyata memang segel telah menipis sampai-sampai raja iblis berhasil keluar. Kita harus segera keluar dari kerajaan ini.. Kerajaan ini pasti telah musnah, aku bisa tahu dengan hanya melihat cuacanya. Hujan, badai laut dan tsunami.. Siapa lagi yang bisa melakukan itu kalau bukan raja iblis Leviathan Serphen." Kata perempuan itu.
Mereka berdua adalah Ilume dan Lusio, sedangkan yang terbaring tak sadarkan diri bersama dengan mereka adalah kesatria kerajaan Nusantara yang mereka temukan di depan gerbang kota Kander. Kesatria itu berhasil di selamatkan oleh Ilume tapi meski sebulan telah berlalu, kesatria itu belum sadarkan diri.
Lusio dan Ilume berhasil meninggalkan pulau Cebes sebelum Leviathan Serphen menenggelamkan seluruh pulau Cebes itu seutuhnya. Mereka berdua telah melihat apa yang terjadi di berbagai wilayah kerajaan Nusantara dan berasumsi jika kerajaan ini sudah jatuh ke tangan pasukan iblis.
Terlebih setelah mereka melihat ribuan bahkan puluhan ribu pasukan kerajaan Nusantara di wilayah kota Kander dan fakta jika Leviathan Serphen berhasil menampakkan diri dengan wujud aslinya semakin membuat mereka berdua yakin jika saat ini kerajaan Nusantara benar-benar telah musnah.
Mereka harus segera keluar dari wilayah ini dan menyeberang ke daratan Neverland wilayah barat. Satu-satunya kerajaan yang dekatku dengan tempat mereka saat ini adalah kerajaan Skandia dan di sana lah tujuan mereka selanjutnya.
Di tengah diskusi dan pembicaraan merekam tentang situasi pelik, tiba-tiba saja prajurit yang mereka selamatkan satu bulan yang lalu di kota Kander membuka mata dan tersadar. Kali ini prajurit itu benar-benar sadar sepenuhnya tidak seperti satu bulan yang lalu saat ia ditemukan, meski sempat sadar waktu itu tapi ia kembali pingsan karena luka dan kelelahan.
Prajurit itu bangkit sambil memegang kepalanya, ia bingung dan mencoba menganalisa sesuatu. Ilume yang menyadari jika prajurit yang telah mereka selamatkan sadarkan diri mulai mendekat.
"Lusio.. Lihat, orang itu sudah sadar."
__ADS_1
Lusio berbalik, mereka berdua mendekati prajurit itu. "Hai.. Hei.. Tenanglah. Kami bukan iblis." Kata Lusio memberikan segelas air putih.
"Dimana.. Dimana ini?" Tanyanya.
"Kita berada di pulau Jatra sekarang. Kau berhasil selamat dari perang melawan raja iblis? Apa kau tidak ingat!"
"Hah!! Raja Iblis.. Ti-tidak." Prajurit itu mengerutkan dahi, ia memegang kepalanya.
"Hei.. Hei. Tenanglah.. Pelan-pelan saja." Lusio menenangkan prajurit yang mulai panik itu.
Lalu.. Berada jauh di wilayah Barat.
Kali ini distrik tiga kota Lister kerajaan Inggram.
Oana masih mencari informasi tentang kemungkinan keberadaan Richard, terlebih sesaat yang lalu dia mendengar dari seseorang jika orang yang ia cari berada di distrik tiga, Oana yang hampir frustasi mencari tentu percaya begitu saja dan mengikuti petunjuk tentang informasi tersebut.
Menurut informasi yang ia dapat jika Richard bersembunyi di sebuah gua bekas pabrik tambang perak yang ada dalam wilayah distrik tiga kota Lister. Oana langsung menuju ke tambang itu tanpa pikir panjang dan saat ini dihadapannya telah muncul seorang pria yang mengenakan jubah penutup kepala.
"Jadi.. Aku dengar kau sedang mencari ku?" Tanya Pria berjubah itu.
"Apa benar, kau adalah Richard kesatria suci Ignis?" Oana bertanya dengan serius.
"Benar.. Aku Richard." Pria itu membuka jubah dan memperlihatkan wajahnya.
"Kau Richard!?" Oana terkejut.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
-Bersambung-