The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 33 - Intimidasi


__ADS_3

Pandangan Linda mulai samar.. Serangan yang mengenainya benar-benar membuat Linda tak berkutik saat ini. Apa lagi setelah mengetahui bahwa iblis yang berada di depannya saat ini adalah salah satu dari 6 dosa besar klan iblis.


Terakhir kali Linda bertarung dengan 6 dosa besar adalah 5 tahun yang lalu.. Iblis yang ia lawan bernama Rever Block. Di pertarungan itu, Linda dan beberapa kesatria besar berhasil mengalahkan Rever Block tapi sayangnya, Rever Block tidak berhasil di bunuh sampai akhirnya iblis itu kabur.


Meski menang, tapi banyak kesatria besar yang gugur saat melawan Rever Block, kekuatannya sangat luar biasa.. Bahkan Linda sendiri pada saat itu tak bisa berbuat apa-apa selain menjadi tim Support dari para kesatria dan penyihir tingkat atas yang lebih hebat dari Linda.


"Hauhhhhhhhh.. Membosankan. Aku pikir kau bisa sedikit menghiburku manusia." Kata Lucifer.


"Bedebah.." Linda dengan sisa-sisa tenaganya meludah ke arah Lucifer.


"Manusia kurang ajar, ku bunuh kau!" salah satu iblis yang berada di samping Lucifer mendekat dan mengarahkan senjatanya kepada Linda yang saat ini masih tersungkur.


Lucifer menahan iblis itu. "Biarkan saja.. Aku akan tunjukkan bagaimana rasanya putus asa." Ucap Lucifer.


Linda hanya tersenyum..


"Dasar sampahh.. Kau masih bisa tersenyum seperti itu. Tidakkah kau lihat.. Kami berhasil menguasai benteng ini." Kata Balphegor melihat Linda yang tersenyum.


"Bodoh.. Kalian memang menguasai benteng ini, tapi kami berhasil menyelamatkan banyak penduduk dari kalian semua.. Iblis busukk!!"


"Hahahahahaha.." Lucifer tertawa puas dengan perkataan Linda.


"Apa kau yakin?" Lucifer kembali bertanya.


Linda hanya diam, sambil menengok ke arah Lucifer yang saat ini berdiri tepat di depannya.


"Lihat ini.." Lucifer mengarahkan jari telunjuknya ke arah Linda.


Saat jari itu menyentuh dahinya.. Seketika Linda melihat semua hal yang telah terjadi. Ia mendapatkan penglihatan tentang penduduk yang menurutnya telah selamat.. Tapi, yang ia lihat kali ini jauh dari kata selamat.. Yang ia lihat adalah kesengsaraan.


Penindasan, kehancuran, perbudakan, pemerkosaan, penyiksaan.. Dan segala macam keburukan kini menimpa semua penduduk yang sesaat sebelumnya telah meninggalkan pulau Irian.


"Bo-bohong.. Tidak mungkin." Linda meneteskan air mata.


"Tidakk.. Itu pasti ilusi, itu ILUSI." Ia berteriak menolak kenyataan.


"Hahahahaha.. Aku tidak usah meyakinkan penyihir hebat sepertimu. Kau pasti bisa tau apa yang kau lihat barusan adalah ilusi atau kenyataan." Lucifer tertawa puas melihat harapan yang tuntuh dari pandangan Linda.


"Sekarang.. Sebaiknya aku menghancurkan armada laut yang saat ini sedang menuju ke sini." Lucifer mendekatkan wajahnya kepada Linda.


"Huh!"


"Menurutmu.. Apakah aku bisa membunuh mereka semua?" Lucifer mengeluarkan lidah panjangnya sambil menggoda Linda.


Linda pandangannya sangat berat.. Ia tak punya lagi kekuatan bahkan sekedar untuk bangkit.


Sementara itu.. Di wilayah kerajaan Inggram. Dalam aula latihan para kesatria kerajaan..


Sudah 6 bulan berlalu sejak para kesatria suci di panggil ke dunia ini. Karena insiden 4 bulan lalu di dalam labirin, para kesatria tidak lagi berangkat ke tempat itu untuk melawan monster guna meningkatkan kemampuan mereka.


Kini latihan mereka banyak dilakukan dalam aula kesatria atau pergi menyerang desa-desa yang sudah di kuasai oleh klan iblis yang berada di wilayah kerajaan Inggram.


Meski desa-desa itu telah di hancurkan oleh klan iblis, tapi di tempat itu masih banyak monster yang tergolong tidak terlalu tangguh, hingga para kesatria suci bisa menjadikan para monster tersebut sebagai lawan tanding untuk meningkatkan kemampuan sihir dan bertarung mereka.. Serta meningkatkan status poin mereka.


Status poin.. Sebuah angka yang memproyeksikan seberapa kuat para kesatria suci saat ini.. Status poin tersebut hanya bisa di lihat oleh para kesatria suci.. Tidak dapat dilihat oleh orang-orang pribumi daratan ini.

__ADS_1


Dalam aula itu terlihat.. Dua orang yang menggunakan pedang kayu sedang berlatih bersama.


Kedua orang itu adalah Arthur kesatria suci dengan gelar Lux dan juga Leo kesatria suci dengan gelar Fulgur.


Mereka berdua adalah pengguna pedang.. Arthur dengan senjata sucinya yaitu sebilah pedang panjang beserta tameng dan Leo pemegang senjata suci pedang atau Katana ala Jepang.


"Arthur.. Aku dengar kita akan berangkat menuju kerajaan Celestial minggu depan." Kata Leo kepada Arthur sambil menangkis serangan Arthur.


"Iya, sepertinya latihan kita di negeri ini sudah selesai." Jawab Arthur.


Mereka berdua berbicara sambil mengayungkan pedang kayu.. Saling menyerang dan menangkis.


Walau latihan tapi teknik berpedang mereka berdua sudah berubah sejak pertama mereka datang ke tempat ini. Bisa di bilang keahlian mereka sudah meningkat berkat latihan yang mereka jalani.


Jual beli serangan terjadi.. Sangat sengit tapi Arthur sedikit lebih unggul dari pada Leo.


Sedikit gerakan menipu.. Akhirnya pedang kayu Leo terlepas dan ia terjatuh. Arthur mengacungkan pedang ke leher Leo.. Leo mengangkat tangan dan menyerah.


"Aku mengaku kalah." Kata Leo.


Arthur tersenyum.. "Ini adalah kemenanganku yang ke 7 kali darimu." Kata Arthur sambil mengacungkan tangan ke arah Leo.


"Iya.. Tapi ingat. Aku sudah memang 13 kali dari 20 kali latihan tanding kita." Leo membalas dengan menyombongkan dirinya sambil meraih tangan dari Arthur dan bangkit dari tanah.


"Ya.. Kalau soal berpedang memang kaulah jagonya." Arthur merendah.


Masih diwaktu yang sama..


Pagi hari.. 3 jam setelah matahari terbit.


4 kapal besar yang mengangkut 50 ribu pasukan bala bantuan siap tempur yang menuju ke pulau Irian.


Di salah satu kapal tersebut.


"Ada apa ini!? Kenapa aku tidak tenang seperti ini." Depone sedari tadi bolak balik di dek kapal sambil mengigit jarinya.


"Tuan Depone.. Ada masalah apa?" Salah satu kesatria menghampirinya.


"Tidak, tidak papa." Ucapnya.


Di kapal lain.. Sebuah kapal yang memimpin armada laut ini. Bertempat di depan kabin kapal...


"Jika cuaca cerah seperti ini, kita bisa sampai ke benteng ampt pada sore hari. Terlebih lagi dengan bantuan para penyihir yang menggunakan sihir air.. Itu sangat berguna untuk menambah kecepatan laju kapal." Kata Arwen kepada Lingard.


Perjalanan armada yang damai setelah sebelumnya berkutat dengan badai dan monster laut...


Perjalanan mereka..


Harus kembali terganggu..


Di depan 4 kapal perang tersebut..


Tiba-tiba saja iblis terlihat melayang dengan memancarkan aura mematikan.


"Tuan Arwen itu..!!" Lingard menunjuk ke depan.

__ADS_1


Sontak.. Semua kesatria, penyihir dan prajurit melihat iblis yg sedang melayang itu.. Ada yang merinding karena aura yang mereka rasakan, ada pula yang siap bertarung dengan mempersiapkan senjatanya dan ada yang terlihat santai menyambut iblis itu.


Yang jelas.. Mereka semua dalam keadaan waspada.


"Hah.. Itu!" Depone melihat iblis itu sedang menopang seseorang.


Pasukan yang lain mulai siaga, kalau-kalau ada serangan mendadak dari arah lain. Tapi sejauh mata memandang dan aura yang terpancar. Itu hanya menandakan bahwa iblis yang menampakkan dirinya saat ini hanya sendiri tanpa pasukan yang lain.


"Siapa iblis itu? Taun Lingard apa kau mengenalnya."


Arwen bertanya kepada Lingard yang berada di sampingnya.


"Tidak Tuan, aku baru melihatnya kali ini."


Saat semua kesatria mulai bertanya.. Iblis itu membuka mulutnya. "Wahai kalian makhluk-makhluk sampahh.. Aku adalah adalah Samahong. Iblis yang bernaung dalam perintah Tuan Lucifer.. Salah satu 6 dosa besar klan Iblis."


Mendengar nama Lucifer.. Beberapa kesatria yang mengetahui hal itu terkejut dan terlihat tak percaya.


"Aku tak mengenal Lucifer tapi.. Jika iblis itu adalah salah satu 6 dosa besar maka.. Itu adalah sesuatu yang berbahaya." Kata Arwen mendengar hal itu.


Di kapal lain..


"Lucifer.. Tidak mungkin. Sepertinya klan Iblis mulai serius." Benak Jons salah satu kesatria dari kerajaan Dongion.


"Dengarlah.. Saat ini kami telah memenangkan perang dan telah menguasai benteng ampt.. Kami telah membunuh semua kesatria dan penduduk sudah kami tangkap.. Tidak ada artinya kalian menuju ke sana sekarang.. Tapi jika kalian ingin mati, maka Tuan Lucifer siap untuk menantikan kedatangan kalian semua." Kata Iblis tersebut menyambung perkataannya.


Mengetahui hal itu.. Para kesatria riuh dan tak percaya. Mereka semua menampakkan wajah kekesalan dan kemarahan. Apa lagi Depone.. Ia saat ini mengeluarkan aura amarah.


"Kita terlambat rupanya." Kata Arwen mengerutkan dahi.


Setelah menyampaikan hal itu.. Iblis tersebut membuang sebuah tubuh ke kabin tepat ke arah Arwen.


Tubuh itu adalah.. Linda dengan luka di sekujur tubuhnya.


"Itu.. Nyonya Linda."


"Nyonya Linda.. Tidak mungkin."


"Bohong.. Itu."


"Bagaimana ini"


Suara cemas dan rasa takut mulai melanda para kesatria yang melihat Linda dalam kondisi memprihatinkan.


Arwen mendekat, ia memeluk Linda. "Nyonya Linda.. Sepertinya ia masih hidup." Kata Arwen memegang urat nadinya.


Sementara itu.. Depone yang amarahnya yang sedang meluap.. Ia melompat dan menyerang dengan tombaknya. "Fortissimum." Ucapnya sambil mengarahkan tombak itu pada Iblis yang masih melayang di depan armada laut pasukan aliansi.


Tapi sayang.. Belum serangan Depone menjangkau iblis itu, iblis itu menghilang bersama dengan sebuah portal yang muncul tiba-tiba.


Depone terjun ke laut.. "Sialannnnnnn.." Amarahnya meluap-luap. Ia mengeluarkan aura amarahnya sambil terombang ambing dilautan.


"Tuan Arwen.. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Lingard melihat Arwen.


Arwen berdiri sambil menggendong Linda. "Sudah jelas.. Kita akan menuju ke pulau Irian untuk membunuh iblis itu." Ucapnya sangat yakin.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2