
*Lanjutan flashback
Berdasarkan hasil konferensi meja bundar dimana salah satu kesepakatannya adalah latihan untuk para kesatria suci akan berlangsung di kerajaan Inggram, sebelah barat dari kerajaan Celestial saat ini. 3 hari setelah mereka di panggil ke dunia ini, mereka langsung menuju ke kerajaan tersebut menggunakan kereta kuda yang telah di siapkan.
Untuk menuju ke sana dibutuhkan waktu 6 hari perjalanan menggunakan kereta kuda, itu baru sampai di perbatasan. Untuk sampai ke Istana harus kembali menempuh 3 hari perjalanan. Jarak antara Kerajaan Celestial dan kerajaan Inggram tidak jauh karena pada dasarnya kedua kerajaan tersebut bertetangga.
Perjalanan yang dikawal oleh beberapa kesatria dari kerajaan Celestial membuat perjalanan menjadi lebih nyaman. Meski bertemu dengan beberapa perampok dan monster tapi kekuatan dari kesatria kerajaan Celestial sudah cukup untuk mengatasi masalah itu, terlebih yang memimpin perjalanan mereka adalah kesatria besar kerajaan Celestial yang bernama Redhawk Wings.
Tepat sebulan setelah kedatangan mereka di kerajaan Inggram. Para kesatria suci perlahan sudah mulai terbiasa dengan kehidupan baru mereka meski masih berat untuk menerima kenyataan. Kemampuan bertarung mereka sudah meningkat seiring dengan latihan yang mereka jalani.
Diawal kedatangan mereka ke dunia ini, senjata tempur mereka sudah berada di genggaman mereka. Selain senjata mereka semua diberkahi oleh energi sihir yang disebut imperium. Selain itu, mereka juga di anugrahi gelar oleh Dewi Marlin berdasarkan kekuatan mereka. Hal inilah yang membedakan mereka bersepuluh dengan kesatria yang sudah berada di daratan ini sebelumnya.
Sama dengan senjata mereka, imperium yang berada dalam diri mereka juga berbeda satu sama lain. Yang menentukan perbedaan tersebut adalah hati dan semangat yg ada pada diri mereka masing-masing. Bisa di bilang imperium adalah wujud dari diri mereka sendiri.
Saat ini disebuah gedung latih-tanding, tempat para kesatria mengasah diri mereka. Kesepuluh kesatria suci sedang latihan bersama dengan kesatria kerajaan yang dipimpin oleh kesatria besar Eros Lopnika.
Yang paling serius dengan latihan ini adalah Arthur sang kesatria suci yang mendapatkan gelar 'Lux' dengan senjata pedang dan perisai besar. Imperium miliknya bertipe cahaya sehingga dia digadang-gadang sebagai pemimpin para kesatria suci.
"Kalian semua sepertnya sudah terbiasa dengan senjata milik kalian, Itu bagus."
Beberapa dari mereka terlihat bersemangat mendegar pujian dari kesatria besar Eros.
"Huh, sebaiknya kita segera menghajar para iblis itu dan segera kembali ke dunia asal."
"Jangan terlalu sombong anak muda, kita masih belum menguasai sihir."
"Iya itu benar. Apa yang dikatakan Gildarts itu benar. Selain berlatih menggunakan senjata, imperium dari dalam diri kalian belum bangkit. Kalian harus berlatih sihir agar bisa menguasainya." sambung Eros Lopnika.
Salah satu dari mereka yang belum bisa menerima keadaan adalah Rinto Bimonger yang saat ini berusia 24 tahun, dia dalam setiap kesempatan selalu mengeluh dan ingin segera pulang kedunia asalnya. Rinto Bimonger adalah kesatria suci bergelar 'Terram' dengan senjata yaitu Palu atau Hammer yang seukuran dengan kaki orang dewasa. Dia adalah kesatria berimperium Bumi/Tanah.
"Jadi kapan kami bisa mempelajari sihir?" tanya salah seorang diantara mereka.
"Untuk itulah kita berkumpul hari ini. Aku Perkenalkan kepada kalian semua."
Kesatria besar Eros lalu mengarahkan tangannya kesisi lapangan tanding yang berada diarah selatan.
"Namanya adalah Nyonya Terra Cronicls."
Seorang perempuan tiba-tiba mendekat dari arah selatan, sesuai dengan arah tangan Eros. Perempuan itu memegang sebuah bola kristal putih dengan pakaian hitam yang menonjolkan sebagian bentuk tubuhnya.
Eros lalu melanjutkan "Nyonya Terra adalah salah satu anggota dari konsulat sihir dari wilayah Lockdown, dimana para penyihir hebat lahir dari wilayah itu."
"Wow hebat." ucap salah seorang kesatria suci.
"Terima kasih gadis muda. Sepertinya kau yang termuda diantara mereka."
"Wah hebat, kenapa anda bisa tahu?"
"Mungkin karena intuisiku selalu tepat."
Kesatria tersebut kegirangan dan memuji kemampuan sihir dari Terra, apa lagi saat ini dia sedang melayang dihadapan mereka menggunakan sihir levitasi. Hal itu membuat Rebecca Mustang salah satu kesatria suci kagum.
Rebecca Mustang adalah kesatria suci termuda diantara yang lain, usianya masih 17 tahun serta sifat dan karakternya masih seperti anak-anak. Di dunia sebelumnya dia adalah anak dari salah satu orang terkaya dan selama dia hidup, dia dibesarkan dengan cara dimanja oleh orang tuanya. Rebecca Mustang di anugrahi gelar "Flos" dan senjata sucinya adalah busur panah. Meski terbuat dari kayu tapi senjata tersebut tetaplah salah satu senjata yang kuat. Jenis dari imperiumnya adalah Alam/Tumbuhan.
__ADS_1
"Seperti yang dikatakan oleh Tuan Eros, kalian semua akan berlatih sihir hari ini. Saya akan mengambil tugas mulia itu untuk mengajari kalian dasar-dasarnya.
"Sepertinya menyenangkan." ucap Ivy mulai antusias.
"Sebaiknya persiapankan diri kalian. Belajar sihir tidaklah mudah seperti kelihatannya." ucap Terra kepada para kesatria suci.
Terra lalu lanjut menjelaskan kepada para kesatria suci tersebut tentang hal yang harus mereka ketahui sebelum belajar sihir.
"Pertama, mungkin kalian sudah tahu mengenai imperium. Imperium adalah energi sihir yang ada dalam diri setiap makhluk, terkhusus kita manusia. Terdapat banyak jenis Imperium. Ada yang tahu?"
"Mungkin 5." jawab salah seorang diantara kesatria suci.
"Salah.. Ada yang lain? Ayolah, coba tebak berapa?"
"Sepertinya 10."
"Wah.. Impresif, jawabanmu benar sekali tampan."
Sepertinya Terra sedikit menggoda Smits, salah satu dari kesatria suci yang tampan dan kepintarannya di atas rata-rata.
"Jadi bagaimana kau mengetahui hal itu Tuan ...."
"Smits.. Namaku Iuroi Smits."
"Tuan Smits? Bisa beritahukan kepada kami bagaimana kau bida tahu tentang jumlah imperium."
"Itu mudah.. Saya hanya melihat jumlah kami dan sepertinya kami mewakili setiap imperium yang ada di dunia ini. Apa lagi senjata kami juga berbeda-beda." Jelas Smits.
"Wah.. Keren." Kata Rebecca dengan tatapan kagum berlebihan.
Para kesatria yang lain mulai sedikit paham kecuali Richard yang masih sulit untuk mencerna.
"E.. Maaf tapi itu belum menjelaskan apa-apa. Saya tidak mengerti sama sekali."
"Oi.. Oi.. Kau sebaiknya diam saja anak manja."
Rinto selalu kesal dengan Richard yang dianggapnya bodoh dan lemah. Apa lagi orang yang teriak ketakutan saat mereka pertama kali berada di dunia ini adalah Richard, hal itu membuat kesan buruk pada pertemuan mereka.
Sudah sebulan lebih sejak saat itu dan para kesatria suci sudah mengalami peningkatan dari segi mental, kekuatan, gaya bertarung dan juga skill poin mereka. Di antara mereka, Richard lah yang terlemah karena selama sebulan ini dia tidak mengalami perubahan yang signifikan. Hal itulah yang membuat Rinto selalu menganggap remeh Richard di setiap keadaan.
"Baiklah.. Tidak usah saling menyalahkan. Saya akan menjelaskannya lebih lanjut. Seperti kata Tuan Smits, bahwa imperium berjumlah 10, setiap manusia yang ada di daratan ini setidaknya memiliki esensi imperium minimal 3 jenis dari 10 jenis yang ada. Hanya beberapa orang saja yg menguasai 10 jenis sekaligus. "
"Menarik.." Gumam Arthur yang terlihat serius mendengarkan.
"Kuat atau lemahnya imperium dalam diri manusia itu tergantung dengan diri masing-masing tapi bisa ditingkatkan dengan cara melatih daya tahan dan berlatih sihir. Umumnya imperium hanya dikuasai oleh penyihir tapi sejak zaman dahulu, salah satu kesatria terkuat mulai menggunakan imperium dalam bertarung dan hal itu berlangsung sampai hari ini. "
"Tunggu sebentar, itu artinya.. Imperium pada awalnya hanya bisa digunakan oleh penyihir. Lalu kenapa para kesatria yang bukan ahli sihir bisa menggunakan imperium?"
"Oi... Kau mengganggu saja." Rinto yang kesal mendorong Richard karena telah memotong penjelasan Terra.
"Sudahlah.. Jangan bertengkar." Arthur membela Richard dan membantu dia bangkit dari tanah.
"Pertanyaan yang bagus. Menggunakan Imperium memang tidaklah mudah dan tidak semua kesatria bisa menggunakan kekuatan itu. Sedangkan penyihir dari lahir sudah bisa menggunakan imperium karena faktor darah keturunan. Tapi setiap kami ingin menggunakan imperium, kami harus melafalkan mantra agar imperium yang ada dalam diri kami bisa berubah wujud menjadi sihir. Seperti apa yang aku lakukan dihadapkan kalian sekarang. " Jelas Terra yang sedari tadi masih melayang-layang tanpa menyentuh tanah menggunakan sihir levitasi.
__ADS_1
"Hebat.. Aku juga ingin seperti itu." Gumam Ivy salah satu kesatria suci.
"Lantas jika seperti itu, bagaimana cara para kesatria menggunakan imperium yang ada dalam tubuh mereka?"
"Oi.. Dari tadi kau hanya mengganggu saja."
Rinto kembali tersulut emosinya karena Richard terus memotong penjelasan dari Terra. Saking emosinya, Rinto melayangkan pukulan dengan keras ke arah wajah Richard.
Punchhhh..
"Jangan bertengkar anak muda, dia hanya bertanya."
Gildarts menangkis pukulan Rinto yang hampir saja mengenai wajahnya.
"Oi.. Paman.. Kau menghalangiku."
"Rinto.. Sudahlah. Lihat, kau menakuti Richard." Kata Arthur.
"Cih.."
"Sepertinya Tuan Richard suka bertanya yah.. Itu tidak masalah. Aku akan lanjutkan." Ucap Terra.
Sementara Richard karena ketakutan, dia agak menjauh dari Rinto.
"Kesatria membangkitkan imperium mereka dengan cara latihan fisik hingga kekuatan itu bangkit secara sendirinya. Itulah sebabnya kenapa hanya kesatria kuat saja yang dapat menggunakan imperium. Para kesatria menggunakan imperium dengan cara yang berbeda dengan penyihir. Imperium yang ada pada kesatria akan menyatu dengan tubuh dan senjata mereka sehingga serangan yang dihasilkan akan lebih kuat dari serangan biasa." Jelas Terra.
"Saya mengerti sekarang." Gumam Arthur memegang dagunya.
"Eh.. Maaf Saya.." Belum selesai Richard berbicara, karena Rinto langsung melihat ke arahnya dengan tatapan marah. Richard lalu menunduk dan mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Sekarang kalian semua.. Berbeda dengan penyihir dan kesatria yang ada di dunia ini yang memiliki minimal 3 jenis dari 10 jenis kekuatan imperium dalam diri mereka. Kalian para kesatria hanya memiliki 1 imperium yang merupakan perwujudan dari kekuatan kalian masing-masing. "
"hm.. Menarik." Sekali lagi Arthur memegang dagu sambil berpikir.
"Tapi, meskipun masing-masing dari kalian hanya memiliki 1 imperium. Jumlah dan kekuatan yang ada pada diri kalian sangatlah besar." Jelas Terra sekali lagi.
"Saya mengerti sekarang, meski hanya 1 tapi kualitas imperium yang ada dalam diri kami terpusat sehingga lebih besar dari pada mereka yang memiliki lebih dari satu jenis imperium tapi kekuatan itu terbagi ke imperium yang lain." Ucap Smits.
"Ya.. Tepat sekali. Hal itulah yang membuat kalian berbeda dengan kesatria lain. Kalian bisa memanipulasi imperium yang ada dalam diri kalian sesuka hati bahkan kalian bisa menghancurkan suatu Negeri."
"Wahh.. Keren." Ucap Rebecca.
"Tapi.. Untuk bisa menguasainya kalian harus meningkatkan kekuatan dan melatih skill kalian." Sambung Terra menjelaskan cara kerja dari imperium.
"Jantungku rasanya berdegup cepat, aku.. Sepertinya.. sudah tidak sabar ingin berlatih."
Arthur dan Rebecca terlihat antusias setelah mendengar penjelasan dari Terra.
"Apakah kalian siap untuk latihan hari ini?"
Dengan kompak Arthur dan Rebecca menjawab. "Siap.. Mohon bantuannya Nyonya Terra."
"Baiklah.. Akan ku tunjukan seberapa hebat kekuatan imperium itu." Tegas Terra Cronicls.
__ADS_1
-Bersambung-