
Di atas salah satu bangunan tinggi yang ada di benteng kosong, tempat untuk melakukan pengintaian musuh. Ivy berdiri sambil memegang pembatas tembok yang terbuat dari bata besar yang tersusun rapi membentuk bangunan benteng.
Ia melihat hamparan pohon yang membentuk hutan di atas bangunan itu, sekaligus melihat sekeliling benteng jika ada monster atau iblis yang mendekat. Ia merasa nyaman berdiri di tempatnya sekarang karena Ivy bisa merasakan angin yang membuat seluruh tubuhnya nyaman dengan sapuan angin yang menerbangkan rambut hitamnya.
Berada di atas bangunan tinggi seperti ini, membuat Ivy mengingat satu momen ketika ia pertama kali di panggil ke dunia ini. Tepatnya sekitar satu tahun yang lalu saat ia masih berada di istana kerajaan Celestial.
*Flashback 1 tahun yang lalu.
Seminggu setelah para kesatria suci di panggil ke dunia ini. Di atas benteng penjaga istana kerajaan Celestial, tempat tertinggi di istana sekaligus menjadi tempat pemantauan.
Sore hari, ketika para kesatria suci telah menyelesaikan latihan mereka. Latihan untuk mengetahui imperium dan kekuatan mereka semua. Richard yang mendapatkan diskriminasi dari para kesatria suci lain tampak merenung di tempat ini. Ia melihat langit dan awan untuk menenangkan pikirannya karena hal buruk yang sudah dialami olehnya selama 3 hari berturut-turut.
Lalu saat perhatiannya tertuju pada keindahan langit, Richard dikejutkan oleh suara yang memanggil namanya dari belakang, saat ia menoleh ternyata orang itu adalah Ivy. "Hai.." Sapanya.
Richard yang rileks dengan hembusan angin tiba-tiba menjadi tegang karena saat ini seorang wanita cantik berdiri tepat di depan dan mencoba menyapa dirinya. Sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. "Anginnya enak ya!" Ivy mendekat, kini mereka berdua berdekatan.
"He.. Iy-iya.. Hehe." Richard canggung, ia tak tahu harus berekspresi seperti apa.
"Oh iya.. Kita belum kenalan! Namaku Ivylian Burjes.. Kau bisa memanggilku Ivy." Ivy menyodorkan tangan untuk berjabat sambil tersenyum ramah.
"A.. Aku Richard. Iya, Richard August.." Richard gugup, ia bahkan gemetar saat menyodorkan tangan pada Ivy.
Ivy tertawa ringan melihat Richard, sementara itu Richard tertawa canggung karena tingkahnya. Untuk pertama kalinya, Richard berkenalan dengan salah satu kesatria suci pasalnya selama seminggu ini ia belum mengenal para kesatria suci sekalipun mereka telah berada dalam pelatihan yang sama untuk menentukan atau mengetahui jenis imperium dan gelar mereka.
Richard adalah orang yang pemalu dan sangat sulit bergaul dengan orang baru yang ia kenal, karena hal itu ia sama sekali tidak mengenal nama para kesatria suci sedangkan para kesatria suci tidak memperkenalkan diri mereka pada Richard karena sosok Richard yang sering kali berdiam diri atau lebih memilih menjauh dari keramaian.
Setelah perkenalan singkat itu, Richard dan Ivy terlibat dalam percakapan yang cukup panjang. Mereka berdua bisa nyambung satu sama lain, bahkan kekakuan Richard sering kali mengelitik Ivy dan membuat ia tertawa.
Hanya dalam waktu yang singkat itu.. Mereka berdua menjadi akrab dan berteman. Hal ini membuat Ivy menjadi teman pertama bagi Richard sejak ia dikirim ke dunia ini.
"Hehehe.. Ternyata kamu tidak seperti apa yang mereka ceritakan."
"Uh.. Apa maksudnya itu?" Richard bingung dengan perkataan tiba-tiba Ivy di tengah perbincangan mereka.
"Ah.. Maaf, maafkan aku.. Seharusnya aku tidak menjauhi mu dari awal. Sebenarnya.."
Ivy menceritakan maksud dari ucapannya, ia mengatakan jika sikap Richard yang tertutup dan pemalu di cap aneh dan di anggap berbahaya oleh para kesatria lain, hal itu berdasarkan dari apa yang dikatakan oleh pembimbing mereka atau pelatih mereka.
Eros Lopnika, kesatria besar kerajaan Inggram yang di tugaskan untuk menjadi pembimbing mereka selama latihan dasar menjadi kesatria suci. Eros mengatakan hal buruk pada kesatria suci yang lain di awal pertemuan pertama mereka 4 hari yang lalu.
Eros mengatakan jika para kesatria suci yang terpilih dengan imperium dan gelarnya maka hal itu sudah pasti menggambarkan bagaimana karakter kesatria suci tersebut. Sebut saja, Arthur yang mendapatkan gelar lux yang artinya ia adalah pemimpin mereka. Sedangkan untuk Richard yang mendapatkan gelar Ignis, Eros mengatakan kepada para kesatria suci yang lain jika kesatria Ignis memiliki sifat biadab dan kejam. Eros melanjutkan jika kesatria Ignis menyembunyikan sikap biadabnya kepada orang lain dengan bersikap tertutup dan malu-malu persis seperti sikap dari Richard saat ini.
Eros mengatakan hal itu dari pengalaman masa lalunya, saat Ignis mengkhianati mereka semua di perang besar 15 tahun yang lalu. Tapi Eros tidak menyinggung tentang kesatria suci terdahulu, ia hanya menyinggung tentang sifat-sifat kesatria suci yang sebenarnya belum tentu seperti itu adanya.
Tapi karena informasi itu, para kesatria suci malah mendiskreditkan Richard hingga mereka tidak ingin mengenal bahkan tidak ingin berkenalan dengan Richard, apa lagi setelah mereka tahu jika kemampuan Richard sangat lemah dan menjadi yang terlemah dari mereka semua.
Richard tidak berbakat bahkan saat ia latihan menggunakan imperium api, ia hanya bisa menciptakan api kecil di jarinya. Sedangkan para kesatria suci yang lain, bisa mengeluarkan imperium mereka dengan sempurna.
Di tambah saat latihan bertarung menggunakan senjata masing-masing, Richard mendapatkan senjata sebilah pisau. Sedangkan rekan-rekannya yang lain mendapatkan senjata kuat yang besar di banding dengan senjata yang ia gunakan.
Apa lagi saat latihan tanding untuk yang pertama kalinya, Richard bahkan tak bisa bertahan setengah menit. Hanya dengan setengah menit saja ia langsung kalah dari Arthur yang bahkan tidak menggunakan pedangnya.
Dalam waktu seminggu itu, Richard menjadi orang aneh yang lemah di antara mereka semua.
"Aku mengerti!" Richard merespon penjelasan Ivy tentang dirinya yang terkenal dan menjadi orang terpinggirkan di kelompok mereka.
"Maaf, seharusnya aku tidak ikut-ikutan.. Hanya saja, aku telah mencoba untuk menyapamu tapi kau selalu menghindar..!" Ivy tersipu malu saat mengakui hal itu.
"Huh!! E.. Ma-maaf tapi aku tidak tahu tentang hal itu. Aku pikir kau mendekatiku hanya untuk mengatakan hal buruk padaku.. Ja-jadi aku menjauh saja."
Rumor buruk yang membuat ia dibenci oleh orang lain membuat beberapa orang sering mendekati Richard hanya untuk berkata kasar padanya, oleh karena itu saat ada yang mendekat maka Richard memilih untuk menjauh. Misalnya saja, Rinto kesatria suci yang kerap kali mengatakan hal buruk di depan Richard secara langsung.
Dan yang paling parah, Richard juga selalu mendapatkan sindiran dari pelatihannya sendiri yaitu Eros Lopnika.
__ADS_1
Eros seakan acuh jika harus menjelaskan sesuatu atau melatih Richard, ia hanya mengatakan pada Richard agar Richard menjauh dari dirinya dan latihan sendiri saja. Eros juga mengatakan tentang pengkhianat, bedebah dan keparat jika kebetulan mereka hanya berdua atua sekedar berpapasan di tengah jalan.
Ia mendapat diskriminasi sejak pertama ia dipanggil ke dunia ini. Menjadi seorang kesatria yang tidak di inginkan sama sekali. Bahkan oleh pelatihnya sendiri, ia selalu dianggap remeh.
"Aku.. Aku tidak percaya jika kau adalah orang jahat atau berbahaya.. Bagiku, kau adalah orang baik.." Ivy tersenyum setelah menjelaskan pada Richard panjang lebar tentang hal apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya.
Percakapan mereka membuat Ivy semakin mengenal Richard dan karena hal itu ia bisa meyakinkan dirinya jika Richard adalah orang baik.
Dari awal Ivy telah penasaran dengan Richard, itu karena Richard sangat mirip dengan seseorang yang pernah Ivy cintai di dunia tempat ia berasal atau bisa di bilang wajah Richard sangat mirip dengan tunangan Ivy di dunia sebelumnya.
Di dunianya, Ivy adalah seorang bangsawan begitupun tunangannya tapi sebulan sebelum mereka menikah tunangannya itu meninggal karena penyakit. Lalu tepat di hari pernikahan mereka, Ivy terhisap oleh pusaran besar yang tiba-tiba muncul di saat ia sedang duduk di taman belakang kastil keluarganya. Ia terisap dan dikirim ke dunia ini, untuk menjadi kesatria suci.
Ia terhisap ke lubang hitam saat ia tengah berduka dan merenung karena kehilangan kekasihnya. Saat ia sadar dan berada di dunia berbeda, ia melihat satu wajah yang tidak asing. Ia melihat wajah tunangannya dan orang itu adalah Richard.
*Saat ini.
Ivy masih berdiri menikmati angin di atas benteng tinggi ini, ia masih mengingat percakapan pertamanya dengan Richard. Saat itu rasanya menyenangkan karena ia seperti berbicara dengan kekasihnya yang telah meninggal.
Lama kelamaan setelah hal itu, Ivy sudah bisa menerima jika Richard adalah orang lain dan bukan lah kekasihnya, ia mulai menganggap Richard sebagai orang baru dan berteman baik dengan Richard. Ia mengingat kebaikan Richard padanya, ia sering kali ditolong oleh Richard dan puncaknya adalah ketika berada di dalam labirin. Jika saja Richard tidak menariknya mungkin yang akan terjatuh ke bagian dasar labirin adalah dia, bukan Richard.
Mengingat momen itu, membuat Ivy menyesal. "Richard!" Ucapnya lirih.
Lalu...
Di waktu yang sama..
Di dalam hutan yang tak jauh dari daerah kumuh kota Lister kerajaan Inggram.
"Ehh.. Permisi, Apa yang kalian lakukan dengan mengeroyok orang yang sudah tak berdaya seperti itu?" Richard yang sedang mengarah ke kota Lister tak sengaja melihat sebuah pertarungan, yang membuat ia penasaran adalah pertarungan yang terjadi tidaklah imbang, ini lebih seperti pengeroyokan dari pada pertarungan.
Para kesatria, prajurit, Victor dan Woli menengok ke arah kanan, tempat asal suara yang tiba-tiba saja bertanya pada mereka. Dari penglihatan mereka semua, seorang pria dengan wajah tertutup yang menggunakan jubah hitam berdiri dengan tenang.
"Kau.. Siapa? Apa mau mu?" Salah satu kesatria bertanya pada Richard.
Victor yang masih mencekik Woli tiba-tiba menurunkannya dan menyuruh agar kesatria yang lain memegangi Woli yang sudah tidak berdaya.
"Maaf orang asing.. Kami adalah kesatria kerajaan, kami harus memeriksa siapa kau jika kau ingin masuk ke kota." Victor berjalan ke arah Richard dengan tatapan sinis.
"Huh.. Seharusnya aku tidak mau ikut campur." Richard menghela nafas, ia menyesal karena mengganggu pengeroyokan yang mereka lakukan dan sekarang ia harus berurusan dengan kesatria kerajaan.
Victor yang berjalan mendekat kini sudah berada di depannya. "Kenapa kau mengenakan pakaian tertutup seperti ini? Cepat buku penutup kepala dan wajahmu." Victor memegang penutup kepala Richard dan menurunkannya secara paksa.
Ia juga menarik ke arah bawah penutup wajah Richard untuk melihat wajah Richard. Melihat hal itu Richard hanya diam dan tak berekspresi.
"Wajahmu tidak asing.. Dari mana kau dapatkan luka gores yang ada di pipi kananmu itu?"
"Ah.. Luka ini ini adalah luka saat aku terjatuh dari tungganganku." Ricky berbohong karena luka yang ada di wajahnya itu adalah luka yang hanya bisa di dapatkan dari pertarungan sengit.
"Mata merah!" Gumam Victor melihat mata Richard.
"Kenapa? Apa kau baru melihat mata yang berwarna merah!?" Richard masih berwajah datar, ia sebisa mungkin menghindar pertarungan yang hanya akan membuang waktunya.
"Tidak.. Aku sudah pernah melihat mata seperti itu.. Saat aku melihat iblis.. Itu adalah mata iblis." Victor mendekatkan wajahnya pada Richard serta mengeluarkan aura besar untuk mengintimidasinya.
Richard tetap tenang, ia tidak berekspresi sama sekali. "Apakah aku terlihat seperti iblis di matamu?"
"Hm.. Tidak." Victor terlihat ragu.
"Baiklah tuan-tuan.. Jika boleh biarkan aku lewat. Aku minta maaf karena mengganggu waktu kalian untuk mengeroyoki orang yang tak berdaya seperti itu." Richard mengatakan hal itu dengan nada sarkasme untuk menyindir mereka semua.
Ia berjalan dan melewati Victor. "Tunggu.. Jangan salah paham. Pria itu adalah buronan berbahaya jadi kami harus membuat dia tak berdaya atas kejahatan yang telah dia lakukan."
Richard yang berhenti, melirik ke arah Woli yang di pegang oleh 2 prajurit. Woli tampak babak belur dan ia hampir tak sadarkan diri sampai pada momen tatapan mata mereka bertemu.
__ADS_1
Mata Woli melebar, ia tak percaya jika pencariannya selama ini tidaklah sia-sia.. Ia bahkan tersenyum meski wajahnya penuh memar. "Aku... Aku menemukanmu tuan!" Ucapnya sambil tersenyum.
Sontak saja ucapan itu membuat prajurit dan kesatria bingung. Mereka dan Richard tidak tahu apa maksud dari ucapan itu. "Hei kau.. Tunggu dulu." Victor menghentikan langkah Richard sekali lagi.
"Kenapa.. Kenapa manusia serigala itu memanggilmu 'tuanku'?" Victor mengeluarkan pedangnya dari sarung sebelah kanan pinggangnya.
Richard berhenti, ia tak bicara apapun karena memang ia tidak tahu maksud dari perkataan manusia serigala itu.
Woli masih tersenyum ke arah Richard. Ia tak mengenali Richard dari wajahnya karena wajah Richard setahun yang lalu telah mengalami perubahan apa lagi bola mata dan bekas luka Richard saat ini tidak ditemukan pada wajah Richard yang dulu. Lagi pula jika Woli mengenali wajah Richard maka pasti Victor juga akan mengenalinya karena Victor pernah berlatih bersama dengan para kesatria suci termasuk Richard hanya saja Richard saat ini tak ingat lagi dengan Victor.
"Apa maksud senyuman manusia serigala itu?" Apa dia butuh pertolongan. Huh.. Itu merepotkan, aku tidak punya waktu." Gumam Richard dalam hati, ia kembali berjalan.
Sesaat sebelum ia berjalan, Victor yang ada di belakang tiba-tiba saja menyerang Richard dengan pedangnya. Victor ingin menusuk Richard tapi, Richard sudah tahu bahkan sebelum Victor bergerak Richard sudah memprediksi gerakan Victor sehingga Richard dengan sigap berbalik dan bergeser sedikit ke arah kiri agar ia tak terkena pedang yang di arahkan oleh Victor. Lalu Richard mendorong Victor dengan perlahan ke belalang, karena kehilangan keseimbangan Victor terjatuh ke tanah.
"Maaf tuan kesatria.. Aku tidak ada hubungannya dengan manusia serigala itu!" Ucap Richard.
Victor yang dijatuhkan dengan mudah merasa geram, ia menatap Richard dengan marah. "Orang itu.. Orang itu adalah monster. Aku bisa merasakan auranya, aura monster yang samar-samar dari tubuhnya." Kata Victor.
Selama berada di dalam labirin, Richard yang telah mengkonsumsi bangkai monster membuat tubuh dan kekuatannya meningkat secara pesat. Oleh karena itu aura yang keluar dari tubuh Richard juga telah berubah, aura manusianya telah bercampur dengan aura monster.
Hanya satu perintah saja, para prajurit dan kesatria kini mengepung Richard. Bahkan Woli yang di jaga oleh 2 prajurit kini di tinggalkan tersungkur di tanah tanpa penjagaan.
Victor bangkit berdiri dari tanah, ia sangat geram dan ingin menghajar Richard karena telah mempermalukan dirinya di depan prajurit yang lain. Ia malu karena dorongan kecil yang Richard lakukan dapat membuat ia tersungkur cukup jauh dari tempat dimana ia berdiri.
"Kau... Monster. Kami akan membunuhmu di sini!" Ucap Victor mendekat sambil menghunuskan pedangnya ke arah Richard.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
-Bersambung-
____________________
Visual look...
Richard August, kesatria bergelar Ignis.
__ADS_1
Art by imgur