The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 24 - Kecepatan Kilat


__ADS_3

Lonceng masih berbunyi, penduduk masih berlari dan saling desak-desakan untuk masuk ke kastil keluarga Salosa. Padatnya penduduk tidak berbanding lurus dengan jalan rahasia yang harus mereka lewati, jalan itu bahkan hanya bisa dilewati satu persatu saking sempitnya.


"Ayahanda.. Ayahanda.." Seorang anak kecil berlari ke arah Salosa.


"Mia.." Salosa memeluk anak itu.


"Sayang, kita juga harus pergi.," Seorang wanita juga mendekat.


"Nagda, dengarkan aku sayang.. Kau harus segera meninggalkan pulau ini bersama dengan Mia."


"Bagaimana denganmu!" Nagda, istri dari Salosa mendekat dan memegang tangannya.


"Aku akan menyusul.. Aku janji, sekarang pergilah."


"Tapi.."


"Nagda dengar.. Aku adalah penguasa daerah ini. Aku tidak akan pergi jika rakyatku masih berada di sini. Percayalah padaku.. Sekarang pergilah.."


"Tidak.. Aku akan tetap disini bersa.." Belum selesai Nagda berbicara, Salosa mendekapnya.


"Nagda, aku tidak bisa berkonsentrasi menolong para penduduk jika keluarga kecilku masih berada di sini. Tolong mengertilah.." Bisiknya.


Nagda melepas dekapan Salosa dengan air mata.


"Moro.." Ucanya memberi isyarat pada Moro.


"Baik tuan.. . Lambertus.." seorang kesatria mendekati Moro.


"Ini adalah Nyonya Nagda dan putrinya.. Mereka adalah prioritas, segera ungsikan mereka. Ini perintah." Tegas Moro.


"Siap.." Sigap kesatria tersebut.


Situasi masih kacau, meski monster belum mendekati tengah benteng ampt tapi para penduduk masih panik.


Di gerbang barat, tempat kesatria besar Pistris memimpin pertahanan. Dengan semangat juang mereka masih menghalau para monster dan iblis. Darah tumpah dimana-mana, para kesatria mulai kelelahan. Terlihat tubuh dan zirah baja yang digunakan oleh para kesatria tidak lagi utuh karena serangan yang tak ada habisnya.


Di sisi lain, sebelah timur.. Pertahanan yang dipimpin oleh kesatria besar Sebastian Austin. Dengan pedang yang dia gunakan, berhasil menghancurkan formasi para monster dan iblis yang masih mencoba menerobos. Bahkan jumlah musuh sudah terlihat berkurang sejak pertama.


"Kenapa? Kenapa semudah ini! Lagi-lagi perasanku tidak enak." Benak Sebastian kembali bergejolak.


Di tengah pertarungan, seorang wanita mendekat ke arah Sebastian.


"Ain.. Bagaimana keadaanmu?" Ucapnya melihat wanita itu.


"Aku baik-baik saja, aku sudah memulihkan diri."


"Bagulah.."

__ADS_1


"Sebastian.. Apa ini?" Ain mulai ragu melihat pasukan yang menyerang sisi timur benteng.


"Ya.. Aku mengerti, sepertinya ada yang tidak beres." Katanya mengerutkan dahi.


"Serangan yang aku terima sebelumnya adalah serangan yang luar biasa, aku hampir saja mati. Jika melihat pasukan yang menyerang sekarang, sepertinya musuh sedang bermain-main." Ain menerka setelah melihat situasi di gerbang timur.


"Bagaimana dengan kastil? Apakah terjadi sesuatu saat kau datang ke sini."


"Tidak, aku hanya melihat penduduk yang berusaha memasuki kastil."


Sebastian menggigit jempolnya. "Apa yang dipikirkan oleh musuh saat ini." Benaknya.


Beralih ke gerbang utama, sisi selatan benteng.


Terlihat para kesatria Norway yang terkejut saat melihat Igor terlempar karena serangan iblis yang bernama Astharot.


"Ahhhhhhggggg.." Lutor berlari mendekati Iblis dan menyerang dengan pedangnya.


Serangan yang di lancarakan sangat cepat tapi Astharot berhasil menangis serangan Lutor berkali-kali dengan ekor ularnya.


"Ahhhhhhggggg.... Hanya seperti itu hahhh?" Lutor terus menyerang dan berhasil membuat Astharot terdesak walaupun serangan Lutor tidak melukai Astharot.


Sementara kesatria yang lain masih bertarung dengan monster dan iblis yang saat ini sudah mulai berhasil menembus pertahanan mereka dan menuju ke tengah benteng.


Pertarungan terlihat sengit antara Lutor dan Astharot, meski terdesak tapi Astharot masih tetap tenang dan menangkis semua serangan Lutor.


Api menyala di pedangnya, lalu dia mengayungkan serangan itu kepada Astharot. Seketika ledakan terjadi, asap hitam dari hasil ledakan menutupi tubuh Astharot.


"Rasakan itu.." Gumam Lutor.


Dari arah asap hitam, ekor berwujud ular dari Astharot menyerang tiba-tiba dan menancapkan taringnya pada leher Lutor yang tak sempat menghindar dari serangan cepat itu.


Lutor berlutut dan memegang lehernya, dia berusaha bertahan dengan pedangnya. Saat Astharot kembali menyerang Lutor, salah satu kesatria Norway mendekat dan menjadi tameng bagi Lutor.


Kesatria itu mati seketika saat mendapatkan serangan sihir dari Astharot.


"Kurang Ajarr." Ucap Lutor dengan pandangan yang mulai kabur.


"Sebentar lagi kau akan mati,.. Aku telah menancapkan racun ke tubuhmu." Kata Astharot.


Tiba-tiba reruntuhan bangunan tempat Igor terkubur meledak. "YAAaaaa.." Igor berteriak.


Dia berdiri dengan wajah penuh luka akibat reruntuhan bangunan. Zirah yang dia gunakan rusak akibat serangan Astharot yang mengenainya secara tiba-tiba.


"Gagagagaghahha. Hebat juga kau iblis, bisa melukaiku."


"Igorrrr.." Gumam Lutor memegang lehernya masih dalam keadaan berlutut.

__ADS_1


"Tidak mungkin.. Dia masih hidup." Astharot terkejut melihat Igor bangkit dari reruntuhan.


"Oi oi.. Lutor ada apa denganmu? Gagahahaga."


"Dia berhasil bertahan dari seranganku, sepertinya aku terlalu menganggap remeh orang itu." Benak Astharot.


Saat masih terpaku dengan hal yang baru saja terjadi, tiba-tiba Igor yang berdiri di reruntuhan bangunan menghilang dan... Dengan cepat berada di depan Astharot.


Tubuhnya bercahaya dialiri listrik berwarna biru, dengan kekuatan penuh dia mengayungkan Kapak besarnya kepada Astharot.


Astharot yang tidak menyangka serangan itu terdesak dan mencoba menangkis. "Tidak sempat." Ucapnya.


Astharot terlempar keluar benteng karena serangan itu. Lagi.. Dengan kecepatan kilat, Igor menghilang pas setalah ia berteriak . "ILUMEEEE.. SEMBUHKAN LUTOR."


Ilume yang tengah sibuk menghalau monster mendengar dan segera melakukan perintah tersebut.


Dengan kecepatan kilat, Igor yang tadi berada di dalam benteng saat ini sudah berada di depan Astharot yang masih melayang di udara akibat serangan darinya.


"Jernmorder." Ucapnya sambil mengayungkan kapak besarnya kebawah.


Astharot terkena serangan itu dan membuat dia terhempas ke tanah. Cukup keras hingga meninggalkan bekas pada tanah layaknya hantaman meteor.


Bekas tersebut cukup dalam, Astharot terlihat mengeluarkan banyak darah berwarna hitam.


Tubuh Igor berhenti mengeluarkan listrik, dia mendekati Astharot yang sedang terluka parah.


Astharot bangkit dengan luka yang mengaga di bagian dada dan tangan kiri yang terputus akibat serangan dari Igor.


"Begitu rupanya, melapisi tubuh dengan imperium kilat dan memperkuat senjata dengan imperium baja.. Hahahahahaha menarik sekali, sepertinya aku telah meremahkanmu." Astharot kegirangan.


"Tch, dasar iblis." Tubuh Igor kembali mengeluarkan listrik.


Dengan kecepatan kilat dia menyerang, tapi..


"Aaa-apa ini!!!" Serangannya di halau oleh tameng hitam yang menutupi tubuh dari Astharot.


"Kau terlalu gegabah Astharot."


"Balphegor.." Ucap Astharot.


"Hah!! Iblis lain, tidak masalah..." dengan kecepatan kilat Igor kembali menyerang Iblis tersebut tapi serangannya lagi-lagi berhasil di tepis, bahkan Igor terlempar jauh dari lokasi.


-Bersambung-


---------------------------------------------


Visual look Igor dalam cerita..

__ADS_1



__ADS_2