The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 112 - Kastil Keluarga Snifooler


__ADS_3

"Baiklah.. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Huh.. Seharusnya aku tidak ikut campur dengan masalah ini." Richard memegang kepalanya, ia merasa pusing karena gadis kelinci yang ia cari tidak berada di acara pelelangan yang telah ia kacaukan.


Saat ini ia berdiri di sisi kanan panggung pelelangan yang telah berantakan akibat ulahnya. Ruangan juga sudah kosong karena para tamu setelah melarikan diri sejak Richard mengeluarkan api yang meledakkan dan membakar atap gedung.


Ruang tahanan budak juga sudah kosong karena para budak telah melarikan diri saat Richard dengan mudahnya menjebol tahanan besi dan melepaskan diri dari belenggu rantai budak yang mengekangnya.


Para penjaga tidak sadarkan diri setelah dibuat tak berdaya oleh Richard, pun dengan kesatria besar Smule yang ternyata melakukan kejahatan serius sebagai kesatria besar, ia bekerja sama dengan pedagang budak untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan budak ilegal. Kini kesatria besar Smule tak sadarkan diri hanya dengan satu hantaman keras ke lantai saat menyerang Richard dengan penuh ketakutan.


Sedangkan pedagang budak bernama Cebong.. Ia juga sudah dibuat pingsan oleh Richard dengan pukulan ringan karena ia memenuhi syarat yang diberikan oleh Richard, yaitu tidak akan lagi bekerja sebagai pedagang budak dan memberitahukan keberadaan gadis kelinci yang dicari oleh Richard.


Mengetahui keberadaan tentang gadis kelinci itu, sedikit membuat Richard dilema karena ternyata gadis kelinci yang ia cari telah dibawa pergi oleh bangsawan yang memimpin kota atau bisa dibilang walikota dari kota ini. Bahkan yang lebih mengejutkan ternyata gadis kelinci itu diculik bukan untuk di jual ke pelelangan budak melainkan permintaan langsung dari walikota yang bernama Grobogan Snifooler.


Grobogan Snifooler adalah bangsawan utama kerajaan Inggram yang menguasai kota Lister, sekaligus menjadi walikota di kota Lister. Ia terkenal suka mengoleksi budak dari ras shed atau lebih tepatnya gadis shed dari berbagai gen.


Ia suka melakukan hal-hal aneh pada gadis ras shed untuk memuaskan ambisi dan nafsunya. Sejak ia mengambil alih kekuasaan dari ayahnya yang telah meninggal, maka sejak saat itu ia mulai memuaskan hasrat dan fetishnya pada gadis-gadis ras shed. Sejak saat itu pula kota Lister mengalami peningkatan pada angka kejahatan karena Grobogan selaku penguasa kota tidak melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya.


Bagi Grobogan.. Memuaskan hasrat dan nafsunya menjadi hal nomor satu yang terus ia wujudkan dibanding memerintah kota secara adil dan makmur sama seperti yang telah dilakukan ayahnya.


Richard berjalan keluar dari gedung pelelangan yang telah terbakar, jika di lihat dari luar maka gedung pelelangan mengalami kebakaran meski api tidak terlalu besar tapi sudah cukup untuk membuat orang yang melihat dari luar merasa panik apa lagi sejak tadi para tamu yang keluar dengan berdesak-desakan membuat orang-orang yang melihat jadi ikut panik dengan situasi genting yang terjadi.


Richard yang berjalan santai keluar dari pintu masuk melihat beberapa ahli sihir mengeluarkan sihir imperium air untuk memadamkan bangunan pelelangan. Dari arah depan pintu, Richard di jegat oleh prajurit yang memegang tombak. "Berhenti... Siapa kau?"


"Eee sebaiknya kau segera bertindak.. Ada banyak orang yang pingsan di dalam bangunan ini." Richard menunjuk ke arah panggung pelelangan.


Lalu dengan santai ia berjalan melewati prajurit itu sambil memegang pundak prajurit yang hanya diam dan membiarkan Richard lewat tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Richard. "Baiklah.. Ke arah mana distrik pertama!?" Gumamnya. Ia sangat santai di tengah kegaduhan yang terdengar akibat bangunan pelelangan yang terbakar, ia tak merasa bersalah telah mengacaukan acara pelelangan malam ini. Richard malah terlihat puas akan tindakannya meski tindakan itu akan membuatnya menjadi buronan kerajaan.


Sementara itu, Distrik 3, pos penjaga kesatria.


Belle yang telah sadar kini terlihat menikmati makanan yang baru saja disediakan kembali oleh Solkjer selaku kesatria yang bertanggung jawab di pos jaga distrik 3, karena makanan sebelumnya tidak layak lagi untuk di konsumsi setelah meja makan berantakan karena dibelah oleh Eros yang terkejut mengetahui jika gadis kelinci yang ia ingin selamatkan sudah berada di pelelangan budak.


Pelelangan budak adalah sebuah acara yang sah dan diakui oleh kerajaan, oleh karena itu pelelangan budak dilindungi oleh kerajaan dan hal itu membuat Eros tidak bisa lagi melakukan intimidasi termasuk membebaskan budak yang telah terdaftar di tempat pelelangan budak.


Bisa di bilang, semua budak yang masuk ke pelelangan budak maka statusnya sudah menjadi budak yang legal meski cara mendapatkannya ilegal seperti yang telah di lakukan oleh para pemburu budak dengan melakukan penculikan.


Penculikan tentu saja ilegal dan melanggar hukum tapi lain cerita jika orang yang di culik sudah diserahkan ke pasar pelelangan budak karena orang yang di culik tersebut sudah tidak punya harapan untuk bebas dan akan hidup dalam belenggu perbudakan kecuali ia dimerdekakan oleh tuannya.


Hal ini yang membuat Eros merasa bersalah pada Belle karena saat ini Eros sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa dan mengatakan apa pada Belle. Saat mendengar informasi tentang hal ini, ia spontan menggebrak meja hingga terbelah karena ia tahu jika dia susah tidak bisa berbuat apa-apa.


Sementara Belle yang tak tahu apapun masih menyantap makanan enak yang diberikan untuknya. Ia menyantap sambil meneteskan air mata, bagi Belle yang hidup di distrik nol sejak lahir. Baru kali ini baginya merasakan betapa enak makan makanan seperti daging dan roti gandum.


Selama ia hidup, ia belum pernah makan makanan seperti saat ini. Itulah mengapa ia menangis sambil tersenyum dan terus mengunyah makanan yang disediakan untuknya. Ia makan dengan cepat, saking cepatnya ia makan membuat pakaian yang ia kenakan kotor karena terkena remah makanan.


"Tuan.. Bagaimana sekarang? Kita bahkan belum menemukan jejak buronan dan pria bermata merah yang menghajar prajurit dan kesatria kita." Victor menatap Eros yang melihat ekspresi gemas Belle.

__ADS_1


Pasukan Eros yang menyebar mencari informasi tentang gadis kelinci kini telah berkumpul di pos jaga distrik 3 setelah mendapatkan informasi jika gadis kelinci yang mereka cari telah masuk ke dalam pelelangan budak.


"Lupakan tentang itu.. Tch, kau lihat anak kecil itu?" Eros menunjuk Belle yang mengeluarkan air mata dengan senyum dan mata yang berseri seolah bahagia karena bisa merasakan makanan yang belum pernah ia rasakan. "Lihat betapa bahagianya dia.. Dan sekarang aku tidak bisa lagi menyelamatkan kakaknya yang diculik karena telah berasa di rumah pelelangan. Sialan.... Aku benci diriku sendiri!" Eros memukul tembok yang ada di sampingnya.


Eros berdiri dari tempat ia duduk.. Ia melangkah menuju ke arah Solkjer yang berdiri tertunduk sejak tadi." Hei kau.. Jika saja, jika saja kau dan prajurit lain melakukan tugas dengan baik maka semua ini tidak akan terjadi.." Eros mengangkat tangannya, ia berniat memukul Solkjer yang menutup mata seolah siap untuk menerima pukulan keras itu. "Tch.. Tidak ada gunanya memukulmu." Eros mengurungkan niatnya.


"Smule.. Sialan itu akan meriam akibatnya!" Lanjut Eros dengan wajah kesal.


Eros tak tahu jika saat ini Smule telah pingsan dihantam oleh Richard dan tempat pelelangan juga sudah dibuat hancur oleh Richard.


"Paman.. Makanan ini enak, apa kau tidak ikut makan?" Belle tiba-tiba saja berteriak ke arah Eros.


Eros berbalik, ia melihat wajah bahagia dari Belle. Belle yang saat ini menikmati makanan enak sampai-sampai melupakan apa yang terjadi pada kakaknya.


Eros berjalan menuju Belle yang duduk tak jauh dari tempat ia berdiri, saat tepat di depannya Eros jongkok dan mengelus kepala Belle. "Aku sudah kenyang.. Makanlah yang banyak!"


"Em.." Belle mengangguk kegirangan dan kembali melanjutkan makanannya.


Eros berdiri, saat ia berdiri salah satu kesatria bawahannya masuk menghadap. "Tuan Eros..!"


"Ada apa?"


Kesatria itu memberi isyarat agar mereka berbicara di luar ruangan. Setelah keluar, kesatria itu memberikan informasi yang baru saja ia dengar tentang gadis kelinci. Ia mengatakan jika gadis kelinci itu telah resmi menjadi budak Grobogan Snifooler, penguasa kota Lister. "Benarkah!?" Sontak saja Eros terkejut, ia merasa punya harapan karena keluarga Snifooler terkenal dengan kedermawanannya, setidaknya itu yang diketahui oleh Eros tanpa tahu jika sosok Grobogan jauh dari kata dermawan, bahkan Grobogan jauh lebih mengerikan dari apa yang Eros bayangkan.


"Iya.. Aku yakin, jika aku meminta baik-baik pada tuan Grobogan mungkin saja dia akan membebaskan kakak dari Belle." Eros menatap Victor dengan penuh percaya diri.


Eros lalu mendekati Belle yang telah menghabiskan makanannya. Dengan lembut ia kembali membelai kepala Belle dan mengatakan jika ia telah menemukan kakaknya. Mendengar hal itu Belle senang bukan kepalang, ia memeluk Eros sambil mengucapkan terima kasih.


Eros lalu pamit dan mengatakan akan menjemput kakak Belle, Eros memerintahkan Victor menjaga Belle di tempat ini selagi ia pergi menjemput Kakak dari Belle. Ia mengatakan hal itu seolah-oleh semuanya akan berjalan dengan lancar.


Setelah Eros berhasil menumbuhkan harapan pada Belle, ia keluar di temani dengan 2 orang kesatria. Tujuan mereka adalah distrik pertama, kediaman keluarga Snifooler.


Lalu pada tempat tujuan Eros distrik 1, kediaman keluarga Snifooler. Kastil yang berada di atas bukit, wilayah yang cukup luas dengan penjagaan yang super ketat oleh para prajurit dan kesatria yang mengabdi pada keluarga Snifooler.


Di depan kastil, rombongan kereta berhenti. Bersama dengan hal itu pintu kastil terbuka dan keluarlah seorang pria tua yang memegang tongkat, ia keluar untuk menyambut sang penguasa kota yang kembali dari pusat kota membawa peliharaan baru untuk di ajak berenang-senang.


Dari kereta mewah, turunlah sang penguasa yang mengenakan pakaian dari kain sutra dan perhiasan emas. Pria botak yang bertubuh bongsor dengan mata sipit dan hidung besar, dialah Grobogan Snifooler.


"Tuanku.. Kau telah kembali." Pria tua bernama Igena itu membungkuk di depan Grobogan.


"Igena.. Kenapa kau yang keluar? Dimana Ibuku?" Grobogan menatap Igena yang menunduk di depannya.


"Maafkan aku tuan, tapi Nyonya Inggrid mengunci diri di kamarnya."

__ADS_1


"Hem.. Dasar wanita tak berguna, jika bukan karena nasehatmu. Aku sudah membunuh wanita itu.." Ujar Grobogan.


"Jangan tuan.. Jangan lakukan itu, bagaimanapun dia adalah Ibu kandungmu." Igena adalah seorang penasehat di keluarga Snifooler, ia telah menjadi penasehat sejak Gorgon Snifooler masih menjadi penguasa kota sebelum Grobogan, yang mana Gorgon Snifooler adalah Ayah dari Grobogan.


"Baiklah.. Aku lelah, prajurit.. Bawa peliharaan baruku masuk ke kandangnya." Grobogan masuk ke dalam kastil dengan congkak dan wajah mesumnya, ia tak bahkan telah memikirkan berbagai khayalan-khayalan untuk memuaskan fantasinya.


Bersamaan dengan hal itu, beberapa prajurit mulai membuka kandang dan mengeluarkan Irish secara paksa. Irish yang menolak mau tidak mau harus menerima jika tidak ingin terluka, rambutnya di genggam dan ia di seret keluar.


Sementara itu.. Tak jauh dari kastil. Di taman depan kastil yang tertutup oleh banyak pohon dan tanaman pagar merambat. Woli yang sejak tadi mengikuti rombongan kereta berhasil menyusup ke dalam lingkungan kastil. Saat ini ia hanya bisa memantau dari jauh karena dari arah Irish berada, begitu banyak prajurit dan kesatria. Woli yang sudah penuh dengan luka tak ingin ceroboh, ia menunggu waktu yang tepat untuk bergerak dan menyelamatkan Irish.


Di dalam kastil keluarga Snifooler, di ruangan gelap dengan cahaya lilin kecil yang menjadi satu-satunya penerang. Seorang wanita paruh bayah terlihat mengintip dari jendela, ia sedang menunggu kedatangan seseorang setelah beberapa hari sebelumnya ia berhasil mengirimkan sebuah pesan darurat ke istana kerajaan, sebuah pesan yang mengatakan jika kota Lister dalam bahaya.


Suara kunci terbuka dari pintu kamar itu terdengar, seketika wanita paruh baya yang tadi mengintip keluar jendela berlari ke pojok kamar, ia terlihat sangat ketakutan saat ia mendengar suara pintu terbuka. "Nyonya.. Kikikikiki." Pria tua yang masuk membawa lentera api tertawa cekikikan.


"Iblis.. Iblis.. Kau.. Mau apa kau?" Wanita paruh baya itu menjaga jarak, meski sudah mentok tap ia tetap memaksakan diri untuk mundur saking takutnya.


"Kikikiki... Tenang saja Nyonya. Aku tidak akan membunuhmu, karena.. Itu karena aku mencintaimu. Kikikikiki...." Pria tua renta yang memegang tongkat itu adalah Igena, penasehat keluarga Snifooler.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2