The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 3 - Konferensi Meja Bundar


__ADS_3

Flashback 2 Bulan sebelumnya.


Dalam sebuah ruangan besar yang penuh dengan interior berlapis emas dan dinding berhiasakan dengan berbagai lukisan para Raja pada masa lampau serta sirah baja para kesatria berdiri gagah dan kokoh di pinggir-pinggir ruangan.


Di tengah ruangan tersebut terdapat 12 orang pria duduk bersama dalam satu meja bundar raksasa. Semua pria tersebut terlihat telah lanjut usia meski ada beberapa diantaranya yang masih terlihat muda. Semua dari mereka memakai mahkota emas di atas kepalanya. Di samping mereka berdiri seorang kesatria Agung yang siap mati demi mereka.


Mereka semua adalah para Raja dari berbagai kerajaan besar yang menguasai daratan Neverland. Para Raja saat ini berkumpul karena waktu pemanggilan kesatria suci akan di laksanakan esok hari.


Sejak berlangsungnya invasi yang dilakukan oleh para klan Iblis. Para Raja terdahulu mengadakan gencatan senjata dari perang antar kerajaan yang telah terjadi selama lebih dari 1000 tahun yang lalu. Hadirnya musuh kuat yang mengancam eksistensi mereka membuat para Raja akhirnya bersatu dan membentuk aliansi yang selanjutnya di sebut konferensi meja bundar yang disepakati oleh 12 kerajaan besar yang mewakili setiap ras dan bangsa yang berada dj daratan Neverland.


Aliansi yang terjalin sejak saat itu, berhasil menahan gempuran kekuatan luar biasa dari klan Iblis meski dari pihak aliansi mengalami kerugian yang cukup parah. Setidaknya mereka berhasil menahan klan Iblis menguasai seluruh daratan Neverland, bahkan hampir memukul mundur pasukan mereka.


Pasukan aliansi hancur sejak Jendral tertinggi dan pasukan elite pembunuh klan Iblis turut ikut ambil bagian dalam perang yang terjadi. Kekuatan mereka di luar nalar dan berhasil membuat pasukan aliansi porak-poranda.


Setelah dirundung kekalahan besar, pasukan aliansi mengalami kelelahan hingga frustrasi karena di perang-perang selanjutnya mereka terus mengalami kekalahan. Ditengah rasa putus asa, muncullah sesosok cahaya yang turun dari langit ke daratan Neverland. Cahaya tersebut terlihat seperti manusia, lebih tepatnya seperti perempuan cantik yang bersayap putih lebat di punggungnya. Namanya adalah Marlin, seorang Dewi yang menentang perintah aturan langit yang melarang klan dewa-dewi ikut campur atas apa yang telah terjadi saat ini.


Marlin membawa secerca harapan kepada semua makhluk yang saat ini sengsara karena kekejaman dari klan Iblis. Marlin memberikan mantra kepada Penyihir terpilih untuk memanggil 10 kesatria suci untuk mengalahkan klan Iblis yang saat ini meneror seluruh daratan Neverland.


Dengan mengorbankan jiwa dan raganya, Marlin menjelma menjadi roh yang akan memberikan dan memilih penyihir yang pantas untuk mendapatkan mantra tersebut. Penyihir yang terpilih disebut dengan penyihir suci oleh semua orang. Tugasnya adalah memanggil 10 kesatria dengan kekuatan yang bisa menghancurkan dan mengalahkan klan Iblis.


Sejak saat turunnya Marlin ke daratan Neverland, rohnya terus bereingkarnasi dari generasi ke generasi memilih penyihir suci guna memanggil para kesatria terpilih. Begitupun saat ini yang sedang berlangsung di Kerajaan Celestial, salah satu kerajaan besar yang membentuk aliansi meja bundar.


Kerajaan Celestial terpilih menjadi tuan rumah konferensi pada saat ini guna membahas pemanggilan para kesatria suci. Meski sedang beraliansi tetap saja ketegangan terlihat dari para Raja yang ingin memperlihatkan kekuatan masing-masing. Meski perang di antara mereka telah berakhir karena serangan Iblis tapi sepertinya masih ada dendam yang terus di ceritakan kepada mereka oleh generasi sebelum mereka.


"Oi.. Raja Bordeux, berhenti menatapku seperti itu."


"heh.. Kau memang pantas ditatap seperti ini wahai Raja Tolkien."

__ADS_1


Raja Tolkien dari kerajaan Naugrim, dimana ras yang mendiami kerajaan tersebut adalah ras dwarf atau kurcaci. Fisik mereka memang sedikit berneda dari manusia pada umumnya. Bangsa dwarf sedikit lebih pendek dari manusia dengan tinggi rata-rata pria dewasa berkisar antara 110-135 cm Sedangkan wanita dewasanya berkisar pada 100-115 cm. Meski pendek tapi mereka memiliki daya tahan tubuh yang kuat, bahkan mereka bisa tahan terhadap panas dan dingin lebih lama di banding manusia pada umumnya. Tubuh mereka juga lebih kekar dibandingkan dengan manusia biasa, serta stamina mereka jauh lebih lama terkuras ketika bertarung.


Meski dengan kelebihan daya tahan tubuh, tak membuat mereka terhindar dari diskriminasi karena tubuh pendek mereka. Hal itulah yang membuat bangsa Dwarf membenci manusia karena meremehkan bentuk tubuh mereka yang berbeda.


"Apa katamu?" terdengar bunyi gebrakan meja bersamaan dengan perkataan Raja Tolkien yang juga tersulut emosinya mendengar ocehan tidak pantas dari mulut Raja Bourdeux.


"Cukup kalian berdua."


Seketika kegaduhan dari kedua Raja tersebut berhenti.


"Kita berada di tempat ini karena sebuah misi yang sampai saat ini belum dituntaskan para leluhur kita. Aku harap kalian menghormati apa yang telah para leluhur kita lakukan hingga kita semua bisa berkumpul di tempat ini."


Sedikit ucapan dari Raja Reynhard sudah cukup membuat Raja Tolkien dan Raja Bordeux diam di tempat mereka.


"Apa yang dikatakan Raja Reynhard benar. Sekarang... Mari kita mulai membahas tentang hari esok." Raja dari Kerajaan Celestial mengambil peran.


Hari ini konferensi meja bundar akan membahas beberapa hal termasuk dimana upacara pemanggilan akan dilakukan serta dimana para kesatria suci akan berlatih, tinggal dan siapa saja yang akan menyiapkan keperluan mereka.


Dalam pembicaraan serius, mereka terlibat cekcok karena perbedaan pendapat. Hal biasa jika sedang berdiskusi seperti saat ini. Tentu saja para Raja menginginkan agar kesatria suci berada di kerajaan mereka dan dapat melayani mereka dengan baik. Terkhusus Kerajaan Nusantara yang sangat ngebet agar kesatria suci berada di kerarajaan mereka. Hal itu karena setengah dari wilayah kerajaan Nusantara telah dikuasai oleh klan Iblis.


Kerajaan Nusantara terletak di wilayah paling Timur dari daratan Neverland. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Raja bernama Jolang Ingalaga. Terdapat 2 ras yang mendiami kerajaan itu, pertama Ras Manusia dan kedua Ras Manusia Ikan. Kerajaan Nusantara adalah kerajaan maritim terbesar yang ada di daratan Neverland karena kerajaan itu terdiri dari berbagai pulau-pulau dari yang terbesar sampai yang terkecil. Selain pulau di daratan, terdapat pula pulau di bawah laut dimana Ras Manusia Ikan tinggal.


"Saya sungguh mengetahui kegelisahanmu wahai Raja Jolang, tapi kau harus ingat. Kesatria suci tidak langsung memiliki kekuatan besar untuk mengalahkan klan Iblis ketika mereka dipanggil ke dunia ini. Kesatria suci perlu dilatih agar kekuatan sihir mereka bangkit." lagi-lagi Raja Reynhard menunjukan betapa bijaknya dia.


"Itu benar.." sambung Raja Shemai.


Sudah 5 jam sejak berlangsungnya konferensi. Sepertinya konferensi telah mencapai beberapa kesepakatan. Kesepakatan pertama, upacara pemanggilan kesatria suci akan berlangsung di kerajaan Celestial esok hari. Kedua, camp pelatihan para kesatria suci akan dilaksanakan di kerajaan Inggram mengingat satu dari keempat Labirin berada di wilayah kerajaan Inggram dan level yang telah di tempuh oleh kesatria kerajaan Inggram adalah untuk menjelajah Labirin tertinggi dari level yang telah dicapai kesatria lain selama menjelajah Labirin. Ketiga, kesatria yang akan melatih kesatria suci adalah kesatria terpilih dari semua kerajaan. Keempat kesatria suci akan memimpin ekspedisi perang mengalahkan klan Iblis yang mana prioritas mereka adalah Negeri yang terdampak parah atas serangan dari klan Iblis.

__ADS_1


Itu adalah 4 kesepakatan yang tercipta dari hasil cekcok dan saling adu argumen dari keduabelas Raja yang saat ini berkumpul dalam satu meja bundar raksasa.


Ditengah konferensi, tiba-tiba gerbang yang berada di sebelah utara ruangan tersebut terbuka bersamaan dengan seorang pelayan yang masuk memberi kabar. "Sang penyihir suci telah tiba."


Seorang wanita muda masuk ke dalam ruangan bertemu dengan para Raja. Belum sampai di depan meja, para Raja berdiri dan memberi hormat kepada wanita muda tersebut. Tentu para Raja memberi hormat karena wanita itu bisa disebut sebagai titisan Dewi Marlin.


"Bagaimana hasilnya William?"


"Baik.." Raja William jalan mendekat dan tunduk serta mencium tangan wanita itu.


"Kami telah mengambil kesepakatan, besok upacara akan dilaksanakan di kerajaan ini." sambung Raja William menjelaskan situasi.


"Baiklah.. Oana."


Seorang wanita lain masuk ke dalam ruangan begitu mendengar teriakan dari penyihir suci memanggil namanya. "Iya Nyonya Barthe."


"Siapkan keperluan untuk upacara besok di ruang aula pemanggilan."


"Siap Nyonya, laksanakan."


Wanita itu keluar segera setalah mendapat perintah dari Barthe la Angele, nama dari penyihir suci yang berusia 80 tahun. Meski usianya sudah tua tapi fisiknya sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda penuaan.


"Sepertinya hari ini menjadi hari terakhir kau memegang tanganku William"


"Nyonya Barthe."


Wiliam menunduk mendengar perkataan dari Barthe, begitupun para Raja yang lain. Mereka terlihat memberi penghormatan kepada Barthe atas apa yang akan dilakukannya esok hari.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2