The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 31 - Perjuangan Sia-sia


__ADS_3

*Sebelum matahari terbit.


Di atas langit, tepat di atas benteng ampt. Sebuah ruang tertutup awan yang di aliri oleh aura jahat luar biasa milik iblis kuat bernama Lucifer.


"Tuanku.. Jika dibiarkan, penduduk yang lari melalui jalur laut itu tidak akan bisa kita tangkap!" Salah satu Iblis yang berada di samping Lucifer memberi saran.


Selama ini.. Selama perang ini pecah, ternyata Lucifer dan 3 iblis terkuatnya sedang menyaksikan perang dan perlawanan sia-sia dari para kesatria di atas benteng ampt.


Dengan sihirnya.. Lucifer menutupi kehadiran mereka berempat dari pandangan mata kesatria dan aura kesatria yang dapat mengetahui keberadaan mereka. Lucifer dengan santai menikmati setiap pertarungan dan darah yang tumpah ruah akibat perang yang terjadi.


"Hahahahaha.. Hebat juga wanita itu." Lucifer sedikit tertarik dengan Linda yang berhasil membuat Balphegor kesulitan dan terluka parah.


"Diablo.." Lucifer memanggil salah satu iblis.


"Sayang sekali jika semua mainan itu meninggalkan pulau.. Urus mereka semua." Lucifer memberi instruksi kepada Diablo agar tidak membiarkan satupun penduduk berhasil kabur dari klan Iblis.


"Siap tuan." Setelah mengatakan hal itu, Diablo menyiapkan pasukan.


Lucifer.. Salah satu Iblis terkuat ternyata juga mampu menggunakan sihir ruang. Dengan sihir itu, Lucifer mengirim pasukan undead yang dipimpin oleh Diablo untuk mencegah para penduduk di dermaga kabur lebih jauh, bahkan penduduk yang sudah sangat jauh dari pulau pun.. Kembali tertangkap.


*Beberapa saat sebelum matahari terbit.


Diablo muncul di tengah-tengah keramaian dermaga.. Sontak kemunculan iblis menyerupai domba tersebut membuat para penduduk panik tak karuan. Kesatria yang berada di sekitar dermaga sigap menghadang Diablo tapi.. Mereka tak cukup kuat bahkan hanya untuk memberi luka goresan pada tubuh Diablo.


Bersamaan dengan munculnya Diablo, juga muncul pasukan undead tengkorak yang menyerang dan menyeret para penduduk masuk ke dalam portal yang di buat oleh Lucifer.. Portal ruang tersebut langsung mengarah ke kota Mena, salah satu kota di Pulau Irian yang sekarang merupakan basis tentara pusat dari klan Iblis.


Penduduk yang berada di laut dibuat pingsan oleh salah satu sihir Diablo.. Dan Diablo membantai semua pasukan atlantian dengan tangannya sendiri. Dengan sihir air.. Semua perahu tersebut kembali ke dermaga membawa penduduk yang tertidur pingsan.. Sampai di dermaga para penduduk kembali diseret oleh pasukan undead masuk ke dalam portal.


*Saat ini..


Setelah sebelumnya Diablo menyambut para penduduk yang tiba dengan menggunakan sihir ruang Linda.. Kini yang hadir dihadapan Diablo adalah 3 kesatria dan 2 penyihir yang bahkan sudah tak bisa bertarung.


Sedangkan sejak tadi.. Penduduk yang masuk ke dalam portal milik Linda sudah di bereskan oleh Diablo dan pasukan Undead yang kemudian mengirim mereka semua ke Kota Mena.


"Bo-bohong..." Salah satu penyihir terjatuh karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini.


"Adehhh.. Masih ada yang datang rupanya!" Diablo menyambut kesatria yang datang dengan memancarkan aura mengerikannya.


"Uaarrrr.. Uhk uhjk." Salah satu penyihir wanita muntah akibat aura tersebut.


Para kesatria dan penyihir itu.. Melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Para penduduk yang tak sadarkan diri, di seret hidup-hidup masuk ke dalam portal.


"Si-sial.." Salah satu kesatria mencoba bangkit.


"Cornu ovium." Ucap Diablo sambil mengarahkan serangannya kepada Kesatria yang mencoba bangkit tersebut.

__ADS_1


Serangan itu..


Membuat dada sebelah kirinya, tempat dimana seharusnya jantung berada menjadi bocor.. Dan mengeluarkan banyak darah.. Kesatria itu mati seketika.


"Mbambambambamba.." Diablo tertawa puas.


Penyihir wanita yang menyaksikan hal itu kembali muntah, semantara penyihir yang lain hanya menatap dengan tatapan takut dan gemetar.. Saking takutnya iapun mengompol.


Sedangkan 2 kesatria yang tersisa.. Mereka terlihat pasrah karena sudah tak ada kesampatan lagi untuk menang.


Di tengah ketakutan, salah satu kesatria melihat mayat yang berada di depan mereka.


"Tu-tuan Salosa." Ucapnya.


Mayat itu mati kehilangan jantung, sama persis dengan apa yang terjadi dengan kesatria yang di serang oleh Diablo. Mayat itu adalah Salosa.. Ia yang terkejut setelah masuk ke dalam portal milik Linda, tersulut amarahnya dan menyerang Diablo meski tak punya kekuatan apa-apa.


Salosa di bunuh seketika oleh Diablo..


"Mbambamba.. Manusia bodoh., dari awal kalian sudah tidak punya kesempatan untuk menang ataupun kabur dari pulau ini." Diablo menatap para kesatria yang ketakutan itu.


"Dari awal.. Kalian semua hanya dijadikan tontonan oleh tuan kami.. Mbambambamba." Lanjut Diablo.


"Jangan bermimpi manusia.. Kalian semua akan menjadi budak klan Iblis, menjadi makanan monster.. Dan menjadi pasukan undead seperti tengkorak yang kalian lihat ini... Mbambambambamab." Diablo tertawa puas melihat ekspresi kesatria dan penyihir tersebut.


"Ti-tidak, aku tidak sudi." Ucap salah satu kesatria, lalu dengan nekat.. Kesatria itu mengambil pedangnya dan menusuk dirinya sendiri dan mati.


"Ke-kenapa! Apa sejak tadi.. Perjuangan kami hanya sia-sia." kesatria tersisa terlihat sangat putus asa.


"Benarreeee.. Mbambamba, dari awal perang ini sudah jelas. Tuan Lucifer hanya mempermainkan kalian semua.. Mbambambambamba."


"Boh-bohong.. Saat ini Nyonya Linda sedang bertarung dengan dua iblis di depan kastil. Nyonya Linda adalah salah satu penyihir terhebat kerajaan Nusantara. Ia pasti menang.." Penyihir yang sedari tadi muntah tersebut tiba-tiba dengan berani membantah Diablo dengan suara keras dan mata yang cukup tajam.


"Adehhhh.. Memang benar wanita itu kelihatan hebat, tapi..." Dengan tatapan tajam.. Tiba-tiba Diablo mengeluarkan aura negatif luar biasa untuk menyerang penyihir itu.


Penyihir itu.. Hidungnya mengeluarkan darah dan pingsan seketika.


Di dalam benteng ampt..


Langit biru di pagi yang cerah memperjelas semuanya. Kondisi benteng porak-poranda, mayat dimana-mana.. Tidak ada lagi kesatria yang tersisa, pun dengan pasukan iblis dan monster yang telah di kubur hidup-hidup oleh Linda.


Saat ini.. Linda dengan seluruh kekuatannya sedang melawan Balphegor dan Astharot. Linda sangat percaya diri mengingat bahwa ia berhasil mengungsikan semua penduduk dengan selamat, setidaknya itu yang ia pikirkan tanpa tau hal yang terjadi sebenarnya di bawah tebing.. Di dermaga yang telah dikuasai oleh Diablo.


"Igwan... Igwan.." Pistris mencoba membangunkan Igwan yang terluka sangat parah tapi.. Jantungnya sudah sangat lemah dan sebentar lagi ia akan mati.


"Sial." Pistris memukul tanah karena kesal.

__ADS_1


"Tuan Pistris, kita harus membantu Nyonya Linda." Sebastian menatap ke depan melihat Linda yang bertarung dengan Balphegor dan Astharot.


"Bo-bodoh.. Kau memegang pedang saja gemetar seperti itu, bagaimana mau bertarung." Kata Ain kepada Sebastian.


"Tuan Sebastian, Nona Ain benar.. Saat ini kita berdiam diri saja sambil memulihkan imperium kita." Kata Pistris dengan tatapan yang berat.


Di tempat lain, dalam gubuk kecil dekat dengan kastil. Lusio masih mengintip dari jauh pertarungan Linda dan kedua iblis kuat tersebut.


"Bagaimana ini!! Jika wanita itu tidak menang, maka aku dan Ilume tidak bisa keluar dari tempat ini." Kata Lusio.


Sementara itu..


Linda terus menyerang, tapi kombinasi Astharot dan Balphegor cukup merepotkannya.


Astharot menyerang dengan ekor ularnya, tapi Linda dengan sigap mengeluarkan portal dan mengarahkan portal tersebut ke arah Balphegor sehingga Balphegor terkena serangan racun dari Astharot.


Kedua iblis tersebut terluka dan kewalahan, sementara Linda masih bisa mengeluarkan sihirnya.


Balphegor terjatuh.. Ia tak bisa lagi menggunakan sihir regenerasinya karena kekurangan imperium. Sementara kondisi Astharot dengan satu tangan yang sudah putus saat ini bukan tandingan dari Linda.


"Sepertinya kalian sudah tidak bisa lagi bertarung huh!?" Kata Linda mengintimidasi.


Balphegor tersungkur.. Sedangkan Astharot berdiri dengan sisa-sisa kekuatannya.


"Aku akan mengakhiri ini." Kata Linda.


"Venenosa rosa spinam." Linda melapalkan mantra dan tanah yang di injak oleh Balphegor bercahaya.


Tapi.. Belum sihir tersebut aktif sempurna tiba-tiba..


Dari langit..


Sebuah tombak menerjang..


Tombak itu menyerang lingkaran sihir yang di buat oleh Linda..


Tombak itu menancap di tanah yang terdapat lingkaran sihir dari Linda..


Seketika..


Sihir yang di buat oleh Linda..


Menghilang bersamaan dengan tertancapnya tombak berwarna hitam dan terlihat kusam itu ke tanah di dekat Balphegor.


"Hah! Apa itu!? Tombak itu, melenyapkan sihirku!" Kata Linda terkejut.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2