The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 57 - Pertemuan di Dunia Arwah Bag. 2


__ADS_3

Setelah keputusan pertama dibuat, kini pertemuan meja bundar kembali membahas hal yang penting. Para raja tidak punya waktu untuk rehat, mereka harus menentukan langkah selanjutnya saat ini juga.


Keputusan pertama membuat raja Jolang bisa bernafas lega karena bantuan pasukan aliansi akan dikirim ke ibu kota kerajaannya.


Pasukan itu selanjutnya akan dikumpulkan setelah pertemuan ini berakhir. Telah di putuskan bahwa yang akan memimpin pasukan adalah kesatria dari kerajaan Dongion, di ikuti beberapa kesatria dan prajurit dari kerajaan lain. Mereka semua nantinya akan berkumpul di kerajaan Naugrim, sebelum akhirnya menyeberang menuju kerajaan Nusantara.


Memang jarak antara kerajaan Naugrim dan kerajaan Nusantara tidak terlalu jauh walaupun mereka berada di benua berbeda. Bisa di bilang kedua kerjaan ini adalah tetangga meski di pisahkan oleh lautan yang cukup jauh.


"Raja Charles.. Bagaimana menurutmu kekuatan para kesatria suci saat ini?" Salah satu raja menatap ke arah raja kerajaan Inggram.


"Mereka cukup hebat.. Bahkan aku sendiri terkejut perkembangan mereka di luar ekspektasi." Kata raja Charles.


"Jika kau sudah berkata begitu maka perkembangan mereka memang pesat.."


"Aku pikir mereka membutuhkan setidaknya 1 tahun untuk mencapai kekuatan seperti sekarang.. Tapi nyatanya, mereka berkembang hanya dalam waktu 4 bulan saja.. Bahkan tanpa berlatih di dalam labirin." Tegas raja Charles yang terlihat percaya diri.


"Hm.. Aku mengerti!!" Sahut raja Wiliam.


"Itu adalah pencapaian luar biasa.. Bahkan itu melampaui para pendahulu mereka." raja Reynhard terlihat senang.


"Apa mungkin!!"


"Ada apa raja Sambash!?" raja Reynhard melirik ke arah raja kerajaan Dongion.


"Tidak, tidak papa.. Aku hanya berpikir tentang sesuatu." Sambash tampak tidak yakin.


"Jika apa yang dikatakan oleh raja Charles benar, maka itu mungkin saja." Respon raja William.


"Sebaiknya tidak usah terlalu berharap.. Bukan kah para generasi sebelumnya juga membuat kita takjub seperti itu?" raja Axikel melipat kedua tangannya.


Apa yang mereka bahas kali ini adalah pencapaian para kesatria suci yang mampu meningkatkan kekuatan mereka dalam waktu singkat. Hal yang belum pernah di lakukan pada masa sebelumnya.


"Sayang sekali tapi.. Kali ini aku sepakat dengannya!" raja Tolkien membenarkan perkataan raja Axikel.


"Yaa.. Jangan terlalu berharap lebih. Kalian tentu masih ingat dengan perang besar yang terjadi 15 tahun yang lalu.." Salah satu raja mengingatkan kembali sebuah peristiwa besar, dimana ketika itu daratan Neverland hampir saja dikuasai oleh klan iblis.


"Tch.. Aku harus kehilangan seluruh keluargaku saat itu.." Salah satu raja tampak pucat.


"Jika itu terjadi lagi, aku harap para kesatria suci akan siap mengemban tugasnya."


Mereka semua terlihat serius, apa lagi saat membahas kejadian besar di masa lalu. Keajaiban yang membuat mereka tak ingin lagi gegabah dalam mengambil keputusan.


Di masa itu.. Saat mereka mengira dapat menyerang klan iblis dan menghancurkan mereka dalam satu serangan.. Nyatanya mereka malah di kejutkan dengan serangan mendadak, sebuah serangan dimana mereka tidak pernah mengira jika pasukan iblis mengetahui semuanya.


Dalam perang itu.. Sangat banyak kesatria dan prajurit yang meregang nyawa.. Walau akhirnya para pasukan iblis berhasil di pukul mundur kembali ke Darksideland dan menutup dimensi itu untuk beberapa saat meski saat ini pintu kedua dimensi terbuka kembali.

__ADS_1


"Yaa.. Aku tidak lupa. Tapi kita harus terus bergerak maju. Kalian juga harus melihat pergerakan klan Iblis.. Bukan kah aneh melihat 6 dosa besar bergerak sangat cepat!" Raja William berbicara tegas.


"Meski aku tidak ikut merasakan perang yang terjadi 15 tahun yang lalu. Tapi aku sependapat dengan raja William.. Saat ini gerakan klan Iblis lebih cepat dari biasanya." Sambash berbicara lantang.


"Cih.. Bocah sepertimu mana bisa mengerti. Kau hanyalah rakyat jelata, ingat posisimu.. Kekuasaan mu saat ini adalah bentuk dari kelemahan penguasa sebelumnya. Aku tidak habis pikir apa yang menjadi alasan raja sebelumnya memberikan tahta pada rakyat jelata sepertimu.. "Axikel mengumpat sambil melirik Sambash dengan tatapan sinis.


"tuan Axikel.. Jaga bicaramu. Bagaimanapun.. Tuan Sambash saat ini adalah raja dari kerajaan Dongion.." Reynhard membela Sambash.


"Hentikan omong kosong ini.." Salah satu raja berteriak.


Sontak kegaduhan itu kembali tenang.


"Bukan waktunya untuk meratapi masa lalu.. Saatnya mengambil keputusan dan memprediksi pergerakan klan Iblis.. Saat ini fokus kita adalah para kesatria suci.. Bagaimanapun kita membutuhkan kekuatan mereka untuk melawan klan iblis." Salah satu raja terlihat menggebu-gebu.


"Raja William.. Apakah mereka sudah sampai di kerajaanmu?"


"Sepertinya mereka akan tiba dalam waktu 3 hari dari sekarang." Jawab raja William.


"Sebaiknya kau menceritakan takdir mereka saat mereka tiba." Axikel kembali berbicara dengan nada sinis.


"Iya tentu saja.. Itu adalah suatu keharusan. Apa lagi segel gelar mereka belum di buka oleh Nyonya Parthe." Kata raja William.


"Lalu.. Bagaimana dengan langkah selanjutnya?"


"Mengingat kekacauan yang terjadi di berbagai wilayah.. Nantinya aku akan membagi para kesatria suci dalam kelompok-kelompok kecil dan mengirim mereka ke berbagai wilayah untuk membebaskan tanah yang telah dikuasai oleh klan Iblis." Jelas William.


"Oi.. Jangan rakus seperti itu.. Masih banyak wilayah yang juga membutuhkan mereka." Salah satu raja menyatakan sikap.


"Raja Jolang.. Seharusnya 100.000 pasukan yang kau kirim ke pulau cebes untuk menghadapi pasukan yang di pimpim Lucifer sudah cukup.. Apa lagi bantuan pasukan yang akan berangkat ke ibu kota kerajaanmu." Jelas raja William.


"Meski segel gelar para kesatria suci di buka.. Tapi para kesatria suci masih perlu menambah pengalaman bertarung mereka dengan monster dan iblis terlebih dahulu.. Jika mereka langsung menghadapi iblis kuat.. Bahkan dengan kekuatan mereka yang juga sangat kuat. Aku yakin mereka akan kalah. Bagaimanapun, pengalaman bertarung juga penting. " Jelas Sambash.


"Lumayan juga kau anak muda.." Raja Norway memuji pendapat Sambash.


Apa yang menjadi bahasan mereka dipertemukan kali ini, tidak lain adalah kesiapan para kesatria suci dan juga sihir terakhir yang akan di berikan oleh penyihir suci kepada para kesatria suci.


Selain itu, usulan raja William untuk membagi para kesatria suci menjadi kelompok-kelompok kecil sepertinya mendapatkan persetujuan dari para raja. Nantinya kelompok itu akan berkelana untuk menambah kekuatan bertarung mereka serta menambah pengalaman bertarung mereka.


Hal itu sangat di butuhkan agar para kesatria suci bisa siap menghadapi perang besar yang menanti mereka.. Sebuah perang yang akan menentukan takdir mereka, sama seperti 15 yang lalu. Perang yang membunuh seluruh pendahulu.


Di lain tempat..


Dalam ruangan yang penuh dengan api..


Ledakan api yang besar membuat ruangan itu tampak kacau, beberapa dinding dan tiang tampak runtuh.

__ADS_1


Tapi..


"Sialan, monster ini masih bisa bertahan." Kata Richard berlari menghindari monster yang saat ini ia hadapi.


Monster dengan daya tahan tubuh yang luar biasa itu bahkan belum tumbang saat Richard menghantamnya dengan sihir ledakan api yang kuat.


Tubuh monster itu penuh darah, bahkan monster itu sudah kehilangan dua tangannya. Tapi monster itu masih menyerang dengan taring besarnya dan hal itu sudah sangat cukup membuat Richard kewalahan.


dengan kecepatannya, monster itu melompat dan mengarahkan moncongnya untuk mengigit Richard.


Richard berbalik dan menangkis dengan pisau yang telah ia aliri imperium api hingga pisau itu memanas dan melukai moncong monster itu.


Tapi sayangnya, taring monster itu lebih tajam dari pisaunya.. Hingga membuat pisau itu patah.


"Sial.." Richard melompat kebelakang.


"Baru kali ini aku terdesak." Gumamnya.


Pertarungan mereka berlanjut.. Meski tak bersenjata tapi Richard berhasil melayangkan pukulan keras ke arah monster tanpa lengan itu, tapi lagi-lagi monster itu tak mundur, monster itu malah menyerang terus menerus dengan taring besarnya.


Richard jauh lebih unggul kali ini, karena monster itu sudah tak memiliki lengan dan hanya mengandalkan serangan taring besar mencoba untuk menggigit Richard.


Pukulan demi pukulan Richard layangkan.. Ia memukul hanya dengan tangan kanannya, sebab tangan kirinya buntung. Meski dengan satu tangan, tapi serangan Richard sangat cepat. Membuat monster itu terlihat lelah dan sebentar lagi akan tumbang.


"huh huh uh.. Daya tahan yang luar biasa.. Jika aku memakan daging monster itu.. Maka aku bisa memiliki daya tahan itu." Meski nafasnya berat, tapi Richard masih sempat untuk tersenyum. Ia benar-benar menikmati pertarungan itu.


Jika saja Richard masih seperti dulu, mungkin ia sudah kabur tapi Richard yang sekarang berbeda .. Ia malah tersenyum puas dan benar-benar menikmati pertarungan hidup dan mati ini


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


'


-Bersambung-


__ADS_2