
Di tengah laut.. Masih di perairan Seamong.
Armada kapal melanjutkan perjalanan, setelah tiba-tiba monster yang menyerang tersebut malah pergi. Dalam serangan monster laut itu tidak ada satupun kesatria yang gugur atau terluka, yang membuat para kesatria menjadi aneh karena memang monster itu tidak menyerang langsung ke arah mereka melainkan hanya mengganggu rute pelayaran sehingga perjalanan mereka tersendak dan berhenti.
Di atas kapal yang berada paling depan.
"Kita tidak akan tiba siang ini, mungkin kita akan tiba malam hari." Kata Arwen kesatria dari kerajaan Eledherim sekaligus Kamandan tertinggi yang memimpin seluruh kapal armada bantuan.
"Semoga pasukan mereka bisa bertahan sampai kita datang." Sambung Lingard penuh harap.
"Tenang saja.. Saat ini, Nyonya Linda berada di benteng ampt. Dia adalah penyihir yang hebat." Arwen percaya diri dengan apa yang ia ucapkan tentang Linda.
Armada kapal sebelah kiri, yang dipimpin oleh Kesatria besar kerajaan Nusantara bernama Depone Ngoro. Terlihat bahwa ia sangat gelisah, raut wajahnya menandakan bahwa ia sedang cemas akan sesuatu yang tengah terjadi. "Pistris.. Kau harus bertahan sampai aku datang." Gumamnya.
Ratusan kilometer dari armada tersebut.. Di pulau Irian, benteng terakhir pulau yang bernama benteng ampt. Tepatnya di depan kastil yang saat ini sudah menjadi reruntuhan tak berbentuk.
"Hah! Tombak itu.. Menghapus sihirku!!" Linda dikejutkan dengan tombak hitam berkarat yang menyerang lingkaran sihir miliknya.
Balphegor terkejut melihat tombak itu.. Ia mengucurkan keringat saat melihat tombak berkarat itu.. Tapi bukan tombak itu yang membuat dia berkeringat ketakutan, tapi aura mematikan yang saat ini ia rasakan, aura itu semakin kuat datang dan menghampirinya.
Sama halnya dengan Balphegor.. Astharot yang merasakan aura itu tak bisa bergerak. Itu adalah aura kemarahan karena mereka telah lalai menuntaskan tugasnya.
Tak lama kemudian.. Setelah Balphegor dan Astharot yang merasakan aura itu, kini Linda juga dapat merasakan aura mengerikan itu.
"Ha a ah. Ini.. Aura i-ini." Lidah Linda seakan kaku saat merasakan aura yang sangat mengerikan ini.
"Nyonya Linda,.." Ain memanggil Linda karena heran dengan ekpresi wajah Linda yang membeku dan terlihat ketakutan.
Tak lama dengan sangat cepat sesosok iblis menghantam tanah dengan keras dari arah langit. Hantamannya meninggalkan bekas di tanah yang berada dekat dengan tombak berkarat itu.
"Kalian telah mengecewakan tuan Lucifer." kata Iblis yang baru muncul tersebut sambil mencabut tombak dari tanah.
"T'ory.." Ucap Balphegor melihat iblis itu.
"Iblis itu kah? Tidak.. Bukan iblis itu, aura mengerikan ini bukan dari iblis itu." Benak Linda bergejolak karena masih belum mengetahui sosok di balik iblis yang mengeluarkan aura mengerikan yang saat ini mengguncang mentalnya.
"Waktu kalian sudah habis, sekarang.. Tuan Lucifer yang akan melanjutkan permainan." Kata iblis yang memegang tombak tersebut.
"Lucifer.. Siapa itu? Apakah salah satu dari mereka!?" Linda masih belum mengenal siapa Lucifer, ia terus bertanya dengan dirinya sendiri.
"Hu. Uh huh.." Sebastian bangkit kembali mengangkat pedangnya.
"Sebastian." Kata Ain yang melihat Sebastian.
"Aku masih bisa bertarung.. Mau sampai kapanpun. Aku tidak akan kalah oleh iblis." Kata Sebastian.
Pistris yang melihat semangat Sebastian juga ikut bangkit dan mulai termotivasi setelah beristirahat sebentar untuk memulihkan dirinya.
"Apa kau akan mengambil alih tugasku untuk menghabisi mereka semua?" Balphegor bertanya kepada iblis yang memegang tombak itu.
"Tidak, tua.." Belum selesai iblis itu menjawab. Tiba-tiba ia di kagetkan dengan serangan jarak jauh yang dilayangkan oleh Sebastian.
__ADS_1
Iblis itu terkejut tapi.. Serangan itu tak meninggalkan luka ataupun bekas apa-apa di tubuh iblis bertombak itu.
"Masih belum.." Dengan percaya diri Sebastian berlari seakan tak peduli bahwa serangannya tak mempan kepada iblis itu.. Ia masih berlari sambil membawa pedangnya.. Sebastian melompat dan memegang erat kedua pedangnya, ia hendak mengayungkan pedang itu kepada iblis yang saat ini tepat berada di depannya.
Tapi iblis itu tampak biasa saja bahkan tidak ada gestur tubuh yang menandakan bahwa ia akan menghindar atau menangkis serangan Sebastian.
Sepersekian milimeter pedang Sebastian di atas kepala iblis itu.. Tiba-tiba ia.. Terlempar kebelakang.
"AUSSSTIN." Ain histeris melihat hal itu. Ia berlari mendekati Sebastian.
"Huh! Si-siapa itu!?" Kata Linda.
"Tuan Sebastian.." Pistris berteriak karena tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Darimana? Darimana serangan itu.?!" Linda menengok ke kiri dan ke kanan mencari sumber serangan itu. Pupil matanya melebar karena tak sempat mendeteksi serangan itu. Ia berkeringat.. Adrenalin dalam tubuhnya bertambah seakan-akan saat ini ia sedang diambang kematian.
Balphegor, Astharot dan juga iblis yang memegang tombak berbalik. Mereka melihat ke arah langit sambil berlutut..
Melihat gelagat para iblis itu, Linda juga ikut melihat ke langit. Dilihatnya sosok itu.. Iblis dengan kulit berwarna merah dan ekor menjuntai panjang. Bola mata merah menyala dengan rambut berantakan berwarna hitam.. Fisiknya seperti manusia biasa tapi aura yang di pancarkan sangat luar biasa hingga membuat Linda.. Gemetar dibuatnya.
"Ib-iblis itu.. Auranya sama seperti Rever Block." Kata Linda yang tertegun melihat kedatangan Lucifer.
Sementara itu..
"A-apa yang ter-terjadi." Kata Sebastian.
"AUSTIN.. Tidak.. Kau tidak boleh mati. Austin.." Ain histeris melihat kondisi Sebastian.
"Arehh.. Ain, ke-kenapa kau menangis seperti itu?" Sebastian belum sadar dengan kondisi tubuhnya meski saat ini darah mengucur deras dari bagian kedua tangan dan kedua kakinya. Mulutnya pun mengeluarkan darah.
"Tidak.. Tidak.. Healfull." Ain menangis histeris, ia mencoba menggunakan sihir penyembuhan kepada Sebastian.
Sementara Pistris membalikkan pandangan karena tak sanggup melihat pemandangan mengerikan itu.
Sementara itu, di depan mereka.
"Kau gagal Belphegor." Kata Lucifer melirik ke Balphegor.
"Maafkan aku tuan.. Aku siap dihukum." Kata Balphegor sambil menunduk.
"Aku juga tuan." Sambung Astharot yang juga ikut menunduk.
"Tidak, lupakan saja. Hahahahaha.. Aku cukup menikmati pertarungan kalian. Siapa sangka ada penyihir hebat yang menyusahkan kalian." Kata Lucifer melihat ke arah Linda.
"Ga-gawat.. Aku harus pergi dari sini. Aku masih bisa menggunakan sihir ruang." Linda bergumam dalam hati sambil melihat ke arah Pistris dan Ain. Dua orang yang masih bisa ia selamatkan.. Sementara itu, Sebastian sudah di ambang kematian.
"Tidak.. AUSTIN.. AUSTIN. kau harus hidup.. Kau harus hidup." Ain masih saja mencoba menyembuhkan luka Sebastian.
Tapi.. Tatapan mata Sebastian saat itu sudah kosong, nafasnya sudah berhenti.. Sebastian telah mati.
"Berisik.." Lucifer mengarahkan jarinya kepada Linda yang terus histeris melihat Sebastian.
__ADS_1
Dari jari itu.. Sebuah serangan cepat mengarah kelada Linda.
"Heh.. Awas." Linda mengarahkan tangannya ke arah Ain mencoba menangkis serangan Lucifer tapi.. Gerakan Linda kurang cepat.
Serangan seperti laser itu mengenai Ain tepat di dahinya... Ain tewas seketika di atas tubuh Sebastian.
"Huh!? Sialan... Aarrrrrggh.." Pistris mengeluarkan kekuatannya, ia bersiap menyerang tapi..
"Gawatt.. Pistris.. Aliam dimensionem." Linda mengeluarkan sihir ruang untuk kabur membawa Pistris tapi lagi-lagi ia terlambat.
Pistris mati.. Dengan keadaan kepala terpenggal.
"Huh!?" Linda hanya dapat melihat pembantaian itu tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Sekarang.. Aku harap kau bisa menghiburku penyihir tua." kata Lucifer sambil menyerang dengan sihirnya.
Kali ini Linda berhasil menghindar dengan sihir nya.
"Wow, aku terkesan. Hahahaha." Lucifer memuji Linda.
"Dasar iblis.. Aku akan membunuhnu.. Vim et magicis aquae draco visus." Dengan kekuatan penuh.. Linda mengeluarkan sihir air yang berwujud naga raksasa langsung menyerang ke arah Lucifer.
"Nigrum protector." Lucifer mengeluarkan sihir pertahanan.
Kedua serangan itu saling bersinggungan hingga membuat area sekitar terdampak dan mengalami kerusakan. Energi yang di hasilkan dari tabrakan sihir itu benar-benar luar biasa.
"Ayo, keluarkan semuanya. Hahaha." Kata Lucifer yang menangkis serangan Linda hanya dengan satu tangan.
"Sialan.." Linda mengeram, ia tampak berusaha terus menyerang.
Sampai akhirnya serangan Linda berakhir.. Sihirnya hilang dan berhasil ditangkis dengan sempurna oleh Lucifer.
"Sial.. Huh hu huk." Linda terlihat kelelahan karena sudah sejak tadi ia mengeluarkan sihir saat bertarung dengan Balphegor.
"Sekarang giliranku... Mortuus est." Kata Lucifer.
"Huh.. Aaarrrrrhhhhhh."
Linda tak bisa menangkis serangan dahsyat itu, ia terkena serangan itu dan saat ini.. Ia terluka parah. Jubahnya sobek dan tubuhnya terluka. Ia terlihat muntah darah sambil tersungkur di tanah, ia masih mencoba bangkit.
"Hadeh.. Hanya seperti itu." Kata Lucifer memandang rendah Linda sambil mengangkat kedua tangannya ke samping.
"Si-siapa kau sebenarnya?" Linda mencoba bangkit dengan seluruh luka di tubuhnya.
"Aku.. Hahahaha. Aku adalah Salah satu dari '6 Dosa Besar' dari klan Iblis. Aku Lucifer sang dosa kesombongan."
-Bersambung-
Visual look iblis kuat Lucifer sang dosa kesombongan..
__ADS_1