
Kota Lockdown adalah sebuah kota besar yang memiliki wilayahnya sendiri tanpa intervensi kerajaan manapun atau bisa dikatakan jika kota ini adalah kota yang independen dengan otoritas kekuasaannya sendiri. Kota ini juga adalah kota para penyihir, dimana semua penduduk kota adalah penyihir, mulai dari manusia hingga ras lain yang menetap dan tinggal di dalam kota.
Penyihir adalah mereka yang bisa memanipulasi imperium menjadi wujud nyata sehingga bisa digunakan untuk menyerang, bertahan dan lain sebagainya. Tidak semua manusia atau ras lain adalah penyihir, hanya mereka yang bisa mengendalikan imperium lah yang disebut sebagai penyihir.
Menjadi penyihir adalah takdir sejak lahir dan tidak bisa diraih dengan latihan keras, berbeda dengan kesatria. Menjadi kesatria sendiri bisa dilakukan dengan latihan hingga potensi untuk mengeluarkan imperium mulai terlihat. Sedangkan mereka para penyihir, potensi mereka mengeluarkan bahkan memanipulasi imperium sudah terlihat ketika mereka masih kecil.
Kota Lockdown dipimpin oleh Kanselir sihir, posisinya sama seperti raja. Kanselir sihir adalah penguasa mutlak di kota Lockdown bersama dengan para dewan konsulat sihir. Mereka menjadi petinggi para penyihir yang ada di dunia ini, sekaligus menjadi pelindung para penyihir dan merupakan pemegang otoritas tertinggi kota Lockdown.
Sebagai kota yang fokus kepada sihir, Penyihir manapun bisa masuk ke kota Lockdown, hal itu membuat banyaknya para penyihir di dunia ini memilih datang dan tinggal menetap di kota Lockdown. Bukan hanya menetapkan tapi juga untuk mengembang sihir yang mereka miliki.
Salah satu yang membuat kota Lockdown menjadi destinasi menarik bagi para penyihir adalah pertahanan kota yang sangat kuat, apa lagi di tengah kekacauan yang dibuat oleh klan iblis. Bagaimana tidak, kota Lockdown memiliki tentara dan pasukan yang disebut kesatria sihir. Sebuah pasukan yang berziarah lengkap dengan kemampuan sihir di atas rata-rata dan juga semua prajuritnya adalah penyihir.
Tidak ada satupun manusia atau ras yang tidak bisa menggunakan sihir di kota ini. Semua yang tinggal di kota ini bisa menggunakan sihir, mulai dar sihir biasa hingga sihir luar biasa.
Selain pertahanan, hal yang membuat kota ini menarik bagi para penyihir adalah kualitas pendidikan sihirnya. Terdapat satu akademi sihir yang reputasinya sangat bagus seantero daratan. Akademi Hogward, sekolah sihir yang sangat besar dan juga menjadi jantung kota Lockdown. Bahkan saking terkenalnya, ada banyak penyihir dari berbagai kerajaan yang menempuh pendidikan sihir di akademi tersebut.
Tak heran, lulusan akademi Hogward tersebar ke semua kerajaan dan rata-rata hampir dipastikan lulusan akademi Hogward memegang posisi penting saat mereka menjadi pasukan kerajaan. Contoh paling nyata adalah Parthe de Angele, penyihir berbakat yang mendapatkan mantra dewi Marlin.
Parthe de Angele adalah penyihir kerajaan Celestial, itulah mengapa dia menetap dan tinggal di kerajaan Celestial. Meski begitu, pada awal karirnya sebagai penyihir. Tercatat jika Parthe menempuh pendidikan pada akademi Hogward hingga akhirnya di hari tua ia berhasil menjadi penyihir yang mengemban tugas mulai untuk memanggil para kesatria suci.
Otoritas kota Lockdown sendiri tidak membatasi siapapun untuk belajar sihir sehingga para penyihir dari luar kota Lockdown bebas untuk masuk dan menempuh pendidikan di akademi Hogward.
Bukan hanya itu, kota Lockdown juga banyak melakukan pengembangan serta penelitian tentang sihir. Hal itu membuat teknologi sihir di kota ini menjadi lebih maju dan pemukiman juga jauh lebih canggih dari wilayah kerajaan mana pun yang ada di daratan Neverland. Salah satu pengembangan sihir yang telah mereka temukan adalah item sihir pengendali monster, seperti yang digunakan oleh Gerald saat mengejar Anne.
Segala hal tentang sihir dapat ditemukan di kota Lockdown, hanya saja.. Kota ini adalah kota yang tertutup dari dunia luar. Meski para penyihir manapun bisa masuk tapi mereka yang bukan penyihir dilarang keras untuk memasuki kota.
Manusia atau ras apapun tidak dibolehkan masuk ke dalam kota, apapun gelar dan pangkatnya. Raja, menteri, kesatria atau apapun selama bukan penyihir maka tidak akan pernah bisa masuk ke dalam kota Lockdown.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, pertahanan kota Lockdown sangat kuat. Bukan hanya karena pasukan pertahanannya tapi karena kota ini juga tertutup oleh kubah sihir, wilayah kota yang luas tidak menjadikan satupun sudut kota tidak tertutupi oleh kubah sihir yang sangat tebal dan kuat.
Kubah sihir itu terlihat transparan tapi sangat kuat, sehingga langit masih terlihat jelas. Selain kubah sihir yang menutup seluruh kota, juga terdapat tembok besar yang terbuat dari beton baja setebal 5 meter dan tinggi tembok yang mencapai 30 meter menjulang dari tanah hingga ke langit, tidak sampai disitu. Ternyata di bawah tanah, tembok itu menancap cukup dalam hingga kedalaman 20 meter, hal itu untuk mencegah penyusup yang masuk ke dalam kota melalui jalan bawah tanah atau aliran tanah.
Tidak ada celah, mengingat setiap saat patroli dari prajurit dan kesatria sihir memenuhi benteng-benteng penjagaan di semua sudut tembok besar yang berdiri mengelilingi kota Lockdown.
Dan hanya ada satu pintu masuk menuju kota, sebuah gerbang yang tingginya hampir 5 meter di bagian timur kota Lockdown. Gerbang itu menjadi satu-satunya jalan yang bisa dilalui untuk masuk ke dalam kota Lockdown.
Dengan penjagaan super ketat, tidak sembarangan orang yang bisa melalui gerbang itu. Hanya penyihir yang diperbolehkan masuk setelah para penjaga yang jumlahnya ratusan melakukan pemeriksaan ketat dan memastikan status tamu yang masuk adalah penyihir atau bukan.
Jika bukan penyihir maka orang tersebut akan dihentikan dan di seret keluar. Aturan ketat itu telah berlangsung lama, hampir satu abad yang lalu kota Lockdown menjadi kota yang sangat tertutup hingga saat ini.
Kekuatan pertahanan itu membuat kota Lockdown sangat disegani oleh kerajaan-kerajaan lain walaupun kota Lockdown tidak pernah turut serta dalam perang melawan klan Iblis tapi kontribusinya menciptakan kader penyihir-penyihir hebat untuk para kerajaan dirasa sudah sangat cukup.
Kekuatan pertahanan itu pula yang membuat para korban invasi klan iblis memilih pergi dan menetap ke kota Lockdown dari pada harus bertahan di wilayah kerajaan dengan pertahanan terbuka. Ya.. Wilayah kerajaan yang sangat luas membuat otoritas kerajaan tidak bisa melindungi semua desa, kota atau pemukiman penduduk di wilayahnya sehingga sering kali wilayah tanpa perlindungan itu menjadi bulan-bulanan klan iblis.
Tapi sayangnya, tidak semua bisa mendapatkan perlindungan ketika mereka datang ke kota Lockdown. Hanya penyihir saja sedangkan mereka yang bukan, tidak akan bisa masuk ke dalam kota.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.. Mereka yang bukan penyihir maka tidak akan bisa melewati ketatnya penjaga gerbang Kota. Hampir setiap hari, ada saja orang yang bukan penyihir memaksa masuk ke dalam kota dan berakhir dengan ditendang keluar gerbang atau parahnya jika masih memaksa maka pihak penjaga gerbang tak segan melukai mereka.
__ADS_1
Seperti hari ini..
Pagi menjelang siang, sebagaimana di hari-hari biasanya, satu-satunya gerbang kota di arah timur telah padat dengan antrian rombongan yang ingin masuk ke kota Lockdown. Ada banyak tujuan dan alasan dari mereka semua yang ingin masuk.. Ingin belajar sihir, ingin menetap, ingin mengadu nasib dan sebagainya.
Setelah diperhatikan lagi, cukup banyak orang yang di tolak masuk ke dalam, tentu karena mereka bukanlah penyihir. Entah seperti apa tapi sistem yang dibangun oleh otoritas kota Lockdown sehingga dengan akurat dapat membuat siapapun selain penyihir tidak dapat melewati penjagaan di pintu gerbang. Mustahil jika ada orang lain selain penyihir yang bisa masuk ke dalam kota mengingat ketatnya penjagaan itu.
Beruntung bagi wanita yang saat ini telah melewati penjagaan di gerbang kota. Wanita itu tentu saja adalah Oana Lamiete, seorang penyihir sekaligus murid Parthe de Angele.
Oana masih dengan tujuannya, yaitu untuk menemukan petunjuk tentang kesatria Ignis yang ia duga masih hidup karena pernyataan dari Parthe. Ia juga memegang segel ignis pemberian Parthe, yang selanjutnya akan dia berikan untuk Ignis ketika mereka telah bertemu.
Meski Parthe yang mengatakan hal itu, tapi Oana sendiri tidak yakin karena ia sudah menjelajah dan mencari petunjuk tentang kesatria Ignis. Hasilnya nihil, hampir putus asa dan juga sempat membuat ia jadi benci dengan Ignis karena rumor yang ia dengar pada saat berada di wilayah kerajaan Inggram. Namun, pertemuannya dengan manusia serigala muda sedikit membuat ia berharap kembali, hingga ia mengingat sesuatu tentang item sihir kuat yang bisa menemukan barang atau orang hilang yang dimiliki oleh penyihir hebat bernama Aliyah Justifina.
Oana bertemu dengan Aliyah di kerajaan Celestial ketika ia masih kecil, pertemuan singkat itu cukup memberi kesan karena ia bisa dekat dengan Aliyah dan mengetahui sedikit informasi tentang Aliyah termasuk item yang dimiliki oleh Aliyah, yaitu bola kaca sihir yang dapat menemukan lokasi barang atau seseorang dengan akurat. Item sihir yang hanya ada satu di dunia, item itu dimiliki oleh Aliyah Justifina seorang penyihir yang saat ini menjadi pengajar di akademi Hogward.
Jika di luar kota terlihat tandus dan penuh dengan antrian orang-orang yang ingin masuk ke dalam kota. Maka di bagian dalam kota terlihat sangat megah, bangunan mewah dan tinggi serta kendaraan sihir yang melayang terlihat dimana-mana.
Ada yang berjalan kaki, ada yang melayang dengan sihir dan ada pula yang mengendarai hewan aneh. Kebanyakan dari mereka mengenakan sebuah topi lancip panjang dan jubah yang menjulang ke bawah. Dapat dipastikan penyihir yang menggunakan pakaian itu adalah seorang penyihir yang terdaftar sebagai anggota konsulat sihir.
Menjadi anggota konsulat sihir sama artinya jika kekuatan sihir orang itu telah diakui oleh Kanselir sihir dan dewan konsulat sihir. Ada banyak keuntungan saat seorang penyihir bisa menjadi anggota konsulat sihir, diantaranya mendapatkan hak istimewa untuk ikut andil dalam pengembangan sihir, mendapat izin untuk melakukan percobaan dan penciptaan sihir baru serta mendapatkan status bebas keluar masuk tanpa melewati gerbang pemeriksaan ketat yang terdapat di sebelah timur.
Mereka yang merupakan anggota konsulat sihir memiliki item sihir yang diberikan langsung oleh otoritas kota Lockdown, sebuah item yang bisa membuka portal langsung menuju kota Lockdown. Item itu tidak bisa digunakan sembarang penyihir jadi meski item itu dicuri maka item itu tetap tidak akan bisa digunakan.
Selain anggota konsulat sihir, juga terlihat orang biasa yang lalu-lalang dengan menggunakan sapu terbang. Ada pula kereta yang melayang membawa barang dari gedung satu ke gedung yang lainnya. Kemanapun mata Oana memandang, yang ia lihat adalah keajaiban yang hanya bisa tercipta dari para penyihir. Oana sudah berada di kota ini selama dua hari, dimana pada hari sebelumnya ia berhasil masuk dan melewati penjagaan ketat di gerbang masuk.
Kota yang cukup besar membuat ia kesulitan mencari lokasi akademi Hogward, tempat dimana Aliyah berada saat ini. Apa lagi, ini adalah kali pertama ia datang ke kota Lockdown setelah sebelumnya ia hanya mendengar rumor dan keindahan kota Lockdown dari gurunya Parthe. Oana juga cukup kesulitan untuk bertanya pada orang yang ia temui di jalan, itu karena perilaku orang-orang yang ada di kota cukup individulis yang membuat mereka enggan berbincang dengan orang asing seperti Oana.
Saat ini, Oana berada di salah satu wilayah padat kendaraan sihir yang melayang bernama Sitrus. Sebuah wilayah jalan raya para penyihir, jalan padat yang menyambungkan berbagai wilayah lain. Bukan sebuah jalan batu tapi sebuah jalur udara yang melayang.. Oana dengan sihirnya saat ini sedang melayang dan berusaha mencari petunjuk jalan yang mengarah ke akademi Hogward.
Bersamaan dengan hal itu prajurit sihir mendekat karena melihat kepanikan yang terjadi, setelah prajurit sihir itu melihat seorang pria dengan jubah sihir mereka langsung tanduk dan hormat.
Pria yan mereka lihat adalah Gerald Grifindor, seorang anggota konsulat sihir sekaligus kesatria sihir kota Lockdown. Bersama dengannya para kesatria suci, Smits dan Anne yang masih menempel di lengannya. Juga ada Ivy, Rebecca, Gildarts dan Pege.
Mereka telah tiba setelah hanya melakukan perjalanan beberapa hari saja, padahal jarak antara kota Lockdown dengan Gres tempat mereka berada sebelumnya cukup jauh.
Para prajurit yang mengetahui kedatangan Gerald langsung membuka barikade barisan dan mengawal Gerald beserta kesatria suci mendapat ke pintu gerbang. Mereka tentu tidak langsung melewati gerbang itu tapi mereka digiring masuk ke suatu ruangan yang berada di bagian tembok besar pintu masuk gerbang.
Sebelum mereka mendarat, Gerald sebelumnya telah mengingatkan para kesatria suci agar identitasnya tidak diberitahukan kepada banyak orang yang sedang mengantri untuk masuk karena jika sampai orang-orang itu mengetahui identitas mereka maka kegaduhan akan terjadi, bisa dibilang para kesatria suci layaknya artis. Jika keberadaan mereka sampai diketahui, hal itu akan membuat orang-orang mendekati mereka dan akan saling berdesak-desakan hingga merusak antrian yang telah tersusun rapi.
Itulah mengapa para kesatria suci tidak banyak berbicara saat mereka digiring masuk ke ruangan yang ada di sebelah pintu gerbang, ruangan yang masih menjadi bagian dari tembok raksasa pelindung kota Lockdown.
Sambil berjalan, para kesatria suci melihat ada banyak orang yang ingin masuk ke dalam kota Lockdown, tak jauh dari tempat mereka berjalan. Mereka juga melihat pemukiman yang lumayan padat di sebelah barat kota Lockdown.
Ivy yang penasaran akan hal itu bertanya pada Gerald yang berada di depannya. "Apakah pemukiman itu termasuk wilayah kota Lockdown?" Tunjuk Ivy.
Gerald menengok, ia menggelengkan kepala. "Tidak, itu adalah pemukiman orang-orang yang ingin masuk ke dalam kota Lockdown, namun tidak dapat masuk karena mereka bukan penyihir. Mereka bersikeras dan membangun pemukiman di sekitar kota ini."
"Ahh.. Segitu inginnya mereka masuk ke kota ini." Sahut Rebecca.
__ADS_1
Lalu Smits yang masih dipeluk lengannya oleh Anne menambahkan. "Begitu yah.. Ternyata aturan di tempat ini ketat juga."
"Tentu saja, Kanselir sihir benar-benar menjaga kota ini sebagai kota para penyihir. Beliau sangat tegas dengan hal itu." Tegas Gerald.
"Hm.. Jujur saja aku sebenarnya kurang percaya padamu saat kau mengatakan jika kau adalah anggota konsulat sihir, tapi sepertinya kau memang anggota konsulat mengingat para prajurit penjaga tunduk padamu." Kata Smits memegang dagu.
"Aku sudah bilang tuan.. Apa yang aku katakan tentang wanita itu dan diriku memang benar adanya." Balas Gerald menunjuk Anne.
Sementara itu, Anne yang sejak tadi melangkah menuju ke arah gerbang menjadi semakin gemetar. Ia semakin memegang erat lengan Smits, sambil menyembunyikan wajahnya. Seolah akan ada hal buruk yang menimpanya setelah sampai ke tempat ini.
Smits yang merasakan hal itu semakin penasaran tapi disisi lain dia sudah mulai mempercayai Gerald sejak saat kedatangan mereka. Hal itu membuat ia bimbang, apa lagi Smits bukanlah tipe orang yang suka berpikiran keras.
"Jadi tuan Smits, jika anda telah percaya padaku bagaimana jika anda membiarkan Anne dibawa oleh para prajurit." Ucap Gerald.
"Hhuhhh memang merepotkan, tapi tunggulah hingga kita masuk ke dalam kota... Lagi pula aku sudah bilang padamu, aku ingin bertemu dengan kanselir sihir dan berbicara langsung dengannya." Smits akhirnya mengambil keputusan yang merepotkan dirinya setelahnya melihat ekspresi ketakutan Anne. Ia merasa iba sekaligus masih merasa gelisah akan sesuatu.
Setelah berjalan, mereka akhirnya tiba pada satu ruangan. Dalam ruangan itu mereka semua disambut. Ruangan itu cukup mewah meski berada di dalam tembok luar kota Lockdown. Itu adalah ruangan para prajurit sihir, mereka sengaja digiring ke ruangan itu untuk diperiksa, apakah mereka layak masuk ke kota Lockdown atau tidak.
Ya.. Meski mereka kesatria suci mereka harus tetap melewati pemeriksaan untuk bisa masuk ke dalam kota. Bedanya, mereka tidak melewati pemeriksaan seperti banyak orang yang ada diluar. Mereka diperlakukan layaknya tamu kehormatan karena gelar kesatria suci yang mereka miliki.
Sepertinya, otoritas kota Lockdown benar-benar tidak mengendorkan sistem yang telah mereka bangun, mereka tetap melakukan pemeriksaan bahkan kepada para kesatria suci.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
-Bersambung-