The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 95 - Menolak Takdir


__ADS_3

"Argggg... Sial, aku tidak sempat menghindar." Wira bersandar pada sebuah pohon setelah ia berhasil kabur dari dalam istana menggunakan portal yang dibuat oleh Linda.


Di depannya, Gayatri dan Ihsan masih tersungkur tak sadarkan diri setelah Wira melepaskan mereka karena merasa lelah dan terluka. Ia bahkan tak sanggup lagi untuk berjalan, meski mencoba tapi ia benar-benar tak bisa bangkit.


Sambil memegang punggungnya yang terluka, ia mengeram kesakitan. Bukan tanpa alasan, serangan sihir yang dikeluarkan oleh Samhong berhasil mengenai punggung Wira sesaat sebelum portal tertutup dan hasilnya Wira terluka parah. Bukan hanya pada punggungnya tapi seluruh tubuhnya mengingat ia telah terlibat pertarungan dengan iblis kuat.


"Huh.. Uhhhuuuhhhh.." Wira mengatur nafas dan tempo detak jantungnya.


Ia melihat Gayatri di depannya, bagaimanapun Wira cukup senang karena berhasil membawa kabur Gayatri. Tapi mereka belum sepenuhnya aman, lokasi mereka saat ini berada di bagian belakang wilayah istana, tepatnya di kastil sihir tempat dimana Mbah Raka dan Linda bertarung sebelumnya.


Mengetahui hal itu, Wira belum tenang karena memang jarak antara istana dan kastil sihir tidak terlalu jauh. Bisa jadi para iblis menyusul mereka ke tempat ini, jika terjadi hal seperti itu maka pelarian mereka akan menjadi sia-sia.


Kastil sihir berada jauh di belakang istana kerajaan tapi masih dalam satu wilayah atau satu kompleks. Jadi, jika Wira ingin kabur keluar dari wilayah istana maka ia harus pergi ke depan pintu gerbang istana yang saat ini telah dipenuhi jasad para rakyat yang tadi sedang berpesta.


Pergi ke depan pintu gerbang istana sama saja dengan bunuh diri, itu karena di sana di dalam istana terdapat 4 iblis yang hampir saja membunuh mereka.


Untungnya, Wira sebagai kesatria kerajaan tahu satu jalan rahasia yang mengarah ke luar kawasan istana kerajaan. Sebuah jalan bawah tanah yang terdapat dibawah kastil sihir, jalan yang merupakan Gorong-gorong tempat pembuangan limbah kastil.


Itulah yang saat ini Wira pikirkan, tapi kondisinya tidak memungkinkan. Apa lagi ia harus membawa 2 orang sekaligus, itu mustahil karena bangkit saja dari tempat ia duduk dan bersandar di sebuah pohon sudah tidak bisa ia lakukan karena lelah dan luka yang ia derita.


"Sial... Sial.. Ayolah.. Aku harus pergi dari sini." Ia kembali mencoba bangkit tapi tetap tak bisa.


Sementara itu.. Di dalam istana tepat setelah Wira kabur menggunakan sihir ruang yang dibuat oleh Linda.


Linda yang diserang oleh Lucifer tergeletak penuh dengan darah, ia masih bernafas tapi telah sekarat. Sementara itu Mbah Raka telah mati akibat di serang dengan tombak oleh T'roy, ia yang sudah kehabisan imperium setelah mengeluarkan sihir tingkat tinggi tak dapat lagi menahan serangan T'roy. Mbah Raka mati dengan tombak yang menembus jantungnya.


Satu-satunya yang masih sadar adalah raja Jolang, yang kini terus muntah darah akibat luka dalam yang ia derita.


"Cih.. Mereka kabur." Lucifer geram, ia merasa kesal.


"Tuanku.. Aku masih bisa merasakan aura mereka. Aku pikir mereka masih belum terlalu jauh dari tempat ini." T'roy berspekulasi.


"Ya, aku juga masih merasakannya. Kalau begitu kau kejar mereka dan langsung bunuh saja mereka, kecuali kesatria itu.. Kesatria yang membuat sayap dan mataku terluka. Tangkap dia hidup-hidup dan bawa padaku." Lucifer memerintahkan T'roy mengejar Gayatri.


T'roy menghilang begitu ia menerima perintah, lalu Lucifer mendekati raja Jolang. "Sekarang.. Giliran mu yang akan mati!" Ucapnya.


"Tunggu!!" Rever yang sejak tadi diam saja bergerak menghentikan Lucifer.


"Ada apa?"


"Jangan bunuh dia.. Kita membutuhkan dia hidup-hidup.. Ini perintah tuan Levi, kita akan memanfaatkan dia agar aliansi kerajaan tidak sadar jika kita telah berhasil masuk ke daratan Neverland dan membangun kekuatan tempur di kerajaan Nusantara. Raja itu.. Harus kita manfaatkan!" Rever menatap raja Jolang dengan penuh makna.


Jauh di bagian barat daratan Neverland..


Di bagian terdalam labirin.. Tempat dimana seorang pria akan memulai langkahnya menjadi seorang kesatria terkuat tanpa ia sadari.


Di taman belakang kastil Ifrit.. Tepat di depan makam tubuh Ifrit yang sebenarnya bersemayam. Di atas makam itu sebuah obor menyala dengan api yang tidak lazim, nyala api itu tidak menimbulkan cahaya tapi nyala api itu malah menyebarkan aura gelap berbahaya.


Api hitam.. Api yang membakar segala sesuatu termasuk air sekalipun. Sebuah api yang memiliki daya bakar luar biasa, kekuatan alami dari Jin Ifrit sang pilar neraka yang juga dijuluki sebagai pemilik api neraka.


Sama seperti semua makhluk yang ada di daratan Neverland yang memiliki berbagai macam imperium dalam diri mereka. Semua makhluk yang kuat dan dapat bertarung memiliki setidaknya 3 jenis imperium dalam diri mereka, sedangkan pada kasus kesatria suci. Masing-masing dari mereka mewakili hanya satu jenis imperium tapi dengan kekuatan imperium yang tidak terbatas. Misalnya saja Richard yang memiliki imperium api, dan hanya bisa menggunakan api untuk menyerang dan bertahan.

__ADS_1


Sedangkan makhluk pribumi seperti Ifrit bisa memiliki lebih dari 1 jenis imperium namun, hanya ada 1 imperium yang dominan dalam dirinya atau imperium terkuat. Ifrit sama dengan Richard, imperium terkuat Ifrit adalah api walaupun Ifrit juga bisa menguasai 7 imperium sekaligus.


Tapi Api adalah yang terkuat bagi Ifrit, olehnya itu Ifrit disebut juga dengan jin api.


Mulanya, Api yang ada dalam dirinya adalah api seperti pada umumnya. Kekuatan apinya sangat kuat tapi tidak berwarna hitam seperti saat ini, perubahan pada imperium api miliknya terjadi saat ia diakui oleh raja iblis.


Saat bangsa jin diturunkan ke dunia bawah untuk memata-matai raja iblis. Demi berlangsungnya tugas memata-matai itu maka bangsa jin mengakui raja iblis sebagai raja dan tunduk menjadi pasukan iblis.


Saat menjadi bagian dari pasukan iblis.. Raja iblis yang mengakui kekuatan 4 jin terkuat termasuk Ifrit mendapatkan gelar dari raja iblis dan pemberian gelar itu sama artinya dengan mendapatkan kekuatan dari raja iblis secara langsung.


Oleh karena itu, saat Ifrit dan 3 jin lain mendapatkan gelar 4 pilar neraka maka secara otomatis kekuatan mereka ikut meningkat dan Ifrit mendapatkan sebuah kekuatan baru pada imperium api miliknya.


Api neraka yang memancarkan kegelapan, api yang dapat membakar segala sesuatu tanpa terkecuali dan api yang tidak akan padam sebelum api itu membakar habis semua yang disentuhnya.


"Api itu akan menyatu dalam tubuhmu!" Jelas Ifrit menatap Richard.


"Baiklah.. Aku tidak peduli dengan api itu, tapi jika lengan kiriku bisa kembali maka itu bagus." Kata Richard dengan wajah datar.


"Whahahawahaha.. Menarik sekali." Ifrit tertawa, karena normalnya seseorang yang akan mendapatkan sebuah kekuatan besar pasti akan senang atau sumringah tapi Ifrit melihat Richard tidak berekspresi apapun.


"Jadi.. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Richard menatap Ifrit.


"Kau diam saja.." Jelasnya.


Ifrit berjalan ke depan, kini ia tepat di depan obor yang menyala dengan api hitam itu. Ifrit menyatukan kedua tangannya dan seketika Api yang berada di obor itu membesar dan membakar tubuh dari Ifrit.


Api itu kini memenuhi tubuh kloningan Ifrit lalu sesat kemudian Ifrit berbalik ke arah Richard. "Mendekatlah!" Ucapnya.


Richard mundur, kini api itu memenuhi tubuhnya. Ifrit menjentikkan jari dan seketika api hitam itu berkumpul di lengan kiri Richard yang lambat laun membentuk sebuah lengan baru.


Sesaat kemudian lengan baru itu terbentuk dan Richard bisa merasakan kembali lengan kirinya. Api itu pun menghilang dari tubuhnya dan meresap masuk menyatu dengan imperium miliknya.


"Hebat.. Aku, aku bisa merasakan sebuah kejutan luar biasa." Tuturnya terkagum sambil menggerak-gerakkan lengan kirinya yang baru saja tumbuh kembali.


Lengan kirinya itu memiliki semacam tato aneh dengan corak yang tidak biasa. Di tambah lagi lengan kirinya itu terasa ringan dari pada lengan kanannya.


"Bagaimana? Kini kau telah memilih kekuatanku."


"Ya aku bisa merasakan.." Richard mencoba lengan kirinya dengan mengarahkan sebuah tinju ke arah Ifrit.


Sekarang.. Coba kau gunakan Api itu, tapi jika tidak bisa kau harus berlatih terlebih dahulu karena kekuatan itu terlalu kuat untuk langsung dikuasai." Setelah mengatakan hal itu, Ifrit malah terkejut karena saat ini lengan kiri Richard mengeluarkan api hitam, terlebih Richard sedang mencoba menggunakan Api itu dengan menyerang beberapa patung yang ada di taman itu. Hasilnya.. Patung yang terbuat dari tanah liat normalnya tidak akan terbakar hingga meleleh tapi dengan api hitam patung itu seketika meleleh tak tersisa.


"Tch.. Aku meremehkan mu Ignis, tanpa latihan pun kau telah menguasainya. Whahawahah."


"Ya.. Ini cukup mudah." Jelas Richard.


Tentu dengan tubuh yang telah mengalami berbagai macam pertempuran dan penderitaan selama berada di dalam labirin, Richard berhasil menguasai Api hitam itu bahkan tanpa latihan dan bimbingan dari Ifrit. Api hitam itu tidaklah hanya memberikan Richard sebuah kekuatan baru dan lengan yang baru.


Kekuatan baru itu juga semakin memperkuat daya tahan tubuh, mempertajam inderanya serta membuat mental bertarungnya semakin tebal. Kini ia menjadi sebagai sosok yang lebih kuat lagi, lebih kuat dari pada sebelumnya, bahkan sangat kuat tanpa Richard sadari.


"Sekarang.. Kau harus kembali ke permukaan daratan Neverland, aku tidak terlalu tahu apa yang terjadi di luar sana tapi sepertinya kau akan sangat di butuhkan di luar sana, Ignis... Sang kesatria terkuat."

__ADS_1


"Bagaimana caranya aku keluar dari sini?"


"Itu mudah.. Aku tinggal menjentikkan jari saja dan.."


"Sebentar.." Baru saja Ifrit akan mengeluarkannya, ia malah menghentikan Ifrit melakukan itu.


"Aku.. Aku tidak ingin keluar sekarang."


"Hah! Apa maksudmu Ignis? Daratan Neverland sedangkan membutuhkanmu."


"Tidak.. Aku sudah bilang bahwa aku tidak ingin terlibat lagi dengan raja iblis. Lagi pula sudah ada para kesatria suci sialan itu yang menjalankan tugasnya. Saat aku keluar, aku akan mencari informasi tentang penduduk langit dan akan menyuruh mereka untuk mengembalikan aku ke duniaku sebelumnya." Tegas Richard berbalik dan berjalan menjauh dari Ifrit.


"Tunggu, Ignis.. Kalau begitu kenapa kau tidak keluar sekarang jika ingin mencari informasi tentang penduduk langit?"


"Aku ingin kembali ke perpustakaan.. Aku masih ingin melanjutkan bacaan ku dan akan pergi dari sini jika aku telah membaca semua buku yang kau tulis itu." Richard berjalan semakin menjauh sambil mengangkat tangannya, seakan memberi tanda kepada Ifrit.


"Ahh.. Dan tolong, jika bisa jentikkan lagi jarimu saat kau mendengar suara perutku karena itu tandanya aku sedang lapar." Lanjut Richard berteriak dan masuk kedalam kastil melalui pintu belakang kastil.


"Whahawaha... Ignis, kau memang berbeda.. Aku yakin kau akan dituntun oleh takdir. Kau.. Kau akan memimpin perang besar yang akan menentukan nasib daratan ini dan.. Ignis, kau mengingatkan aku dengan tuanku dahulu.. Raja bangsa jin, tuan Azikel." Gumam Ifrit melihat punggung Richard.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2