The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 20 - Serangan Mendadak


__ADS_3

Bunyi jangkrik menghiasi malam di dalam benteng ampt, tempat terakhir di pulau Irian yang masih belum di kuasai oleh klan iblis.


Suasana cukup tenang.. Semua penduduk yang mengungsi ke dalam benteng terlihat lelap, beberapa kesatria dan prajurit juga sudah ada yang merebahkan dirinya karena lelah.


Di depan gerbang benteng.. Beberapa prajurit dan kesatria masih terjaga untuk memantau situasi. Sementara itu..


"Moro.. Apa kau sudah mengirim orang untuk pergi ke garis depan?" Pistris cukup risau karena sudah beberapa jam tapi orang yang berangkat ke garis depan untuk mendapatkan informasi belum kembali.


"Seharusnya saat ini dia sudah kembali tuan, tapi.. Aku tidak yakin." Ucap Moro ragu.


"Tch.. Kenapa komunikasi bisa kacau seperti ini." Terlihat jelas, Pistris sangat frustasi.


Di luar benteng ampt.. Pasukan klan iblis yang di pimpin oleh Belphegor sudah berada 300 M dari gerbang benteng ampt.


Karena malam yang cukup gelap, pasukan yang berjaga di menara benteng benar-benar tidak melihat bahwa di bawah mereka saat ini telah penuh dengan pasukan klan iblis.


"Belphegor.. Pasukan siap menyerang. Tinggal menunggu perintahmu saja." Ucap Astharot.


Kembali ke dalam benteng di ruangan rapat strategi. Sebastian merasa ada yang aneh malam ini, hawa cukup dingin dan terasa mencekam.


"Ain.." Ucapnya kepada seorang wanita yang juga berada di ruangan tersebut.


"Iya, tuan Sebastian."


"Aku ingin kau menggunakan sihir pelindung untuk melindungi benteng ini. Perasaanku sedang tidak enak.."


Ain cukup terkejut dengan permintaan Sebastian.. Pasalnya benteng ampt bukanlah benteng yang kecil dengan luas wilayah hampir 4 hektar.


"Apa kau bisa melapisi seluruh benteng?"


"Aku tidak yakin tuan, tapi aku akan mencobanya."


Setelah mendapatkan permintaan itu, Ain yang merupakan penyihir kuat dari kerajaan Celestial bergegas keluar dari ruangan.


Saat ini dia telah berada di luar ruangan dan sedang memandang langit malam. Dia membaca mantra.. Dia mengumpulkan imperium sihirnya, setelah menghela nafas.


"Absoluta defensionis.." Ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya ke langit.

__ADS_1


Cahaya terlihat.. Cahaya itu perlahan tapi pasti mulai menyebar ke penjuru benteng untuk menutupi seluruh benteng. Ain berkonsentrasi..


"Sebastian.. Kau selalu saja menyusahkanku." Gumamnya.


Butuh waktu yang agak lama supaya benteng tersebut tertutupi oleh sihir pertahanan yang di buat oleh Ain, sihir itu juga bukan sihir biasa. Itu adalah sihir tingkat tinggi yang hanya bisa di lakukan oleh penyihir level atas.


Saat sedang berkonsentrasi dengan sihirnya.. Tepat di atas langit. Ain melihat cahaya mendekat.. Sesaat kemudian Ain melihat sebuah bola api raksasa yang melaju layaknya meteor jatuh.


"A.. Apa itu!"


Bola api itu mengarah ke arah utara benteng, tempat dimana saat ini para kesatria sedang berada. Tanpa pikir panjang Ain membatalkan sihirnya karena tidak akan sempat menutupi semua wilayah benteng dengan sempurna.


"Volant." Ucapnya.. Seketika tubuhnya melayang. Ain terbang mendekat ke arah bola api besar itu.


"Sebastian.. Sepertinya firasat buruknya selalu tepat." Ucapnya gelisah.


Sekarang Ain berada tepat di bawah bola api itu. Dia mengarahkan kedua tangannya ke arah bola api dan seketika muncul lingkaran sihir.


"Hastam venti.." Ucapnya.


Gumpalan angin menyatu dan membentuk sebuah tombak raksasa yang mengarah ke arah bola api tersebut.


Singgungan energi sihir tercipta.. Kekuatannya bahkan membuat getaran di sekitar tempat itu.


Di dalam ruangan tempat para kesatria berunding.. Tiba-tiba pijakan mereka bergetar, mereka semua merasakan ledakan energi sihir yang sangat besar.. Angin kencang menerjang seluruh isi benteng akibat benturan sihir tersebut.


"Tuan Pistris." Ucap Sebastian.


"Gjør deg klar. " Igor memberi isyarat kepada para kesatrianya. Sepertinya Igor dan para kesatria menyadari benturan sihir yang terjadi dan juga sadar bahwa saat ini mereka sedang di serang.


"Perintahkan semua prajurit dan kesatria untuk bertahan di benteng.. Moro..." Pistris berteriak memberi perintah.


Di saat genting.. Tiba-tiba atab ruangan itu di jatuhi oleh sesuatu. Cukup keras hingga dia merusak atab dan terjatuh ke dalam ruangan.


"Ain.." Sebastian mendekat melihat Ain yang terluka.


Bersamaan dengan hal itu, lonceng darurat benteng berbunyi sangat keras.. Kesunyian malam berakhir. Suara bising dari lonceng membuat penduduk panik tak karuan sementara para kesatria dan prajurit berusiap untuk berperang.

__ADS_1


Bunyi lonceng tersebut.. Adalah tanda jika benteng sedang di serang. Suaranya yang nyaring terdengar hingga penjuru benteng dan semua orang bangun dari tidurnya.


Sementara itu..


Di depan gerbang benteng.. Di samping kiri dan kanan benteng sudah penuh dengan monster dan iblis yang saat ini berusaha untuk membobol masuk ke dalam benteng ampt.


Para prajurit yang memanah mencoba menahan, begitupun para kesatria sihir. Mereka semua kewalahan dan terkejut dengan serangan mendadak malam ini.


"Ayo kalian semua.. Jangan biarkan monster brengsek itu masuk ke dalam benteng. Serahkan hidup kalian dan lindungi benteng ini." salah satu kesatria berteriak memotivasi rekan-rekannya.


Peperangan akhirnya pecah..


Saat ini di depan aula utama, sebuah kastil tempat kesatria Pistris bersama dengan para kesatria yang lain meramu strategi.


"Tuan Igor, saya tahu anda tidak suka di perintah tapi. Tolonglah.. Saya serahkan gerbang utama di depan benteng pada pasukan anda." Pistris menunduk kepada Igor.


"Baiklah Manusia Ikan.., Oi KALIAN SEMUA ORANG BRENGSEK.. KALIAN SUDAH DENGARKAN PERMINTAAN PUTUS ASA DARI MANUSIA IKAN INI." Igor berteriak kepada prajurit dan kesatrianya.


"Yayyyyyy yayyyyyy." Sorak sorai para kesatria dan prajurit dari Norway memecah keheningan suara di tempat itu.


"Mereka memang tidak punya sopan santun, tapi soal kekuatan bertarung mereka tak bisa di remehkan." Benak Sebastian melihat para kesatria Norway.


"tuan Sebastian.." Pistris melirik Sebastian.


"Aku mengerti tuan Pistris. Aku dan pasukanku akan mengurus sisi bagian timur dari benteng. Aku serahkan bagian barat padamu." Ucap Sebastian.


Setelah itu, Sebastian sigap memimpin pasukannya menuju sisi timur gerbang ampt


"Moro.. Kau harus memimpin evakuasi penduduk meninggalkan pulau. Di sisi utara pulau merupakan tebing, sekaligus terdapat markas bawah laut kaum kita. Aku ingin kau mengerahkan kaum Atlantian untuk membuat rute pelarian bawah laut." Jelas Pistris.


"Tuan aku juga ingin bertarung.."


"Moro.. Tolonglah. Ini perintah." Pistris memegang kedua pundak Moro yang merupakan kesatria yang selalu setia berada di sisinya.


"Ba.. Baik tuan."


Moro bergegas.. Mengatur penduduk yang saat ini sedang panik. Sementara itu Pistris dengan pasukan yang dia bentuk segera menuju sisi barat benteng untuk mempertahankan benteng dari serangan klan Iblis.

__ADS_1


"Sejujurnya.. Aku tidak yakin akan bisa bertahan malam ini." Benaknya sambil menunggangi kuda.


-Bersambung-


__ADS_2