
Konon katanya, bagian terdalam dari labirin menyimpan jutaan misteri yang tidak bisa di ungkap oleh siapapun di dunia ini. Pada bagian terdalam, tidak ada kehidupan sama sekali karena bagian terdalam labirin sama dengan kehampaan atau tidak pernah eksis di dunia ini.
Artinya jika seseorang masuk ke dalam bagian terdalam itu maka ia akan lenyap dan keberadaannya di dunia ini akan terlupakan oleh siapa saja, tidak di anggap mati dan tidak di anggap hilang.. Eksistensinya lah yang akan dilupakan oleh orang-orang hingga dia tidak akan lagi dianggap pernah hidup di dunia ini.
Setidaknya itulah desas desus yang di dengar oleh Richard dari para penyair yang berbicara tentang bagian terdalam labirin. Sebuah ruangan yang tidak pernah di bayangkan oleh siapa pun bahkan oleh Richard sendiri yang telah melewati berbagai macam ruangan aneh di labirin ini.
Ia pernah masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan racun dan melawan monster berwujud ular yang dapat menyemburkan bisa beracun ke arahnya. Hal itu hampir saja membuat tubuhnya meleleh jika saja ia tak memiliki kristal blue eye.
Pernah juga ia berada dalam ruangan yang penuh ia hingga memaksa ia harus menahan nafas selama mungkin untuk bertahan hidup, bahkan rekor terbaiknya kala itu adalah 2 jam berturut-turut menahan nafas dalam satu kali tarian nafas. Hal yang mustahil di lakukan untuk manusia yang tak memiliki gen atlantian.
Selain ruangan yang berubah-ubah tiap lantainya, Richard juga telah banyak mengalahkan monster yang belum pernah ia lihat sebelum di atas permukaan labirin. Mulai dari monster besar berotot yang memiliki taring sampai dengan monster berkepala naga yang bisa merubah objek apapun menjadi batu. Tentu masih banyak lagi.. Ya, sampai saat ini Richard telah banyak melewati pertarungan dan rintangan yang mungkin akan sulit di lalui oleh orang lain.
Sekarang Richard berada di tempat aneh lainnya, bagaimana tidak karena ruangan luas itu memiliki rumput hijau yang halus dan tumbuh subur, yang lebih aneh lagi karena hujan deras tiba-tiba turun di tempat itu membasahi Richard.
Setidaknya Richard bisa memulihkan dirinya yang terluka dari air hujan itu.
Kini ia kembali akan melanjutkan petualangannya setelah sebelumnya di kaget kan dengan pantulan wajahnya dari genangan air bekas air hujan yang turun tiba-tiba.
Dari pantulan wajahnya itu, Richard melihat bola matanya yang berubah menjadi warna merah darah. Hal yang membuat ia resah tapi ia sendiri tidak merasakan efek dari perubahan itu atau rasa sakit akibat dark bola matanya yang berubah warna.
Setelah sesaat ia merenung, kini tanpa pikir panjang dan lebih menghiraukan hal itu. Richard kembali melangkah maju dari lokasi ia saat ini. Ia berjalan sambil memperhatikan keadaan sekitar dan tetap waspada, bisa saja musuh menyerang Richard tiba-tiba seperti pada saat ia berada di ruangan yang yang penuh dengan kristal putih yang memantulkan bayangan dirinya.
Kala itu, sebuah monster berwujud manusia tanpa mata dan telan muncul dan membuat Richard tersungkur penuh dara akibat serangan dari tentakel milik monster itu.
Sejak saat itu, Richard selalu waspada jika memasuki sebuah ruangan baru termasuk di ruangan besar ini.
Ruangan dengan pilar berupa tiang besar yang menjelang tinggi ke langit-langit ruangan.
"Besar sekali!" Ada rasa kagum di benak Richard kala melihat ornamen-ornamen dari ruangan ini.
Dinding ruangan di sebelah kiri dan kanan Richard juga berjarak dangat jauh, sangat jauh hingga Richard hanya bisa melihat dinding sebelah kanan dan tak melihat ujung dinding sebelah kirinya.
Pada dinding sebelah kanan, ia melihat ukiran-ukiran unik seperti yang di temukan olehnya pada saat ia karya wisata sekolah ketika masih berada di dunia sebelumnya. Ukiran-ukiran itu membentuk sebuah huruf yang tak dapat Richard baca dengan pengetahuan miliknya saat ini.
Richard masih berjalan lurus tapi ia belum menemukan ujung dari ruangan ini. Ia bahkan sudah berjalan lebih dari satu jam hanya untuk mencari ujung dari ruangan ini. Pun dengan monster, ia belum bertamu satu monster pun di ruangan ini sejak ia pertama masuk ke ruangan besar ini.
Richard masih memperhatikan sekelilingnya, lalu ia berhenti sejenak. Richard terlihat memejamkan mata dan memusatkan konsentrasinya pada penginderaan untuk mencari keberadaan monster atau apapun yang ada di ruangan ini.
Sejauh 700 meter dari tempat ia berdiri saat ini, Richard tidak menemukan apa-apa. Hanya ada rumput hijau dan tiang besar penyangga ruangan ini.
Berada di permukaan labirin, terletak di wilayah istana kerajaan Inggram.
Istana kokoh yang konon sudah berdiri sejak ribuan tahun dan belum berhasil di gulingkan oleh musuh baik itu dari kalangan ras penghuni daratan Neverland maupun klan Iblis. Sebuah istana yang menjadi saksi kebesaran dari kerajaan Inggram sebagai salah satu kerajaan tertua di daratan ini.
Istana yang berwarna dominan putih di bangun menggunakan batu kapur oolitik, sebuah bahan yang populer untuk bangunan besar karena ringan, tapi sangat kuat. Selain itu, batuan ini juga mudah dikenali karena bentuknya yang bergelombang dan berwarna putih bersih.
Kapur oolitik tersambung kokoh dengan bantuan butiran kecil melekatkan setiap tumpukan kapur oolitik dengan sangat kuat yang di sebut sebagai ooids.
Hal ini membuat bahwa para pengrajin atau artisek di daratan Neverland tidak bisa di pandang sebelah mata, terlebih pada pembuatan ooids yang sebenarnya terbuat dari lapisan konsentris mikroorganisme termineralisasi, organisme seluler kecil dan sebagian besar terbagi menjadi bakteri, jamur, dan virus.
Campuran-campuran itu membuat bangun menjadi kokoh meski telah berdiri selama ribuan tahun lamanya.
Istana kerajaan Inggram itu sendiri berada di bagian barat ibu kota kerajaan. Dengan arsitektur unik nan megah di tambah keberadaan benteng penjagaan yang ketat di bagian depan dan samping istana menambah kesan kuat keberadaan istana kerajaan.
Istana kerajaan Inggram di kelilingi oleh air atau bisa di bilang danau buatan yang cukup dalam dan di penuhi oleh hewan buas seperti buaya. Satu-satunya jalan masuk ke dalam wilayah kerajaan adalah jembatan besar terbuat dari kayu yang sewaktu-waktu bisa di angkat ke atas jika musuh menyerang istana.
Hal ini membuat pertahanan istana kerajaan Inggram merupakan salah satu yang terbaik di daratan Neverland. Tak heran Kerajaan Inggram bisa bertahan sejak era perang besar hingga era invasi klan iblis saat ini.
__ADS_1
Terlihat pula bendera putih bermotif singa merah di tengah berdiri kokoh di benteng-benteng istana raja yang melambangkan panji dari kerajaan Inggram, panji atau lambang kebanggaan setiap prajurit dan kesatria yang berada di bawah naungannya.
Wilayah istana kerajaan Inggram juga tak tanggung-tanggung karena di bagian belakang terdapat hutan lebat dan kebun anggur yang mana kebun itu menghasilkan minuman anggur merah yang enak dan selalu menjadi primadona bagi setiap tamu kerajaan yang datang.
Di kebun anggur itu terlihat beberapa pekerja yang siap memetik buah anggur yang sudah matang untuk selanjutnya di oleh menjadi minuman enak yang memabukkan.
Salah satu yang memetik buah anggur itu adalah seorang wanita muda berambut pirang yang sangat ramah pada setiap orang yang ia temui di kebun. Bersama dengannya, seorang wanita yang sigap membantu ia apa pun yang di perintahkan.
Wanita itu adalah putri kerajaan Inggram bernama Elizabeth Luminathan sekaligus istri dari kesatria suci bergelar Terram bernama Rinto Bimonger.
Wanita itu tampak cantik dengan dress putih peninggalan ibunya, ia terlihat senang melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak di kerjakan oleh seorang putri kerajaan tapi semua orang tau sifatnya seperti apa.
Elizabeth adalah putri yang baik hati dan tidak sombong, ia jarang sekali membantah perintah orang tuanya termasuk saat ia di perintahkan untuk menikahi kesatria suci, Rinto.
Ia tak menolak meskipun ia tak mengenal baik siapa sosok Rinto yang pasti laki-laki yang sekarang menjadi suaminya punya sifat yang berkebalikan dari sifatnya.
Rinto adalah sosok pria yang suka mengeluh dan tak ingin di perintah, ia juga rada sombong dengan kemampuannya. Apa lagi saat ia memiliki kekuatan sebagai kesatria suci. Rinto sangat sering mencerca dan menganggap orang lemah sebagai sampah, termasuk rekannya sendiri yaitu Richard.
Tapi entah mengapa, di hadapan Putri Elizabeth.. Rinto menjadi sedikit penurut dan penyayang apa lagi jika Elizabeth tersenyum di depannya. Maka seketika ia gagu dan tak bisa berbicara dengan lancar karena paras manis istrinya. Bisa di bilang, cinta mengubah pria jahat menjadi lebih baik.
Di kebun anggur itu, Wanita yang merupakan pelayan Elizabeth melihat raut wajah murung darinya. Tidak seperti biasa yang selalu ceria dan tersenyum.
"Tuan putri.. Ada apa? Apakah ada hal yang mengganggumu?" Pelayan wanita itu bertanya seraya memetik buah anggur.
"Tidak.." Elizabeth menjawab dengan memaksa wajahnya tersenyum.
Pelayan itu tidak menyerah, ia kenal betul Elizabeth sejak masih kecil karena ia lah yang merawat Elizabeth hingga saat ini.
"Tuan putri, ayolah.. Anda tidak bisa menyembunyikan apa pun di depanku! Aku tahu betul jika anda sedang memikirkan sesuatu."
"Hehe.. Tidak papa Michelle. Aku baik-baik saja." Rupanya pelayan itu bernama Michelle.
Melihat raut wajah Elizabeth, sepertinya tebakan Michelle sangat tepat.
Meski pernikahan itu terjadi sangat cepat dan tanpa di ketahui oleh Elizabeth sebelumnya. Tapi perlahan waktu berjalan Elizabeth benar-benar jatuh hati pada Rinto sosok kasar dan sombong di mata orang lain. Di mata Elizabeth sendiri, Rinto adalah sosok yang berbeda, baginya Rinto adalah laki-laki hebat yang mencintai dia segenap jiwa dan raga.
Ya.. Cinta memang kadang buta.
"Ak-aku hanya rindu dengannya." Ucap Elizabeth pada Michelle.
"Rindu itu wajar tuan putri.. Obat dari rindu hanya pertemuan, teruslah merindukan sampai pertemuan itu tiba karena rindu adalah tanda jika tuan putri masih mencintai tuan Rinto." Michelle menasihati.
Mendengar kalimat pemenang itu membuat Elizabeth kembali tersenyum dengan natural tanpa ia buat-buat.
Jika merunut kembali kejadian kala mereka berdua menikah, itu terjadi sangat cepat bahkan ketika saat itu mereka masih berduka atas gugurnya kesatria suci lain di dalan labirin, ya.. kesatria itu adalah Richard.
Berpindah di ruangan yang terdapat di dalam istana kerajaan, tepatnya ruangan pribadi raja.
Raja yang sedang duduk di sebuah kursi di depan meja sambil menandatangani dokumen-dokumen kerajaan menggunakan kertas yang masih terbuat dari kulit hewan serta bolpion yang masih terbuat dari bulu yang di celupkan ke sebuah wadah tinta.
Di samping kanannya berdiri dengan gagah kesatria terkuat kerajaan Inggram dan di depannya lagi berdiri kesatria besar yang pernah menjadi pembimbing para kesatria suci, tak lain dan tak bukan adalah Eros Lopnika.
"Perang besar akan tiba sebentar lagi." Raja Charles Luminathan berbicara sambil terus menandatangani dokumen.
"Aku tidak tau apakah hal yang telah kita lakukan itu benar atau salah. Bagaimana menurutmu?" Raja Charles bertanya pada Eros.
"Rajaku.. Kita tidak punya waktu untuk menyesali hal yang telah terjadi. Apa lagi tanpa melakukan perintah yang anda berikan, kita telah terbantu dengan munculnya Rever Block kala itu." Balas Eros.
__ADS_1
"Ya kau benar, aku bersyukur kau tidak mengotori tanganmu sendiri." Raja Charles menyimpan bolpoinnya.
"Mohon maaf rajaku.. Seharusnya anda tidak menikahkan tuan putri Elizabeth dengan tuan Rinto... Bagaimanapun kesepakatan yang terjadi sebenarnya tidak benar-benar terjadi."
"Itu perlu Eros.. Itu perlu. Untuk membungkam mulut darinya. Lagi pula, Elizabeth terlihat bahagia menikah dengan kesatria itu." Charles mengerutkan keningnya, ia tampak tidak yakin dengan apa yang ia katakan.
"Ah.. Aku sampai lupa. Kita harus hati-hati dengan pergerakan orang itu.. Di pertemuan para raja sebelumnya, dia menaruh curiga padaku." Charles kembali melanjutkan.
"Siapa maksud anda?"
"Rakyat jelata yang saat ini menduduki posisi raja di kerajaan Dongion.. Sambash." Tegas Charles, entah mengapa bibirnya bergetar kala menyebutkan nama itu.
"Anda tenang saja tuan, kejadian beberapa minggu yang lalu tak akan terulang kembali. Aku sudah memperketat penjaga sekitar istana. Semut sekalipun tak bisa masuk begitu saja." Ucap Eros.
"Ya.. Hampir saja. Hampir saja raja sialan itu mengorek informasi tentang rencana pembunuhan Ignis." Tatapan dendam terpancar jelas dari mata raja Charles.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
-Bersambung-
-----------------------------------------
Visual look Raja kerajaan Inggram, Charles Luminathan di dalam cerita..
Art by Geek Native
Visual look putri kerajaan Inggram, Elizabeth Luminathan di dalam cerita..
__ADS_1
Art by Devianart