The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 110 - Pelelangan Budak


__ADS_3

"Paman!.. Paman siapa?" Belle bertanya pada pria yang saat ini menggendong dirinya.


"Aku!! Aku adalah kesatria.. Sudah seharusnya aku menolong anak kecil yang sedang bersedih sepertimu." Kata pria berzirah itu.


Belle menatap wajah pria yang menggendongnya itu, baru kali ini ada seorang kesatria yang mengenakan zirah mau menggendong rakyat jelata seperti dirinya.


Ketika pertama bertemu di bawah pohon dengan suasana yang gelap, Belle cukup terkejut karena bertemu dengan pria berzirah yang menawarkan bantuan, apa lagi setelah Belle menjelaskan situasi kakaknya yang telah menjadi korban penculikan.


Spontan saja pria berzirah itu langsung bergerak dan mengerahkan pasukannya. Pria berzirah yang menggendong Belle adalah Eros Lopnika, kesatria besar kerajaan Inggram.


Saat Eros bergegas menuju pusat kota, ia tak sengaja mendengar suara tangis dan menghampiri sumber suara itu. Di kegelapan, ia melihat seorang anak kecil ras shed kelinci yang sedang menangis terisak di bawah pohon besar yang ada di distrik nol. Rasa penasaran serta jiwa pahlawan yang tertanam pada dirinya membuat ia mencari sumber suara itu dan sesaat kemudian ia pun menemukan Belle.


Eros menghampiri Belle dan mendengarkan penjelasan Belle tentang hal yang menimpa dirinya hingga membuat ia menangis tersedu-sedu seperti itu. Tanpa basa basi, setelah mendengar keluh dan kedah Belle, Eros langsung bergerak cepat menyuruh Victor dan bawahannya yang lain untuk mencari penculikan dan menyelamatkan kakak dari Belle.


Setelah mereka berjalan cukup lama, Eros yang masih menggendong Belle tiba di distrik 3 kota Lister, sedangkan para bawahan Eros masih melakukan pencarian meski saat ini kondisi mereka semua sedang terluka. Bagi Eros sebagai salah satu kesatria, pengabdian dan membantu rakyat merupakan salah satu tugas penting yang harus di laksanakan.


Eros adalah kesatria yang menjunjung tinggi rasa keadilan dan selalu ingin menolong siapapun yang butuh pertolongan. Itulah sebabnya kenapa ia ingin menolong Belle dan mempertanyakan sistem hukum yang ada di kota Lister.


Sejak Eros datang ke kota ini dan menginjak distrik nol, ia merasa aneh karena ia tak pernah melihat seorang kesatria atau prajurit melakukan patroli dan berjaga di pos yang telah tersedia di distrik nol. Para rakyat yang berada di distrik nol yang harusnya merasa senang dengan kedatangan kesatria berziarah malah terlihat sangat ketakutan begitu melihat Eros berjalan. Itu tergambar jelas dari tatapan mata mereka yang melihat Eros untuk pertama kali, pun dengan Belle yang awalnya menghindar ketika Eros mendekat.


Eros menjadi curiga akan sesuatu hal, tentang sistem keamanan yang ada di kota Lister. Eros jelas mengetahui bahwa distrik nol kota Lister selalu memasukkan pajak ke kas kerajaan sehingga rakyat distrik nol berhak dilindungi, tapi Eros tidak melihat hal itu. Ia melihat begitu banyak pelanggaran di kota Lister bukan hanya sekedar seorang buronan yang harus dibasmi tapi sistem keamanan di kota ini juga perlu di tinjau oleh pihak kerajaan.


Setelah berkutat dengan pikiran itu, sampailah Eros pada di sebuah pos penjagaan kesatria yang ada di distrik 3, ia melihat 2 orang prajurit tengah berdiri di depan pos tersebut. "Hei kalian berdua.. Siapa yang bertanggung jawab di distrik ini?" Tanya Eros mendekati kedua prajurit yang memegang tombak itu.


"Hah! Siapa kau? Hei, kenapa kau membawa anak kecil, kau pedofil yah! Huahahaha."


"uhuk.. Dengar, kau.. Sebaiknya kau pergi saja dan bersenang-senang dengan anak perempuan itu. Tidak usah mencampuri urusan kami. Ok." Prajurit itu mendorong pundak Eros.


Kedua prajurit itu tidak hanya sekedar sedang berdiri memegang tombak tapi ternyata mereka juga sedang menikmati botol anggur yang membuat mereka mabuk. Saking mabuk dan tidak sadarnya kedua kesatria itu , mereka bahkan tidak mengenali Eros yang memiliki gelar lebih tinggi dari pada mereka.


Eros geram tentu saja, ia menggendong Belle yang saat ini tengah tertidur akibat lelah seharian menangisi kakaknya. Eros diam sejenak lalu sesaat kemudian ia meluapkan kekesalannya pada 2 prajurit yang memalukan itu.


Sementara di dalam pos penjaga, terdapat 3 orang yang sedang menikmati makan malam sambil ditemani oleh wanita-wanita cantik. Satu diantaranya adalah seorang kesatria bernama Solkjer dan dua orang prajurit yang berdiri di samping kiri dan kanannya. Sedangkan 3 wanita cantik itu melayani dan merayu Solkjer, ada yang memeluknya, menyuapinya makanan dan ada ada pula yang memegang anggur merahnya.


Di tengah kebahagiaan Solkjer tiba-tiba saja pintu yang ada di ruangan itu rubuh, bersamaan dengan rubuhnya pintu. Dua orang prajurit penjaga pos yang berada di luar terlempar masuk ke dalam ruangan ini.


"Hei hei.. Kalian berdua, ada apa ini?" Tentu Solkjer terkejut, ia spontan berdiri dan melihat kedua prajurit itu tersungkur kesakitan.


Bersamaan dengan hal itu, kedua prajurit langsung berdiri di depan Solkjer untuk melindunginya. Para wanita yang ketakutan langsung memeluk Solkjer yang masih mengunyah daging rusanya.


Lalu di tak lama, masuk lah Eros yang menyebabkan semua kekacauan itu. Ia masih menggendong Belle, kali ini Eros menyandarkan kepala Belle di pundaknya sambil memegang bokong Belle dengan tangan kanan sehingga ia bisa menggerakkan tangan kirinya untuk menghajar kedua prajurit mabuk yang sudah berbuat tidak sopan padanya.


Solkjer yang mengenali Eros langsung gemetar, wajahnya berkeringat dan daging rusa yang ia pegang terjatuh ke lantai. "Tu-tuan Eros.." Ucapnya.


Di tempat lain, distrik 2 kota Lister..


Woli yang sejak tadi berlari kesana dan kesini telah mengetahui komplotan pemburu budak yang menculik Irish. Itulah mengapa ia berada di distrik 2 karena markas komplotan itu ada di distrik ini.


Woli berlari, kakinya terluka akibat pertarungannya dengan Victor sore tadi, tapi ia tetap memaksakan dirinya untuk bergerak cepat. Hari sudah malam, meskipun ia telah mencari sejak sore tapi mencari informasi tentang komplotan yang menculik Irish sangat sulit. Apa lagi di kota Lister ada banyak komplotan pemburu budak yang melakukan penculikan dan menjual korban yang mereka culik untuk di jual menjadi budak agar mereka mendapatkan keuntungan.


Tentu hal yang dilakukan pemburu budak itu adalah sesuatu yang ilegal dan menyalahi aturan. Itulah mengapa Eros bergerak dan memutuskan untuk membantu Belle mencari kakak dan menghukum penculik tersebut.


Budak yang dianggap legal adalah budak yang menjadi tawanan perang, misalnya saja sebuah kelompok berperang dengan kelompok yang lain. Dalam peperangan, kelompok yang memenangkan perang berhak memiliki harta dan jiwa kelompok yang mereka kalahkan. Biasanya orang yang masih hidup di kelompok yang kalah akan di jual oleh kelompok yang menang dan menjadi budak seumur hidup bahkan sampai anak keturunan mereka, para budak akan merdeka jika tuan budak tersebut memerdekakan mereka seperti apa yang telah dilakukan Richard pada Woli.


Meski aturan tentang budak sudah jelas tapi tetap saja kejahatan perdagangan budak ilegal merebak luas di seluruh daratan, apa lagi jika bukan keuntungan melimpah yang menggiurkan praktek perdagangan budak ilegal kian merebak. Itu juga menjadi alasan utama kenapa komplotan pemburu budak semakin banyak.

__ADS_1


Setelah berlari cukup lama, Woli sampai pada satu bar dimana pada bar tersebut terpampang jelas tanda setengah lingkaran warna hijau dan terdapat titik hitam ditengahnya. Itu persis seperti tanda yang telah dikatakan oleh Belle pada Woli sore tadi.


Ia masuk ke dalam bar yang ramai itu, ia berjalan dengan penuh amarah. Ia juga mengeluarkan aura kuatnya untuk mengintimidasi orang-orang yang ada di dalam bar. Bahkan saat masuk, Woli menendang pintu bar sehingga suara gebrakannya membuat semua orang melihat ke arah Woli.


Suasana bar yang tadi riuh dan ribut tiba-tiba menjadi hening saat Woli masuk dan mendobrak pintu bar tersebut. Semua mata memandang ke arah Woli yang tak gentar dengan tatapan semua orang yang ada di dalam bar ini.


"Aku hitung sampai tiga.. Siapa yang menculik seorang gadis kelinci di distrik nol sore ini? Satu,.."


Semua orang masih diam, saking diamnya suara ludah yang ditelan saja bisa terdengar jelas. "Dua..." Woli masih menatap tajam ke semua orang.


"Tiga!" Sampai hitungan ketiga, tidak ada yang mengaku. Bersamaan dengan hitungan ketiga, seseorang lalu melempar meja ke arah Woli, tentu Woli langsung menghancurkan meja itu dengan cakarnya.


Dan terjadilah perkelahian yang memecah kesunyian. Bar kembali menjadi gaduh, tapi bukan karena obrolan, tawa dan suara musik. Melainkan karena perkelahian antara Woli dan seluruh orang yang ada di dalam bar tersebut, Woli di keroyok oleh semua orang yang berada di dalam bar.


Kembali ke pos penjaga distrik 3, tempat dimana Eros sedang makan malam. Benar juga, saat ini Eros duduk di tempat duduk Solkjer. Sementara itu ia membaringkan Belle di pangkuannya. Sedangkan Solkjer kini berdiri di depan Eros dengan wajah yang masih khawatir bersama dengan kedua prajuritnya, sedangkan Ketiga wanita penghibur itu telah pergi setelah Eros mengusir mereka.


Sambil menikmati makan malam yang tersedia, Eros menatap tiga orang yang saat ini berada di depannya. "Kalian tahu.. Ada hal yang membuatku penasaran, Kenapa aku tidak melihat sama sekali seorang prajurit di pos penjaga yang ada di distrik nol?" Tanya Eros mengerucutkan alisnya.


"A-aku ti-tidak tahu tuan." Kesatria itu menunduk, ia takut memandang Eros.


"Omong kosong!" Kata Eros, ia pun melanjutkan. "Setelah melihat kondisi kalian, aku jadi mengerti kenapa kalian tidak bisa menangkap manusia serigala yang meresahkan rakyat.. Kalian semua tidak layak menjadi prajurit, setelah ini aku akan meminta raja agar kalian dikirim ke gerda perang melawan pasukan iblis." Tegas Eros.


"Eee.. Tuan, tuan tolong.. Jangan tuan kami semua hanya mengikuti perintah.. Maafkan kami." Solkjer berlutut memohon pertolongan pada Eros. Itu wajar karena berada di garda perang melawan pasukan iblis sama saja dengan selangkah maju menuju kematian.


"Perintah.. Siapa yang memerintahkan kalian?" Tanya Eros mengerutkan dahi.


"Tuan Smule..."


"Kesatria besar Smule!?"


"Smule!? Ada apa dengan orang itu.. Dia akan mendapatkan hukuman seorang karena telah melakukan pelanggaran kode etik kesatria." Gumam Eros. Lalu Eros melanjutkan. "Tetap saja, kalian semua telah melakukan kesalahan dan akan mendapatkan hukuman dari kerajaan."


Sepertinya sistem keamanan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya di kota Lister dikarenakan kepemimpinan salah satu kesatria besar, Eros tak habis pikir dengan hal yang terjadi. Padahal bangsawan sekaligus penguasa kota Lister yaitu keluarga Snifooler tidak pernah melaporkan pelanggaran yang terjadi selama ini kepada kerajaan.


Percakapan dan pengakuan yang dikatakan oleh Solkjer semakin membuat Eros geram, ia jadi mengetahui jika kesatria besar Smule memberikan keleluasaan kepada semua kesatria dan prajurit yang ada di kota Lister untuk bersenang-senang dengan wanita dan mabuk-mabukan di setiap saat.


lalu kemudian, seorang kesatria masuk dan bertemu dengan Eros saat ia geleng kepala atas kebobrokan sistem keamanan di kota ini. "Tuanku, kami telah menemukan keberadaan gadis kelinci yang kemungkinan besar adalah kakak dari Belle!" Kesatria itu berlutut di hadapan Eros.


Sebelum berpisah dan berpencar, Eros terlebih dulu mengatakan jika ia akan istirahat di pos penjaga distrik ketiga, itulah mengapa ia menyuruh bawahannya datang ke pos ini jika mereka mendapatkan informasi tentang Belle.


"Benarkah?"


"Iya tuan, kami mendapatkan informasi jika, gadis kelinci saat ini berada di alun-alun kota. Lebih tepatnya lagi di tempat pelelangan budak." Jelas kesatria itu.


Seketika meja yang penuh dengan makanan terbelah dua, Eros menghantam meja yang ada di depannya itu spontan setelah ia mendengar keberadaan dari kakak Belle. "Eh.. Paman!" Belle terkejut dan membuka mata.


"Ah maafkan aku anak kecil, apakah aku membuatmu terkejut!" Eros mengusap kepala Belle dengan lembut.


Lalu, bertempat di alun-alun kota.. Di sebuah bangunan besar, tempat pelelangan tengah berlangsung. Cukup banyak orang yang berada di tempat ini, kebanyakan dari mereka adalah pedagang kaya atau para bangsawan.


Pelelangan budak adalah tempat dimana para budak akan dipamerkan kepada para pengunjung yang datang, lalu para pengunjung akan mengajukan jumlah emas untuk para budak yang di pamerkan oleh penyelenggara pelelangan. Pengunjung yang mampu menawar dengan harga tertinggi maka dia akan mendapatkan budak yang ia tawar tersebut.


Kurang lebih seperti itulah konsep pelanggan budak yang sedang berlangsung saat ini. Sudah banyak budak yang terjual tapi acara lelang masih berlangsung karena hari ini adalah hari dimana harga budak lebih murah dari biasanya.


Ini adalah hari diskon budak, hari yang diperingati sebagai hari budak nasional oleh para pedagang budak yang ada di seluruh wilayah kerajaan Inggram. Banyak pedagang budak yang datang untuk membeli budak di pelelangan ini karena mereka bisa membeli budak lebih murah lalu kembali menjual budak dengan harga yang lebih mahal di tempat mereka berasal.

__ADS_1


Tidak hanya pedagang budak yang ada di kota, tapi juga pedagang budak yang datang dari luar kota hingga luar wilayah kerajaan Inggram. Meski daratan Neverland tengah mengalami pergolakan akibat Investasi klan Iblis tapi kegiatan-kegiatan seperti ini masih berlangsung.


Di salah satu ruangan yang ada di dalam bangunan pelelangan, dua orang yang tengah duduk terlihat sedang tertawa bersama. "Hahahahaha.. Tuan Grobogan pasti puas dengan barang bagus yang berhasil kita dapatkan untuknya." Kata pria berzirah yang sedang memegang gelas anggur.


"Hahhahah.. Tentu saja, lihat lah semua emas ini.. Sekarang aku akan memberikan bagianmu." Salah seorang diantara mereka membagi koin emas di dalam sebuah peti yang cukup besar.


"Jika bukan karena kau, mungkin bisnis ini tidak akan berjalan lancar." Orang yang membagikan uang itu kembali memuji pria berziarah yang ada di depannya.


"Iya, itu tidak masalah.. Selama kau membayar dengan harga yang pantas. Lagi pula gaji seorang kesatria besar tidaklah cukup di gunakan untuk bersenang-senang setiap malam." Jelas pria berzirah itu.


"Kau bisa saja tuan Smule.. Aku sangat senang berbisnis denganmu. Perintah mu yang melarang para prajurit patroli dan berjaga di distrik kumuh itu membuat pergerakan para pemburu budak menjadi lebih leluasa. Hahahaha.." Pria dengan kumis panjang itu tertawa terbahak-bahak.


Kedua orang yang sedang terlibat pembicaraan itu adalah kesatria besar Smule dan seorang pedagang budak kaya yang menyelenggarakan pelelangan budak bernama Cebong.


Mereka berdua adalah dalang dari maraknya penculikan yang terjadi di distrik nol akhir-akhir ini. Dengan bayaran yang pantas, Smule selaku otoritas tertinggi keamanan kata Lister mengabaikan tugasnya sebagai kesatria besar atau bisa dibilang ia menjadi seorang kesatria yang korup dan kalap terhadap harta dan kekayaan.


"Jangan lupa, tuan Grobogan.. Hahahahaha..**** gendut itu hanya mementingkan nafsunya saja. Dia terlalu sibuk dengan hobinya mengoleksi gadis ras shed... **** gendut itu bahkan tidak peduli tentang apapun yang menyangkut wilayah kekuasaannya." Kata Smule, ia bisa menjadi dominan di kota Lister karena penguasa kota ini sendiri tidak begitu peduli.


"Ayolah.. Jangan jelek-jelekkan tuan Grobogan, bagaimana pun dia adalah bangsawan dan penguasa di kota ini.. Lihatlah, peti emas yang dia berikan padaku karena berhasil mendapatkan gadis kelinci sesuai dengan keinginannya." Kata Cebong menggenggam emas di tangannya, sekotak emas itu memantulalkan cahaya lentera api.


Di saat mereka telah sibuk merayakan keuntungan yang mereka dapatkan dari hasil penjualan budak dan penjualan gadis kelinci pada bangsawan kota Lister. Di tempat lain, yang ada di belakang panggung pelelangan, dimana penjara budak dan panitia pelelangan budak berada, seseorang yang mengenakan jubah hitam masuk bersama seorang penjaga budak. "Hei.. Lihat apa yang aku bawa!" Kata penjaga budak pada panitia pelelangan.


"Siapa dia? Apa kau ingin menjualnya?" Tanya panitia budak yang menuliskan harga jual para budak.


"Iya, tentu saja.. Aku ingin mendapatkan 50 persen dari penjualan orang ini." Penjaga budak mendorong pria berubah itu ke depan, tampak pria itu tengah di rantai tangan dan kakinya.


"Baiklah.. Apa keahlian pria ini dan darimana kau mendapatkannya?" Tanya panitia budak, ia bertanya untuk mengetahui kelebihan pria berjubah itu agar ia dapat menentukan harga awal pria itu sebelum di tawar lebih mahal oleh para peserta pelelangan.


"Ee.. Aku tidak tahu. Pria ini tiba-tiba saja datang saat aku memasukkan beberapa budak ke dalam sini, dia mengatakan padaku jika dia ingin menjadi budak." Kata penjaga budak itu melihat ke arah pria berjubah hitam.


"Hahahahahaha.. Bodoh!! Baru kali ini ada orang yang ingin menjadi budak dengan sukarela. Baiklah.. Kau terlihat cukup bugar.." Panitia pelelangan itu mendekat lalu kembali bertanya. "Siapa Namamu?" Sambil mengangkat wajah pria yang tertunduk itu.


"Panggil saja aku.. Red." Jawabnya tersenyum dengan tatapan mata merah darahnya.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2