
Linda adalah penyihir berbakat tapi sayang menghadapi lawan yang tak bisa dia kalahkan yaitu Lucifer, hasil dari pertarungan itu sudah bisa di pastikan. Saat pertarungan terakhirnya menghadapi Lucifer di benteng ampt, Linda tidak punya kesempatan sama sekali. Ia terluka sangat parah dan dia hanya bisa menunggu kematian datang menjemputnya.
Sebelum Lucifer bertindak membunuhnya serta menyerap kekuatan darinya, sosok lain muncul.. Sosok yang membuat Lucifer berlutut dihadapannya. Lucifer menyebut sosok itu dengan sebutan tuan Levi, lalu dengan kekuatan sosok itu.. Linda yang sedang sekarat di cuci otaknya dan dihitamkan hatinya, kebencian memenuhi tubuh Linda hingga dia berubah menjadi iblis yang kini bernaung di bawah perintah Lucifer.
Saat ini..
Di depan kastil sihir, cukup jauh di bagian belakang wilayah istana kerajaan Nusantara.
Di sekitar puing-puing kastil yang runtuh, seorang kesatria muda tergeletak penuh luka. Tak berdaya dalam kondisi mengenaskan, darah di perut yang sudah berlubang mengalir terus menerus dan karena hal itu ia kemungkinan besar tidak lagi bernafas.
Masih berada di tempat itu.. Di atas kastil tepatnya, dua orang penyihir terlibat pertarungan hebat. Mereka saling menyerang dan bertahan sambil melayang di udara, ke sana dan kemari.
Kedua penyihir itu adalah Mbah Raka dan Linda. Mereka berdua tentu berteman baik, itu sebelum Linda menjadi salah satu iblis yang saat ini tidak lagi mengenali Mbah Raka. Ingatan tentang dirinya saat masih manusia telah hilang, ia sepenuhnya menjelma menjadi sosok iblis kuat yang mampu menahan serangan-serangan sihir dari Mbah Raka.
Mbah Raka sendiri sudah berusaha untuk menyadarkan Linda tapi tak berhasil sama sekali. Apa lagi saat ini Linda tidak satu kali pun merespon perkataan Mbah Raka, ia seperti boneka yang melakukan apapun sesuai dengan yang diperintahkan untuknya.
Perintah pertamanya saat ia dikirim kembali ke pasukan pertahanan di pulau Cebes, ia diperintahkan untuk berpura-pura tidak sadarkan diri lalu sesuai dengan perhitungan Samhong. Saat ia di kirim kembali ke Ibu kota, ia harus menghancurkan batu akik. Item sihir yang melindungi seluruh wilayah Ibu kota kerajaan bahkan hampir seluruh pulau Jatra.
Sesuai rencana dari Samhong, hal itu berhasil. Lalu kali ini perintah lain untuk Linda adalah membunuh Mbah Raka. Itulah mengapa mereka berdua terlibat pertarungan saat ini. Mbah Raka sebenarnya lebih kuat dari Linda tapi Linda yang udah menjadi iblis kini mendapatkan kekuatan baru dari kutukan yang di tanamkan padanya. Kekuatan yang sangat merepotkan Mbah Raka, karena hal itu Mbah Raka tidak bisa ke istana memperingatkan serangan yang sudah terjadi saat ini.
Sementara Mbah Raka bertarung dan di tahan oleh Linda. Samhong dan T'roy pergi menyusul Lucifer ke arah istana kerajaan.
Di areal istana sendiri, tidak ada hal yang berubah. Orang-orang masih berpesta, suara musik masih membuat mereka bersuka cita di depan halaman istana kerajaan. Prajurit yang di utus oleh Ihsan untuk memperingatkan istana kini telah berada di dalam istana, ia terus berlari di sepanjang ruangan dan lorong istana kerajaan tapi dia sama sekali tidak menemukan satu prajurit atau kesatria.
Sangat disayangkan karena semua kesatria sedang berada dalam satu ruangan besar, tempat dimana pesta pernikahan sedang dilangsungkan.
Saat ini.. Momen sakral sedang berlangsung di dalam ruangan itu. Tidak ada satupun yang bersuara, mereka semua dengan hikmat menyaksikan proses pengucapan janji akad pernikahan antara Galang dan raja Jolang.
Di sebelah kanan dari tahta raja, Ibu dari Galang meneteskan air mata melihat anak laki-lakinya akan menjadi raja di masa depan. Memimpin kerajaan Nusantara bersama dengan Gayatri, perempuan cantik anak dari raja Jolang.
Galang sendiri saat ini sedang berdiri di hadapan raja Jolang. Mereka berdua saling bersalaman sebagai bentuk seremoni pengucapan janji akad pernikahan yang di dasarkan pada kepercayaan mereka.
Gayatri yang berdiri di samping Galang terlihat biasa saja dengan wajah datarnya. Tidak tersenyum, tidak terharu apa lagi bahagia.
Di belakang Galang, seorang yang ahli dengan kepercayaan yang mereka anut terlihat membacakan sebuah ayat dari kitab yang dipegangnya. Cukup lama ia membaca ayat itu hingga selesai, lalu.. Setelah selesai, kini saatnya raja Jolang melakukan tugasnya sebagai seorang ayah dengan mengucap akad yang akan mengikat hubungan pernikahan antara putrinya dan Galang.
"Galang Lingga.. Anak dari penguasa Kuta, kesatria besar kerajaan Nusantara.. Hari ini aku meminta kepadamu, atas nama kepercayaan dan kitab suci. Sediakah engkau menikah dengan anakku.. Gayatri Ingalaga, putri kerajaan Nusantara.." Ucap raja Jolang yang memegang kedua tangan Galang.
"Saya bersedia.." Balas Galang.
Ucapan singkat itu menambah haru seisi ruangan, apa lagi keluarga dari Galang sendiri.
"Sekarang.. Aku nikahkan engkau dengan putriku..." Saat raja Jolang telah hikmat mengucapkan ucapan akad yang akan mengikat putrinya dalam ikatan pernikahan.
Saat ini di atas istana, di atas langit tepatnya.. Lucifer melayang sambil melihat ke bawah. Melihat istana dan kerumunan rakyat yang tengah berpesta tanpa sadar akan bahaya.
"Lihatlah makhluk-makhluk itu, mereka semua sampah." Ucapnya.
Dengan jari telunjuk mengarah ke bawah, Sebuah lingkaran sihir besar tercipta. Besarnya lingkaran sihir itu bahkan menutup seluruh istana dan sebagian halaman depan istana tempat dimana pesta sedang berlangsung meriah.
Semakin Lucifer fokus pada jari telunjuknya maka semakin terang lingkaran sihir raksasa itu.
Di dalam istana, prajurit yang telah berlari ke sana dan kemari untuk memperingatkan tentang adanya serangan iblis telah berada tepat di depan pintu besar ruangan pernikahan saat ini. Pintu besar itu di jaga oleh dua orang prajurit.
Prajurit itu sangat lelah karena terus berlari hingga nafasnya terasa berat dan cukup sulit untuk mengatakan hal yang ingin dia katakan.
"Hei kau.. Ada perlu apa kau kemari?" Salah satu prajurit yang melihatnya bertanya dengan heran.
"Iblis.. Huh huh.. Uh.. Iblis.. Ada huh huh." Prajurit itu masih belum bisa mengatakannya dengan jelas, ia masih berusaha menarik nafas.
Sementara itu di halaman depan..
Salah satu dari mereka yang berpesta menyadari cahaya terang yang ada di atas langit.
"Hei lihat apa itu?" Ia berteriak sangat keras, hingga orang-orang mendengarnya.
__ADS_1
Beberapa orang juga mulai sadar karena cahaya yang ada di langit itu memang terlihat sangat terang hingga menyilaukan mata.
Tak lama banyak diantara mereka yang mulai sadar akan cahaya itu, mereka semua melihat ke atas langit. Mata mereka menyipit saking terangnya cahaya yang dilihat itu.
"Apa itu?"
"Terang sekali!!?"
"Aku tidak bisa melihat."
Suara musik tidak terdengar lagi, karena para pemusik saat ini ikut tercengang dengan apa yang mereka lihat. Yang mereka lihat hanya cahaya terang, bahkan terangnya cahaya itu masih terasa di kala pagi ini matahari sedang bersinar.
"Dewa.. Dewa.. Itu cahaya dewa. Cahaya itu adalah restu dari dewa untuk putri Gayatri dan calon raja masa depan kerjaan.." seorang pria tua berkumis tebal yang memakai topi bulat panjang berteriak dengan keras.
Pria tua itu kagum dengan cahaya yang ia lihat sehingga ia mengatakan hal yang ia yakini.
Karena teriakan sok tahu dari pria tua itu, semua orang yang melihat ke atas langit malah bersorak sorai akibat termakan informasi hoax tentang dewa oleh pria tua itu. Mereka semua senang dan bersuka cita akan cahaya terang yang turun dari langit.
Di dalam istana.. Masih hikmat saat Raja Jolang mulai mengucapkan akad.
"Aku nikahkan engkau dengan putriku Gayatri Ingalaga, dengan seserahan 100 batang emas, 10 gaun sutra, tanah seluas 100 hektar.. Di serahkan tunai." Ucap raja Jolang dengan tatapan tajam kepada Galang.
Sekarang Galang hanya tinggal mengucapkan dua kata.. Yaitu saya terima.
Gayatri yang berdiri di samping tiba-tiba saja menetaskan air mata, ia belum bisa menerima jika saat ini dia akan secara resmi menikah dengan Galang.
Setelah mendengar ucapan raja Jolang, Galang menarik nafas dalam-dalam. Tekadnya sudah bulat, hanya demam dua kata ia akan menjadi suami Gayatri sekaligus menjadi pewaris tahta kerajaan.
Dengan penuh percaya diri dan tatapan tajam ke arah raja Jolang, ia mengucapkan.. "Saya... Terim..."
Suasana hikmat terganggu dengan suara gesekan pintu besar yang terbuka dari arah belakang Galang dan para tamu yang menyaksikan ucapan akad itu.
Suatu gesekan itu sudah cukup untuk membuat Galang berhenti mengucapkan kalimat dengan lengkap. Saat itu juga, semua tamu undangan, para kesatria melihat ke arah belakang dimana pintu besar itu berada.
"Baginda.. Baginda raja." Serang prajurit lusuh masuk menghadap dengan terkatung-katung dan wajah paniknya.
"Baginda.. Baginda.. Tolong dengarkan aku.. Baginda." Prajurit itu terus berteriak.
Para bangsawan yang tadi diam dengan hikmat, sekarang malah gaduh akibat kelakuan tidak sopan dimata mereka oleh prajurit lusuh itu.
"Kurang ajar.. Baginda.. Izinkan saya memenggal prajurit itu karena telah mengganggu proses pernikahan." Hugeng Lingga, ayah dari Galang merasa geram dengan kelakuan tidak sopan prajurit itu.
Raja Jolang yang melihat ke arah prajurit itu terus menatapnya penuh tanda tanya.
"Baginda.. Ada ib.." kesatria yang menahan prajurit itu memukul prajurit itu cukup keras hingga membuat prajurit itu pingsan.
"Maafkan atas ketidaknyamanan ini Baginda.. Silahkan dilanjutkan." Ucap kesatria itu, ia lalu keluar dan menghampiri kedua prajurit yang menjaga pintu dan bertanya kenapa mereka tentang hal yang membuat mereka membukakan pintu pada prajurit lusuh ini.
"Maafkan kami tuanku.. Tapi prajurit ini bersikeras. Katanya istana sedang di serang oleh iblis." Jelas salah satu prajurit penjaga pintu ruangan pernikahan.
"Baiklah.. Maaf atas kejadian itu. Sekarang saatnya kita lanjutkan kembali." kata pria ahli agama yang berdiri di belakang Galang.
Gayatri sempat menghembuskan nafas lega saat prajurit itu masuk, ia pikir ada hal yang bisa membatalkan pernikahannya hari ini. Bahkan sampai detik terakhir saat ini, harapannya masih sama yaitu batalnya pernikahan.
Gayatri tidak mengetahui jika harapannya itu akan terwujud sesaat lagi.
Di luar istana.. Di halaman depan.. Pesta masih meriah apa lagi ada cahaya dari langit yang menyertai pesta mereka saat ini. Di atas langit sendiri.. Cahaya yang mereka pikir dari dewa itu justru datang dari iblis.
Lucifer tersenyum..
Dengan kekuatan penuh, ia mengeluarkan serangan sihir tertinggi. Serangan yang akan membuat semua yang ada dibawahnya hancur..
"Mortem impetus." Ucapnya
Lalu, cahaya terang itu mulai turun dari langit secara perlahan. Itu adalah sihir ledakan atom yang dipusatkan dengan jari telunjuk Lucifer. Sebuah bola cahaya besar dengan inti ledakan yang berpusat di dalam bola cahaya itu.
__ADS_1
"Hei lihat.. Cahaya dewa semakin dekat."
Karena hal itu, semua rakyat kembali bersorak sorai. Mereka benar-benar terkena hoax tenang cahaya dewa. Lama kelamaan cahaya itu semakin dekat dan membuat getaran di tanah. Hal yang membuat para rakyat yang sedang berpesta terheran dan mulai panik saat mereka merasakan hawa panas dari cahaya besar itu.
Di dalam istana..
Saat Galang kembali akan mengucapkan dua kalimat yang akan mengubah hidupnya. Saat itu juga getaran terasa, lampu kaca yang berada di langit-langit ruangan itu bergetar hebat hingga terjatuh, patung, ornamen dan perabot yang berada didalam ruangan itu terjatuh. Semakin lama getaran semakin kuat, sontak seluruh orang yang berada di ruangan ini panik dengan getaran yang terjadi. Mereka semua berusaha tetap mempertahankan keseimbangan agar tidak terjatuh akibat getaran hebat itu.
"Gempa!?" Kata Jolang memegang permaisurinya.
Di tengah getaran, kesatria yang tadi mengusir prajurit lusuh itu masuk kembali dan berteriak dengan keras.
"Baginda... Kita diserang.. Iblis menyerang istana."
Sementara di bagian belakang wilayah istana, berada di kastil yang cukup jauh dari istana kerajaan saat ini.
Kondisi Linda sudah penuh dengan luka, meski berwujud iblis tapi tetap saja saat ini lawan Linda adalah penyihir terkuat kerajaan Nusantara. Bahkan dari pertarungan mereka, Mbah Raka tidak mengalami luka yang berarti sama sekali.
Mbah Raka mulai serius bertarung saat melihat sebuah cahaya besar dari lingkaran sihir di atas istana kerajaan. Tapi sampai saat ini, Mbah Raka belum bisa melumpuhkan Linda seutuhnya. Seperti Diablo, Linda selalu saja bangkit saat berhasil terkena serangan fatal dan hal itu membuat Mbah Raka cukup frustasi.
Meski penyihir kuat, tapi Mbah Raka tidak menguasai sihir teleportasi, Linda adalah satu-satunya penyihir di kerajaan ini yang menguasai hal itu. Mungkin itu juga yang membuat dia tidak dibunuh oleh sosok kuat yang mengubahnya menjadi iblis.
Saat Mbah Raka masih sibuk berkonfrontasi dengan Linda, bola ledakan raksasa itu sudah bergerak ke bawah. Melihat hal itu Mbah Raka hanya bisa diam, karena sudah terlambat untuk melakukan sesuatu. Bola matanya melebar dan dengan cepat ia mencoba menuju istana kerajaan, ia menuju istana meski tahu tidak asa lagi yang bisa dilakukan olehnya.
"Tidak.. TIDAK.." Ucapnya, ia terbang dengan sihir levitasi dari imperium angin miliknya.
Baru ia menjauh, Linda kembali menyerangnya hingga ia sama sekali tak bisa bergerak bebas.
"LINDA!! lepaskan aku.." Dengan sihir imperium angin yang di arahkan Mbah Raka, Linda kembali terlempar kebelakang.
Mbah Raka yang sudah putus asa masih mencoba mendekati istana kerajaan.. Ia menutup matanya karena cahaya itu semakin terang. Dan sesaat kemudian... Ledakan besar terjadi..
"Tiiidakkkk!! Baginda raja.." bersamaan dengan ucapannya itu, Mbah Raka terlempar akibat dampak dari ledakan besar yang terjadi.
Sebuah ledakan yang meruntuhkan istana kerajaan.. Ledakan yang menghancurkan pesta pernikahan, memusnahkan semua makhluk yang berada di halaman istana, mengubur semua orang yang berada di dalam istana.
Pesta pernikahan yang seharusnya meriah kini menjadi malapetaka.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
-Bersambung-