
Setelah pertarungan yang cukup mudah itu, mereka para kesatria suci beristirahat sejenak di desa yang semua penduduknya sudah meninggal dibunuh oleh iblis yang tadi mereka hadapi.
Mereka tidak benar-benar istirahat, yang mereka lakukan saat ini adalah mengubur kembali potongan-potongan mayat penduduk yang tadi mereka hadapi sebagai zombi.
Hal itu mereka lakukan sebagai permintaan maaf dan penghormatan terakhir mereka kepada penduduk desa yang terlambat mereka selamatkan.
"Untuk apa kita melakukan ini, menyusahkan saja!" Rinto mengeluh sedari tadi, tapi ia tetap mengerjakan tugasnya dengan menggali tanah menggunakan kemampuan dari imperium yang dimilikinya.
"Ayolah.. Apa kau tidak punya hati.. Dasarr muka sangarrr." Rebecca lagi-lagi meledek Rinto.
"Oi ANAK KECIL.. JIKA SEDANG BERBICARA DENGANKU.. PANGGIL AKU KAKAK." Rinto membentak.
"Uweekkk." Di balas dengan Rebecca yang menjulurkan lidah.
"Sudah sudah.. Hehe." Kata Gildarts tersenyum canggung.
"Ayolah teman-teman.. Sedikit lagi kita akan selesai." Arthur kembali mengambil peran sebagai pemimpin mereka.
"Oi oi.. Mayat sebanyak ini, apanya yang sedikit lagi..!!" Rinto mengeluh lagi.
Hal kecil yang mereka lakukan saat ini adalah bentuk dari pertanggungjawaban mereka sebagai kesatria suci. Itu adalah alasan kenapa Arthur memerintahkan mereka semua untuk melakukan hal merepotkan itu.
Melirik ke suatu tempat di laut wilayah kerajaan Nusantara.
Armada besar kapal yang dipimpin oleh Rein Wijaya saat ini sudah meninggalkan pelabuhan ibu kota kerajaan menuju pulau cebes.
Pasukan yang berjumlah 100.000 itu akan menjadi pasukan utama yang akan menghadang serangan klan Iblis di pulau cebes. Pasukan itu terdiri dari para kesatria dari ras manusia, atlantian dan shed.
Mulai dari kelas kesatria, penyihir hingga prajurit berada di armada tersebut. Yang mengangkut mereka semua adalah kapal besar yang berjumlah 5 kapal induk dan 20 kapal biasa yang berlayar berjejeran mengarungi ombak.
Di salah satu kapal induk.. Di sebuah dek, Rein terlihat menikmati angin laut yang menyambar dari arah depan. Rein terlihat bersama dengan wanita yang mengenakan pakaian terbuka, cukup seksi dengan belahan dada yang terlihat serta stelan yang cukup ketat. Wanita itu adalah kesatria besar kerajaan bernama Siska Pradita.
Siska adalah teman seperjuangan Rein, mereka saat masih muda sudah terlibat banyak peperangan bersama hingga saat ini. Bahkan mereka berdua pernah terlibat kencan tapi sayang Rein menikah dengan wanita lain.
Di luar dari masa lalu mereka, sampai saat ini mereka masih kompak ketika menjalankan misi bersama apa lagi jika harus berperang bersama seperti saat ini.
Mereka berdua melihat ke arah laut, rambut panjang Siska terurai akibat dari hembusan angin laut.
"Rein.. Aku tidak yakin apakah keputusan ini benar atau tidak." Siska tiba-tiba memulai pembicaraan.
Rein berbalik melihat ke arah Siska. "Aku juga tidak yakin.. Tapi kau tau sendiri kan, bagaimana sifat para bangsawan." Katanya.
__ADS_1
"Adada.. Dari dulu aku memang membenci bangsawan." Siska menyandarkan badannya di dek kapal.
"Semoga saja apa yang aku khawatirkan tidak terjadi." Rein memegang erat dek kapal dan menatap langit.
"Apa yang kau khawatirkan? Apa kau khawatir kita akan kalah?"
"Hehhe, tidak.. Bukan itu."
"Ayolah Rein, kita sudah berapa kali hampir mati dalam peperangan tapi kita berhasil melewati itu semua." Siska merangkul leher Rein dan mendekatkan wajahnya.
Bukan itu yang Rein khawatirkan, saat ini yang ia khawatirkan adalah kondisi ibu kota kerajaan, tanpa dia di sana, saat Ini ibu kota sangat rentan untuk di serang.
Rein hanya melihat dan tersenyum canggung. Siska yang saat ini merangkulnya menatap tajam ke arah Rein dan ia mencoba untuk menciumnya.
"Etss." Rein menghalangi wajah Siska dengan telapak tangannya yang besar.
"Apa kau lupa jika aku sudah menikah." Sambung Rein tersenyum.
"Oh ayolah.. Istrimu sudah meninggal 3 tahun yang lalu." Siska tampak kesal.
"Istriku memang sudah meninggal, tapi.. Dia masih hidup di hatiku."
"Tch.. Siska melepaskan rangkulannya. Ia terlihat kesal dan memandang Rein dengan tatapan sinis.
"Jika kau seperti itu terus, kau akan menduda sampai mati." Ucapnya begitu ia menjauh dari Rein.
Rein hanya tersenyum menanggapi perkataan Siska.
Pelayaran mereka masih sangat panjang. Setidaknya, jika cuaca cerah maka mereka akan tiba di pulau cebes dalam 17 hari. Itupun mereka harus singgah terlebih dahulu di pulau-pulau kecil untuk memuat persediaan jika persediaan mereka sudah berkurang selama perjalanan.
Sementara itu.. Di tempat tujuan mereka. Di suatu kota, dalam pulau cebes. Kota yang saat ini sedang waspada akibat gempuran dari klan iblis.
Kota tersebut bernama kota Kander, sebuah kota yang memiliki pelabuhan besar dan satu-satunya tempat yang harus di lalui jika ingin menyeberang ke pulau irian yang saat ini sudah dikuasai sepenuhnya oleh klan iblis.
Di wilayah pelabuhan kota.. Saat ini para kesatria yang masih tersisa sedang waspada menantikan serangan klan iblis yang masih belum bergerak.
Pasukan ini dipimpin oleh kesatria besar kerajaan Nusantara bernama Depone Ngoro setelah Pemimpin sebelumnya yaitu Arwen meninggal saat menyerang pulau irian dan juga Lingard wakil pemimpin pasukan sedang terluka parah akibat pertarungan di pulau Irian yang terjadi 6 hari yang lalu.
Perang yang mengharuskan mereka semua untuk mundur kembali ke pulau cebes dan mengatur strategi agar mereka bisa bertahan melawan klan iblis yang saat ini akan menyerang pulau cebes setelah mendapatkan pulau irian.
Saat ini.. Di lepas pantai pelabuhan kota Kander.. Puluhan perahu ukuran sedang dan 3 kapal induk terlihat mengambang tenang di perairan tersebut. Rombongan itu adalah pasukan klan iblis, tapi mereka belum memperlihatkan tanda-tanda akan menyerang pelabuhan kota Kander.
__ADS_1
Bahkan.. Dari jauh, yang Depone lihat para monster yang berada di kapal itu hanya berdiri, diam dan tak melakukan apa-apa.
"Tuan Depone.. Sepertinya musuh tidak melakukan pergerakan apa-apa!" Seorang kesatria mendekat ke arah Depone.
"Iya, aku melihatnya." Kata Depone.
Sebagai salah satu kesatria yang selamat dari perang di pulau irian. Depone tau betul kekuatan dari musuhnya kali ini.. Terlebih yang menjadi dalang dari semua ini adalah Lucifer salah satu Iblis kuat yang bergelar 6 dosa besar.
Dimata Depone.. Perang yang terjadi di pulau irian bukanlah perang tapi lebih kepada pembantaian satu sisi. Melawan Lucifer saja sudah mustahil untuk menang apa lagi saat itu muncul iblis lain yang memegang gelar 6 dosa besar.
Sungguh perang yang mengerikan.. Bahkan saat ini, benaknya bergejolak. Ia tau betul bahwa mustahil untuk mempertahankan pelabuhan dan kota ini bahkan jika seluruh kesatria yang berada di pulau cebes berkumpul.
Luas pulau cebes adalah 204.600 km², terdiri dari berbagai wilayah dan kota besar. Setiap wilayah terdapat pasukan pertahanan yang terdiri dari kesatria dan prajurit. Jarak dari wilayah ke wilayah yang lain juga cukup jauh.
Pulau cebes merupakan pulau yang kaya akan sumber daya alam, mulai dari rempah, tumbuhan, dan masih banyak lagi. Tanah yang sangat subur membuat pulau cebes menjadi sentra wilayah yang sangat penting bagi kerajaan Nusantara. Oleh sebab itulah para bangsawan bersikeras agar pulau cebes di lindungi dari serbuan pasukan klan iblis yang dipimpin oleh Lucifer.
Di pulau cebes sendiri, sudah ada wilayah yang terdampak invasi klan iblis. Misalnya saja di bagian utara pulau. Beberapa desa sudah hancur dan saat ini terjadi perang untuk mempertahankan ibu kota wilayah tersebut.
Tapi kesatria yang menjaga wilayah tersebut bisa bertahan karena lawan mereka adalah iblis kelas rendah. Pun di wilayah-wilayah yang lain.. Perang kecil-kecilan terjadi tapi tidak seurgent apa yang akan terjadi saat ini di pelabuhan kota Kander.
Dimana iblis yang menyerang adalah iblis kelas atas. Jika mereka bisa menembus pelabuhan, maka pulau cebes akan bernasib sama dengan pulau irian.
Pulau irian saja yang luasnya mencapai 380.560 km² dapat dikuasai seutuhnya oleh klan iblis. Apa lagi cuma pulau cebes yang luasnya lebih kecil dari pulau irian.
Sebentar lagi.. Perang akan pecah kembali!
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
-Bersambung-