The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 23 - Perairan Seamong


__ADS_3

Di lepas laut daerah kekuasaan kerajaan Nusantara, perairan seamong. Terlihat 4 armada kapal perang kerajaan Nusantara terjebak dan tak bisa berlayar akibat gangguan monster laut raksasa. Bukan hanya 1 monster, tapi ada puluhan monster berukuran raksasa yang menghalau kapal perang besar tersebut.


Para kesatria dan penyihir berusaha menyingkirkan semua monster yang tiba-tiba menyerang mereka.


"Tuan Dipone, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Sepertinya kita tidak bisa sampai tepat waktu." Ucapnya memegang dagu.


Sementara itu, di armada kapal yang lain.


"Cepat singkirkan mereka semua, keluarkan semua kekuatan kalian." seseorang dengan zirah emas berteriak memberi perintah.


Armada perang tersebut mengangkut bala bantuan prajurit, kesatria dan penyihir kuat dari berbagai kerajaan yang akan di kirim membantu pertahanan di pulau Irian. Jumlah mereka semua jika di total adalah 30 ribu pasukan siap tempur.


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa monster laut berada di permukaan." Jons, salah satu kesatria yang berasal dari kerajaan Dongion merasa aneh atas perilaku monster laut yang saat ini tiba-tiba mengamuk.


Kembali ke armada kapal utama yang memimpin seluruh armada. Terlihat sosok gagah dengan telinga runcing dan kulit putih pucat, rambut lurus menjuntai panjang sampai punggung, di punggungnya terdapat sebuah busur panah. Matanya sipit berwarna biru dengan tinggi badan 194 cm.


Ia adalah kesatria besar dari kerajaan Eledherim bernama Arwen Hevenhold, seorang ras Elf.


"Ada yang tidak beres dengan monster-monster laut ini. Ucapnya ragu.


"Tuan Arwen, bagaimana ini? Jika terus seperti ini, kita tidak bisa sampai tepat waktu." Seorang kesatria yang memakai zirah lengkap dengan penutup kepala mulai panik. Kesatria tersebut bernama Ramoerd Lingard, kesatria besar dari kerajaan Inggram sekaligus wakil komandan yang memimpin Armada ini.


"Dimana Nyonya Linda saat ini?" Arwen melihat ke arah Lingard.


"Suica.. Suica.." Teriak Lingard.


Tak lama seorang kesatria wanita mendekat kepada mereka berdua yang saat ini berada di depan kemudi kapal perang yang terbuat dari kayu tersebut.

__ADS_1


"Saya di sini tuan." Ucap wanita itu.


"Apa kau sudah menemukan Nyonya Linda?" Longard bertanya kepada wanita tersebut.


"Maaf tuan.. Saya tidak bisa menemukan Nyonya Linda dimanapun."


"hadehh.. Sepertinya dia sudah berada di pulau Irian." Arwen menghela nafas.


"hah? Bagaimana mungkin.. Tuan Arwen, saat ini kita masih berjarak sekitar 700 km dari pulau Irian. Bahkan Tuan Vitfish yang merupakan komandan pasukan atlantian tidak mau mengambil resiko dengan berenang dari sini menuju ke pulau Irian." Lingard tidak percaya atas ucapan Arwen.


"Aku mengenal perempuan itu.. Sebelum saat ini, aku pernah satu pasukan dengan dia, saat kami berhasil memenangkan perang di daerah suci kerajaan Eledherim. Murd Linda Chaya, Penyihir kelas atas kerajaan Nusantara, sekaligus anggota konsulat sihir Lockdown. Salah satu sihir yang dia kuasai adalah sihir.. Ruang." Jelas Arwen dengan wajah serius.


Badai yang menerjang perairan seamong membuat kapal perang dan pasukan tersebut sangat sulit untuk menghadapi puluhan monster laut raksasa.. Sebut saja kraken monster berbentuk Gurita raksasa, Hiogra monster dengan taring yang sangat besar layaknya hiu dan masih banyak lagi.


Para penyihir dan kesatria bahu membahu menyerang.. Meski sulit mereka tetap menyerang di tengah terpaan badai laut.


Selain masalah itu, gelapnya malam juga membuat mereka semua cukup sulit melihat para monster yang menyerang dari bawah laut.


Waktu saat ini.. 2 jam sebelum matahari terbit. Sisi timur benteng ampt. Kesatria besar Sebastian sampai tepat waktu dan berhasil menghalau para tentara monster dan iblis yang ingin menerobos. Sehingga saat ini... Pintu timur benteng masih belum tertembus oleh musuh.


Meski begitu, para monster dan iblis masih mencoba menyerang. Baik dari darat maupun melalui udara.


"Aulon Attack.." Seorang kesatria mengangkat senjatanya ke langit.


Angin ****** beliung muncul menghancurkan formasi monster serangga yang menyerang dari udara.


"Kapten, sepertinya gerbang utama di selatan telah di bobol!" Salah seorang menghadap di hadapan Sebastian Austin.


"Ha! Bagaimana keadaan Tuan Igor?"

__ADS_1


"Laporan terakhir mengatakan bahwa saat ini dia sedang mengamuk." Pria yang berlutut tersebut melanjutkan laporan.


"Sepertinya tidak papa."


Saat ini Sebastian Austin sedikit ragu ketika mendapatkan informasi bahwa gerbang utama di selatan telah hancur, tapi keraguan itu sirna setelah mengetahui bahwa Igor sedang mengamuk karena Sebastian sangat mengenal Igor.


Di sisi selatan.. Gerbang utama benteng ampt.


"Gagagahah.. Mati kalian semua." Igor begitu menikmati perang saat ini. Dia masih terlihat fit meski salah satu lengannya terluka.


Cukup banyak monster dan iblis yang telah di bunuh oleh Igor, hingga saat ini tubuhnya penuh dengan darah para monster dan iblis yang telah dia bunuh.


"Ada apa denganmu Lutor, apakah kau sudah lelah." Kata Igor yang melihat Lutor salah satu kesatria bawahannya mulai kesulitan menghadapi pasukan iblis.


"Jangan bercanda.. Mereka semua tidak ada apa-apannya." Lutor menghempaskan para monster yang tadi memojokkan dirinya.


"Healfull.." Ilume mengarahkan sihir air kepada Lutor.


Tubuh Lutor di selimuti air.. Luka dan kekuatan yang terkuras kembali normal.


Sudah 1 jam mereka berperang sejak serangan pertama tapi para monster masih terus berdatangan. Fisik para prajurit benar-benar telah terkuras, pun dengan penyihir. Beberapa di antara penyihir sudah kehabisan imperium dan tidak bisa memberikan sihir pemulihan kepada kesatria dan prajurit yang mulai lelah.


"Ayooo kalian semua.. Keluarkan semang..." Belum selesai Igor berteriak tiba-tiba sebuah serangan cepat mengarah kepadanya.


Serangan itu sangat kuat hingga membuat Igor terlempar dan menyebabkan bangunan yang berada di belakangnya hancur lebur. Igor tertimbun bangunan runtuh tersebut.


"IGOORRRR." Lutor berteriak melihat Igor terhempas.


"Sudah cukup main-mainya." Ucap Astharot muncul tiba-tiba setelah menghilang saat serangan pertamanya di awal penyerangan.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2