The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 43 - Kesatria Suci Beraksi


__ADS_3

Mereka semua tampak waspada.. Saat ini di depan mereka terlihat sesosok iblis kuat yang bisa bicara.


"Aku mengakui kalian manusia.. hahaha." Iblis itu tertawa keras.


"Tch..." Rinto bergumam.


"Padahal akan lebih mudah kalau kalian semua mati karena jebakan itu. Aku akan punya stok makanan selama seminggu.. Jika kalian semua mati.. Hahahha." Iblis itu terus saja tertawa.


Para kesatria suci dan beberapa kesatria kerajaan Inggram terlihat waspada.


"Hei Iblis.. Kemana semua penduduk desa? Kau apakan mereka?" Arthur mendekat perlahan sambil memegang pedang dan tameng miliknya.


"Penduduk desa.. Hahahaha.. Mereka semua sudah ada di sini." Iblis itu menunjuk perutnya dengan wajah menyeramkan.


"Hah!"


"uwekk.." Rebecca bereaksi.


"Sialan.. Aku akan membunuhmu." Arthur berlari menuju iblis itu.


Tapi, tiba-tiba.. Pasukan iblis ras Undead muncul dari dalam tanah.. Mereka adalah pasukan undead tipe zombie atau mayat hidup.


"Awas.." Smits berteriak sambil mengeluarkan tombaknya.


Mayat hidup itu tak memiliki akal pikiran, mereka hanya menyerang dan terus menyerang. Tubuh mayat hidup itu sudah membusuk bahkan beberapa organ mereka sudah tidak ada. Misalnya saja jantung, usus, paru-paru dan lainnya.


Mayat hidup itu terus bermunculan dari dalam tanah. Ada berbagai macam mayat hidup yang terlihat, mulai dari orang dewasa, orang tua, anak-anak hingga mayat hidup yang mengenakan zirah kesatria juga ada.


Para kesatria menyerang semua mayat hidup itu tapi serangan mereka tidak efektif karena mayat hidup itu tidak merasakan sakit.


"Hahahahaha.. Lawan lah boneka-boneka milikku ini." Iblis itu menggerak-gerakkan tangannya.


"Sial... Mereka hidup lagi setelah aku serang." Kata Gildarts.


"Kau tidak akan bisa membunuh mereka." Kata si Iblis mengatur sihir untuk menggerakkan semua mayat hidup itu.


Sementara itu beberapa kesatria sudah kalah dan terbunuh oleh mayat hidup itu.


"Sial.." Kata Arthur yang melihat hal itu, sambil terus menebaskan pedangnya.


Di tengah pertarungan itu.. Diana melihat anak kecil yang tadi ia lihat.. Saat ia terkena ilusi monster bunga. Anak kecil itu berada dalam pasukan mayat hidup yang menyerangnya.


"Hah.!!. Hei Arthur coba perhatikan mereka semua." Diana berteriak, ia menyadari sesuatu.


Para kesatria suci tersadar saat Diana berteriak kepada mereka.


"Bohong.." Ivy terkejut.


"Kurang ajarr." Gildarts mengeram marah.

__ADS_1


Sementara Arthur terdiam dan menunduk.. Amarahnya memuncak. Tak lama kemudian aura dari imperium cahaya miliknya memancar..


"Hah! Da-dari mana kekuatan itu?" Iblis itu tercengang melihat aura yang di keluarkan oleh Arthur.


"Oi iblis brengsek.. Jangan bilang para mayat hidup ini adalah penduduk desa yang telah kau bunuh?" Arthur bertanya dengan amarah yang meluap-luap.


"Dia hanya menggertak... Manusia ini hanya menggertak. Mana mungkin manusia biasa bisa memiliki imperium besar seperti ini.. Tidak mungkin." Benak iblis itu bergejolak.


"WOY JAWAB AKU." Ledakan imperium membuat tanah di sekitar pijakan Arthur meninggalkan bekas.


"E.. E.. Iya mereka adalah penduduk desa yang telah menjadi santapanku. Ha hahah." Iblis itu tidak yakin apa yang ia bicarakan karena masih terganggu oleh aura dari Arthur.


"Aku mengerti sekarang.. Setelah kau membunuh dan memakan organ-organ tubuh penduduk.. Kau mengubah mereka menjadi zombie. Dan.. Zombie yang memakai zirah ini kemungkinan adalah kesatria yang terjebak oleh ilusi dari monster bunga yang tadi di bunuh oleh Arthur." Smits menerka dengan kepala dingin sambil memegang dagunya, terlihat seperti detektif.


"Hahahaha.. Kau pintar juga. Itu benar." Iblis itu membenarkan Leo.


Arthur masih menunduk.. Ia memegang erat pedang dan perisainya. Lalu... Sesaat kemudian.


"Hah!! Aura macam apa ini." Benak iblis itu.


"Oi kalian semua.. Tidak usah menahan diri. Lepaskan kekuatan kalian.. Akhiri penderitaan penduduk desa dan bunuh iblis itu." Kata Arthur mengangkat wajahnya dengan tatapan tajam.


"Hem.. Tanpa di suruh pun aku akan tetap melakukannya." Kata Leo tersenyum diikuti oleh kilatan listrik luar biasa di sekujur tubuhnya.


Para kesatria yang lain.. Saat ini juga mengeluarkan aura yang sama.. Aura mereka sangat kuat hingga membuat iblis itu merinding.


"Sialan.. Jangan meremehkan ku..." Iblis itu menggerakkan tangannya dan seketika para mayat hidup menyerang semua kesatria suci.


Di sebelahnya.. Leo, ia terlihat menutup mata sambil memegang katana dengan tangan kanannya. Ia memejamkan mata sementara tubuhnya dialiri oleh petir.. Saat ia membuka matanya.. Semua mayat hidup itu sudah di tebas oleh pedang kilatnya. Saking cepatnya tebasan itu, tak ada yang sadar jika Leo sudah menebas semua mayat hidup itu.


Berada jauh di belakangnya..


Rebecca yang saat ini berada di atas atap rumah penduduk. Ia memegang busur panahnya. Ia tak menggunakan busur biasa, ia menciptakan busur dari imperium alam/tumbuhan miliknya. Lalu ia mengarahkan panahnya ke atas.. Dengan fokus yang tinggi ia melepas panah tersebut ke atas langit. Seketika ribuan anak panah menerjang para mayat hidup hingga tak bisa bangkit.


Di sebelah rumah kayu itu..


Rinto dengan palu raksasa miliknya, ia berputar seperti gasing sambil menghantam semua mayat hidup yang mendekat padanya.


Dari arah kiri..


Diana, dengan menggunakan imperium air miliknya.. Ia membuat sihir air dan menenggelamkan para mayat hidup itu ke aliran sungai yang tak jauh dari desa itu.


Masih dari arah kiri.


Gildarts.. Dengan kapak besinya ia memotong semua kepala mayat hidup itu hingga tak tersisa.


Di atas langit.. Ivy yang saat ini sedang melayang, dengan menggunakan tongkat kayu miliknya. Ia menerbangkan para mayat hidup ke langit dan menghempaskan nya lagi ke tanah hingga tubuhnya berserakan dan tak dapat bangkit lagi.


Di kanan.. Smits.. Dengan nafas dingin yang ia miliki membuat para mayat hidup tak dapat bergerak karena mereka telah di bekukan.

__ADS_1


Di arah paling belakang.. Kesatria suci terakhir yang memegang pedang raksasa.. Sedang mengamuk menebas semua mayat hidup yang mendekat hingga tak tersisa.


"Hah!? Sialan.. Siapa mereka sebenarnya.. Aku harus kabur dari sini." Gumam Iblis itu melihat pasukan zombinya di bantai habis-habisan.


Iblis itu lalu mundur.. Ia kabur dengan mencoba berlari. Saat ia berbalik.. Tiba-tiba Arthur sudah berada di depannya.


"Mau kemana kau iblis." Kata Arthur sambil bersiap menyerang.


"Sialan.. Siapa kalian sebenarnya?" Iblis itu menjerit ketakutan.


"Kami??... Kami adalah kesatria suci." Kata Arthur sambil mengayunkan pedangnya


Iblis itu terkejut saat mengetahui bahwa kesatria yang dia lawan saat ini adalah para kesatria suci. Matanya menampakkan ketakutan luar biasa.


Arthur menyerang tapi meski di tengah ketakutan, iblis itu bukan tanpa perlawanan, dengan cerdik ia menggeluarkan serbuk yang mengganggu penglihatan Arthur dan menghindari serangan Arthur. Lalu ia berlari dengan sangat cepat.. Hanya saja..


"Ieiunium in pace" Ucap Leo.


Dengan kecepatan kilat, leher iblis itu berhasil di tebas olehnya. Bahkan saking cepatnya, ia tak terlihat mengeluarkan katana dari sarung pedangnya yang berada di samping kirinya.


Iblis itu mati seketika.


"Sial, Leo kau mengambil mangsaku." Kata Arthur sambil mengucek-ucek matanya yang kemasukan debu.


"Mau bagaimana lagi.. Dia hampir saja kabur."


"Kalian berdua baik-baik saja kan." Diana mendekat.


"Aku baik-baik saja.. Tuh, sembuhkan matanya Arthur." Kata Leo sambil menunjuk Arthur yang masih mengucek-ucek matanya.


Iblis itu berhasil di kalahkan.. Juga dengan pasukan zombinya yang merupakan penduduk desa.


Dari pertarungan yang terjadi.. Kesatria suci tidak mengalami luka yang berarti tapi 4 dari 10 kesatria kerajaan Inggram telah mati terbunuh dan beberapa terluka.


Para kesatria suci mengalahkan iblis dan pasukan zombinya dengan mudah..


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2