
Hujan badai masih menerjang di pinggir pantai, terlihat dari angin kencang dan ombak yang cukup besar datang silih berganti menghempaskan kapal laut dan perahu yang telah rusak.
Di pinggir pantai itu juga terlihat seorang pria berlutut memegang perang yang ia tancapkan ke pasir pantai untuk mempertahankan keseimbangannya. Pria itu adalah Ihsan Wijaya, ia terlihat begah dan kelelahan karena pertarungan menghadapi beberapa monster dan satu iblis yang cukup kuat.
Ia berhasil menang setelah berhasil mendapatkan pedang yang di orang oleh salah satu monster untuk menyerangnya. Ihsan kuat, tentu saja tapi ia kewalahan karena sejak awal ia bertarung menggunakan keris/belati yang bukan keahliannya. Apa lagi keris atau belati yang merupakan pusaka kerajaan itu tidak merespon kekuatan Ihsan sebagaimana keris itu merespon Kian.
Ihsan berhasil keluar dari situasi pelik saat ia berhasil merebut pedang dari musuhnya. Walau terluka tapi setidaknya ia berhasil mengalahkan semua musuh yang mencoba menangkap dan membunuh mereka.
"Tuan Ihsan.. Ihsan. Kau berhasil menemukan sebuah perahu yang masih utuh" Gayatri muncul setelah bersembunyi di tengah pertarungan yang terjadi sesaat yang lalu.
Ihsan bangkit. "Tuan Putri, kau.. Apa kau tidak papa?"
"Aku baik-baik saja.. Lupakan tentang kondisiku, aku berhasil menemukan satu perahu utuh.. Lihat!!" Gayatri menunjuk ke arah selatan, di dalam sebuah gubuk terdapat perahu yang tersimpan utuh.
"Baiklah.. Kita akan menggunakan perahu itu untuk berlayar saat ini." Ihsan mendekati gubuk itu.
"Saat ini! Bagaimana jika menunggu cuaca kembali normal? Maksudku.. Lihatlah.. Ombaknya begitu besar dan angin juga kencang. Kita tidak bisa berlayar dengan badai seperti ini, itu sama saja bunuh diri!" Tegas Gayatri melihat betapa berbahayanya kondisi laut saat ini.
"Tidak.. Aku yakin monster dan iblis lain akan kembali ke sini, mereka tidak akan berhenti sebelum membunuh anda putri.. Percayalah padaku! Aku akan melindungi anda di tengah laut." Ihsan mencoba meyakinkan Gayatri yang ragu. Ia terbujuk saat menatap Ihsan yang penuh percaya diri.
Sementara badai menerjang merekam berdua..
Di belahan daratan yang lain, sebelah barat. Distrik 3, di depan sebuah gua bekas tambang perak kota Lister kerajaan Inggram. Cuaca di wilayah ini terbilang cerah, tidak ada badai apa lagi awan hitam.. Langit dan matahari bersatu padu membuat cuaca begitu indah saat ini.
Di bawah cuaca indah.. Seorang pria dan wanita terlibat sebuah percakapan serius.
"Kau? Richard!?" Oana berpikir.
"Iya.. Aku adalah Richard kesatria suci yang kau cari.. Jadi, ada perlu apa?"
"Maaf tapi kau tidak terlihat seperti Richard?" Oana mulai tidak yakin.
Meski sudah lama tidak melihat Ignis tapi Oana masih mengingat wajah serta ciri fisik Ignis dengan baik. Richard yang Oana kenal adalah seorang lelaki culun dengan badan kurus dan tidak berotot seperti yang ada di depannya saat ini.
"Tidak.. Kau bukan Richard. Kau membuang-buang waktuku." Oana langsung berbalik saat ia yakin jika pria itu hanya mengaku-ngaku sebagai Richard.
"Hei Nona.. Tunggu sebentar!! Sebaiknya kau serahkan dua kantong emas yang ada di tasmu itu." Pria yang mengaku Richard itu lalu mengeluarkan sebelah pisau dan bersamaan dengan hal itu pria lain yang sedari tadi bersembunyi mulai keluar.
Saat ini.. Oana dikelilingi oleh 6 orang pria berotot.
"Jadi kalian adalah bandit yah?" Oana melirik dan memperhatikan sekitar.
"Sudahlah nona, serahkan saja emas milikmu dan selain itu juga kau harus layani kami semua. Hahaahah, sudah lama kami tidak melihat wanita secantik dirimu!" Salah satu bandit mendekat.
Oana meningkatkan kewaspadaannya, ia bersiap menyerangnya menggunakan sihirnya. Tentu saja jika hanya 6 pria berotot saja itu cukup mudah baginya, bagaimanapun Oana adalah penyihir muda berbakat yang mewarisi keahlian dan pengetahuan sihir Parthe.
Saat salah satu bandit mendekat, Oana sigap menghindar dan mendorong bandit itu dengan sihir angin. Bandit itu terdorong sedikit lalu terjatuh ke tanah.
"Kurang ajar!" Salah satu bandit bereaksi melihat rekannya terjatuh.
__ADS_1
"Serangan wanita itu!" Setelahnya perintah untuk menyerang itu didengungkan, kini 5 porsi berotot yang mengelilingi Oana menyerang secara bersamaan.
Oana yang siap mulai memasang kuda-kuda menyerang, tapi saat ia ingin mengarahkan sihirnya salah satu bandit terlempar tiba-tiba. Hal itu membuat Oana dan keempat bandit lain terkejut.
"Wkwkwkwkwk.." Seorang pria muncul bak pahlawan.
"Heh, ada apa dengan caranya tertawa itu.. Entah sekali." Gumam Oana.
"Kau.. Tch, dasar bocah tengik." Keempat bandit yang ingin menyerang Oana kini malah berbalik arah dan menyerang pria itu.
Keempat bandit menyerang secara bersama tapi pria itu cukup lincah untuk menghindari serangan senjata tajam yang dilayangkan padanya. Ia bergerak begitu natural dan melompat ke segala arah untuk membuat keempat bandit itu bingung dan terdesak.
Dengan cepat pria itu melayangkan serangan pada keempat bandit menggunakan kuku tajamnya untuk mencakar para bandit itu. Tapi meski menyerang dengan cakar, pria itu tidak melukai bandit yang ia serangan, ia hanya mencakar pakaian para bandit untuk menakut-nakuti para bandit.
Serangan yang terjadi cukup cepat, bahkan para bandit tidak dapat mengimbangi kelincahan pria yang bergerak seperti hewan itu.
Oana yang melihat hal itu kini terlihat lebih tenang dan tidak lagi waspada karena ia tahu jika pria itu hanya ingin menolongnya.
Lama kelamaan, setelah serangan para bandit tersadar jika pakaian yang mereka kenakan saat ini sudah sobek tak tersisa karena cakaran pria yang menyerang mereka.
"Cih.. Kecilnya!" Oana mengerutu melihat para bandit.
"Apa.. Hei nona.. Kurang ajar!"
"Wkwkwkwkwk.. Sebaiknya kalian pergi dari sini! Jika tidak.. Aku akan membunuh kalian." Saat mengatakan kalimat membunuh itu, tiba-tiba saja aura mengerikan yang membuat bulu kuduk para bandit beridiri ketakutan.
"Ihhh.. A-awas kau.. Kau akan kami balas!!" Para bandit lari sambil memopang teman mereka yang pingsan, mereka berlari tanpa mengenakan pakaian apapun.
Oana berbalik, ia melangkah menjauh tanpa mengatakan sepatah kata.
"Hei.. Hei tunggu dulu. Apa kau lupa mengatakan sesuatu?" Pria itu bangkit dari tanah.
Oana berhenti, lali dengan arogan ia berkata. "Terima kasih tapi tanpa bantuan darimu, aku sendiri bisa mengusir mereka."
"Hm.. Benar-benar wanita yang menakutkan." Pria itu menjadi serius.
"Maaf aku ada urusan, aku harus pergi." Saat Oana kembali melangkah, Oana tiba-tiba berhenti dan terlihat tertarik setelah pria itu menyebutkan sebuah nama.
"Iya, aku memang mencari informasi tentang orang ini. Siapa kau?" Tegasnya berbalik melihat pria itu.
Pria itu membuka masker yang ia kenakan sejak tadi, Oana yang melihat wajah pria itu langsung menyerang dengan sihir tanpa peringatan terlebih dahulu.
"Hei hei.. Nona kenapa kau menyerang ku?" Pria itu berhasil menghindar.
"Kau.. Tadi pagi kau telah mencuri makanan. Kau harus ditanggap atas apa yang kau lakukan itu! Tegas Oana.
Pria itu adalah pria ras shed dengan gen serigala yang tadi pagi menabrak Oana sekaligus seorang pencuri makanan.
"Magicae creaturae: necessitudines tulipa radices ora lupatis" Oana menyerang sekali lagi, sebuah lingkaran sihir bercahaya tepat dibawah kaki pria serigala itu keluar sebuah rantai bercahaya yang menyerang secara terus menerus tanpa henti.
__ADS_1
Pria serigala itu menyadari serangan sihir milik Oana, meski di serang bertubi-tubi ia tetap berhasil menghindar dengan gerakan lincahnya. Ia melompat dan dengan sempurna menghindari semua rantai yang mengarah padanya.
"Tch.. Hebat juga pencuri itu!" Gumam Oana.
Saat melihat sebagian celah, pria serigala itu meluncur dengan cepat ke arah Oana hanya dengan satu lompatan. Oana terkejut karena pria serigala itu dengan cepat berada di depannya.
"Eh.." Oana terdesak dan..
Oana kehilangan keseimbangan, ia terjatuh dengan bokong yang menyentuh tanah. Tapi Oana tidak terluka, ia hanya terkejut dengan gerakan cepat pria serigala itu.
"Wkwkwkw.."
Oana berbalik, ia melihat pria serigala itu memegang salah satu kantong emasnya. "Hah!? Sejak kapan!! Hei kembalikan, kau.. Dasar pencuri."
Oana bangkit dan bersiap-siap menyerang tapi pria itu malah mengembalikan kantong emasnya. Hal yang membuat Oana heran karena pria serigala itu tidak kabur setelah mencuri kantong emasnya.
"Maaf tapi.. Aku tidak tertarik dengan kantong emas milikmu. Aku hanya tertarik tentang informasi yang kau miliki tentang seorang pria bernama Richard.. Sang kesatria suci." Tegas Manusia serigala itu.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
-Bersambung-
_____________
Visual look Ihsan/Kian Wijaya
__ADS_1
Art by Devianart