
Linda mengerutkan dahinya..
Ia tak bisa berbuat apa-apa selain berkonsentrasi dengan sihir ruang yang ia buat untuk para penduduk..
Sementara para kesatria yang menahan pasukan iblis satu persatu mulai tumbang karena kelelahan..
Matahari kian meninggi.. Warna langit yg tadinya kuning keemasan karena sinar matahari terbit mulai tampak membiru dengan hiasan awan putih.
Api yang membakar habis bangunan-bangunan mulai padam, reruntuhan dimana-mana.. Mayat dan darah semakin nampak terlihat.
Di sebuah gubuk tak jauh dari kastil tempat Linda membuat portal.
"Aku harus masuk ke portal itu!" Kata Lusio melihat ke arah Ilume yang belum sadarkan diri.
Sementara itu.. Suara hantaman sihir.. Tak jauh dari Kastil. Moro yang tewas mengorbankan dirinya, berhasil memberikan sedikit waktu kepada penduduk untuk masuk ke dalam portal yang di buat oleh Linda.
Balphegor yang mengeluarkan hampir semua imperium miliknya dalam satu serangan membutuhkan waktu agar bisa kembali mengeluarkan serangan hebatnya tersebut.
Kini.. Sebastian, Pistris, Igwan dan Ain masih melawan Balphegor.
Mereka sudah sangat kewalahan, bagaimana tidak.. Mereka bertarung sudah sejak tengah malam hingga saat ini.. Langit sudah membiru.
Zirah yang mereka kenakan sudah rusak dan tubuh mereka penuh dengan luka dan aliran darah. Pandangan merekapun berat tapi mereka masih berjuang. Jika mereka bertahan sedikit lagi.. Walaupun benteng ini di kuasai oleh musuh tapi hampir semua penduduk dapat di selamatkan. Hal itu sudah membuat mereka seperti pemenang, itu menjadi satu-satunya motivasi mereka sekarang.
"Hh uh huh.." Nafas Sebastian berat, bahkan ia sudah sulit mengankat Pedangnya.
"Healfull." Ucap Ain mengarahkan sihirnya kepada Sebastian.
"Dasar manusia sampahh.. Kalau begini aku akan dihukum oleh tuan Lucifer." Benak Balphegor yang belum menuntaskan perang 100%.
"Aarrrrrrhhhhh." Igwan mendekati Balphegor yang terlihat lengah.
Sesaat.. Balphegor dapat menghindari serangan Igwan dan menyerang balik dengan sihirnya hingga membuat Igwan terlempar ke belakang.
Balphegor mundur sambil mengepakkan sayapnya, tapi di belakangnya.. Pistris sudah menunggu. "Pugilatu gurgitem abripuit." Pistris berteriak sambil melayangkan tinju ke arah punggung Balphegor.
Balphegor yang tidak bersiap dengan serangan itu, terkena pukulan keras dari Pistris yang membuat ia terjatuh. Punggungnya terlihat lebam karena efek pukulan dari Pistris.
Sementara kepalan tangan Pistris terlihat berdarah karena memukul kulit keras dari Balphegor sekuat tenaganya. "Sialan.. Tanganku." Benaknya.
"Acri impetu." Sebastian mendekati Balphegor yang tersungkur.
Tapi dengan sigap Balphegor dapat bangkit dan terbang ke udara menghindari serangan dari Sebastian.
Sementara itu..
Di depan kastil Salosa..
"Nyonya Linda.. Sebentar lagi semua penduduk akan masuk ke portal." Kata Salosa yang mendekat ke arah Linda.
"Kalau begitu.. Anda seharusnya juga sudah harus masuk ke dalam tuan." Kata Linda kepada Salosa.
Di gubuk yang tak jauh dari kastil.
__ADS_1
"Inilah saatnya.." Kata Lusio kepada dirinya sendiri.
Baru ia ingin mengangkat Ilume yang masih pingsan ke punggungnya, tiba-tiba suara hantaman keras menarik perhatian Lusio.
Dari arah dimana Pistris dan yang lainnya bertarung dengan Balphegor. Lusio memandang iblis yang tak asing di matanya.. Iblis itu adalah Astharot.
"Ba-bag-bagaimana mungkin!!" Ucapnya menganga.
Serangan tiba-tiba yang datang dari langit membuat Pistris terhempas dan menghantam bangunan hingga roboh.
"Tuan Pistris.." Sebastian berteriak ke arah Pistris.
Di sebelah kiri, Igwan masih berusaha bangkit dari serangan yang ia terima dari Balphegor.
"Balphegor.. Aku kira kau telah membereskan perang ini." Kata Astharot yang muncul tiba-tiba.
"Hemm.. Kau sendiri terlihat sangat menyedihkan." Balphegor membalas ucapan Astharot.
Astharot hadir dengan luka di sekujur tubuhnya akibat pertarungan dengan Igor.. Tangan kanannya putus, serta saat ini ia seperti habis mandi darah karena seluruh tubuhnya penuh dengan darah segar berwarna merah.
"Maaf... Kesatria yang berada bagian utara sangat merepotkan, perlu waktu untuk menghabisi mereka semua." Kata Astharot.
Di dalam gubuk..
"Gi-gila.. Para kesatria Norway..." Ucap Lusio.
Sementara itu..
"Tidak mungkin.. Di utara.. Tuan Igor." Kata Sebastian tak percaya.
Waktu semakin berjalan..
Bunyi hantaman senjata di depan kastil sudah kurang terdengar.. Hal itu karena.. Kesatria yang tersisa hanya tinggal 4 orang dan 2 orang penyihir yang sudah kehabisan imperium.
"Bagaimana ini? Sepertinya kita akan mati." Salah satu kesatria tampak pasrah.
"Sial.. Sial.. Iblis.. Sialan.." Salah satu diantara mereka berlari menerjang monster yang sedang melahap mayat salah satu kesatria.
Tapi kesatria itu bernasib buruk.. Tepat di wajahnya.. Ia terkena balok raksasa yang di hantamkan oleh monster jenis ogre dengan tinggi 3 meter. Seketika.. Kepala kesatria itu hancur..
Kini yang tersisa hanya.. 3 kesatria dan 2 penyihir.
"Ti-tidakkk.. Kyaaa." Seorang penyihir perempuan histeris melihat hal itu.
Saat ini.. Mereka telah terkepung oleh pasukan monster dan iblis yang berjumlah lebih dari 50. Bukan hanya pasukan kesatria yang banyak berguguran akibat perang, tapi juga para monster dan iblis.
Lalu di depan kastil.
"Tuan Salosa.. Cepatlah, Anda yang terakhir." Kata Linda kepada Salosa.
Semua penduduk kecuali Salosa sudah menyebrang ke portal yang mengarah langsung ke dermaga yang berada di bawah tebing.
"Baiklah.. Nyonya Linda, pastikan anda dan kesatria selamat." Ucapnya sambil berlari mengarah ke portal.
__ADS_1
Sesaat kemudian.. Setelah Salosa masuk ke dalam Portal. "Saatnya kembali beraksi." Ucap Linda.
Ia mendekat ke arah kesatria dan penyihir yang sedang di kepung oleh pasukan iblis. Tepat di depan pasukan tersebut Linda tersenyum lalu. "Monstrum coemeterium." Ucapnya sambil bungkuk dan memegang tanah.
Tanah yang tadinya datar tiba-tiba bergerak.. Hal itu menggoyahkan keseimbangan para monster dan iblis. Sesaat kemudian tanah tersebut terbuka dan menjatuhkan semua monster ke dalam lobang yang tercipta layaknya gempa.
Tanah tersebut menutup kembali dan mengubur hidup-hidup para monster yang di telan oleh bumi.
"Bagus.. Kerja kalian sudah bagus." Kata Linda memuji para kesatria dan penyihir yang tersisa.
Selanjutnya dengan sihir ruang, Linda kembali membuka portal dan para kesatria dan penyihir yang tampak kusam dan kacau tersebut masuk ke dalam, dimana portal tersebut kembali mengarah pada dermaga yang berada di bawah tebing.
Di dalam gubuk..
"Sial.. Aku melihat ke arah monster itu (Astaroth), semantara portal penyihir itu sudah tidak ada." Ucap Lusio.
Lusio dengan sigap menggendong Ilume dan berlari menuju Linda. Tapi.. Linda yang telah memasukkan para kesatria dan penyihir tersebut, dengan cepat menghilang..
"Ahh.. Sial..." Lusio kesal karena terlambat menjangkau Linda.
Sekitar 500 meter dari kastil..
Igwan dengan luka menganga di bagian perut sudah tak bisa bangkit.. Saat ini ia sudah sekarat.
Pistris.. Badan penuh luka dan darah, wajahnya bahkan tertutupi oleh darah akibat reruntuhan yang menimpanya.
Sebastian.. Masih memegang senjata dengan tangan gemetar. Pandangannya sudah berat.. Zirah yang di kenakan olehnya sudah rusak.
Ain, ia mengeluarkan darah dari mulutnya setelah terkena sihir dari Balphegor. Saat ini ia tak bisa lagi menggunakan sihirnya, karena imperium miliknya sudah terkuras.
Melirik sebentar ke bawah tebing..
Dermaga tempat para penduduk di evakuasi..
Saat kesatria dan penyihir masuk ke dalam portal yang dibuat oleh Linda,
Saat mereka melewati portal dan sampai ke dermaga bawah tebing..
"Ahh." Penyihir wanita menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Salah satu kesatria terjatuh akibat pemandangan yang ia lihat di dermaga saat ini. Matanya terbuka lebar.. Mulutnyapun terbuka, ia tak bisa mengatakan sepatah katapun.
"Adehhh.. Ternyata masih ada yang datang rupanya." Kata sesosok iblis yang melihat kesatria dan penyihir tersebut.
"Hakahkahakahkahakhakhak.." Sosok itu tertawa dengan keras.
Sosok itu berambut putih, rambutnya panjang dengan dua tanduk besar di kepalanya. Seperti tanduk dompa yang melingkar tepat di atas telinganya. Tubuhnya berotot, matanya hitam pekat dan berkulit pucat penuh bulu yang yang juga warna putih..
Kakinya seperti kaki domba.. Tapi lengannya masih lengan manusia. Ia mengeluarkan aura jahat yang sama seperti Balphegor dan Astharot.. Sosok itu adalah salah satu Iblis bawahan langsung dari Lucifer bernama Diablo.
-Bersambung-
--------------------------------------------
__ADS_1
Visual look Diablo dalam cerita..