The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 64 - Dark Knight


__ADS_3

Ledakan aura luar biasa terpancar di depan mereka bertiga saat ini. Bersamaan dengan munculnya sosok iblis yang tak di sangka akan menampakkan diri lebih cepat dari perkiraan itu.


Kemunculan iblis itu juga membuat sang bangsawan yang ia injak dengan kecepatan tinggi dari arah langit mati seketika terinjak olehnya. Bahkan tubuh Arnold Janaseen sang bangsawan sudah tidak berbentuk lagi, seperti gumpalan daging penuh dari yang diinjak dengan keras.


Arthur yang melihat sosok iblis itu tertegun dan berkeringat, adrenalin berkumpul di dalam dirinya saat melihat sosok itu hingga membuat jantung berdetak cepat. Ia diam tanpa kata dengan mulut yang menganga.


"Re-rever Block!" menyebutkan namanya saja Ivy sudah gemetar, hal itu wajar karena Rever muncul dengan memancarkan seluruh aura menyeramkan miliknya.


Rebecca yang belum siap tiba-tiba berlutut karena tidak mampu mempertahankan keseimbangannya. Kakinya tak berhenti gemetar, ia diam tanpa kata.. Ia terlihat ketakutan.


"Tch.. Sepertinya aku menginjak sampah!" Rever melihat gumpalan darah di bawah kakinya.


Para kesatria yang melihat tuannya mati malah lari ketakutan karena mereka juga merasakan aura yang mengerikan terpancar dari Rever iblis sang dosa kemarahan.


Rever mengangkat pandangannya, ia melihat ke arah Arthur dan tersenyum mengerikan. Ia berjalan mendekat sementara Arthur hanya diam, ia tak bisa bereaksi.


Wajahnya begitu serius menatap Arthur, ia berjalan perlahan. Matanya merah dengan rambut panjang warna hitam. Di belakang punggungnya terdapat sepasang sayap tipis, warna kulitnya gelap tetapi jika di perhatikan lagi sosok itu berkulit warna ungu.


Di kepalanya terdapat 2 tanduk dan sepasang telinganya terlihat panjang, bahkan lebih panjang lagi di bandingkan telinga dari para elf. Di bahu dan sikunya terlihat jelas tulang tajam yang keluar. Bersamaan dengan dirinya, aura hitam pekat terus melekat seakan menampakkan mimpi buruk bagi siapa saja yang melihat dirinya.


Itulah Rever..


Ia berjalan dan semakin dekat, semakin dekat tapi Arthur, Ivy dan Rebecca hanya diam. Mereka kaku dan tak tau harus melakukan apa saat ini.


"Sepertinya kalian sudah tumbuh dengan baik." Ucapnya sembari mengintimidasi.


Saat selangkah lagi Rever berada di depan Arthur. Dengan kecepatan kilat Leo mendekat dan..


Slassss..


"Hah!?" Leo terkejut karena Rever dapat menangkis serangan kilat miliknya.


Rever menatap Leo lalu memukul Leo tepat di wajah. Leo terhempas dan mengeluarkan darah di mulut, tak sampai di situ. Dengan keras Rever menendang Leo di bagian perut hingga Leo terlempar cukup jauh.


Dari arah para kesatria suci yang lain..


Gildarts melompat sambil mengayunkan kapak besarnya ke arah Rever.


"Arthur..!!!" Diana yang lari berteriak dengan keras.


"ARTHUR!!!" Smits melempar Pedang milik Arthur yang ia tinggalkan di tenda.


Arthur masih linglung, ia mencoba mencerna apa yang terjadi dan sesaat kemudian ia baru sadar bahwa ketakutan dalam dirinya menekan kekuatan miliknya hingga ia diam mematung.


Arthur melihat pedangnya, dengan sigap ia menangkap pedang itu. Sementara Rebecca masih tertegun tak berdaya karena tekanan mental luar biasa. Ivy yang ikut tersadar bersama Arthur, mencoba menyadarkan Rebecca.


Sementara serangan Gildarts berhasil di tangkis dan Gildarts di serang dengan pukulan tepat di perutnya.


"Huh huh.. Kurang ajar!!" Arthur mencoba mengatur ritme nafasnya yang tiba-tiba menjadi berat saat melihat rekannya di kalahkan dengan mudah.


Dari arah berlawanan.. Diana dan Smits menyerang bersamaan dengan kombinasi sihir air dan sihir es. Kekuatan yang cukup kuat tapi.. Kombinasi sihir itu berhasil dipatahkan dengan mudah oleh Rever.


"Sial!"


"Bagaimana mungkin!!"


Smits dan Diana Terkejut, pasalnya sihir gabungan mereka adalah gabungan sihir yang sempurna karena pada dasarnya inti dari air dan es itu sama saja dan jika di gabungan akan memberikan dampak luar biasa pada lawan tapi.. Tidak kali ini.

__ADS_1


"Arrgghhg.." Di arah yang sama, Rinto berlari sambil memopang palu besar miliknya. Ia berlari ke arah Rever.


Tapi belum sampai Rinto ke arah Rever, dengan cepat Rever yang malah mendekat dan menghantam Rinto sebanyak 3 kali pukulan hingga membuat Rinto tersungkur tak berdaya.


"Luminis impetus." Arthur mengayunkan pedangnya dengan keras ke arah Rever, itu adalah serangan tebasan jarak jauh dengan imperium cahaya miliknya.


Rever berbalik dan menangkis serangan itu, serangan itu cukup kuat hingga membuat Rever terdorong sedikit kebelakang.


Saat Rever fokus dengan serangan Arthur, dari belakang Smits mendekat dan mengayunkan tombak pada Rever. Lagi, dengan sigap Rever menangkis serangan itu dengan tangan kanannya tepat di samping kepalanya.


Hal itu membuat Rever terlempar ke samping cukup jauh dari tempat ia berdiri. Arthur yang melihat kesempatan kembali menyerang, pun dengan Smits yang ikut menyerang.


Sementara Diana mendekati Rinto yang tersungkur lalu menyembuhkan Rinto dengan sihir air penyembuhan miliknya.


Di arah lain, Leo yang juga tersungkur akibat serangan Rever mencoba bangkit dari tanah.


"Sial!!" Ucapnya melihat ke arah pertarungan antara Rever melawan Arthur dan Smits.


Di pertarungan itu.. Kepercayaan diri Arthur mulai kembali setelah sebelumnya ia hanya diam seperti orang bodoh karena ledakan aura dari Rever.


Arthur dan Smits terus menyerang sementara Rever cukup direpotkan dengan serangan kombinasi mereka berdua. Sungguh pertarungan luar biasa, baru kali ini Arthur dan Smits mengeluarkan semua kemampuan mereka untuk menyerang.


Setelah selesai dengan Rinto kini, Diana mendekati Gildarts yang juga terluka lalu melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Rinto.


"Sialan!! Jangan lupakan aku.." Leo bangkit meski dengan luka. Ia berlari mendekati Arthur dan Smits yang terus menyerang Rever.


Rinto juga bangkit tapi ia ragu untuk mendekat dan melirik ke arah tenda, ia mencari rekannya yang lain.


"Cih, kemana brengsek itu?!" Ucapnya.


Di tempat pertarungan 3 lawan 1.


Serangan tiba-tiba itu membuat Rever terdesak dan mundur cukup jauh dari arah mereka bertiga.


Rever melihat lengan kirinya yang terluka akibat serangan Leo. Dengan wajah cukup tenang ia tersenyum lalu tertawa geli.


"Hm.. Hahahahaha!"


Arthur, Leo dan Smits melihat tingkah aneh itu dengan memasang kuda-kuda siap untuk menyerang. Arthur dengan pedangnya, Leo dengan katananya dan Smits dengan tombaknya.


"Hebat juga perkembangan kalian!" Kata Rever pada mereka bertiga.


"Terima kasih pujiannya.. Iblis." Arthur membalas sinis.


"Kalau begitu aku akan serius.. Semoga kalian bisa menghiburku." Dengan percaya diri Rever tersenyum lebar.


"Kalian berdua ayo..!!" Arthur memberi isyarat, dengan sigap mereka bertiga menyerang ke arah Rever.


"Causa Satani irae." Setelah mengucapkan itu.. Ledakan aura amarah membuat Arthur, Leo dan Smits berhenti menyerang.


Sementara Rever dengan wujud yang sama kali ini tidak terlihat santai, raut wajahnya menggambarkan kemarahan yang luar biasa.


"SEKARANG AKU AKAN MEMPERLIHATKAN PADA KALIAN.. KEMARAHAN KU!!" Nada suara Rever juga berubah menjadi lebih berat dari sebelumnya.


"Hati-hati!" Arthur kembali ragu.


"Aura apa ini?" Gumam Smits melihat Rever.

__ADS_1


"Hah!! Dia menghilang." Leo panik saat Rever tiba-tiba menghilang di hadapan mereka bertiga.


Lalu..


"A-apa yang ter.." Arthur terlempar ke belakang karena pukulan keras dari Rever.


Leo dengan kecepatan kilat langsung merespon tapi sayangnya, ia kalah cepat dari Rever dan ikut terkena serangan. Di tendang tepat di kepala hingga ke tanah dan tak sadarkan diri setelahnya.


"Leo!!" Smits mundur secepat ia bisa tapi, dengan serangan jarak jauh Rever berhasil membuat Smits tersungkur.


Smits menahan serangan itu dengan tombaknya tapi ia tetap terkena dampak dari serangan itu dan tombaknya terlempar cukup jauh darinya.


Rever mendekati Leo yang tersungkur pingsan. Ia mengeluarkan tulang tajam dari tangan kanannya dengan niat untuk mengakhiri hidup Leo.


"Tidak!! Tidak!! Pege!!!!!!!!" Arthur berteriak keras.


Di saat terakhir Rever akan menusuk Leo dengan tulang yang keluar dari telapak tangannya, saat itu juga tangannya tidak bisa bergerak karena Pege memegang tangan dari Rever dengan kuat.


"Pege!! Dari mana saja kau brengsek!!" Arthur tersenyum melihat Pege menghentikan Rever


"Aku kira orang aneh itu lari bersembunyi tadi!" Rinto melihat ke arah Rever dan Pege.


Rever cukup terkejut karena tidak menyadari keberadaan dari Pege. Dengan sigap, Rever menyerang Pege dengan tangannya yang lain tapi Pege menangkis dengan pedang besar miliknya.


"Sialan kau Pege!!" Kata Arthur bangkit dan tersenyum.


"Arthur.." Rinto mendekat ke arah Arthur dan memberikan perisai emas milik Arthur yang juga ia tinggalkan di tenda.


"Oh!! Kau rupanya.. Dark Knight (kesatria kegelapan)" Ucap Rever melihat aura hitam yang terpancar dari tubuh Pege.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-


--------------------------------------------

__ADS_1


Visual look Rever Block sang dosa kemarahan..



__ADS_2