The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 2 - Keputusaasaan


__ADS_3

"Richard.. Richard.. Richard.." suara wanita.


"Ahh..."


Richard terbangun dari tidurnya, dia terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Pikirnya itu baru saja terjadi tapi nyatanya tidak, sudah 3 hari berlalu sejak Richard terjatuh ke ruangan terdalam dari Labirin bawah tanah ini.


Richard cukup beruntung karena di bawahnya terdapat tumpukan mayat Goblin yang menahan dirinya dari benturan langsung dengan lantai sehingga mengurangi dampak luka yang dia derita. Meski begitu tangan kirinya terlihat cedera.


"Dimana ini? Ah.. Eh tanganku. Ah sakit."


Richard mencoba bangkit, sulit untuknya berdiri karena saat ini kedua kakinya terjebak dengan mayat Goblin yang ikut terjatuh dari reruntuhan. "Ah.. Tanganku. Ahhh."


Richard mengeram kesakitan, setelah dia periksa sepertinya tangan kirinya itu mengalami patah tulang. Nafasnya berat ketika mengetahui hal itu, dia panik dan melihat sekeliling mencoba mencari pergolongan.


"Siapapun.. Tolong aku.. Tolong."


Dia terus berteriak sambil menahan sakit pada tangan kirinya. Sementara itu dia juga berusaha melepaskan diri dari mayat Goblin yang menjepit kedua kakinya agar bisa bergerak dan berjalan. Richard terus berusaha, dengan sekuat tenaga dia mencoba bangkit hingga akhirnya dia bisa menyingkirkan mayat Goblin tersebut.


Richard bangkit perlahan sambil menahan sakit tubuhnya. Dengan tangan kanan yang memegang tangan kirinya yang patah, dia akhirnya berdiri dan berjalan perlahan menjauh dari tumpukan mayat Goblin yang saat ini memenuhi lantai di ruangan tersebut.


Richard berjalan pincang dan sedikit oleng, dia melihat cahaya di sebelah kirinya dan berusaha menghampiri cahaya tersebut.


"Arthur.. Ivy.. Darkam.. Oi.. Kalian semua."


Richard mencoba memanggil teman-temannya yang lain sekali lagi meski tak ada jawaban. Dia terus berjalan sampai menuju cahaya tersebut, cahaya itu menuntun Richard menuju lorong yang menghubungkan ruangan Richard saat ini dengan ruangan yang lain.


"Dimana kalian semua? Sial.. Sial." gumamnya menahan sakit.


Setelah sampai di ruangan tersebut, ternyata cahaya yang dilihatnya berasal dari kristal-kristal yg menempel di dinding ruangan. Richard memperhatikan detail ruangan, saat menoleh ke arah kanan tiba-tiba.


"hahh.. Monster."


Seekor **** lucu sedang menyantap daging dari bangkai Goblin yang terjatuh bersama dengam Richard. **** itu terlihat melahap seketika mayat-mayat tersebut tanpa menyisakan tulang sedikitpun. Tiba-tiba **** itu berbalik mengetahui hawa keberatan Richard.


Richard yang melihat **** itu langsung memasang kuda-kuda untuk bertarung meski saat ini tangan kirinya sedang cedera. Dia mengeluarkan pisau dari sarung yang tersimpan di sebelah kanan pinggangnya. Dengan tangan kanan dia mulai mengarahkan pisaunya ke arah **** itu.


"Tidak usah takut Richard, itu hanya seekor ****."


Richard memberi dirinya sendiri sugesti agar bisa memberanikan diri. Sementara Richard mengumpulkan keberanian, **** itu terlihat bercahaya dan seketika bentuk tubuhnya berubah. Yang tadinya hanya seekor **** lucu kini menjelma menjadi monster besar dengan lengan berotot. Kepalanya memang **** tapi tubuhnya menjadi besar dan keluar taring dari bibirnya


Richard yang melihat pemandangan itu terkejut, matanya terbelalak seolah tak percaya. Dia gemetar dan tak bisa beranjak dari tempatnya berdiri sekarang.

__ADS_1


"Ini semua bohongkan?" gumamnya.


"warrrrrrkkkkk."


Butayaro, nama monster yg saat ini berada di depan Richard. Butayaro adalah monster level atas yang berada di dalam labirin ini. Mereka adalah jenis monster yang sangat rakus dan memakan segala hal termasuk teman mereka sendiri.


Butayaro mendekati Richard perlahan. Memberikan teror kepada Richard dengan energi sihir yang jauh berada di atas Richard saat ini.


Richard menelan ludah, dia berusaha bergerak tapi ketakutan yang meneror dirinyq membuat kakinya kaku. "Sial.. Sepertinya aku akan mati disini." Richard putus asa, tak tahu lagi apa yang akan dia lakukan sekarang.


"arrkkkk." Butayaro berlari kearah Richard dan malayangkan pukulan keras dengan tangan berototnya.


Richard sigap menangkis serangan itu tapi, dia terlempar ke belakang dan menabrak dinding sampai dinding ruangan tersebut retak akibat tubrukan yang terjadi.


"Uhuk.. Uhuk.. Sial, aku berdarah."


Mulut Richard mengelurkan darah dan tangan kirinya saat ini benar-benar tak bisa dia gunakan. Tangan kirinya benar-benar telah remuk sampai dia sendiri tidak bisa merasakannya lagi atau bisa dibilang tangan kirinya sudah mati rasa.


"Sebenarnya aku.. Berada di level berapa?" gumamnya.


Butayaro kembali menyerang, kali ini monster itu akan menghantam Richard dengan kepala kerasnya. Dia berlari menargetkan tubuh Richard yang sudah tak berdaya.


Slassssss.


"Hah! Siapa itu?" Richard terkejut dengan yang baru saja terjadi.


Dia melihat kesebelah kirinya dan kembali matanya terbelalak melihat monster dengan tubuh berotot bermata satu. Monster tersebut adalah Cyclops yang memegang sebuah pedang besar di pundaknya.


"Saat ku pikir aku telah selamat, ternyata aku memang akan mati di tempat ini." gumamnya sekali lagi putus asa.


"Grrrrrrr."


"Kenapa kau memandangiku seperti itu, cepat bunuh aku monster jelek."


Cyclops terlihat memandang Richard dengan tatapan rendah, seakan-akan Richard adalah makhluk yg hina. Cyclops dengan tangan besarnya mengangkat Richard, hal itu seketika membuat Richard mengeram kesakitan.


"Saakitt.. Ahhkkk."


Richard memandang monster Cyclops tersebut dengan tatapan amarah.


"Cepat bunuh saja aku monster jelek."

__ADS_1


Slassssss..


"eh.."


Richard terjatuh dan semakin mengeram kesakitan sambil memegang tangan kirinya yg sudah hilang dan mengeluarkan banyak darah. Dia melihat ke atas, dilihatnya monster Cyclops tersebut mengunyah tangan kiri dari Richard yang telah dia potong dengan pedang besarnya.


"Arrkkkkk.. Sial.. Sial.. Lenganku."


Masih dengan tatapan yang merendahkan Richard, monster Cyclops tersebut menguyah lengan Richard dan menelannya.


"Ternyata kau suka menyiksa juga.. Sialan."


"Gagagagarrr."


Monster Cyclops tertawa puas atas keputusasaan yg di alami oleh Richard. Melihat hal itu, Richard langsung beraksi dengan adanya sebuah peluang dari kelengahan monster itu. Dengan sisa-sisa tenaganya, Richard mengambil pisau yang tepat berada di depannya dan langsung mengarahkan pisau itu ke arah Cyclops.


Dengan dorongan sihir api yg di kuasainya, Pisau itu dengan cepat meluncur bak peluru yang baru saja di tembakkan dari senapan menuju sasaran. Belum Cyclops bereaksi atas serangan mendadak itu, Pisau lalu menancap sangat dalam di satu-satunya mata monster Cyclops tersebut hingga membuat dia kesakitan dan tak bisa melihat.


"Gragghhhhhhff."


Monster Cyclops itu berontak tak beraturan akibat dari rasa sakit yang dia rasakan. Di tambah lagi, saking dalamnya pisau itu menancap dimata Cyclops, monster itu tidak dapat melepaskan pisau itu karena jika pisau itu lepas maka darah akan mengucur deras dan mungkin akan membuat Cyclops tersebut mati.


Sementara Richard yang kembali melihat peluang berlari tergopoh-gopoh sambil memegang lengannya yang telah putus di kunyah oleh Cyclops tersebut. Cyclops yang tak bisa melihat keberadaan Richard mengamuk dan menghantam semua hal yang berada di sekitarnya.


"hehh. Hh.. Sepertinya monster bodoh itu sedang mengamuk."


Richard terus menekan darah yang keluar dari lengan kirinya. Dia berjalan perlahan, pandangannya berkunang-kunang karena banyak kehilangan darah. Richard masih berjalan, saat ini dia berharap tak bertemu dengan monster ganas yang lain. Untuk menjaga keseimbangan, dia memegang dinding saat berjalan sementara luka di tangan kirinya sudah mulai mengering, darahnyapun sudah terkuras habis.


Richard menelan ludah, bibirnya kering dan wajahnya pucat. Dia masih berjalan menusuri labirin yang tak berujung. Perlahan dengan memegang dinding dia terus berjalan ke depan dan tiba-tiba.


"eh.."


Dinding yang di pegang Richard terbuka, layaknya sebuah pintu rahasia. Richard terkejut tapi tak siap dengan kaadaan dan diapun terjatuh masuk ke dalam ruangan rahasia itu.


-Bersambung-


------------------------------------------


Visual look Butayaro di dalam cerita..


__ADS_1


__ADS_2