
Udara terasa lebih berat setelah portal terbuka tepat di depan mereka, aura pekat yang tidak pernah di rasakan oleh Ihsan sebelumnya mulai memenuhi tempat itu seiring dengan terbukanya portal. Kini kesatria yang di gadang-gadang sebagai pengganti ayahnya itu merinding karena aura yang ia rasakan, untuk pertama kalinya Ihsan merasa gemetar dan tak bisa tenang saat berhadapan dengan iblis.
Keringat mulai mengucur deras dari wajahnya saat sesosok iblis keluar dari portal.
Mbah Raka yang panik hanya bisa menganga, matanya terbelalak ketika portal itu terbuka pasalnya ia sangat mengetahui jika aura yang saat ini dia rasakan adalah aura dari iblis kuat yang pernah ia hadapi saat perang besar 15 tahun yang lalu.
"Mbamba.. Sekarang lihat siapa pemenangnya." Diablo yang tergeletak tak berdaya masih bisa mengangkat kepalanya dan melihat wajah ketakutan dari Ihsan.
Iblis yang memiliki aura itu keluar dari portal, sosok iblis merah bertanduk tersenyum dengan lebar kala melihat Ihsan dan Mbah Raka yang memasang kuda-kuda untuk menyerang.
"Huahahah. Lihat dirimu Diablo. Kau terlihat menyedihkan." Iblis itu melihat Diablo yang tergeletak sekarat di depannya.
"Ti-tidak mungkin.. Lu-luci-lucifer." Kata Mbah Raka.
Tak berselang lama saat Lucifer keluar dari portal yang tiba-tiba muncul itu, dua iblis lain juga terlihat muncul dari portal. Kedua iblis itu adalah Samhong dan T'ory, iblis kuat lain yang merupakan bagian dari 5 iblis dibawah naungan Lucifer.
Setelah ketiga iblis itu muncul, portal lalu tertutup dan menghilang.
Lucifer melihat kondisi Diablo, iblis itu memasang wajah serius pada Diablo. Dengan kondisi Diablo yang sekarang, Lucifer bahkan tak bisa menolong dirinya dan Diablo tahu akan hal itu. Diablo tahu dari tatapan mata Lucifer yang seakan memberi arti bahwa tugas Diablo berakhir sampai disini.
"Senang bisa melayani anda tuanku." Ucapan terakhir yang keluar dari mulut Diablo.
"Aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan mu. Kau telah melayaniku dengan baik." Kata Lucifer.
Lucifer mengarahkan tangannya ke tubuh Diablo, lalu dengan cepat tubuh Diablo meleleh dan terserap ke arah Lucifer. Itu adalah salah satu teknik Lucifer, dia menyerap tubuh Diablo dan menjadikan tubuh Diablo menjadi bagian dari kekuatannya. Semakin banyak ia melakukan hal itu maka akan semakin kuat Lucifer.
Jika Rever sang dosa kemarahan akan semakin kuat jika ia semakin marah maka beda lagi dengan Lucifer, ia akan bertambah kuat jika ia menyerap makhluk lain menjadi bagian dari kekuatan dirinya.
"Mbah..kita harus menyerang mereka.. Mereka hanya bertiga." Ihsan berbisik kepada Mbah Raka.
"Tidak.. Tidak bisa. Saat ini tidak ada seorang yang mampu mengalahkan iblis itu. Semua kesatria hebat kerajaan berada di pulau Cebes. Kita harus membawa keluarga kerajaan kabur dari sini." Mbah Raka tentu sangat mengenal Lucifer.
Apa lagi di pertempuran terakhir, dia kehilangan banyak rekan-rekannya. Dari 20 kesatria terkuat yang dijuluki generasi emas yang ikut dalam peperangan 15 tahun yang lalu melawan pasukan iblis termasuk 6 dosa besar. 11 rekannya terbunuh dan yang lain terluka, ia paham bagaimana kuatnya para iblis bergelar 6 dosa besar.
Di saat mereka berdua berbisik, Lucifer yang telah menyerap Diablo menjadi bagian dari dirinya melirik ke arah mereka.
"Saatnya berpesta." Ucapnya sambil mengepakkan sayap untuk terbang.
Saat Lucifer mengatakan hal itu, tatapan matanya jelas sedang mengincar istana kerajaan. Ihsan yang melihat hal itu tak tinggal diam, dengan pedang yang saat ini di genggamannya bersiap menyerang tapi sayang dia malah bertindak ceroboh. Ihsan yang tak ingin mengecewakan ayahnya karena diberi tugas untuk melindungi raja mengambil resiko dengan menerjang langsung ke arah Lucifer menggunakan teknik terkuat yang pernah ia miliki.
Ia berpikir jika serangannya ini akan melukai Lucifer tapi karena hal itu..
"Ihsan..." Melihat Ihsan yang nekat, Mbah Raka dengan sigap mengeluarkan sihir agar untuk menghentikan Ihsan tapi ia dikejutkan oleh serangan tiba-tiba dari Samhong.
Menyadari hal itu, Mbah Raka dengan keahliannya bisa mengelak tapi karena hal itu dia jadi tidak bisa menghentikan Ihsan.
Dan seperti dugaannya, fokus Ihsan hanya tertuju pada Lucifer yang saat ini mengepakkan sayap. Ihsan tak menyadari keberadaan iblis lain yang menyerang dia dari depan tepat menembus perutnya.
Sebuah tombak yang dialiri oleh imperium kegelapan sukses menembus zirah baja dan juga menembus perut hingga ke belakang punggungnya . Iblis yang menyerang itu adalah T'ory, iblis yang menggunakannya tombak untuk bertarung.
__ADS_1
"Arrrrttttttrgg." Ihsan mengeram kesakitan, pandangannya kabur saat melihat darah yang mengalir dari perutnya. Ia batuk dan muntah darah. Namun ia masih memegang tombak yang menusuk dirinya dengan kuat sambil berdiri.
"IHSAN!!!!" Mbah Raka berteriak, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena Samhong saat ini sudah menyulitkan pergerakannya.
Ketiga penyihir yang berada di tempat itu bukannya tidak menyerang dan diam saja tapi mereka juga sudah lumpuh terkena serangan sihir dari Lucifer sedari tadi saat kemunculannya ditempat ini.
Ihsan melihat Lucifer yang terbang menjauh, matanya tak bisa lepas dari Lucifer meski ia saat ini sedang terluka parah. Pikirannya hanya terfokus pada keamanan raja di istana.
T'ory yang berusaha menarik tombak miliknya tertahan karena Ihsan dengan kuat menahan tombak itu agar tidak di tarik dari tubuhnya. Jika tombak itu tertarik dari tubuhnya maka darah akan mengucur deras dan Ihsan akan mati karena kekurangan darah.
Tak lama, Lucifer pun hilang dari pandangan Ihsan. Ihsan yang tak tahan lagi dengan luka yang ia terima berlutut, ia masih terus memegang tombak itu dengan kedua tangannya. Kini ia tak lagi memegang pedang karena fokusnya kini ada di tombak yang menembus tubuhnya.
Tekadnya untuk tidak mati sangat kuat, hingga T'ory tak bisa menarik tombak itu kembali. T'ory melepas tangannya dari tombak lalu mendekat ke arah Ihsan, ia menatap Ihsan yang berlutut di depannya.
"Kau.. Lemah!" Ucapnya.
Mbah Raka yang melihat Ihsan dalam bahaya masih tidak bisa melakukan apa-apa.
"Hei.. Hei.. Ayolah. Aku sudah mengeluarkan kemampuan terbaikku. Serius lah sedikit manusia." Samhong mengintimidasi dengan perkataannya.
"Hei NONA.. Kau.. Hei." Mbah Raka yang bertarung dengan Samhong berteriak ke arah seorang wanita yang duduk dengan tatapan kosong tak jauh dari tempat itu.
Wanita itu adalah Suica, ia sudah kehilangan akal dan mental sedari tadi. Ia bahkan tidak lagi peduli dengan keadaan sekitarnya. Mbah Raka berteriak padanya agar Suica bangkit dan membantu Ihsan yang saat ini tak berdaya.
Tapi sepertinya terlambat, T'roy mengepalkan tangan kanannya. Di kepalan tangannya muncul Lingkaran sihir hitam lalu T'ory mengangkat Ihsan hingga kakinya tak menyentuh tanah. T'ory mengangkat Ihsan dengan mencekik lehernya dan dengan kepalan tangan kanannya itu, T'ory memukul wajah Ihsan dengan keras hingga Ihsan terlempar ke arah kastil dan membuat bangunan kastil yang dia hantam menjadi hancur.
"IHSAN.." Mbah Raka masih tak bisa berbuat apa-apa.
T'ory menatap wajah Ihsan yang penuh darah akibat pukulan kerasnya itu. Hidungnya bahkan patah akibat pukulan itu, dan ia tak bisa lagi melihat dengan jelas. Pendengarannya juga terganggu, yang Ihsan dengar saat ini hanya bunyi melengking yang sangat mengganggu pendengarannya.
"Keparat...." Mbah Raka mengeram, ia tak tahan lagi melihat anak dari sahabatnya diperlakukan seperti itu.
"Hei, ayolah. Kau sudah melawanku. Tidak usah memperhatikan mereka. Lagi pula anak muda itu akan mati sebentar lagi." Ucap Samhong.
"Magia creaturae: illusionem raflesia." Setelah mengucap mantra itu, Mbah Raka menghilang di hadapannya Samhong.
Itu adalah sihir ilusi yang di hasilkan oleh serbuk bunga yang terpancar saat Mbah Raka saat selesai mengucap mantra.
"Dimana kau?" Samhong melirik ke segala arah tapi tak bisa menemukan Mbah Raka.
Lalu, tiba-tiba saja dari atas sebuah serangan sihir angin menerjang Samhong hingga ia tersungkur. Saking kuatnya sihir itu, tanah pijakan Samhong mengalami keretakan cukup dalam.
Setelah membuat Samhong tak berkutik sejenak, Mbah Raka bergegas ke arah Ihsan. Sepersekian detik saat ia akan menyerang T'roy, Mbah Raka dikejutkan oleh wanita yang muncul dari dalam kastil. Wanita itu menyerang Mbah Raka dengan sihir air dan membuat Mbah Raka tersungkur.
Mbah Raka yang tak dapat menolong Ihsan, kini hanya bisa mengeram marah karena melihat T'roy menarik tombak yang tertusuk di tubuh Ihsan. Saat tombak itu di tarik, darah yang keluar dari bekas tusukan itu tambah banyak dan terus mengalir. Bersamaan dengan hal itu, Ihsan kembali muntah darah dan sesaat kemudian matanya terpejam.
T'roy yang berdiri di depan Ihsan berbalik melihat Mbah Raka yang terlihat marah dengan aura besar yang terpancar dari tubuhnya. Saking marahnya, gusi giginya sampai berdarah karena ia mengeram sangat keras denhan giginya dan urat nadi juga terlihat dari wajahnya yang memerah.
"Hei..huh serangan mu itu cukup membuatku terluka tapi ya sudahlah.." Samhong bangkit setelah sebelumnya terkena serangan sihir.
__ADS_1
"Lagi pula sebentar lagi Ibu kota akan kami kuasai dan.. Biar ku perkenalkan padamu.. Anggota baru kami.., Linda.." Ucap Samhong.
"Hah!?" Mbah Raka kembali terkejut. Ternyata wanita yang menyerang dirinya adalah Murd Linda Chaya.
"Li-linda!?"
"Linda.. Hahahaha. Kau telah melakukan tugasmu dengan baik."
"Ap-apa maksudnya? Oi Linda.. Apa maksud semua ini.." Mbah Raka melihat Linda yang melayang di atas bangunan kastil.
"Percuma saja, dia telah menjadi bagian dari kami.. Dia bukanlah Linda yang kau kenal sebelumnya.. Sekarang dia adalah iblis sama seperti kami." Ujar Samhong.
Jika dilihat lebih dekat, Linda tak lagi terlihat seperti manusia dengan tubuh yang sepenuhnya telah menyerupai iblis. Bahkan auranya pun sama dengan iblis, tatapannya kosong dan di jidatnya telah tumbuh sebuah tanduk.
"Bo-bohong.. LINDA!! Sadarlah.." Mbah Raka yang berteriak terus menerus tidak mampu membuat Linda sadar.
Bahkan di dalam kastil, semua penyihir dan prajurit telah dibantai oleh Linda dan Linda jugalah yang telah menghancurkan batu akik serta membuka portal dimensi untuk Lucifer dengan sihirnya. Benar, selama ini Linda telah mati dan Linda yang nampak di hadapan Mbah Raka adalah Linda salah satu Iblis yang berada di bawah naungan Lucifer.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
-Bersambung-