
Duk duk duk..
Suara palu terdengar nyaring dari biasanya, itu karena saat ini kondisi disekitar tempat mereka bersembunyi telah sepi. Biasanya ada banyak monster yang berkeliaran di tempat mereka bersembunyi, tapi saat ini mereka berdua bisa leluasa bergerak tanpa harus takut ketahuan oleh monster dan iblis.
Orang yang saat ini sedang menggunakan palu itu adalah Lusio, dia sedang merakit perahu agar dia dan Ilume bisa berlayar dan meninggalkan pulau Irian.
Sudah berapa kali Lusio menunda pembuatan perahu karena sebelumnya ia tak bisa bergerak dengan leluasa tapi sejak beberapa hari yang lalu tiba-tiba saja suasana di sekitar mereka jadi sepi. Para monster yang biasanya berkeliaran tidak lagi terlihat.
Yang tidak Lusio ketahui bahwa semua monster saat ini sedang berada di perairan kota Kander untuk melakukan invasi ke pulau Cebes.
Dan karena hal itu, Lusio bisa dengan mudah mengerjakan pekerjaannya yang sering ia tunda karena takut ketahuan. Sebentar lagi perahu yang akan membawa dia dan Ilume pergi dari pulau ini akan selesai.
Di lain tempat.. Bersamaan dengan perang yang bergejolak di kota Kander. Suasana berbanding terbalik terlihat jelas di ibu kota kerajaan Nusantara. Pasalnya dalam waktu 1 jam dari sekarang, upacara pernikahan akan segera berlangsung.
Masuk ke dalam di bagian paling megah dalam istana, penuh dengan pernak pernik dan hiasan bunga warna-warni untuk meramaikan pernikahan putri raja. Selain di penuhi dengan orang-orang yang bergelar bangsawan, ruangan itu juga di penuhi dengan para kesatria gagah lengkap dengan zirah dan pedang panjang yang tergantung di pinggang mereka.
Para kesatria itu tidak sedang ingin pergi berperang atau menjadi penjaga ketertiban, mereka berpakaian lengkap karena akan menggiring pengantin pria mendekat ke arah pengantin wanita di acara sakral yang sebentar lagi akan terjadi.
Ada banyak tamu di ruangan ini, tentu saja mereka semua adalah kalangan bangsawan yang juga menjabat sebagai dewan Penasehat kerajaan yang mewakili aspirasi rakyat yang hidup di bawah naungan kerajaan.
Sedangkan rakyat biasa dan rakyat jelata yang ingin ikut merayakan pernikahan putri raja saat ini berkumpul di halaman depan istana kerajaan. Luasnya halaman istana kerajaan membuat ribuan rakyat memenuhi halaman tersebut bahkan masih akan bertambah seiring dengan banyaknya rombongan yang masih saja datang ke arah istana.
Mereka berkumpul untuk melihat putri raja mengenakan gaun pengantin bersama dengan calon raja masa depan kerajaan ini.
"Wah.. Aku tidak tahu, jika hari ini adalah hari pernikahan putri raja." Lingard mengintip di jendela kereta, dia melihat begitu banyak orang yang masuk ke dalam halaman istana.
Rombongan mereka juga telah berada di lingkungan istana setelah sebelumnya terjebak di tengah kerumunan massa yang berbondong-bondong masuk melalui gerbang istana.
Beruntung bagi mereka karena mereka bertemu dengan prajurit kerajaan yang kemudian membantu mereka masuk melewati kerumunan massa yang antusias dengan acara pernikahan ini.
Setelah melewati kerumunan orang di bagian depan halaman, kereta yang berjumlah 5 tersebut terus berjalan menuju bagian belakang istana, tempat yang mereka tuju adalah tempat dimana para ahli sihir kerajaan berada, termasuk ahli sihir penyembuhan.
"Sepertinya sebentar lagi kita akan sampai." Kata Suica pada Lingard.
Lain halnya dengan kerajaan Nusantara yang saat ini sedang merayakan acara pernikahan putri kerajaan, maka suka cita tidak terjadi di wilayah kerajaan Celestial. Tak jauh dari istana kerajaan, di dalam hutan yang masih berada dalam wilayah istana kerajaan Celestial.
Terlihat para prajurit, kesatria biasa, para kesatria besar, dan kesatria suci bahkan kesatria agung kerajaan berdiri berjejer dengan rapi di depan sebuah patung yang baru saja di pahat menggunakan sihir.
Di bawah patung terdapat sebuah batu nisan dan bunga-bunga yang tercecer tepat di atas tanah dimana Parthe telah dimakamkan. Benar.. Parthe telah meninggal seiring dengan redupnya imperium yang ada dalam dirinya setelah ia melakukan tugas terakhir sebagai penyihir suci yang memberikan segel kekuatan untuk para kesatria suci.
Di depan semua barisan itu, terlihat raja William beserta Oana yang saat ini tak bisa menahan tangis saat mengetahui Parthe, guru sekaligus sosok Ibu untuknya telah meninggal.
Mereka semua sedang berduka..
Kondisi berbeda terlihat di kerajaan Nusantara.. Kembali ke tempat dimana pesta suka dan cita telah berlangsung.. Suara musik tradisional menambah riuh aula di tengah istana kerajaan, para tamu yang tadinya berdiri sekarang duduk rapi di meja-meja yang telah tertata rapi di ruangan itu. Di atas meja sudah tersedia makanan dan minuman untuk para tamu.
Tak lama kemudian, sang raja masuk ke aula dan suara musik lalu berhenti begitu kaki pertama raka Jolang melangkah masuk ke dalam. Di sampingnya, tampak anggun permaisuri kerajaan memegang lengan dari sang raja.
Tak berselang lama, ia sampai ke tahta dan duduk. Ia mengangkat minuman yang sudah tersedia di meja yang ada di depannya saat ini.
"Ehem.. Bersulang untuk pernikahan putriku!" Teriaknya.
__ADS_1
"Yayy!
"Hhhyyyayaaya!"
"Bersulang!!"
para tamu yang hadir bersorak sambil mengangkat gelas mereka ke atas bersamaan dengan teriakan sang raja. Setelah itu musik kembali terdengar riuh, semakin meriah.
Di luar halaman kerajaan, para rakyat juga sedang berpesta dengan makanan dan minuman yang telah disediakan oleh kerajaan untuk mereka yang datang hari ini.
Sementara suasana semakin riuh, di sebuah ruangan lain yang ada dalam istana. Gayatri terlihat cantik dengan gaun hitam bermotif tradisi khas kerjaan dengan hiasan mewah di wajah. Di atas kepalanya terlihat sebuah mahkota kecil berhiaskan batu sihir yang di sebut berlian.
Ia mengenakan kalung emas dan gelang emas di leher dan tangannya. Sementara untuk alas kaki, terlihat sebuah sepatu khusus yang terbuat dari kaca membuat dia seperti putri yang ada di cerita dongeng
Ia sepenuhnya telah siap, tapi sayang ada yang kurang darinya hari ini. Hiasan mewah di wajahnya tidak lengkap karena Gayatri sama sekali tidak tersenyum sepanjang ia didandani hari ini, mimik wajahnya datar dan tatapannya kosong dan hatinya hancur, bagaimana tidak jika hari ini dia akan menikah dengan orang yang tidak dia cintai.
Berada agak jauh di belakang istana kerajaan, sebuah kastil berdiri kokoh. Itu adalah kastil dimana praktek sihir, percobaan sihir dan ahli sihir penyembuhan berada. Segala hal tentang sihir yang ada di kerajaan ini berada di kastil itu.
Di kastil itu juga terdapat sebuah item sihir yang punya kekuatan besar, kekuatan yang membuat portal dimensi tak bisa terbuka di wilayah Ibu kota kerajaan dan sekitarnya.
Tak berselang lama.. Rombongan kereta yang dipimpin oleh Suica sampai si tempat itu.
Hanya ada dua prajurit yang berjaga di kastil itu, mengingat hampir semua prajurit dan kesatria kerajaan saat ini tengah berada di pulau Cebes menghalau pasukan iblis.
Suica lalu turun dari kereta, ia melihat kedua prajurit itu dan melapor jika dirinya adalah kesatria kerajaan Inggram yang dikirim ke tempat ini oleh Depone membawa para prajurit dan kesatria yang terluka dan membutuhkan perawatan.
"Saya telah mendengar tentang anda, silahkan.." Ucap salah satu kesatria itu.
Ia lalu memberikannya tanda kepada rombongannya untuk turun dari kereta dan membantu mereka yang tak bisa turun sendiri dari kereta. Seperti Lingard misalnya yang tidak bisa berjalan atau Linda yang saat ini berada dalam kapsul kayu dengan mantra sihir pelindung.
"Maaf, Apakah tempat ini memang biasanya sepi atau.." Suica bertanya pada salah satu prajurit.
"Seperti yang anda lihat, saat ini di dalam istana kerajaan sedang berlangsung pesta pernikahan putri raja, tapi anda tidak usah khawatir.. Di salam kastil ini para penyihir sedang melakukan eksperimen sihir, mereka semua akan merawat para kesatria yang terluka nantinya."
"Baiklah.. Terima kasih."
Satu persatu, para kesatria dan prajurit yang membutuhkan pertolongan oleh penyihir yang ahli dalam penyembuhan mulai masuk ke dalam kastil. Mereka semua di bantu oleh penyihir yang ada di tempat itu menuju ruang perawatan.
Saat proses itu terjadi, Suica dikagetkan dengan kemunculan tiba-tiba dari kesatria yang mengeluarkan aura kuat yang menyapa dirinya.
"Tuan.." Kedua prajurit yang menjaga kastil tersebut langsung hormat begitu melihat kesatria yang mendekat itu.
"Ah.. Maaf. Siapa anda?" Tanya Suica begitu dia berbalik melihat kesatria muda yang ada di depannya.
"Maaf mengganggu.. Aku hanya penasaran dengan satu hal makanya aku ke tempat ini. Perkenalkan, aku adalah Ihsan Wijaya." Ucapnya.
"Wijaya!?"
"Mungkin anda mengenalku ayahku.. Rein Wijaya." Tegasnya sekali lagi.
"Oh.. Maafkan aku. Aku adalah Suica, kesatria kerajaan Inggram yang di tugaskan oleh tuan Depone." Suica memperkenalkan dirinya dan menjelaskan situasi mereka saat ini.
__ADS_1
"Ya, aku sudah dengar tentang hal itu... Jadi dimana Nyonya Linda?"
"Dia berada di dalam kereta itu?" Suica menunjuk sebuah kereta tertutup yang ada di belakang kereta pertama yang ia tumpangi bersama dengan Lingard.
"Ah.. Aku bisa merasakan sedikit auranya. Aura yang sangat lemah." Ujar Ihsan.
"Iya, itulah sebabnya dia dibawa ke istana ini."
"Lalu.. Bagaimana dengan kereta yang ada di depannya.. Siapa yang ada di dalam kereta itu?" Dengan tatapan tajam, Ihsan memegang pedang yang ada di pinggangnya. Bahkan, ia menguatkan aura miliknya seakan siap untuk bertarung.
"Di dalam kereta itu ada tuanku.. Kesatria besar kerajaan Inggram Lingard." Ucap Suica.
Suica melihat gelagat mencurigakan dari Ihsan, ia bahkan bisa mengetahui bahwa Ihsan saat ini sedang waspada tapi Suica tak habis pikir kenapa Ihsan bersikap seperti itu.
"Tuan.. Tuan Ihsan. Ada apa dengan anda?"
Ihsan tidak menggubrisnya, ia malah mendekat ke arah kereta dimana Lingard berada. Ada yang aneh dengan aura di dalam kereta itu, terasa lebih pekat dari aura manusia.
Ihsan tak bisa menahan rasa penasarannya, ia lalu memfokuskan imperium pada tubuhnya untuk merasakan aura yang membuat hatinya tidak tenang. Sesaat kemudian ia sadar jika aura yang ia rasakan sejak tadi, sejak rombongan ini mulai memasuki istana bukan aura prajurit atau kesatria.
Begitu dia yakin.. Dengan cepat ia mencabut pedang miliknya dan mengarahkan pedang yang telah bercahaya itu ke arah kereta yang di dalamnya adalah Lingard.
"Tuan Ihsan apa yang anda lakukan.. Berhenti." Bersamaan dengan Suica yang bergerak cepat ingin menghentikan Ihsan, kereta yang membaut Ihsan penasaran itu susah terkena serangan yang di layangkan oleh Ihsan sehingga kereta itu hancur seketika.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
-Bersambung-
_______________
Visual look Suica..
__ADS_1