
Beberapa hari telah berlalu sejak Arthur bangun dari tidur panjangnya akibat luka yang ia terima dari pertarungan melawan Rever sang dosa kemarahan. Kini mereka semua telah pulih bahkan beberapa diantara mereka tengah berlatih di bawah bimbingan kesatria agung kerajaan Celestial.
Yang paling serius dengan itu semua adalah Smits, ia latihan bahkan sebelum tubuhnya pulih dengan utuh. Latihan yang fokus meningkatkan gerakan-gerakan fisik dan kekuatan serangan itu bisa membuat mereka tidak bertindak gegabah sama seperti saat mereka menghadapi Rever Block.
Di sebuah taman yang terletak ditengah-tengah istana, sebuah taman terbuka yang langsung terkena oleh cahaya matahari itu, tampak Arthur duduk sedang merenung tentang apa yang terjadi dengannya.
Ia duduk di bawah sebuah tumbuhan yang menjalar sehingga membentuk atap alami dari dedaunan hijau yang membuat siapa saja merasa nyaman saat duduk di bawahnya. Terpaan angin sepoi-sepoi menambah sejuk, rasanya ingin berlama-lama saja berada di tempat itu.
Arthur duduk sembari memikirkan hal yang mengganggu dirinya, ia sudah beberapa kali mencari jawaban dari hal yang membuat ia terganggu. Jawaban dari apa yang dikatakan Rever kepadanya tentang kebenaran dari para kesatria suci.
Kebenaran tentang kematian pendahulu mereka dan kebenaran tentang perang besar yang terjadi 15 tahun yang lalu.
Saat pertama kali tersadar dan bertemu dengan raja William, hal pertama yang di tanyakan oleh Arthur adalah hal ini tapi raja William menganggap bukan waktu yang tepat untuk menceritakan ini pada mereka. Meski Arthur bersikukuh, raja William juga tetap pada pendiriannya dan akan memberitahukan pada mereka jika mereka sudah pulih seutuhnya.
Sempat tak sabar, tapi Arthur memaklumi hal itu dan hari ini kondisinya sudah membaik, apa lagi sejak ia belajar meditasi kepada Pege, kesatria suci bergelar Tenebris dengan imperium Kegelapan. Kesatria suci yang saat ini memegang gelar terkuat di antara mereka bahkan status bar yang menunjukkan seberapa kuat Pege, berselisih 3 digit angka dari status bar milik Arthur.
"Hufffhh." Arthur menarik nafas panjang, ia melihat Pege masih menutup mata di depannya.
"Pege! Sebenarnya bagaimana kau bisa menjadi sekuat ini, apa benar hanya dengan meditasi?" Ucapnya.
Pege membuka mata dan menatap Arthur sejenak, lalu kembali menutup matanya guna melanjutkan meditasi yang biasa ia lakukan ketika masih berada di dunianya.
"Berbicara denganmu sama dengan berbicara pada tembok." Arthur kembali menghela nafas.
Di tengah perbincangan mereka berdua, seorang wanita tak sengaja mendekat. Melihat wanita itu, Arthur seketika bereaksi dan menyapa meski tak tau siapa nama wanita itu. "Eee hai.. Hehe."
"Maaf, aku mengganggu kalian." Ucap wanita itu.
"Eh tidak papa, kau boleh bergabung."
Wanita itu menatap tempat duduk Arthur, di tempat itulah ia biasanya duduk jika sedang senggang. Wanita muda itu adalah murid sekaligus tangan kanan Penyihir suci yang memanggil para kesatria suci ke dunia ini.. Namanya adalah Oana Lamiete.
"Ah tidak papa, aku pergi saja." Ucapnya berbalik.
"Tunggu.. Ada hal yang ingin aku tanyakan." Arthur berdiri dari tempat duduknya.
"Pertama-tama, siapa namamu? Hehe." Wajah Arthur tampak konyol, ia bertanya sedikit canggung. Bagaimana mungkin ia tidak mengenal murid dari penyihir hebat yang memanggilnya ke dunia ini.
Oana memang suka duduk di tempat saat ini Arthur berada, karena memang sedang senggang dan ingin menikmati suasana taman Oana akhirnya duduk di dekat Arthur.
Dan perkenalan singkat itu membuat mereka berdua berbincang. Hal yang mereka perbincangkan tentang dunia ini.. Dunia dimana mereka berada saat ini dan mengapa mereka harus di panggil ke dunia ini.
Meski tidak begitu jelas, tapi Oana menjelaskan sedikit tentang dunia yang di kenal sebagai Eartdel Tale ini. Dimana pada awalnya, dunia ini adalah dunia dimana daratan Neverland dan daratan Darksideland tidak terpisah seperti sekarang.
Yang memerintah dunia ini adalah para dewa yang tinggal di sebuah gunung tertinggi yang berada di bagian barat daratan. Sebuah gunung yang tak pernah di temukan oleh siapa pun saat ini.
Pada saat itu, semua ras hidup di bawah aturan dan perintah para dewa hingga suatu hal terjadi. Salah satu dewa yang merasa di asing kan dan di usir dari gunung tempat tinggalnya para dewa murka dan tidak terima.
Ia lalu membangkitkan sebuah kekuatan besar dari segel kuno yang pernah menjadi musuh alami para dewa. Segel itu menyimpan kekuatan kegelapan yang sangat kuat dan sangat jahat hingga mengubah dewa itu menjadi sosok yang berbeda.. Dewa itu kemudian di juluki sebagai pembelot dan menjadi makhluk lain yang disebut iblis.
__ADS_1
Dengan kekuatan itu, ia terus mengumpulkan pasukan dan juga mengumpulkan tentara untuk menyerang gunung tempat tinggal para dewa yang telah mengasingkan dirinya.
Pasukan yang ia bentuk dari berbagai ras itu kemudian menjadi pengikutnya. Itu adalah awal mula keberadaan klan iblis.
Dan saat raja iblis berhasil mengumpulkan pasukan iblis nya serta berhasil membuat para monster tunduk padanya maka saat itulah perang suci berlangsung.. Sebuah perang yang menjadi akhir dari dunia ini, perang yang berlangsung selama ratusan tahun bahkan hampir mengalahkan para dewa.
Hingga pintu langit terbuka dan mengangkat para dewa naik ke atas langit. Bersamaan dengan itu, sesosok cahaya turun.. Terangnya cahaya itu membuat siapapun yang melihat akan menutup mata karena silaunya bisa melukai mata.
Sosok itu kemudian dengan mudah menghempaskan pasukan iblis yang hampir saja menguasai seluruh daratan. Bukan hanya satu, tapi ada ratusan sosok bercahaya turun dari langit.
Entah apa yang mereka perbuat tapi sosok bercahaya itu membuat dunia ini terbagi 3 seperti saat ini.
Mereka semua menghukum dan menyegel para iblis dan monster serta pengikut-pengikutnya ke dunia bawah yang kemudian di sebut sebagai Darksideland. Sebuah daratan gelap sekaligus penjara bagi para iblis dan pengikutnya.
Berkat hal itu, daratan ini yang selanjutnya disebut sebagai daratan Neverland menjadi damai. Para ras kembali hidup seperti biasa.
Sedangkan para dewa yang di angkat ke langit oleh para sosok bercahaya itu tak pernah lagi terlihat di daratan ini. Hal itu membuat tidak adanya aturan dan kekuatan yang memerintah seluruh ras dan daratan.
Karena kekosongan kekuasaan itu, membuat kedamaian daratan Neverland tidak berlangsung lama. Para penghuni daratan Neverland saling mengklaim wilayah kekuasaan hingga terjadilah perang antar ras dan berdiri lah kerajaan-kerajaan yang kita kenal saat ini.
Perang perbuatan kekuasaan itu terjadi 1000 tahun yang lalu, menyisakan kesengsaraan dan penderitaan hingga entah karena hal apa segel daratan Darksideland terbuka dan pasukan iblis kembali menyerang daratan Neverland dan membuat para penghuni daratan Neverland bersatu untuk menyelamatkan daratan ini.
Kabarnya, kekuatan iblis yang menyerang daratan Neverland bertambah kuat dari sebelumnya hingga membuat para pendahulu merasa putus asa. Di tengah keputusasaan, pintu langit terbuka kembali setelah ribuan tahun tak terdengar kabarnya bahkan para penghuni daratan Neverland saat itu sudah tidak mempercayai dewa.
Pintu langit terbuka bersama dengan turunnya seorang dewi bernama Marlin. Yang kemudian memberikan mantra untuk memanggil kesatria terkuat dari dunia lain yang selanjutnya disebut kesatria suci.. Para kesatria yang di yakini akan membebaskan daratan ini dari ancaman klan iblis.
"Dan kesatria itu adalah kalian." Ucap Oana sembari melatih ke arah Arthur setelah ia panjang lebar menceritakan sejarah dunia ini.
"Aku juga tidak yakin, aku hanya membaca tentang hal ini dari sebuah buka tua yang aku temukan di dalam perpustakaan kerajaan." Tegas Oana.
"Ada satu hal yang ingin ku tanyakan lagi? Itu tentang pendahulu kesatria suci dan perang besar 15 tahun yang lalu?" Arthur semakin penasaran tentang itu.
"Maaf tapi aku tidak begitu tahu tentang hal itu. Mungkin sebaiknya kau bertanya pada raja." Kata Oana.
"Ba-baiklah." Arthur sedikit kecewa karena ia tak mendapatkan jawaban yang ia inginkan.
"Oh iya.. Kau adalah Lux dan dia adalah Tenebris." Oana menunjuk Pege yang masih diam mematuung menutup matanya.
"Kalian berdua adalah cahaya dan kegelapan, inti dari elemen di dunia ini." Kata Oana.
"Apa maksudnya?" Arthur bingung.
"Aku juga tidak yakin tapi.. Kalian berdua mungkin memiliki peran di masa yang akan datang. Ah.. Aku ingat, semakin terang cahaya maka semakin gelap juga bayangan." Setelah mengucapkan itu Oana berdiri dari tempat duduknya.
"Maaf aku tidak mengerti." Arthur benar-benar bingung sekarang.
Tapi Oana yang melihat ekspresi bingung itu malah pergi meninggalkan Arthur sembari tersenyum.
"Apa maksudnya.. Aneh sekali wanita itu." Ucapnya.
__ADS_1
Pege membuka mata, ia melihat Arthur.
"Pege.. Apa kau tau artinya?"
"Tidak." Jawabnya.
"Pege!!! Kau bersuara." Arthur terkejut, pasalnya baru kali ini dia mendengar suara asli dari Pege yang biasanya hanya berisik padanya.
Berada tak jauh dari taman itu yang hanya di pisahkan oleh satu tembok besar di antara keduanya. Masih di tempat terbuka, khusus untuk latihan bertarung. Tempat dimana Smits, Leo, Gildarts dan Rinto berlatih bersama menggunakan senjata suci mereka.
Sebuah pertarungan satu lawan satu antara Smits melawan Gildarts dan Leo melawan Rinto.
Sementara di sisi lain, terlihat pula Rebecca yang sedang latihan memanah dengan imperium tumbuhan milikinya. Bersama dengan Rebecca juga ada Ivy yang mengembangkan teknik tongkat angin dan Diana yang kini fokus berlatih dengan senjata kembar pisau bermata tiga miliknya yang di sebut sai.
Mereka semua tidak ingin lagi kalah untuk yang ketiga kalinya saat bertemu dengan Rever. Dengan memantapkan diri mereka, para kesatria suci sebentar lagi akan membangkitkan kekuatan besar yang masih bersemayam dalam diri mereka.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
-Bersambung-