The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 93 - Mencari Celah


__ADS_3

"Huh.. Huh.. Sial, sial.. Aku tidak boleh menyerah." Mbah Raka menggunakan semua imperium miliknya untuk bertahan dan melindungi raja Jolang, Gayatri dan Ihsan yang susah tidak sadarkan diri.


Saat ini, Mbah Raka membuat sebuah sihir pelindung yang melindungi mereka berempat dari segala arah. Sebuah sihir pelindung yang cukup kuat dan bisa membuat Lucifer tidak dapat mendekati mereka bertempat setidaknya untuk saat ini. Sihir itu mengelilingi mereka berempat, meski diserang dari segala arah maka serangan itu tetap tidak bisa melukai mereka.


Tapi sihir itu sangat membebani tubuh Mbah Raka saat ini, saking terbebaninya ia sampai mengeluarkan darah dari hidungnya. Ia terbebani karena dari luar perisai sihir, Lucifer terus menyerang dengan kekuatan besarnya dan setiap kali serangan itu menghantam perisai sihir maka tubuh Mbah Raka akan terluka.


"Raka..uhukkkk..uhwww." Kondisi raja Jolang semakin memburuk, ia kembali muntah darah akibat luka dalam yang ia derita.


"Ayahanda..." Gayatri kembali dibuat cemas saat melihat ayahnya muntah, ia tak bisa berbuat apa-apa.


Dari luar perisai sihir yang transparan itu, Lucifer masih terus menyerang. "Menyerah lah, kalian semua akan mati.." Gertaknya.


Mbah Raka yang penglihatannya sudah kabur masih berusaha bertahan agar perisai sihirnya tidak pecah. Ia bertahan entah sampai kapan lagi, mengingat kondisinya sudah sangat terluka akibat menahan serangan Lucifer sejak 10 menit yang lalu saat Ihsan sudah tidak sadarkan diri.


"Aku.. Aku tidak boleh menyerah, pasti.. Pasti ada momen dimana kami bisa kabur.. Tolong lah.. Aku tidak boleh menyerah." Ucapnya dalam hati.


Dia saat Lucifer dan kedua iblis bawahannya kembali menyerang, tiba-tiba saja portal terbuka di belakang Lucifer dari portal itu muncul sosok kuat lain yang semakin memupuskan harapan Mbah Raka untuk bisa kabur hidup-hidup dari tempat ini.


"Tidak.. Tidak mungkin." Sosok itu kembali membuat Mbah Raka menelan ludah.


Sosok yang muncul itu adalah Rever Block sang dosa kemarahan. Sontak saat melihat Rever, Lucifer malah berdecit kesal karena Rever menampakkan diri di saat dirinya terlihat luka parah.


Kedua iblis itu memang tak pernah akur satu sama lain, apa lagi Lucifer selalu iri dengan Rever yang dianggap sebagai 6 dosa besar terkuat. Ambisinya untuk mengalahkan Rever selalu ada dan sekarang Rever malah muncul di saat Lucifer dalam keadaan babak belur.


Rever berjalan mendekat ke arah Lucifer. Sementara Samhong dan T'roy berlutut begitu ia melihat Rever muncul, meski bernaung di bawah Lucifer tapi mereka berdua tatap tunduk dan patuh pada iblis yang berada lain yang bergelar sama dengan Lucifer.


"Lihat dirimu.. Kau terlihat babak belur." Kata Rever saat melihat sayap dan mata sebelah kiri Lucifer terluka.


"Cih.. Diam.. Jika kau tidak ingin mati!"


"Kau masih sombong rupanya.. Padahal kau masih belum membunuh raja negeri ini." Rever menatap ke arah raja Jolang yang berada didalam sebuah perisai sihir sedang tersungkur menanti ajal.


"Ada perlu apa kau ke sini? Apakah kau akan kembali mencampuri urusanku?" Tanya Lucifer dengan kesal.


"Tidak.. Aku datang atas perintah tuan Leviathan. Ini adalah saatnya.. Negeri ini akan menjadi tempat kita membangun kastil kegelapan." Ujarnya.


"Apa!? Apakah Tuan Leviathan berhasil membuka portal dan masuk ke daratan ini dengan wujud aslinya?" Lucifer bertambah serius.


"Iya.. Sepertinya segel melemah lebih cepat dari perkiraan." Kata Rever mencoba menyerang perisai sihir itu dengan sihirnya.


Serangan yang mengenai perisai itu sudah cukup membuat Mbah Raka muntah darah akibat menahan keutuhan perisai sihir dari serangan kuat Rever.


"Hem.. Kuat juga." Ucapnya saat melihat sihir itu tidak pecah akibat serangannya.


"Begitu rupanya.. Jadi dimana tuan Leviathan sekarang?"


"Tuan Levi sedang menguji kekuatannya, saat ini dia muncul di depan pasukan kerajaan Nusantara yang dipimpin oleh Rein Wijaya."


"Huahahahaha.. Tuan Leviathan.. Sepertinya dia sedang berenang-senang." Lucifer tertawa.


Sementara itu, dari dalam perisai Mbah Raka yang mendengarkan percakapan itu kembali tercengang tanpa kata, matanya melebar kala mengetahui jika segel sudah melemah sampai-sampai iblis kuat berhasil masuk menggunakan portal ke daratan Neverland. Apa lagi dengan tubuh aslinya, raja iblis yang hampir saja mereka kalahkan muncul kembali.


"Bohong.. Rein." Gumamnya panik.


Ia tahu betul kekuatan Leviathan Serphen, karena Mbah Raka pernah melawan Leviathan secara langsung bersama dengan pasukan besar pada perang yang terjadi 15 tahun yang lalu. Mbah Raka berpikir jika saat ini pasukan Rein pasti telah musnah di hancurkan oleh raja iblis. Pasalnya tidak mungkin melawan raja iblis jika tidak menggunakan kekuatan kesatria suci.


"Sudah saatnya.. Kita akan membuat benteng dan mengumpulkan pasukan di kerajaan ini. Wilayah kerajaan Nusantara akan menjadi tempat pertama yang dikuasai oleh klan iblis seutuhnya setelah 800 tahun memulai penyerangan. Ini hanya awal.. Kerajaan Nusantara hanyalah awal, setalah kita membangun benteng dan mengumpulkan pasukan di kerajaan ini.. Kita akan mulai menyerang semua kerajaan lain yang masih tersisa.. Kerajaan congkak yang melawan raja iblis selama ini akan musnah... Dan semuanya di mulai dari tempat ini." Jelas Rever.


"Jika itu adalah keinginan raja iblis maka dengan senang hati aku akan memberikan hadiah padanya, kepala raja kerajaan ini." Lucifer berbalik melihat raja Jolang yang kondisinya semakin parah akibat luka dalam yang ia derita.


Setelah mengatakan itu, Lucifer mengarahkan sihirnya pada Mbah Raka. "Fluctus mortis."


Serangan sihir kuat itu menghantam perisai sihir Mbah Raka. "Aagggggggghh.." Mbah Raka masih bertahan, ia membentangkan kedua tangannya ke depan untuk berkonsentrasi agar perisainya dapat bertahan.


"Belum.. Belum.. Aaagggggghh."


Sesaat kemudian ledakan terjadi, perisai pecah dan Mbah Raka tersungkur karena imperium miliknya telah menipis.


"Mbah Raka.. Tidak.." Gayatri memegang Mbah Raka yang tersungkur.


Mbah Raka masih menatap keempat iblis yang ada di depannya. Ia masih mencoba untuk bangkit dan melawan kembali tapi ia telah banyak menggunakan imperium sejak tadi, kini sisa tenaganya sudah tidak cukup untuk mengeluarkan sihir.

__ADS_1


"Kuat juga kau.." Lucifer mendekat sementara Rever masih berdiri mengawasi dari belakang.


Kini satu-satunya yang bisa berdiri dari mereka berempat hanya Gayatri yang tak memiliki kemampuan apa-apa.


"Gayatri.. Lari.. Pergi dari sini!" Raja Jolang berteriak padanya.


"Sudah tidak ada jalan keluar lagi."


Apa yang dikatakan oleh Lucifer benar adanya, Lucifer dan para bawahannya bisa dengan mudah menangkap Gayatri jika ia mencoba untuk kabur.


Lucifer mendekat, dengan tendangan dari kakinya. Gayatri terlempar cukup jauh kebelakang, ia terluka tepat dibagikan kepala akibat terbentur, tapi Gayatri masih sadar meski darah mengalir dari kepalanya.


Lucifer bergerak menuju Ihsan yang masih pingsan, saat ia melangkah kakinya terhenti karena Mbah Raka yang masih tergeletak memegang kaki Lucifer dengan tangan kanannya. Lucifer dengan sihirnya lalu memotong tangan Mbah Raka hingga bersimbah darah.


Lucifer melanjutkan langkah, targetnya adalah Ihsan. Ia ingin menyerap kekuatan milik Ihsan, kekuatan yang telah membuat Lucifer kehilangan satu sayap dan satu matanya.


"Hei.. Iblis. Tidak.. Jangan lukai dia. Bunuh lah aku, aku adalah raja negeri ini!" Raja Jolang menatap Lucifer.


Raja Jolang tahu betul jika Ihsan adalah harapan, apa lagi setelah ia melihat kekuatan besar milik Ihsan. Jika Ia berhasil membuat Ihsan tetap hidup maka Ihsan bisa menjadi pahlawan di masa depan.


"Yaa.. Kau akan mati tapi setelah aku membunuh orang ini." Kata Lucifer.


Sesaat sebelum Lucifer memegang tubuh Ihsan, ia dikejutkan dengan serangan sihir dari arah atas. Lucifer menghindar dan mundur kebelakang, ia menengok arah dari serangan sihir itu.


"Kau! Wanita kurang ajar." Ucapnya.


Yang menyerang Lucifer adalah Linda.. Linda dalam wujud iblis yang masih mengucurkan air mata. Benar juga, Linda.. Setelah ia melihat istana kerajaan hancur ia merasakan kembali perasaan yang telah direnggut olehnya. Linda perlahan kembali ingat siapa dirinya meski ia tidak begitu yakin.


Tapi yang menggerakkan Linda bukanlah ingatan atau pikirannya melainkan hatinya sebagai manusia dan sebagai kesatria sihir kerajaan Nusantara.


"LINDA!!! Kau menyerang tuan Lucifer." Samhong berteriak kesal.


Linda menyerang membabi buta keempat iblis itu dengan kekuatan sihirnya. Meski sihir itu tidak berdampak apa-apa bagi Lucifer dan Rever tapi setidaknya perhatian Lucifer dan Rever teralihkan oleh serangan sihir beruntun yang Linda keluarkan.


Mbah Raka melihat sebuah celah.. Ini adalah momen yang telah ia tunggu sejak tadi. Meski telah kehilangan tangan kiri, ia mencoba bangkit dan harus bangkit karena tak ingin momen krusial ini menjadi sia-sia. Saat ia berhasil bangkit, ia mundur kebelakang dan bersiap untuk mengeluarkan sihir terakhirnya. Ia memaksakan diri dan mencoba mengeluarkan sihir meski imperium miliknya telah menipis, kini satu-satunya cara adalah dengan menggunakan imperium kehidupan miliknya.


Ia berdiri sempoyongan dengan mata yang berkunang-kunang. "Gerbang 1001 cahaya.. Perisai suci pelindung surga : Diabolus tutelaest ianua." Setelah mengucap itu, lingkaran sihir besar tercipta di depannya. Lingkaran sihir itu membentuk sebuah benteng tebal bercahaya yang memisahkan antara keempat iblis yang ada di depan mereka dengan Mbah Raka, raja Jolang, Gayatri dan Ihsan.


Sementara dari seberang benteng cahaya, Lucifer mencoba menyerang tapi serangannya dimentalkan. Itu adalah sihir pelindung level dewa yang hanya bisa dikuasai oleh penyihir kuat seperti Mbah Raka. Tapi sihir itu tidak akan berlangsung lama, karena sebentar lagi Mbah Raka benar-benar akan kehabisan imperium.


"Gayatri pergilah.. Kau harus pergi dari sini." Raja Jolang juga berteriak hal yang sama.


Alih-alih pergi Gayatri malah mendekat ke arah ayahnya. "Ayahanda.. Kita harus pergi.." Sahutnya berderai air mata.


Sementara Linda.. Yang masih dalam wujud iblis tersadar ketika melirik tatapan mata dari Mbah Raka. Ia mengerti maksud dari tatapan mata tersebut. Dengan sebuah sihir yang hanya bisa digunakan olehnya, ia bisa membantu Gayatri kabur dari tempat ini. Apa lagi jika bukan sihir ruang....


"Gayatri.. Kau harus menemui Rein dan pasukannya." Kata raja Jolang memegang wajah anaknya dan menghapus air mata Gayatri.


"Tidak.. Tidak Baginda." Mbah Raka dengan susah payah mempertahankan sihirnya menolak jika Gayatri pergi ke tempat Rein, itu karena apa yang telah ia dengar dari percakapan Rever dengan Lucifer.


Saat ini.. Raja iblis telah muncul di pulau Cebes, jika memang benar seperti itu maka.. Pasukan Rein Wijaya pasti sudah hancur.


"Tidak, kau tidak boleh ke pulau Cebes. Raja iblis telah muncul ditempat itu, putri Gayatri dengarkan aku.. Kau harus mencari para kesatria suci, temukan mereka dan peringatkan para raja tentang segel portal yang telah menipis.. Tidak ada waktu lagi.. Linda.."


Mendengar aba-aba itu, Linda yang masih melayang tanpa kata langsung membuka sebuah sihir ruang agar Gayatri bisa pergi dari tempat ini. Tapi Gayatri masih kekeh tidak ingin meninggalkan ayahnya.


"Bohong.. Raja iblis." Raja Jolang terkejut saat Mbah Raka mengatakan hal itu, dipikiran raja Jolang saat ini hanya satu.. Kerajaan Nusantara sudah tamat.


Sesaat kemudian ia melihat wajah anaknya. "Tidak belum.. Belum tamat, selama kau.. Anakku masih hidup. Tolong.. Pergi dari sini.. Gayatri!" Raja Jolang mendorong Gayatri menjauh.


"Tidak.. Tidak."


Seketika Gayatri pingsan, lehernya di hantam dengan sedikit tenaga untuk membuat ia tidak sadarkan diri. Yang melakukan itu adalah Wira. Ia lalu menggendong Gayatri di pundak kirinya dan ia juga menggendong Ihsan yang tak sadarkan diri di pundak kanannya.


"Kau.. Wira.." Sahut raja Jolang.


"Bagus.. Kesatria, aku pikir kau sudah mati." Kata Mbah Raka.


Wira terluka parah, tapi ia belum mati. Dengan sisa tenaganya saat ini ia mencoba membawa kabur Gayatri dan Ihsan sekaligus menuju portal yang terbuka di depannya.


"Tunggu.. Tunggu, Wira..ini, bawa ini bersamamu." Raja Jolang menyelipkan Keris ke saku Wira. Raja Jolang memberikan keris itu untuk Ihsan. Ia yakin jika keris itu akan sangat berguna untuk Ihsan.

__ADS_1


"Dan.. Wira.. Maaf karena telah memenjarakan mu. Jaga Gayatri baik-baik." Ucapan terakhir raja Jolang.


"Ba-baik Baginda.." Sahut Wira.


"Cepat pergi.. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi." sesaat setelah mengatakan itu, sihir benteng cahaya pecah dan menghilang.


Wira berlari sekuat tenaga menuju portal yang ada tepat di depannya.


Saat perisai cahaya itu pecah, Lucifer langsung menyerang Linda yang masih melayang sembari mengeluarkan sihir ruang. Sebuah serangan yang menembus tubuh Linda hingga ia muntah darah.


Samhong juga menyerang dengannya sihir , ia menyerang Wira yang berada tepat di depan portal. Saat serangan itu datang dan menyasar punggungnya Wira berhasil menghilang dan masuk ke dalam portal, pun dengan serangan sihir itu.. Serangan sihir itu juga Ikut masuk ke dalam portal lalu portal tersebut hilang bersamaan dengan hilangnya kesadaran Linda yang terluka parah akibat diserang oleh Lucifer.


Sementara itu..


Tempat dimana perang sedang berkecamuk..


Tempat dimana keputusasaan berada..


Tempat dimana awan gelap dan badai menerjang..


Bagian timur pulau Cebes, di wilayah kota Kander.


"Seranggg!!!!!" Depone berteriak menyeru pasukan yang ia pimpin di darat.


Sementara di arah berlawanan, Astharot yang muncul di medan peperangan juga menyeru semua pasukan monster, undead dan iblis menyerang..


Suara tubrukan kedua pasukan tak terhindarkan, suara ledakan imperium terdengar.. Ini adalah perang puncak, jika kalah maka pasukan Rein tidak akan punya harapan lagi.


Jika di darat ada Depone, Aldmur dan Mamet yang memimpin maka di ats langit. Di atas sebuah sihir roh api phoenix, Tomo, Siska dan Rein langsung menerjang dan mengarah pada satu target yang ada di belakang pasukan iblis.


Target mereka bertiga adalah Leviathan Serphen, monster raksasa yang punya kekuatan jauh di atas 6 dosa besar.


Sebagai 3 orang terkuat yang ada di pasukan saat ini, mereka bertiga akan langsung menantang Leviathan Serphen, sosok yang mereka anggap sebagai raja iblis.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-


________________


Visual look Leviathan Serphen..



Art by imgur

__ADS_1


__ADS_2