
Bagian terdalam labirin, berada di wilayah kerajaan Inggram. Labirin yang tidak lagi di buka sejak kematian salah satu kesatria suci, setidaknya itulah yang mereka pikirkan.
Yang mereka tidak tahu adalah.. Kesatria suci yang dianggap mati itu tengah terbaring lemas akibat pertarungan dengan iblis kuat bernama Darkger, iblis yang bernaung di bawah Rever Block.
Richard sudah terbaring di tempat ini berhari-hari, ia masih tidak sadarkan diri. Alih-alih pingsan karena terluka, ia malah terlihat sedang tidur pulas karena kelelahan meski tubuhnya penuh luka. Ia tertidur sangat nyenyak sampai-sampai ia tak sadar akan suara dan getaran tanah yang terjadi sekali lagi.
Bersama dengan suara dan getaran itu, pintu raksasa yang di dobrak terus menerus oleh Darkger sebelum kedatangan Richard mulai terbuka. Dari balik pintu terlihat sosok seperti seorang pria berjalan keluar dari dalam pintu raksasa itu.
Dilihatnya keadaan sekitar yang kacau balau akibat pertarungan antara Richard dan Darkger. Beberapa pilar penyangga bahkan roboh dan retakan tembok terlihat jelas seakan mempertegas betapa besarnya dampak dari pertarungan Richard dengan iblis yang sudah lama memburu dirinya.
Iblis yang ditugaskan oleh Rever untuk menangkap sosok itu, sosok yang bersembunyi di balik pintu yang terus menerus di dobrak oleh Darkger selama ratusan tahun.
Sosok itu berjalan mendekati Richard yang masih belum sadar bahkan beberapa hari setelah pertarungannya dengan Darkger. Saat ia sampai dihadapan Richard, ia tersenyum lalu memegang kaki Richard dan menyeretnya masuk ke dalam ruangan yang ada di balik pintu raksasa itu.
"Ignis.. Aku telah menunggumu. Selamat datang di bagian terbawah labirin ku." Ucapnya.
Richard masih tak sadarkan diri, ia terus di seret sepanjang jalan alih-alih diangkat oleh sosok itu. Yang tidak Richard sadari saat ia sampai di ruangan ini adalah fakta bahwa ia telah mencapai dasar labirin. Bagian terbawah yang belum pernah di capai oleh siapapun di dunia ini.
Di tempat lain..
Wilayah yang saat ini tengah bergejolak, di bagian timur pulau Cebes yakni kota Kander.
Pasukan bantuan telah tiba beberapa hari yang lalu, perang juga sudah berlangsung sejak pasukan bantuan itu datang. Kini Depone tidak lagi memimpin pasukan pertahanan ini tapi pasukan pertahanan dipimpin langsung oleh Rein Wijaya, kesatria agung kerajaan Nusantara.
Meski pasukan sudah lengkap tapi Rein belum bisa melakukan misi untuk merebut kembali pulau Irian. Itu karena pasukan yang ia pimpin masih sibuk mempertahankan wilayah ini dari serbuan pasukan iblis yang terus menyerang tanpa henti.
Rein memang sudah membunuh Balphegor tapi itu tidak berarti apa-apa karena pasukan iblis masih terus menyerang dibawah kepemimpinan Astharot. Pasukan iblis yang saat ini berada di lepas laut terombang-ambing dengan ombak bersama armada kapal yang terlihat banyak dan besar itu berjumlah 500.000 pasukan.
Entah sejak kapan jumlah pasukan iblis itu bertambah banyak yang pasti karena hal itu Rein jadi tidak bisa bergerak menuju pulau Irian. Hal ini diluar perkiraannya. Jangankan merebut kembali pulau Irian, mempertahankan pulau Cebes saja sudah cukup sulit.
Pasukan iblis yang bergerumun dalam Armada kapal itu didominasi oleh pasukan undead, monster dan iblis. Mereka semua dipimpin oleh Astharot sebagai komandan tertinggi. Hal yang membuat Rein penasaran karena sudah beberapa hari pasukannya bentrok dengan pasukan iblis tapi ia belum melihat Lucifer menampakkan dirinya.
Rein juga tak bisa asal menyerang armada kapal itu karena selain mereka kalah jumlah, di bawah pasukan armada iblis itu terdapat monster laut seperti kraken dan lainnya yang akan menyerang siapa saja yang mendekat. Bahkan pengintai dari ras atlantian beberapa sudah gugur karena mencoba mengintai terlalu dekat. Monster yang menjaga kedalaman laut armada iblis itu adalah monster yang sama, yang telah menyerang pasukan Depone kala mencoba berlayar menuju pulau Irian.
Jika dilihat dari atas, penampakan kota Kander sudah sangat kacau. Tidak ada lagi bangunan yang berdiri dengan sempurna. Hampir semuanya sudah rata dengan tanah akibat perang yang terjadi. Bahkan para kesatria kini mendirikan tenda sebagai markas dan tempat beristirahat.
Seperti inilah perang.. Yang ada hanya kekacauan dan kehancuran pada wilayah yang terdampak.
Jauh di seberang pulau Cebes, pulau yang saat ini menjadi wilayah salah satu iblis kuat bernama Lucifer.
Di dalam salah satu kastil yang berada di pulau itu, Lucifer yang duduk tampak tersenyum. Ia tersenyum karena waktu untuk melakukan penyerangan sudah sangat dekat, bahkan dalam tinggal dalam hitungan jam saja.
"Tuanku.. Seluruh pasukan sebanyak 500.000 pasukan telah berada di wilayah perairan kota Kander. Pasukan itu bahkan sudah membuat Rein Wijaya sangat sibuk." Kata iblis yang berada di depannya.
Jika diperhatikan, saat ini di dalam kastil tempat Lucifer berada. Tidak ada satupun iblis, monster atau undead bahkan di seluruh pulau Irian tidak nampak monster dan iblis karena semua pasukan yang berada di bawah perintah Lucifer sudah merapat bersama dengan Astharot di perairan kota Kander.
"Walaupun Balphegor mati, tapi tuanku tenang saja. Rencana kita untuk membuat Rein sibuk sudah berjalan dengan lancar." Kata iblis itu.
"Ya.. Pengorbanan memang diperlukan, apa lagi yang dia lawan adalah Rein. Dia Satu-satunya orang yang akan menggagalkan rencana kita untuk menjatuhkan ibu kota kerajaan, jika saja dia tidak meninggalkan ibu kota. Huahahahaha....
__ADS_1
Untung saja, untung saja dia meninggalkan ibu kota." Lucifer tak bisa menahan rasa senangnya kala rencana yang diberikan oleh iblis di depannya saat ini berjalan dengan lancar.
"Itu semua berkat ketamakan manusia, dengan sedikit hasut mereka mulai mengkhawatirkan nasib dari tambang emas yang ada di pulau ini, serta sumber daya lain yang ada di pulau cebes. Hal itu membuat mereka mengambil keputusan ceroboh dengan mengirim hampir seluruh pasukan meninggalkan ibu kota kerajaan. Bahkan menyuruh Rein Wijaya yang memimpin. Sebentar lagi.. Kecerobohan mereka akan membuat mereka menjerit." Iblis itu tersenyum, iblis itu bernama Samhong salah satu iblis dari lima iblis yang merupakan bawahan langsung dari Lucifer. Iblis gemuk yang merupakan otak dibalik strategi licik Lucifer untuk menyerang ibu kota kerajaan Nusantara.
"Huahahaha.. Rencana yang sempurna.."
"Terima kasih tuanku."
"Lalu bagaimana dengan pasukan aliansi, pasukan bantuan yang akan membantu penjagaan kerajaan Nusantara. Bukan kah saat ini mereka semua telah berkumpul di kerjaan Skandia." Ujar Lucifer.
"Tenang saja tuanku.. Pasukan itu tidak akan pernah sampai karena pasukan itu telah di bantai oleh iblis tua yang ada di wilayah itu." Tegas Samhong.
"Huahahaha.. Aku sebenarnya tidak ingin meminta bantuan dari wanita tua itu tapi karena kau bersikeras, jadinya tidak papa. Apa lagi wanita itu juga menyukai pria-pria berotot." Kata Lucifer.
"Ya tuanku.. Tentu saka pasukan itu tidak akan bisa bertahan karena yang menghadang mereka adalah salah satu dari 6 dosa besar." Tegas Samhong, jelas saja ia begitu percaya diri karena memang pasukan bantuan itu saat ini telah musnah, di bantai oleh salah satu iblis bergelar dosa besar.
Raja Jolang yang tidak tahu akan hal itu mulai gelisah, apa lagi surat yang ia kirim tidak dibalas oleh rombongan bantuan pasukan aliansi itu. Saat ini raja Jolang berharap pada sesuatu yang tidak akan pernah terjadi.
Di dalam istana kerajaan Nusantara, meski sedang risau karena pasukan bantuan yang tak kunjung berkabar, tapi suasana hatinya juga cukup senang karena hari ini adalah hari dimana anak perempuannya, putri Gayatri akan menikah dengan Galang Lingga.
"Suamiku, lihatlah.." Permaisuri menampakkan diri di depan Jolang dengan gaun megah untuk menghadiri upacara pernikahan yang akan dilaksanakan dalam waktu 2 jam kedepan.
Jolang menganga, ia terpana pada gaun serta dandanan indah istrinya. Bahkan ia merasa telah melihat sosok istrinya kala masih muda.
Sementara itu, di ruangan berbeda. Gayatri dengan anggun duduk sembari di rias oleh beberapa pelayan istana. Tatapannya kosong seolah pasrah karena sebentar lagi ia akan menikah. Bukannya senang dan bahagia tapi malah sedih dan tak berdaya.
Sejak ia berhasil ditangkap dan dibawa pulang ke istana. Gayatri masih kekeh tak ingin menikah hingga Jolang geram dan mengancam akan menjatuhkan hukuman mati pada Wira jika Gayatri menolak. Akhirnya atas dasar itu, Gayatri bersedia menikah dengan syarat untuk membebaskan Wira.
Jolang pun menyanggupi hal itu, maka jadilah hari ini. Hari besar untuk seluruh penduduk ibu kota. Hari dimana putri raja akan menikah dan hari dimana penerus raja akan jatuh pada Galang Lingga, calon suami Gayatri.
Jika istana saat ini sedang sibuk-sibuknya maka berbeda dengan tempat dimana saat ini Wira berada. Di dalam penjara bawah tanah tak jauh dari istana kerajaan.
Suasana terlihat sepi, gelap dan bau.. Wira merenung di balik jeruji besi. Kini ia tak bisa berbuat apa-apa. Kesedihan yang mendalam mengetahui jika wanita yang ia cintai akan menikah dengan orang lain.
Kesibukan tak hanya terlihat di istana saja, bahkan di luar istana rakyat juga terlihat antusias dengan pernikahan yang telah dipersiapkan selama beberapa hari ini. Rakyat yang berada di sekitar pusat Ibu kota terlihat berbondong-bondong masuk ke dalam halaman istana untuk melihat prosesi sakral itu.
Para bangsawan yang juga tinggal di ibu kota bahkan sudah siap dan berada di dalam istana. Tepatnya di aula tahta kerajaan. Tempat dimana proses dan upacara pernikahan akan berlangsung sebentar lagi.
Seolah menghiraukan pasukan yang berperang di pulau cebes. Pesta pernikahan kali ini di sambut dengan sangat meriah oleh seluruh kalangan kerajaan Nusantara yang ada di ibu kota.
Di tengah padatnya rakyat yang terlihat senang sepanjang jalan dan memenuhi jalan hingga membuat rombongan kereta kuda tak bisa melaju masuk menuju istana. Rombongan itu adalah rombongan yang dipimpin oleh Suica yang membawa kesatria terluka beserta Lingard dan Linda.
Suica dan rombongan telah sampai sehari yang lalu dan saat ini mereka telah sampai di ibu kota. Hanya saja padatnya jalan dari orang-orang yang antusias menuju istana membuat perjalanan mereka tersendak. Padahal klinik sihir penyembuhan berada di dalam wilayah istana meski tak satu atap.
"Ada apa ini ramai-ramai!?" Lingard melihat ke luar jendela kereta.
"Sepertinya sedang ada perayaan!" Suica membalas, ia duduk tepat di samping Lingard.
"Aku akan turun tuan dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi." Suica lalu turun dari kereta kuda.
__ADS_1
Ia melihat orang-orang yang tampak bahagia, Suica berjalan ke depan sampai akhirnya dia melihat seorang kesatria dan menghampirinya.
Mereka berdua terlibat percakapan dan begitu kesatria itu menyadari jika Suica adalah tamu yang dikabarkan itu maka ia lalu menggiring rombongan Suica masuk kedalam wilayah istana kerajaan.
Kabar tentang kedatangan Suica memang sudah terdengar beberapa hari yang lalu dan raja Jolang sudah memerintahkan ahli sihir terkuat untuk merawat Linda beserta kesatria lain.
Suica kembali masuk ke dalam kereta. "Mereka terlihat senang, karena hari ini adalah hari pernikahan putri raja." Kata Suica saat masuk ke dalam kereta.
"Ah.. Begitu rupanya." Sahut Lingard.
"Nah.. Sepertinya kereta kita kembali berjalan. Kesatria yang aku temui akan mengantar kita masuk sampai ke dalam wilayah istana. Katanya raja sudah menyiapkan penyihir hebat yang akan merawat anda tuan." Kata Suica.
"Syukurlah.. Setelah ini aku akan sangat berterima kasih pada raja Jolang." Setelah mengucapkan hal manis itu, Lingard bergumam dalam benaknya.
"Pesta pernikahan ini akan menjadi pesta berdarah!"
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
-Bersambung-
__ADS_1