The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 21 - Gerbang Utama


__ADS_3

Lonceng yang berada di menara tertinggi benteng ampt terus berbunyi.. Perang terjadi di semua sisi benteng kecuali sisi utara yang berada tepat di pinggir tebing, di bawah tebing adalah laut sekaligus markas kesatria dan prajurit ras atlantian.


Suara ledakan energi dan benturan senjata terdengar jelas, membuat para penduduk panik tak karuan. Kini mereka hanya bisa berharap agar para kesatria benteng ampt berhasil menghalau serangan klan iblis.


Moro yang diberikan tugas mengatur rute pelarian bersama dengan sejumlah prajurit mulai memberikan instruksi kepada penduduk yang panik.


"Tuan Moro.. Para atlantian sudah menyiapkan perahu di sisi utara benteng." Salah satu kesatria menghadap di hadapan Moro.


"Baiklah kalau begitu, kita harus mengarahkan penduduk menuju jalan rahasia di bawah kastil tuan Salosa."


Di sisi selatan benteng atau bagian depan gerbang utama benteng. Para kesatria berusaha menahan pintu gerbang utama agar tidak di terobos oleh para monster. Sedangkan di bagian atas gerbang para prajurit panahan dan penyihir terus menyerang ke luar benteng untuk menghancurkan formasi para monster.


"Augue Ball.."


"M volts.."


Para penyihir mengeluarkan mantra.. Serangan api dan kilat menerjang dan menghempaskan para monster yang saat ini berada tepat di depan gerbang.


Seorang penyihir lain nekat melompat ke bawah dimana para monster berada yaitu di sisi luar dari benteng.


Pria dengan jubah warna hitam tersebut merupakan penyihir dari negeri ini. "aku akan membunuh kalian.." penyihir itu tampak marah.


Dia memegang tanah, tak lama lingkaran sihir muncul.


"Inundatio.." Katanya meluapkan emosi.


Seketika.. Gelombang air raksasa muncul dan menyapu bersih pasukan monster yang bergerombol di depan pintu utama.


Melihat hal itu, para prajurit bersorak seakan telah memenangkan pertempuran.


Lalu tak lama setelah sihir itu di aktifkan, penyihir muda itu kembali mengucapkan mantra untuk menyerang, tapi..


"Teporis torporibus.." suara terdengar dari depan hutan yang gelap.


Lalu.. Penyihir yang saat ini berada di depan pintu utama, seketika terjatuh dan tak bisa bergerak. Tubuhnya kaku, semakin dia memaksa untuk bergerak maka semakin kaku tubuhnya.


Dari kegelapan terlihat sosok yang mengucapkan mantra tersebut. Wujudnya seperti manusia tapi dengan sayap yang membentang di belakang punggungnya. Terlihat pula seokor ular yang menempel di belakang tulang ekornya.. Makhluk itu adalah Astaroth salah satu dari 5 iblis yang bernaung dalam perintah Lucifer.


"Makhluk apa itu?" Salah satu kesatria mulai panik


"Abass.." Seorang wanita turun menolong penyihir yang saat ini tak bisa bergerak akibat ulah makhluk tersebut.

__ADS_1


"Cindya, cepat naik kembali." Penyihir tersebut tak bisa melepaskan dirinya dari jeratan sihir iblis.


Makhluk itu lalu mendekat ke arah kedua penyihir tersebut, dia mengarahkan tangannya kepada mereka.


"Cindya, kembali ke posmu sekarang!" Salah satu penyihir di atas benteng berteriak ke bawah memperingatkan mereka berdua.


"Cin.. Cindya, cepat menyingkir." Abass, penyihir yang saat ini tak bisa bergerak mencoba memperingati Cindya yang mencoba menolongnya.


"Crepitus otiosi.."


Sesaat kemudian..


"Eh..." Cindya melihat Abass dengan tatapan kosong, lalu kemudian kepalanya meledak.


Abass yang melihat hal itu tercengang tak percaya, sesaat kemudian emosinya tersulut, tatapan matanya tajam penuh dendam menatap iblis yang ada di depannya.


"Aku akan membunuhmu." Gumam Abass.


"Sampahh.." Ucap Iblis tersebut.


Ekor Iblis itu menjuntai, lalu menyerang leher Abass.. Ekor iblis tersebut berwujud ular, lalu saat ini ular tersebut menyerang dan menancapkan taringnya pada Abass sambil terus menghisap jiwa dari tubuhnya yang mulai terlihat kering.. Ia mati.


"Kurang ajaarrrr." Seorang penyihir yang merupakan teman mereka berdua tersulut amarahnya, dia tak kuasa saat melihat sahabatnya harus mati mengenaskan di depan matanya.


Tiba-tiba.. Bulan yang menerangi benteng menjadi gelap. Semua prajurit yang saat ini berada di depan benteng kembali tercengang, pasalnya di atas mereka saat ini sosok iblis lain muncul... Ukurannya sangat besar dan bersayap.


Iblis itu membuka mulut.. Lalu meludah ke arah benteng dan seketika cairan yang mengenai benteng dan kesatria yang berada di jangkauan cairan tersebut meleleh tak tersisa.


Para kesatria yang lain menganga tak percaya.


"Makhluk apa itu?" Ucap salah seorang prajurit terlihat gemetar.


Karena sebagian tembok benteng meleleh.. Maka para monster yang sejak tadi mencoba menerobos akhirnya bisa masuk dan menyerang.


"Para monster.. Mereka menerobos."


"Semuanya.. Angkat senjata kalian."


Para kesatria berteriak, mencoba memotivasi kembali prajurit untuk bertarung.


"Arrrrrhhhhhhh." Para kesatria berteriak dan berlari ke arah para monster sambil mengayunkan senjata mereka.

__ADS_1


Para penyihir yang tersisa juga ikut menyerang dan membantu penyembuhan para kesatria yang terluka.


Suara senjata semakin nyaring terdengar karena gesekan peperangan yang terjadi..


"Penyihir.. Tolong sembuhkan lukaku." salah seorang kesatria berteriak kepada penyihir yang sedang melayang di belakangnya.


"All Heal.." Ucap penyihir tersebut.


Kesatria itu seketika fit dan kembali berlari menghantam para monster yang saat ini telah menerobos pintu paling depan benteng ampt.


Peperangan terus terjadi, jika lengah sedikit saja maka semuanya berakhir.. Seperti itulah benak para kesatria yang mempertahankan benteng saat ini.


"Jangan biarkan monster masuk lebih jauh." Salah satu kesatria kembali memberikan motivasi.


Iblis yang melayang menutupi bulan mengepakkan sayapnya, hingga membuat para kesatria terlempar jauh dan para monster semakin mendekati wilayah penduduk yang saat ini sedang berusaha mengungsi.


Iblis bersayap itu kembali membuka mulutnya..


"Aaa.. Awasss, menghindar." Salah satu kesatria memberi peringatan.


Sesaat sebelum iblis itu meludah, seseorang melompat untuk menjangkau Iblis itu lalu.. "Lett kutt.." Ucapnya mengayungkan Kapak.


Tubuh iblis bersayap itu terbelah menjadi dua, darahnya memenuhi tanah seperti air hujan. Seseorang yang melompat tersebut mendarat ke tanah sambil tertawa keras..


"Maaf menunggu lama." Ucapnya sambil memikul Kapak raksasa dj pundaknya.


"Tuan Igor.." Salah satu kesatria yang bertahan sejak tadi berteriak ke arah pria itu.


Seketika mental para prajurit dan kesatria yang tadi mulai ciut kembali terangkat menyaksikan hal yang baru saja terjadi.


Dari jauh rombongan kuda berzirah mendekat ke gerbang depan. "Sudah ku duga." Gumam salah serangan di atas tunggangan kuda melihat tingkah Igor.


"Kalian semua.. Pertempuran belum berakhir, serahkan hidup kalian dan menangkan pertempuran ini.." Igor.. Berteriak untuk menyulut semangat para kesatria.


Tak lama para penunggang kuda yang merupakan pasukan Igor mulai menyerang para monster.


"Lihat.. Mereka adalah pejuang Norway.. Cepat kita harus ikut berjuang." Salah seorang berteriak.


Suara gemuru peperangan kembali terdengar.. Semangat para kesatria meningkat bersama dengan kedatangan Igor, pria gemuk dengan janggot tebal sampai dada serta rambut panjang yang berwarna merah dengan zirah baja berwarna perak.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2